OG Simpanan Tuan Muda

OG Simpanan Tuan Muda
Sulit Dihubungi


__ADS_3

Smith masih menikmati momen malam pertama nya dengan sang istri saat tiba-tiba ada dering telepon masuk mengganggu aktivitas nikmat nya. Awalnya dia tak peduli dan tetap melanjutkan gerakan nya maju mundur di atas tubuh sang istri.


"Oppa, ada telepon. Angkat dulu, kali aja penting." Ucap Amelia.


"Aku tak peduli, aku sedang mengejar kenikmatan yang sudah lama aku rindukan." Jawab Smith tanpa menghentikan gerakan keluar masuk di inti istri nya yang sudah kebanjiran, meski begitu lubang itu masih terasa sangat sempit menjepit pisang raja nya.


"Ayolah Oppa, aku tak fokus mendesahh terganggu dengan suara deringan ponsel mu itu."


"Baiklah.." Smith terpaksa mencabut pisang nya dan meraih ponsel di atas nakas nya, dia melihat pemanggil yang menunjukan nama salah satu anggota nya yang berjaga di markas.


"Pasti tentang pria brengsek itu, mengganggu saja." Gerutu Smith, dia mematikan ponsel nya dan kembali menyimpan nya ke atas nakas, pokok nya dia tak mau di ganggu saat sedang melakukan kegiatan favorit nya.


"Lho kok gak di angkat Oppa?" Tanya Amelia dengan dahi yang mengkerut.


"Gak penting, lanjut lagi yuk.." Ajak Smith dan Amelia hanya menganggukan kepala nya, dia masih sanggup melayani nafsuu sang suami.


"Di atas?"


"Boleh, Oppa.." Amelia naik ke atas tubuh polos suami nya, dia menduduki pisang raja yang masih berdiri tegak dengan urat-urat yang menonjol di sisi nya.


"Bergerak By.." Amelia kembali menuruti kemauan suami nya, dia bergerak perlahan dan bergerak cepat setelah merasakan nikmat yang luar biasa di dalam inti nya yang berkedut.


"Ehmm By..." Racau Smith, pria itu memejamkan mata nya menikmati gerakan sang istri di atas tubuh nya.


"Oppa, pengen.." Smith segera membuka kedua mata nya, dia tau kalau istri nya akan mencapai pelepasan lagi.


Smith memegangi pinggang istri nya, dia juga bergerak dari bawah, menusuk inti sang istri hingga mentok sampai ke dalam.


"Uhhhh..." Tubuh Amelia menegang dengan inti yang berkedut manja meremass pisang raja milik Smith.


"Enak By?" Amelia menganggukan kepala nya, meski dengan nafas yang masih tersengal setelah pelepasan yang entah ke berapa kali nya.


"By, aku masih belum. Ganti posisi lagi, sambil berdiri gimana?"


"Lutut aku lemes Oppa," Keluh Amelia, maklum lah sudah hampir tiga jam dia di gagahi suami nya.


"Yaudah tiduran aja, aku yang gerak."


"Nah gitu dong.." Ucap Amelia dengan senyum manis nya.

__ADS_1


Smith mengerucutkan bibir nya, dia menginginkan gaya baru di malam pertama nya, tapi dia melupakan kalau istri nya juga punya batas lelah.


Akhirnya Smith mengalah dan dia kembali mengambil alih permainan ranjang nya.


.....


Di markas, semua orang tengah di sibukan dengan Gerald yang tak tenang. Dia terus berteriak kesakitan dan meminta mereka mengakhiri hidup nya saja. Untuk apa lagi dia hidup tapi tersiksa, jika pun dia mati itu lebih baik rasa nya.


"Tuan besar, tidak bisa di hubungi."


"Ya Lu harus maklum lah begok, ini malam pertama nya setelah nikah." Jawab yang lain dengan menoyor kepala pelontos nya.


"Anjay, kok gua lupa. Pasti tuan bos marah besar kalau sampe terganggu, semoga aja tuan bos lebih ramah setelah punya pawang."


"Berdoa aja lu, kerja sama tuan Smith itu udah keberuntungan buat kita yang awalnya cuma pengangguran."


"Nyoba aja telepon Asisten Roy, kali aja dia angkat. Itu pun kalo gak lagi maen sama pacar nya." Usul anggota yang lain.


"Dari kapan Pak Roy punya pacar?"


"Kudet sih Lu, dah lama kali.." Lagi-lagi kepala pelontos nya kena jitakan.


"Sakit anj*ng.."


"Ya mana gua tau kalau pak Roy udah punya cewek, setau gua kan dia gak suka deket cewek." Memang benar, sudah lebih dari 5 tahun dia bekerja bersama Smith tapi tak pernah melihat Roy dekat dengan wanita, kalau bukan Bibi Roseanne.


"Dah, coba telpon dulu."


"Awas lu ya, kalau gue kena semprot Lu juga gua seret."


"Idihh,"


Pria itu mencoba menelpon nomor Asisten Roy, tapi hanya terdengar suara operator yang berbicara nyerocos di balik telepon, artinya nomor pria itu juga tak aktip.


"Gak aktip juga, mungkin sama kali ya lagi ehem.."


"Ehem ehem, pala lu ehem. Mungkin dia sibuk kali, pikiran lu ke arah sana mulu. Fositif tingking."


"Ya kali aja, kan pak Roy juga punya cewek."

__ADS_1


"Serah lu dah, efek kelamaan jomblo otak lu berkurang nya banyak, bocor tuh." Ledek yang lain, setelah nya mereka pun tertawa, tanpa memperdulikan teriakan kesakitan Gerald di ruangan sebelah.


Apa peduli nya? Mereka hanya di suruh berjaga di lokasi ini agar pria itu tak kabur, tapi jika di pikir dua kali, kabur bagaimana? Bahkan pria itu sudah berharap dia mati saat ini juga.


...


Di apartemen, Rena dan Roy hanya tertidur dengan posisi yang saling memeluk mesra.


Tak ada adegan ehem seperti yang di fikirkan anak buah Smith di markas, nyata nya mereka hanya tertidur karena kelelahan setelah sibuk menyiapkan segala keperluan untuk acara pernikahan Smith dan Amelia.


....


Pagi hari nya, sepasang pengantin baru itu baru saja terbangun dari tidur nyenyak nya. Amelia melenguh pelan saat merasakan tubuh nya terasa remuk, sakit semua.


Bagaimana tidak, semalaman suami nya itu terus menghajar nya, dia benar-benar menyalurkan hasrat tertahan nya selama lebih dari satu minggu itu malam tadi, membuat Amelia baru bisa tertidur di jam 4 pagi.


"Sepet banget ini mata.." Amelia mengucek mata nya dengan malas, dia baru tidur 3 jam..


Sedangkan Smith, pria itu masih tertidur lelap dengan suara-suara khas nya. Pasti dia tidur dengan nyenyak setelah kebutuhan nya tersalurkan dengan liar nya tadi malam.


"Mandi aja dulu.." Gumam Amelia, dia bangkit perlahan dari posisi nya, dan berjalan tertatih ke kamar mandi.


"Perih banget.." Ringis Amelia saat dia menunaikan hajat pagi nya. Meski bukan pertama kali nya, tapi tetap saja jika di hajar habis-habisan seperti tadi malam dia juga kewalahan.


Amelia kembali berjalan ke arah bath up, mengisi nya dengan air hangat, sabun dan beberapa tetes aromaterapi yang menyegarkan di pagi hari ini.


Amelia berendam di dalam larutan busa sabun yang menenangkan, di tambah lagi dengan air hangat yang mampu merileks an tubuh nya yang terasa sakit.


Di sisi lain, Smith membuka mata nya. Dia meraba ke samping tempat tidur nya, tapi tak menemukan istri nya.


"By.." Tak ada sahutan.


"Baby.." Panggil nya lagi, tapi tetap tak ada sahutan apapun.


"Kemana istri ku pergi di pagi hari begini?" Tanya nya pada diri sendiri.


....


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1



masih ada yang nunggu gak? author gak semangat buat nerusin ini novel, kasih semangat dong, komen yang membangun gitu 😞 atau kasih hadiah berupa bunga, atau kopi, vote. jangan pelit🤣


__ADS_2