OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Kritis


__ADS_3

Waktu terasa begitu singkat, tak terasa 7 bulan sudah berlalu. Hari ini, Smith tengah di landa kepanikan yang luar biasa, keringat mengucur deras dari dahi nya. Ekspresi nya sangat sendu, apalagi saat melihat sang istri yang sedang berjuang melahirkan buah hati pertama mereka.


"Ayoo sayang, kamu bisa.." Smith memberi semangat pada sang istri, wanita itu tengah di tangani oleh dua orang dokter perempuan sekaligus, atas permintaan Appa Joseon.


Calon kakek itu begitu antusias saat mendengar menantu nya kontraksi tadi pagi, sekarang pun pria paruh baya itu ngotot tak mau pulang sebelum menantu dan cucu nya selamat. Padahal kondisi kesehatan nya saat ini sedang tak baik, bibi Rose juga sudah berusaha membujuk kakak nya, tapi sifat keras kepala nya membuat Bibi Rose mundur dan membiarkan pria itu tetap di rumah sakit.


"Sedikit lagi Nyonya, kepala nya sudah kelihatan. Tarik nafas, buang.." Dokter memberi instruksi pada Amelia yang sedang berjuang.


Smith terus memegang tangan sang istri, memberi nya kekuatan.


"Oppa, Aku sudah tak kuat lagi."


"Jangan menyerah sayang, ingat anak kita, ingat cinta kita sayang, jangan begini." Jawab Smith.


Amelia kembali semangat setelah mendengar ucapan suami nya, dia kembali berjuang melahirkan anak pertama nya.


"Anak pertama sudah lahir, sehat dan sempurna, laki-laki." Bayi itu menangis kuat saat di pangku oleh suster untuk di bersihkan.


Smith tersenyum, begitu pun dengan sang istri. Tapi itu beberapa menit sebelum perut nya kembali mulas melilit.


"Dok, mules lagi.." Keluh Amelia.


Dokter mendekat dan mengecek posisi bayi kedua.


"Sudah bisa di lahirkan Nona, mari berjuang sedikit lagi." Amelia mengangguk dan dia kembali mengejan, hingga pecah lah suara tangis bayi kedua, membuat Smith tersenyum senang.


Dia memeluk sang istri yang masih terbaring, tapi tubuh itu melemas, Amelia tak sadarkan diri setelah berjuang melahirkan anak kembar nya.


"Anak kedua lahir dengan selamat, sehat dan sempurna, perempuan." Ucap sang dokter.


"Dok, tangani istri saya dulu.." Pinta Smith dengan panik karena istri nya tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Sebaiknya tuan keluar dulu, kami harus menjahit jalan lahir nya, sekaligus menangani Nyonya, silahkan tunggu di luar."


"Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkan istriku!" Jawab Smith tegas.


"Kami mohon ikuti saran kami Tuan, Nyonya harus segera di tangani sebelum keadaan nya kritis."


Smith diam, di satu sisi dia tak mau meninggalkan sang istri dengan kondisi yang memprihatinkan, tapi di lain sisi juga kehadiran nya di ruangan ini akan menghambat penanganan dokter pada istri nya.


"Baik lah, tangani istri saya sebaik mungkin. Kalau sampai terjadi apa-apa pada istri saya, ku pastikan kalian di pecat." Ancam Smith membuat kedua dokter itu menelan ludah nya kepayahan, mau bagaimana pun pria di hadapan nya adalah Smith Alexander, pria paling berpengaruh di dunia apapun.


Smith melangkah keluar ruangan setelah melepas pakaian steril nya terlebih dulu.


Appa Joseon yang melihat putra nya keluar dari ruangan, segera bangkit dari duduk nya.


"Bagaimana cucu dan menantu ku Smith?"


"Kedua cucu Appa lahir dengan selamat, mereka sepasang bayi yang lucu, tapi..." Smith menggantung ucapan nya, membuat Joseon penasaran.


"Amel tak sadarkan diri Appa.." Jawab Smith membuat Joseon terdiam dengan kedua mata yang membulat sempurna.


"Ap-apaa?"


"Dia masih di tangani dokter, semoga saja dia baik-baik saja." Smith menundukan wajah nya, tak terasa air mata nya meluncur begitu saja.


"Smith, percaya lah. Amelia adalah wanita yang baik, istri yang baik, dia pasti baik-baik saja, mungkin dia tak sadarkan diri karena kelelahan saja Smith."


"Entahlah Appa, aku tak sanggup jika terjadi hal yang tak di inginkan." Jawab Smith pelan, dia merasakan ketakutan yang luar biasa saat ini.


"Jangan bicara seperti itu Smith, dia pasti baik-baik saja." Smith mengangguk pelan, entahlah hati nya terasa sakit saat melihat istri nya berjuang melahirkan anak mereka.


Tak lama, pintu terbuka dan menampilkan dokter dengan pakaian steril nya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan menantu saya Dok?" Tanya Joseon.


"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi Nyonya kehilangan begitu banyak darah, dengan berat hati saya nyatakan Nyonya Amel kritis."


Jedarrr...


Rasa sakit menghantam dada Smith, dia tak kuasa menahan air mata nya, tubuh nya luruh ke lantai dengan tangis yang terdengar memilukan.


"Ada apa ini? kenapa kalian berdua menangis?" Tanya Bibi Rose yang baru datang dengan menenteng tas perlengkapan bayi.


"Kamu kenapa Smith?"


"Amel Bi.."


"Amel kenapa Smith? Jangan buat bibi khawatir, bicara yang jelas."


"Amel kritis karena kehilangan banyak darah, Bi." Bibi Rose bungkam, dia tak menyangka hal buruk ini akan menimpa menantu kesayangan nya.


"Ayo bangun, kau harus kuat Smith. Kau ayah dari dua anak sekarang, anak-anak membutuhkan mu, jangan lemah begini, ayo kuatlah."


Smith mendongakan kepala nya, wajah nya nampak sendu dengan air mata yang membanjiri wajahnya.


"Kemarilah Nak, butuh sandaran? Bibi ada untuk mu," Bibi Rose merentangkan tangan nya, menyambut Smith yang masuk ke dalam pelukan nya, mencurahkan tangis nya di pelukan hangat bibi Rose.


"Menangis lah Smith, bibi tau semua ini bukan hal yang mudah. Menangis lah jika itu mampu membuat hati mu tenang, tak apa menangis Nak. Sekali-kali kamu perlu mengekspresikan kesedihan mu pada orang lain."


....


🌻🌻🌻


dah lama gak up disini, mungkin satu bab lagi tamat😊

__ADS_1


__ADS_2