OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Rencana Roy


__ADS_3

"Yasudah, aku sama Roy keluar dulu. Kamu disini aja ya By, temenin Rena."


"Iya Oppa, sana pergi. Malas aku liat tampang-tampang mesoom kalian itu." Usir Amelia lagi, membuat Smith gemas dan segera mengecup kedua pipi dan bibir sang istri.


"Hisss, Oppa memang tak tau tempat dan situasi, pergi sana." Amelia mendorong tubuh tegap Smith keluar, kalau di biarkan terus disini dia bisa di buat emosi dengan tingkah suami nya.


Smith tertawa mendengar gerutuan istri nya, apalagi melihat ekspresi sang istri yang cemberut dengan bibir yang mengerucut lucu.


Amelia menutup pintu dengan perlahan, dia duduk di kursi yang tersedia di samping brankar, lalu menggenggam tangan sahabat nya.


"Rena, bangun dong ini aku Amel.." Ucap Amelia, dia sangat khawatir saat mendengar kalau Rena pingsan di kantor dari suami nya. Seketika itu juga dia merengek pada Smith agar mau mengantar nya ke rumah sakit.


"Amel.."


"Iya Ren, aku disini. Kamu baik-baik saja?" Rena bangkit dari tiduran nya dan memilih duduk, meski rasa pusing masih ada.


"Cuma pusing aja Mel, kamu tau dari siapa kalau aku di rawat?"


"Dari Oppa, katanya kamu pingsan di kantor setelah berdebat dengan Riska itu ya?" Tanya Amelia.


"Hemm, iya Mel. Gak tau aku harus apa menghadapi mantan nya Roy, Mel. Selain tak tau malu, dia juga tak tau diri."


"Kuat dan bersabar sebentar lagi ya Ren, aku yakin Asisten Roy pasti berbuat sesuatu pada wanita itu, apalagi dia sudah berani melukai kamu. Apa itu sakit?" Tanya Amel saat melihat perban yang menutupi luka di jidat sahabat nya.


"Sedikit Mel, hanya ngilu aja. Bayangin aja ini jidat ngebentur guci keramik yang di lobi, kamu tau kan? yang deket tanaman janda bolong."


"Ohh iya, guci yang besar itu ya Ren?" Rena menganggukan kepala nya mengiyakan.


"Gimana cerita nya sih itu si ulat bulu bisa ketemu kamu Ren?"


"Dari pas masuk ke ruangan Roy juga udah ketemu Mel, cuma pas dia balik aku lagi bersihin area sana, tiba-tiba aja dia datang marah-marah terus dorong aku hingga membentur itu guci, setelahnya aku gak inget apa-apa lagi. Tapi sekilas, aku liat dia meronta gitu, kayaknya di bawa security deh."


"Semoga aja, kali ini Asisten Roy itu bertindak. Sekarang cuma jidat kamu yang terluka, gimana kalau yang lain nanti nya. Dia kan nekat, aku cuma gak mau kamu terluka lagi Bestie." Ucap Amelia.


"Entahlah Mel, lihat aja nanti. Cuma gara-gara kejadian ini semua nya jadi terbongkar Mel, dia tau aku hamil."

__ADS_1


"Dia kan bapak nya Ren, dia berhak tau, lagi pun kehamilan itu susah di sembunyiin nya, lambat laun dia juga bakal tau kamu hamil." Jawab Amelia, sudah lama dia tau kalau sahabat nya tengah berbadan dua.


"Iya sih, cuma aku ragu aja dia bakalan bisa tegas apa nggak Mel.." Keluh Rena.


"Dari awal kan aku udah bilang sama kamu Ren, gak usah di sembunyiin. Biarin dia tanggung jawab sama perbuatan nya, siapa tau kan dia bisa tegas kalau tau kamu lagi hamil. Ehh kamu nya tetep kekeuh sama rencana kamu, ya gini jadi nya. Untung aja janin kamu gapapa."


"Harus nya, kamu juga gak boleh egois Ren. Kamu ngidam dia gak tau kan? Jadi dia lalai dan kadang nolak kalau kamu pengen sesuatu, kalau dia tau kamu hamil, pasti semua keinginan kamu dia beliin. Dia juga pasti bantu kalau kamu lagi morning sickness Ren, ini kamu sendirian kan?"


"Mau bagiamana pun, Roy itu bapaknya Ren. Bayangin aja kalau semisal tadi janin kamu gak selamat? Pasti kamu nyesel, Roy juga." Ucap Amelia memberi Rena penjelasan, dari awal dia sudah menasehati sahabat nya agar memberitahukan kehamilan nya agar pria itu mempunyai rasa tanggung jawab atas perbuatan nya, tapi Rena tak mau dan memilih menyembunyikan kehamilan nya.


"Iya Mel, harus nya aku ngikutin saran kamu waktu itu. Maafin aku Mel."


"Udah gapapa kok, yang penting sekarang kandungan kamu baik-baik aja. Oh ya, kamu ada ngidam kue coklat kan? Nih aku buatin brownies buat kamu, resep nya bibi Rose di jamin mantul." Ucap Amelia mengeluarkan box wadah bekal dari dalam tas selempang nya.


"Makasih bestie, kamu emang yang paling ngerti."


"Buat kamu apa sih yang enggak, dimakan ya. Biar keponakan aku gak ileran nanti nya."


"Oh iya Mel, kamu kapan ke korea buat berobat?" Tanya Rena dengan mulut yang sibuk mengunyah kue dari Amel.


"Rencana nya sih 6 hari lagi Ren, doain aku ya. Semoga aku cepet sembuh dan bisa hamil kayak kamu, aku pengen banget hamil Ren."


"Makasih ya Ren, kamu gak ada niatan buat ikut sekalian bulan madu?"


"Enggak deh Mel, kantor gimana kalau Roy ikut ke korea juga."


"Iya juga sih Ren, gapapa deh gak ikut tapi kita harus selalu komunikasi ya, aku pasti bakalan kangen banget sama kamu Ren."


"Aku juga bestie.."


....


Sedangkan di luar, terjadi keheningan antara Smith dan Roy. Roy tak mau memulai pembicaraan karena canggung dan malu dan Smith yang malas bicara dengan asisten nya itu karena masih marah.


"Roy.." Akhirnya, satu kata keluar juga dari mulut Smith.

__ADS_1


"Iya tuan.."


"Kau puas?" Tanya Smith, membuat Roy mengerutkan kening nya heran. Apa maksud pertanyaan sang tuan muda ini?


"M-maksudnya tuan?" Smith melirik tajam pada asisten nya itu.


"Kau puas melangkahi ku? Pake acara buntingin anak orang segala, aku aja yang udah nikah Amel belom hamil."


"Maaf tuan.."


"Ya, memang harus nya kau minta maaf karena melangkahi ku." Sinis Smith dengan mata yang mendelik sebal.


"Lalu, bagaimana dengan wanita pembuat onar itu Roy? Kau memang harus menunggu Rena terluka dulu, baru bertindak."


"Barry sudah menangkap nya dan membawa wanita itu ke markas tuan."


"Lalu mau kau apakan? Hanya di bentak saja takkan membuat wanita itu jera, sabit saja kepala nya." Celetuk Smith, dia juga kesal pada wanita itu. Karena dia dan Amelia juga dulu di hantui dengan bayang-bayang mantan, untung saja wanita itu sudah berhenti mengganggu sekarang.


"Saya sudah menyiapkan sesuatu yang takkan wanita itu lupakan."


"Oke, awas saja kalau hukuman versi kau itu tak mampu membuat wanita itu jera, aku yang bertindak." Jawab Smith.


"Bagaimana dengan Gerald tuan?"


"Bukan nya dia sudah mati?" Balik tanya Smith.


"Dia masih hidup tuan,"


"Whatt? Dia kuat sekali ternyata, besok saja aku kesana. Sekarang aku malas, apalagi belum makan."


"Baik tuan, kita bisa kesana bersama."


....


🌻🌻🌻

__ADS_1


jangan lupa gift nya, kopi atau bunga ya🤭🤭



__ADS_2