OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

"Tante Rose, tante disini?" Rose mendekati Amelia, memeluk gadis itu.


"Tante bibi nya Smith.." Jawab Rose, membuat Amelia membulatkan mata nya. Tak sangka orang yang dia tolong waktu itu adalah bibi dari Smith. Kemarin dia sibuk bekerja, hingga tak sempat bertemu dengan kedua orang berpengaruh itu di kantor.


"Bibi kenal Amelia?" Tanya Smith.


"Waktu kaki bibi keseleo, Amel yang nolongin bibi. Dia juga gadis yang bibi bicarakan waktu itu.." Suatu kebetulan, Rose ingin mengenalkan keponakan nya itu pada gadis yang menolong nya waktu itu, tapi tanpa di sangka-sangka Smith sudah lebih dulu bergerak cepat dan kini membawa gadis itu ke rumah besar. Mengenalkan nya sebagai kekasih pria tampan itu.


"Ohh benarkah? Bibi tak perlu repot-repot mengenalkan Amel sama Smith, nih bukti nya Smith bawa Amel kesini."


"Jadi, kenalkan ini Amelia Putri kekasih Smith."


"Gadis manis, kita pernah bertemu di kantor waktu itu. Kamu pasti tau siapa saya." Ucap Joseon dengan senyum manis nya, jarang-jarang pria itu tersenyum pada orang lain.


"Ayo, kita ke ruang makan.." Ajak Rose, dia menarik tangan Amelia yang sedari bergenggaman dengan tangan Smith.


Amelia pun mengikuti Rose ke ruang makan, wanita baya itu begitu antusias membawa gadis kekasih baru Smith, senyum nya tak pernah surut dari kedua sudut bibir nya.


"Kamu tau, betapa bahagia nya bibi setelah tau kekasih Smith itu kamu Mel." celoteh Roseanne.


"Memang nya kenapa tante?"


"Manggil nya bibi aja ya, samain kayak Smith."


"Baik bi.."


"Bibi seneng aja dia akhirnya bisa lepas dari wanita pizza itu."


"Siapa wanita pizza itu bi?"


"Siapa lagi kalau bukan Marissa.."


"Kok wanita pizza?" Tanya Amelia lagi, dia belum mengerti kenapa bibi Rose memanggil wanita itu dengan sebutan wanita pizza.


"Iya banyak topping hidup nya." Jawab Rose dengan senyum aneh nya.


"Ohh, Amel kira apa.." Amelia tersenyum canggung, sebenarnya dia masih canggung berada di lingkungan baru ini, tapi sebisa mungkin dia menutupi nya.


Tak lama, Joseon dan Smith menyusul ke ruang makan. Mereka duduk berdampingan, sedangkan Smith memilih duduk di dekat gadis nya.


"Layani Smith, Mel. Belajar lah dari sekarang, biar nanti kalau sudah nikah gak canggung lagi."


"Bibi Rose tak tau saja, aku sudah bisa melayani tuan Smith, bahkan memenuhi kebutuhan ranjang nya." Batin Amelia. Tapi dia menuruti perintah bibi Rose.

__ADS_1


"Tuan mau makan sama apa?"


"Steak sama sayur aja yang.." Jawab Smith, Amelia mengambilkan nya dan meletakan piring yang sudah terisi makanan itu di hadapan Smith. Tangan mungil nya bergerak lincah melayani Smith, hal itu tak luput dari pandangan kedua orang tua yang sedari tadi memperhatikan interaksi sepasang kekasih itu.


Terlihat Amelia sepertinya sudah terbiasa melayani Smith.


"Pacaran kok manggil nya tuan," Ledek Bibi Rose, membuat wajah Amelia bersemu.


"Amel hanya belum terbiasa aja bi, udah kebiasaan manggil tuan." Jawab Amelia pelan.


"Biasakan manggil sayang Mel, jangan keterusan manggil tuan. Nanti orang nyangka kamu bawahan nya, bukan kekasih nya." Rose memberi nasihat.


"Akan Amel coba bi."


"Jadi, apa rencana kamu ke depan nya Smith?" Tanya Joseon, akhirnya pria itu mengeluarkan suara nya setelah lama diam dan hanya menyimak perbincangan ketiga orang itu.


"Smith ingin meresmikan hubungan sama Amel, keburu orang berfikiran negatif tentang Amel." Jawab Smith.


"Lalu?" Tanya Joseon singkat, tapi mampu membuat Amelia merinding karena suara tegas nya.


"Smith ingin melamar Amelia secepatnya." Tegas Smith.


"Apa kamu yakin dengan keputusan mu? Jangan sampai kamu salah pilih lagi."


"Ckkk, dari awal yang memilih Marissa kan Appa bukan aku." Jawab Smith, dia malah menunjukan keromantisan nya di depan orang tua nya.


"Lalu tunggu apa lagi? Jika sudah sama-sama yakin, untuk apa di tunda?" Tanya Bibi Rose. Amelia diam, biarkan saja pria itu yang menjawab.


"Bagaimana menurut mu kalau kita tunangan dulu sayang?" Sontak saja, pandangan ketiga orang itu mengarah pada nya, membuat Amelia gugup.


"S-saya menurut saja bagaimana baik nya.." Jawab Amelia lirih.


"Satu minggu lagi, laksanakan pertunangan nya Smith. Jangan terlalu membuat wanita menunggu lama, bisa-bisa dia pergi."


"Dan Appa tak yakin kamu bisa menahan sesuatu yang bergejolak dalam dirimu Smith, kau pasti akan merusak nya." Sindir Joseon, mata nya memicing menatap putra nya.


"Aku tinggal meminta nya pada gadis ku, lagian hubungan kami di awali dengan sesuatu yang gelap." Jawab Smith santai.


"Apa?" Sentak bibi Rose, hingga membuat Amelia tersedak, karena dia sedang minum.


"Kenapa sekaget itu bi? Hubungan kami di awali dari saling membutuhkan, iya kan sayang?" Smith melemparkan pertanyaan yang menjebak pada nya, serba salah. Mau mengiyakan malu, harga diri nya dipertaruhkan. Mau menggeleng juga salah, karena fakta nya memang begitu.


"Anak nakal.." Bibi Rose bangkit dari kursi nya, dia menjewer telinga Smith hingga pria itu meringis kesakitan.

__ADS_1


"Ahhhsss, bibi sakitt..." Ringis Smith, dia menepuk-nepuk tangan bibi nya.


"Sayang tolong aku, aku kan hanya bilang fakta nya."


"Anak nakal, kenapa kau semakin nakal seperti ayah mu Smith.."


"Heii, kenapa bawa-bawa aku Rose. Yang nakal kan Smith bukan aku."


"Kau lupa hah? Kesalahan mu membuat kakak ipar hamil duluan sebelum menikah." Cetus Roseanne, membuat wajah Joseon memerah karena malu.


"Kau baru ingat hmm? Semoga saja itu tak terjadi pada gadis manis ku,"


"Kalau anak itu meminta mu melayani nya, tolak saja tak apa-apa sayang.." Rose mengelus kepala gadis cantik yang tengah menunduk itu.


"T-tapi tuan Smith kalau gak di kasih suka marah bi, nanti Amel pasti di hukum." Jawab Amelia polos, membuat Smith menatap nya sinis.


"Bilang pada bibi, biar bibi kasih pelajaran. Kalau perlu kita gembok burung nya."


"Aiisshh, bibi jangan mengganggu kesenangan ku." Rengek Smith, sedangkan Rose mendelikan mata nya tajam.


"Anak sama bapak sama saja, cepat resmi kan hubungan kalian sebelum Amelia bunting gara-gara ulah mu Smith Alexander."


.....


Amelia dan Smith memutuskan pulang ke apartemen nya, dengan di antarkan oleh supir pribadi lagi.


Sepanjang perjalanan, pria itu terus tersenyum manis. Sesekali dia menatap gadis nya yang seperti enggan menatap nya.


"Aku mencintai mu Amelia ku, bisakah kamu membalas nya?" Ucap Smith.


"Ap-apa?"


"Tidak, kemari lah.." Amelia mendekat dan pria itu meraih tubuh mungil itu ke dalam pelukan nya.


"Telpon bapak sama mamak ya, besok mereka harus kesini." Amelia mengangguk di dalam pelukan hangat pria tampan itu.


"Jangan tidur, aku menginginkan mu." Bisik Smith, tepat di telinga gadis itu.


Amelia membulatkan mata nya, baru saja pria itu di beri peringatan oleh bibi nya, tapi setelah keluar dari rumah besar itu dia seolah melupakan perkataan bibi nya.


....


🌻🌻🌻

__ADS_1


Gaje gak sih? Maafin deh ya😅🙏🙏 di bab ini banyak typo, maaf ya author lagi kurang fokus, doain semoga cepat sembuh, happy reading ❤️❤️



__ADS_2