
"Oppa, bangun. Udah sampe lho ini.." Amelia menepuk-nepuk pipi sang suami pelan.
"Ummm, By masih ngantuk." Jawabnya tanpa membuka mata nya.
"Nanti bisa bobo lagi kan? Yuk bangun dulu, aku mana kuat kalo harus gendong kamu yang gede ini."
"Iya By, bentar.." Smith bangkit dari rebahan nya, dia mengucek mata nya dengan kedua tangan.
Rasanya sangat malas untuk bangun, tapi mana mungkin dia harus tidur di dalam mobil.
Smith membuka pintu mobil dengan malas, tangan nya langsung bertaut dengan tangan sang istri.
Kedatangan sepasang pengantin baru itu langsung di sambut oleh kedua orang tua Amelia, Appa dan bibi Roseanne.
"Selamat datang menantu.."
"Terimakasih Bi.." Amelia memeluk bibi Rose dan bergantian dengan kedua orang tua nya.
"Ayo masuk, jangan sungkan.."
"Enggak kok, Amel kan pernah nginep disini." Jawab Amelia dengan senyum ceria nya. Dia menggandeng lengan kedua orang tua nya memasuki mansion, sejenak dia melupakan suami nya yang berjalan pelan mengekor di belakang nya.
"Kenapa kamu Smith? lemes banget keliatan nya.." Tanya Bibi Roseanne saat melihat Smith yang berjalan dengan terseok-seok.
"Gak usah di tanya Rose, kayak gak pernah muda aja. Dia pasti begadang itu," Ucap Appa Joseon nimbrung.
"Tidur jam berapa semalam?" Tanya Bibi Rose lagi.
"Jam 4 pagi, Bi."
"Astaga anak nakal, kau menghajar menantu ku semalaman tanpa jeda? Kau gila ya?" Bibi Roseanne memukul lengan keponakan nya cukup kuat hingga membuat Smith meringis.
"Apa sih Bi, sakit. Lagian Amel istri Smith, dia juga gak nolak."
"Dia gak bakal nolak karena tau itu kewajiban nya sebagai istri, nah kamu yang harus nya punya kewarasan Smith." Omel bibi Roseanne, dia tak menyangka punya keponakan yang nakal seperti ini.
"Iya iya bibi ku yang cantik, Smith gak bakal lakuin itu lagi."
"Emang nya gak cape apa maju mundur semaleman, pinggang kamu gak encok Smith?" Tanya Bibi Rose.
"Enggak dong, kan gantian Bi kadang Amel yang gerak." Jawab Smith santai dan sukses mendapat hadiah geplakan dari tangan keriput bibi nya.
"Kayaknya bibi udah kelamaan menjanda, apa gak ada niatan buat nikah lagi bi? Enak lho.."
__ADS_1
"Anak nakal, udah berani ngeledekin bibi nya yah! Mentang-mentang udah punya bini, awas kamu ya.." Bibi Rose membuka sendal rumahan nya dan bersiap memukul Smith, tapi Smith tau kalau bibi nya itu akan memukul nya pun refleks berlari ke arah sang istri yang sedari tadi hanya mendengarkan percakapan bibi dan keponakan nya itu.
"Baby, tolongin aku.." Amelia tersenyum melihat suami nya berlarian dengan bibi nya yang mengejar di belakang nya.
"Awas kau Smith.." Teriak bibi Roseanne.
Sedangkan Appa Joseon hanya tersenyum dengan kepala yang menggeleng, pemandangan seperti ini bagi nya sudah biasa. Dari dulu, mereka sering terlibat perdebatan yang berakhir dengan Smith yang di pukul sendal oleh bibi nya.
Lagipun Smith memang iseng, sudah tau bibi nya menjanda lama karena masih setia pada mendiang suami nya, masih saja di ungkit. Rasain, pasti pantaat nya kena tepokan sandal.
"By.." Smith terlihat memelas, dahi nya berkeringat. Amelia tak tega, dia pun berdiri dan seketika Smith bersembunyi di belakang tubuh sang istri.
"Awww..." Pekik Smith saat tangan mungil istri nya mencubit kuat lengan nya.
"Baby, sakitt.." Smith meringis kesakitan dengan ekspresi yang menggemaskan menurut Amelia.
"Makanya jangan nakal Oppa, pukul aja bi. Amel gak keberatan, asal jangan sampe lecet aja." Amelia malah menyuruh bibi nya memukul suami nya.
Plakkk...
Sendal itu mendarat di pantatt Smith dengan cukup keras hingga membuat Smith mengaduh kesakitan lalu mengusap-usap pantatt nya yang terasa perih dan panas.
"Rasain, anak nakal.."
"Sudahlah, gak malu di liatin mertua tuh.." Ucap Appa Joseon, dia melirik kedua orang tua Amelia yang mesem-mesem.
Tak ada Smith yang terlihat dingin dan kaku saat pertama kali mereka bertemu saat Amelia pulang kampung waktu itu, yang ada sekarang Smith yang ceria dan terlihat lebih bersahabat.
....
Sore hari nya, Smith tengah bersantai di ruang tamu dengan secangkir cappucino favorit nya.
Tak lama, datang lah Appa Joseon dengan tongkat di tangan nya, kaki nya sering tiba-tiba lemas jika tak memakai tongkat, dia bisa terjatuh kapan saja.
"Smith.."
"Iya Appa, kenapa?" Tanya Smith, dia memalingkan sejenak mata nya dari layar ponsel yang menyala.
"Kapan kamu berangkat ke korea untuk membawa menantu berobat?" Tanya Joseon, terlihat serius.
"Rencana nya seminggu lagi Appa, sekalian bulan madu juga." Jawab Smith.
"Appa hanya berharap yang terbaik buat Amel, mau bagaimana pun dia menantu di keluarga Alexander, kau harus punya keturunan. Terserah, mau adopsi dari panti sekali pun."
__ADS_1
"Smith mengerti Appa, Appa tak perlu khawatir. Amel pasti sembuh dan bisa hamil nanti nya, yang penting jangan membuat nya tertekan karena itu juga berpengaruh besar untuk kesembuhan luka di rahim nya." Jelas Smith.
"Appa takkan menuntut atau menekan siapa pun, Appa tak peduli mau cepat atau lambat yang jelas kamu harus punya penerus untuk keluarga kita, kamu anak Appa satu-satunya Smith, jadi Appa hanya bisa berharap pada mu."
"Smith takkan mengambil keputusan tanpa seizin istri Smith, sekarang tugas Smith hanya mengobati Amel sebisa mungkin, dengan pengobatan yang terbaik, jika perlu Smith akan membawa Amel berobat hingga ke ujung dunia sekali pun, asalkan dia bisa sembuh." Jawab Smith tegas.
"Appa akan mendukung setiap keputusan kamu Smith, Amel adalah yang terbaik untuk mu dan Appa tau itu dari sorot mata mu."
"Amel pusat dunia Smith saat ini dan nanti, Smith belum pernah merasakan cinta yang begitu besar untuk seorang wanita,"
"Ya, hanya Amelia yang mampu membuat seorang Smith Alexander bertekuk lutut. Dia memang gadis yang luar biasa."
"Hahah, Appa benar. Amelia adalah wanita pertama yang Smith perjuangkan mati-matian." Jawab Smith.
"Bahagia selalu nak, nikmati hidup kalian. Jangan terbebani dengan permintaan Appa,"
"Pasti Appa, itu wajar kok tak masalah. Amel juga takkan mempermasalahkan hal seperti ini." Jelas Smith.
Tak lama, Amelia datang dengan dua mangkuk salad buah di tangan nya.
"Ngemil sehat dulu Appa," Tawar Amelia pada mertua nya.
"Terimakasih Amel.."
"Buat aku ada?" Tanya Smith, dia sudah kembali bersemangat setelah tadi tidur lagi.
Amelia menaruh satu mangkuk lagi di hadapan Smith.
"Ini buat Oppa, khusus gak aku pakein jeruk."
"Makasih By, kamu memang yang paling mengerti."
"Mamak sama bapak kemana ya Oppa?"
"Di ruang olahraga sama bibi Rose, kayaknya mereka lagi senam." Jawab Appa Joseon.
"S-senam?"
....
🌻🌻🌻
Senam sore-sore begini, ada-ada aja kelakuan mamak sama bapak nya Amel😁😁🤭
__ADS_1