OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Surprise Birthday Amelia


__ADS_3

"Ahh salah, harus nya aku tak memberi mu pilihan. Yes or yes?" Tanya Smith lagi.


"Baiklah, kalau sudah begini aku bisa apa? Aku mau.." Jawab Amelia, Smith tersenyum semringah. Dia bangkit dan menyematkan cincin berlian itu di jari manis gadis nya.


"Aku berjanji akan selalu membahagiakan dirimu sayang, aku berjanji." Ucap Smith, dia memeluk gadis nya dengan erat, Amelia juga membalas pelukan itu tak kalah erat.


"Aku percaya padamu, jadi buktikan." Jawab Amelia, dia menyandarkan kepala nya di dada bidang lelaki nya.


Tiba-tiba..


Duarr...


"Happy birthday too you, happy birthday too you, happy birthday Amelia, happy birthday too you.."


"Ahh apa lagi ini?" Amelia memekik saat melihat teman-teman nya datang membawa kue ulang tahun, bahkan Rena juga ada disana.


Lagi-lagi, air mata Amelia meluncur bebas tanpa bisa di cegah. Dia menangis tergugu di pelukan Smith, dia bahkan tak ingat hari ini adalah hari kelahiran nya sendiri.


Hari ini, tepat pertambahan usia nya yang ke 20 tahun.


"Selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur dan sehat selalu." Smith mengurai pelukan nya, dia mengusap air mata yang luruh dari kedua mata nya dengan lembut.


"Terimakasih sudah hadir di moment yang paling bersejarah, Oppa."


"Ya, karena aku mencintai mu Amelia Putri."


"Aku juga mencintai mu Tuan Smith." Jawab Amelia lirih, ini pertama kali nya dia berani membalas ungkapan cinta pria itu.


"A-apa? Tolong katakan sekali lagi, aku tak bisa mendengar nya tadi.."


"Aku juga mencintaimu Tuan Smith." Ulang Amelia, sontak saja pria itu bersorak kegirangan. Dia kembali memeluk tubuh gadis nya dengan erat, hingga membuat Amelia sesak.


"Sesak tuan.."


"Maaf sayang, aku terlalu bahagia. Terimakasih sudah membalas cinta ku, aku takkan menyia-nyiakan nya." Smith kembali merengkuh tubuh itu ke dalam dekapan nya.


"Eheemm, bisa gak pelukan nya di tunda nanti? Tangan aku pegel nih, dari tadi pegangin kue tapi lilin nya gak di tiup-tiup. Malah sibuk sendiri." Cetus Rena dengan berani, padahal di depan nya adalah direktur utama di perusahaan tempat dia bekerja.


Tapi seperti nya tak berlaku untuk gadis bar-bar seperti Rena, bukti nya dia berani bicara begitu. Padahal teman-teman nya di belakang sudah memperingatkan nya, tapi ya nama nya pegel kan mau gimana lagi?


Smith dan Amelia sontak saja melepaskan pelukan mereka, dan beralih ke arah kue yang di pegang Rena. Kue berbentuk hati dengan hiasan berwarna biru dan merah, tak lupa lilin yang mewakili usia nya saat ini.

__ADS_1


"Make a wish dulu sebelum tiup lilin nya Mel," Ucap Rena, Amelia menganggukan kepala nya. Dia memejamkan mata nya, berdoa dalam hati. Tak lama dia kembali membuka mata nya dan meniup lilin itu hingga padam.


"Potong kue nya sayang.." Amelia menurut, dia memotong kue nya. Memberikan potongan pertama nya pada Smith, pada Rena di potongan kedua.


"Terimakasih sudah meyakinkan saya, terimakasih sudah menerima apa adanya." Ucap Amelia.


"Terimakasih juga buat kamu Ren, udah mau jadi temen aku selama ini. Selalu ada di setiap keadaan, selalu ngerti apapun kondisi aku. Selalu mau mendengarkan setiap masalah ku, terimakasih sudah menjadi sahabat terbaik."


"Pegangin." Pinta Rena pada teman nya, dia menghambur memeluk Amelia. Sahabat terbaik nya yang kini berbeda status.


"Sama-sama Mel, semoga kamu selalu bahagia ya. Aku hanya berharap kamu bahagia dengan pilihan kamu, jangan lupain aku ya Mel."


"Gak akan Ren, selama nya kamu tetap sahabat aku." Jawab Amelia, mereka berpelukan cukup lama menyalurkan kasih sayang sebagai sahabat.


"Udah pelukan nya, di larang peluk-peluk pacar saya lebih dari satu menit." Rena mendelik, bisa-bisa nya pria itu posesif bahkan pada perempuan.


"Ckk, laki-laki cemburuan." Cibir Rena.


"Heh, kamu mau saya pecat hah? Kamu lupa saya siapa?"


"Bodo amat, sekarang traktir kita makan ya?" Amelia tersenyum simpul melihat perdebatan antara kekasih dan sahabat nya.


"Yaudah sana makan yang banyak.." Usir Smith, mereka pun pergi dan duduk di meja yang sudah tersedia.


"Jangan gitu Oppa, begitu-begitu juga dia temen yang paling ngerti. Sebenarnya dia baik kok, cuma ya kadang bar-bar." Amelia akui, berteman dengan Rena membuat nya sedikit-sedikit meniru kelakuan nya. Tapi ya mau bagaimana lagi, cuma Rena yang mampu mengerti semua nya.


"Wahh, seperti nya kita terlambat. Acara lamaran nya udah selesai." Dua orang datang bersamaan.


"Appa, bibi Rose?"


"Maaf kami terlambat, kejebak macet." Roseanne mendekat dan memeluk singkat gadis itu.


"Bibi tau dari siapa kalau Oppa Smith melamar aku disini?"


"Ya tentu saja dari orang nya langsung, katanya mau ngelamar sekalian rayain ulang tahun kamu yang ke 20."


"Hah? T-tapi kapan?"


"Kamu ingat saat aku meninggalkan mu pagi hari yang sejuk, hingga membuat gadis cantik merajuk?" wajah Amelia memerah, kenapa harus di ungkit sih? kan tengsin!


"Itu, aku pergi menelpon Asisten Roy untuk mengurus semua nya dan ini hasil nya ,kamu suka kan?"

__ADS_1


"Udah tau pake nanya.." Ketus Amelia, membuat Joseon dan Roseanne terkekeh.


"Ciee resmii, cepetan halalin Smith."


"Tentu saja Bi, udah gak sabar pengen berumah tangga." Jawab Smith, membuat Bibi nya refleks memukul pelan bahu keponakan nya.


"Kenapa sih kok di geplak?"


"Jangan harap bibi tak tau apa isi pikiran kotor mu itu Smith."


"Hehee, itu cuma pelengkap." Jawab Smith sambil cengengesan.


"Sudahlah, jangan bertengkar. Ayo makan malam, merayakan resmi nya hubungan kami sekaligus hari ulang tahun Amel."


Mereka pun menikmati hidangan yang tersaji, dengan sesekali di hadapkan dengan keromantisan sepasang kekasih itu.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tajam penuh kebencian.


Marissa mengepalkan tangan nya, entah kenapa kemana pun dia pergi selalu sial dan bertemu dengan mantan tunangan nya dan si pelakor itu.


Ya, tadi Marissa sedang makan malam di restoran itu sebelum pemilik restoran mengusir nya secara tiba-tiba dan mengatakan ada yang sudah menyewa restoran ini agar di kosongkan.


Tentu saja Marissa marah dan kesal, saat dia sedang me time dengan acara makan malam mahal nya, dia malah terganggu. Dia terus mengumpat kasar, dan baru terhenti saat melihat mobil mewah hitam berkilau datang.


Dia tentu tau mobil siapa itu, dia jelas penasaran akan ada acara apa di restoran itu hingga pemilik nya mengosongkan tempat itu hanya demi menyambut kedatangan seseorang.


Tak lama, Smith keluar bersama Amelia. Gadis yang teramat dia benci, karena sudah menggantikan posisi nya sebagai gadis yang di cintai oleh Smith, mantan nya.


"Cihh, ternyata Smith Alexander dan si pelakor itu yang datang. Kira-kira ada acara apa ya?" Marissa berdecih, tapi itu tak mengurangi rasa penasaran nya.


Mata nya membulat saat melihat Smith melamar gadis itu di depan mata nya, jujur saja hati nya terasa sesak. Tapi dia bisa apa sekarang? dia sudah tak punya hubungan apapun lagi dengan Smith, kecuali mungkin dia terlalu berharap ingin kembali pada Smith.


"Ckkk, sialan. Niat mau nenangin pikiran, malah kena sial." Gerutu Marissa, dia pergi dengan perasaan berkecamuk.


....


🌻🌻🌻


Ada rasa nya neng? Nyesel-nyesel dah lu,😂


Yang udah jawab di terima, selamat buat kalian😁 Jangan lupa ngasih bunga atau kopi di pagi yang mendung ini😁🙏

__ADS_1



__ADS_2