
Suatu pagi yang cerah, ada Papa muda yang bermain dengan sang putri kecilnya. Mereka berlari-larian, dan sampai akhirnya ada yang tersandung.
Duugh!!
"Mama.... Mama.... Mama!!!" Teriak Alishba yang sudah histeris, saat dia terjatuh dan tersungkur di atas paving.
"Sayangnya Papa. Uuh... Cup. Cup." Ucap Pras yang mengangkat anaknya dan menggendong Alishba.
Hhuuuaaa... Hiikksh...
"Mama... Mama!!" Teriaknya dengan nyaring, dan air matanya mengalir deras.
Pras menggendongnya dengan sabar, mengajak masuk ke dalam rumah. Lulut dan tangannya ada yang tergores, cukup berdarah.
"Sayangnya Papa. Maafin Papa. Buuh.. Buh. Sembuh." Pras membersihkan lukanya dan meniup lukanya.
Sang Mama masih mandi, dan sangat buru-buru ketika sang putri kecilnya menangis kencang. Alishba itu ceriwis, tapi juga gampang menangis dan baper, apalagi ketika bersama sang Papa. Ada saja yang membuat bocah kecil itu menangis.
"Masih sakit?" Tanya Pras dan mendekap putrinya.
"It's bleeding." Suara yang terdengar pilu, dan masih seseunggukkan, karena melihat luka yang berdarah dilututnya itu.
"Sayang, maafin Papa." Ucap Pras, dan menciumi wajah manis manis itu. Gadis kecil yang duduk di dalam pangkuannya. Perlahan tenang dan mulai menyandarkan kepalanya ke dada sang Papa.
Britney yang keluar dari kamar mandi, berjalan mendekati sang putri, masih mengenakan kimono putih, dan melilitkan handuk ke rambutnya yang basah.
"Mama..." Ucapnya yang masih sedih, dan kedua tanganya seraya ingin segera di gendong sang Mama.
"Uhhh... Anak Mama kenapa lagi? Uuh sayang." Ucap Britney dan menggendong putri kecilnya.
Alishba cukup memeluk sang Mama dan tidak ingin melihat ke arah luka yang ada di lututnya.
"Hemm. Katanya mau ke Ragunan, Mama baru mandi. Kamu nangis lagi." Ujar Britney yang menggendongnya, sambil mengelus rambutnya. Gadis kecil yang menopangkan kepalanya, ke atas bahu Mamanya dan sangat nyaman. Memeluk sang Mama erat-erat.
"Itu tadi jatuh. Mau aku tangkep. Udah nyusruk duluan." Ucap Pras yang ada adanya, dan dengan entengnya. Pras mah begitu, setiap momong putri kecilnya, pasti ada saja sesuatu, yang membuat Alishba menangis.
"Oh... Ini, cuma terbarit. Nanti perihnya juga ilang. Sayang... Alishba sama Papa dulu ya. Mama mau pakai baju dulu. Kita, kan mau pergi lihat gajah." Ucap Britney dan seolah sedang mendongeng.
"Eemm... Papa nakal Mama." Lirih Alishba.
"Iya, Papa yang nakal. Sini sama Papa. Mama biar ganti baju dulu." Ujar Pras dan meraih sang putri kesayangan.
Ekspresi wajah Alishba berubah, dan mulai ikut dengan sang Papa.
"Maafin Papa. Papa yang nakal. Udah yuk kita ke kamar. Alishba ganti baju dulu. Kita buruan lihat gajah." Ujar Pras dan Britney hanya tersenyum.
Pras mengajak sang putri kecilnya ke kamar. Alishba duduk di tengah tempat tidur yang berseprei hellokitty, dan menatap sang Papa.
"Mau yang ini atau yang ini?" Tanya Pras dengan kedua tangannya memegang baju untuk Alishba.
"Yang ditangan kanan, Papa." Jawab Alishba.
__ADS_1
Padahal tadi sudah mandi, sudah rapi, karena terjatuh. Jadinya bajunya kotor lagi. Pras memberikan baju itu. Alishba mulai melepas bajunya sendiri, dan berganti. Pras mulai mencari lagi aksesoris yang cocok untuk baju yang dipakai Alishba.
"Papa, sakit." Ucap Alishba yang terdengar pelan saat memakai bajunya.
Pras mendekati putrinya dan berkata "Sayang, sini Papa pakaikan bajunya."
"Sakit Papa, ini berdarah." Ucap Alishba dan masih melihat luka di lututnya.
"Itu bukan darah sayang. Itu obat merah." Ucap Pras dan meniupi lagi luka dilutut Alishba.
Selesai berganti baju, sudah cantik dan rambut tergerai dengan bando cantik. Pras juga sangat pandai, saat memadu padankan akesoris untuk putri kecilnya.
"Sudah cantik. Tinggal pakai sepatu." Ucap Pras dan memakaikan sepatu yang bewarna putih.
Sepatu yang cantik, sudah terpasang dikaki mungil Alishba.
"Papa, Alishba nggak mau jalan. Alishba gedong Papa." Ucapnya dengan suara menggemaskan.
Pras meraih tubuh mungil gadis kecil itu dan menggendongnya. Alihsba mulai tersenyum.
"Papa, kita jadi lihat gajah?" Tanya Alishba yang ada di tangan kiri Pras, wajahny menghadap ke depan, dan seperti sedang duduk ditangan sang Papa.
Pras mencium pipi unyu itu, lalu berkata "Iya, kita mau lihat gajah." Dengan suara Pras yang sangat bersemangat. Membuat Alishba senang dan keduanya tersenyum.
Berjalan ke kamar sang Mama. Alishba melihat Mamanya yang memakai lipstik.
"Mama...." Panggil Alishba dengan gemas.
Britney berdiri dari kursi dan mendekati sang putri kecilnya, lalu berkata "Iya sayang. Emm, anak Mama udah cantik. Udah wangi."
"Iya, ini Mama juga sudah siap. Mama tinggal ambil tas dan pakai sepatu." Ucap Britney, lalu mencium anaknya dengan gemas.
Pras mengajak Alishba duduk diteras rumah, dan Pras masih gemas dengan anaknya.
Yups!
Pras masih tinggal di puri anggrek, waktu itu setelah Britney melahirkan, dia membeli rumah yang ada di depan Pak RT. Rumah dua lantai, dan sudah direnovasi dengan gaya modern minimalis.
Warna rumah tetap sama putih ungu, tapi yang di kamar sang putri kecilnya itu, semua serba pink dan putih. Alishba awalnya suka warna putih, tapi semenjak mengenal karakter hellokitty, jadi menyukai warna pink, meminta agar kamar itu diberi wallpaper dan aneka aksesoris hellokitty.
"Sayang, ayo sama Mama. Papa biar ganti baju, terus pakai sepatu, habis itu kita berangkat." Ucap Britney yang sudah selesai bersiap.
Alishba masih bersandar di dada sang Papa. Pras menatap istrinya "Lagi baper." Ucap Pras dengan pelan.
"Sayang, ayo. Sama Mama dulu." Ucap Britney dan sang anak tidak mau lepas dari dekapan Papanya.
"Alishba mau sama Papa." Ucapnya dan memegang erat kaos Papanya.
Britney dengan tersenyum, berkata "Ayo sayang, kita mau jalan-jalan. Papa belum siap itu. Nanti keburu siang."
Alishba berkata "Papa udah tampan, nggak perlu ganti baju."
__ADS_1
Pras menyernyitkan dahi, dan menatap sang istri, lalu berkata "Mama, tolong ambilkan sepatunya Papa. Alishba, cantiknya Papa, maunya sama Papa."
Pras masih mengusap lembut rambut anak yang menggemaskan itu. Alishba menarik-narik kaos Papanya, dan tidak menghiraukan Mamanya.
Britney menggeleng dan mulai mengambil sepatu suaminya. Drama dikala ingin pergi sudah dimulai, dan selalu begitu. Britney sangat sabar ketika sang gadis kecil ini, mulai membawa perasaan sensitifnya.
"Papa, Alishba mau sama Papa." Ucap dengan manja, dan mengalungkan kedua tangannya ke leher sang Papa.
"Iya, Alishba sama Papa." Balas Pras, yang memeluk sang buah hati tercinta.
Britney sudah mengambilkan sepatu suaminya, dan memakaikan di kaki suaminya.
"Mas, nanti pulang mampir ke rumah Abah ya." Ucap Britney.
Alishba yang mendengar hal itu "Papa, Mama. Bukan Mas."
Pras tersenyum dan Britney menatap sang buah hatinya, lalu berkata "Mama lupa sayang, iya Papa Pras, Papanya Alishba."
Britney gemas dan Pras mengedipkan sebelah matanya. Anaknya sangat pandai, kadang Pras memanggil Britney sayang, lalu Alishba juga mencebik Papanya. Siapa yang dipanggil sayang, Mama atau Alishba. Tapi tidak masalah, hanya saja terkadang Alishba lebih sensitif.
"Alishba, ayo sama Mama. Kita berangkat." Ucap Britney dan meraih sang anak. Tapi, Alishba masih berpegang erat pada bahu Papanya.
"Mama, Alishba mau sama Papa. Ya, udah, ayo kita berangkat lihat gajah." Ucap Pras dengan gemas, untuk menyenangkan sang anak. Pras begitu gemas dan menciumi wajah mungil itu.
Britney tersenyum dan mulai bersiap berangkat. Pasti, dirinya yang akan menyetir mobil. Bila sang anak cantik ini baper, selalu begitu. Pernah waktu itu, di saat mudik lebaran. Britney yang menyetir mobil, dan sang gadis kecil itu tidak melepaskan Papanya. Itu terjadi sekitar 4 bulan yang lalu.
Gemas sudah rasanya, tapi itu kenikmatan tersendiri untuk Pras dan juga Britney sebagai kedua orang tua.
Uuwuwh!
Hallo, uuwuuh kenapa kalian pada baper??!
Duh, othor jadi merasa bersalah. 😅
Sudah ya nangis-nangisnya.
Santuy, Mas Pras masih akan datang dan membawakan moment keluarga kecilnya.
Love Love seabrek ya sayang-sayangkuh!
Othor rehat dulu, dan tunggu saja update menggemaskan lainnya, tapi sabar ya 🥰
Mas Pras masih sama Britney kan?!
Hehehe.
Itu, anaknya kenapa wajahnya juga mirip Maeva? Apa Britney waktu ngidam membenci Maeva? Atau ada ikatan khusus perasaan Britney dengan sang kakak sepupu? Hayo, kalian penasaran nggak sih! Soal keluarga besar Britney dan Pras. Tapi nanti, satu-persatu akan hadir lagi, di season berikutnya.
PANGGIL AKU MAS! Season 1. END 🥰🤗
__ADS_1
Terima kasih para pembaca setia. 🤗
Bye bye. 😘😘😘