OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Rena Pingsan


__ADS_3

"Aku takkan berhenti sebelum kau kembali padaku Roy!"


"Kau sudah gila? Dulu, siapa yang meninggalkan aku karena aku jelek hah?" Tanya Roy. Dia takkan lupa bagaimana cara wanita itu memperlakukan nya dahulu, hingga penghinaan yang menyakitkan pun sering dia terima.


Tapi sekarang? Wanita itu kembali datang dan mengemis pada nya ingin kembali, tentu takkan semudah itu Roy luluh.


"Ya aku meninggalkan mu dulu Roy, tapi sekarang kau tampan dan kaya. Wanita mana yang tak mau dengan mu sekarang, ayolah."


"Cih, menjijikan.." Roy berdecih saat mendengar ucapan wanita itu.


"Jangan lupa kau pernah mencintai ku Roy.."


"Itu dulu, sebelum aku mengganti mata ku dengan mata burung elang." Jawab Roy.


"Ayolah Roy, jangan jual mahal. Aku tau kau masih mencintaiku kan?"


"Rasa cintaku hilang bersama kepergian mu dulu Ris, tolong terima keputusan ku. Berhenti mengganggu hubungan ku dengan Rena, aku berhak menentukan hidup ku sendiri, bersama wanita yang aku cintai, wanita pilihan ku." Ucap Roy lirih.


"Jadi, tak ada lagi kesempatan untuk ku Roy?" Tanya Riska, nada bicara nya merendah.


"Tidak ada Ris, aku sudah bahagia dengan Rena. Demi apapun, aku tak berniat kembali padamu. Karena kembali padamu hanya akan membuka luka lama bagi ku," jawab Roy tegas.


"Sayang sekali, tadinya aku ingin memperbaiki semua nya dari awal. Tapi ternyata posisi ku sudah di gantikan oleh gadis lain." Riska tertawa hambar.


"Bisakah berhenti menggangguku dan lanjutkan saja hidup mu, cari pria lain untuk mendampingi mu Ris?"

__ADS_1


"Aku akan mencari nya nanti Roy, kalau benar-benar tak ada kesempatan lagi bagiku. Tapi, aku takkan menyerah sebelum kau menikah dengan wanita lain. Selama itu juga aku akan mencoba membuat mu luluh dan kembali padaku."


"Kau keras kepala sekali Riska, sudah aku katakan. Aku takkan kembali pada wanita matre seperti dirimu."


"Murahan!" Pekik nya hingga membuat Riska menganga, ini pertama kali nya Roy berani meninggikan suara nya di depan nya. Berarti dia benar-benar marah, itu inti nya.


"T-tapi Roy.."


"Jika tak ada hal penting yang ingin kau bicarakan, sebaiknya pergi dari sini sekarang juga sebelum aku seret kau." Tegas Roy, mata nya menyalak tajam menatap wanita yang masih berdiri di depan nya.


"Roy, aku mohon."


"Kau tuli? Aku bilang pergi dan jangan pernah mengusik hidup ku, atau berani macam-macam pada calon istri ku. Lihat saja jika itu sampai terjadi, bahkan ayah kau sekali pun takkan bisa menyelamatkan mu dari kemarahan ku."


"Silahkan, pintu keluar nya disana." Tunjuk Roy pada pintu kayu yang tertutup.


....


Roy berkutat dengan pekerjaan nya, libur selama seminggu membuat pekerjaan nya menumpuk.


Hingga dering telepon dari ponsel nya membuat nya mengalihkan pandangan mata nya dari laptop.


Dia meraih ponsel itu dari meja nya dan mengangkat telepon dari salah satu karyawan yang bekerja di bagian receptionist.


"Hallo, ada apa Nit?" Tanya Roy to the point.

__ADS_1


"Tuan, Nona Rena pingsan di lobi." ucap seorang wanita bernama Nita itu dengan nada khawatir.


"Ap-apa? Kenapa bisa?"


"Tadi sempat ada perdebatan kecil antara Nona Riska dan Nona Rena hingga Nona Riska mendorong Nona Rena dan membuat nya tak sadarkan diri karena kepala nya terbentur gucci tuan."


"Aku kesana sekarang." Roy menutup panggilan telepon nya, jari-jari nya mengepal dengan wajah yang memerah.


"Wanita itu semakin di biarkan semakin melunjak, lihat saja pelajaran apa yang akan aku berikan pada wanita seperti mu," Gumam Roy, dia bangkit lalu berlari keluar ruangan.


....


Rena di bawa ke ruangan UKS khusus karyawan, bahkan ada dokter pribadi di kantor ini yang merupakan fasilitas dari kantor. Kurang baik apa pemilik perusahaan dalam menjaga karyawan nya.


Roy segera menyusul dan melihat dokter wanita baru selesai memeriksa keadaan Rena.


"Kekasih saya kenapa dok?" Tanya Roy, keringat nya membanjiri kening nya dengan nafas yang ngos-ngosan karena habis berlari.


"Nona hanya membentur pot bunga dan keadaan nya yang lemah membuat nya tak sadarkan diri, sejauh ini keadaan nya baik-baik saja tuan. Tapi..."


"Tapi apa dok?"


.....


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


pendek lah, gapapa🤭🤭🤭


__ADS_2