
Pras tiba di rumah dan istrinya juga baru masuk ke dalam rumah.
Britney mendengar motor suaminya, dia sedang meletakan tas dan melepas coat yang dipakainya. Lalu Britney menghampiri suaminya dengan rasa rindu.
"Mas, aku kangen." Ucap Britney, langsung memeluk suaminya di depan pintu.
Pras memeluknya dan mencium kening istrinya. Kemudian mereka berdua masuk ke dalam rumah.
"Aku lebih kangen." Balas Pras, sambil meletakan tas ranselnya dan melepas jaketnya.
Britney mengambil kimono dan hendak ke kamar mandi, tapi Pras mendahului istrinya.
"Aaaa... Mas buruan, aku sudah risih. Dari tadi aku udah pengen mandi." Ketus Britney dengan suara kencang, sambil menggedor pintu kamar mandi.
Pras membuka pintu kamar mandi dan berkata "Aku cuma pipis." Pras menatap istrinya, perlahan mengelus rambut istrinya dengan lembut dan bertanya "Mau, aku mandiin??"
Daaaasssh!!
Britney mendorong suaminya. Pras yang tadi berdiri di depan pintu, terdorong masuk ke dalam kamar mandi.
Britney menatap suami dengan tajam.
Klliiikkk!!
Membalikan badannya langsung mengunci pintu kamar mandi. Pras tersenyum, tapi merasa terjebak dalam situasi.
"Mas, aku harus menghukum kamu." Ujar Britney.
"Hukum aku? Apa maksud kamu sayang?" Tanya Pras yang tidak mengerti.
Britney melepas kancing kemejanya.
Kemeja putih yang masih melekat rapat menutup tubuh atasnya yang sexy. Secara perlahan, satu persatu kancing itu terlepas dari kaitnya.
"Sayang, kamu mandi. Aku keluar dulu." Ucap Pras.
"Bukannya kamu mau memandikan aku??" Tanya Britney, karena tadi dia tidak salah mendengar hal itu, dan itu sering kali diucap Pras saat menggoda istrinya.
Pras perlahan mendekati istrinya, Pras tidak ingin hanya terlena. Pras memeluk istrinya dengan lembut. Mencium ubun-ubun sang istri, kemudian perlahan tangan Pras memegang kemeja istrinya yang hampir terbuka itu, lalu merapatkan kembali kemeja putih sang istri.
"Sayang, kamu serius???" Tanya Pras.
Britney mengangguk dan sang istri setuju. Mandi bersama tidak masalah sebagai suami istri yang halal dan hal itu sangat wajar, pikir Britney.
Deeegghh Serrr!!!
Pras sangat berdesir, tapi perhalan satu persatu bagian yang dipakai oleh istrinya sudah terlepas. Pras menduduk dan sangat berdesir hebat.
Pras melepas satu persatu yang melekat pada badannya dengan sangat lambat, mungkin terlalu gugup jadi tangannya gemetar dan merasa lemas.
Karena ini pertama kalinya, mereka mandi bersama, walaupun sudah melakukan hal yang lebih dari sekedar mandi bersama.
Slowly~~~
Ini juga ada tuntunannya saat mereka mandi bersama.
Perlahan air gayung membasahi rambut Britney, Pras masih tertegun, entah apa yang Pras rasakan. Yang jelas Pras tidak kuat merasakan detak jantungnya, bahkan tangannya semakin gemetar.
__ADS_1
"Mas, lihat aku." Pinta Britney.
Pras masih gugup dan sangat canggung. Perlahan Pras melihat bagian tubuh istrinya yang sangat sexy dan kulitnya sangat halus.
Pras tersenyum, tapi tetap saja dirinya tidak bisa menahan diri.
"Mas, aku istrimu." Ujar Britney.
Pras menyalakan shower karena tidak tahan akan hal itu, kepalanya terguyur percikan air dari atas. Membuatnya lebih tileks dan santai. Britney juga hanya berani menatap wajah dan dada suaminya.
Dada Pras juga sangat keren, tidak kalah dari Oppa korea yang sering Britney lihat disebuah drama saat adegan mandi. Suaminya juga rajin ke tempat Gym, walaupun hanya satu jam tapi Pras serius untuk berolah raga.
Setelah mandi bersama, Pras menarik kimono dari gantungan. Memakaikan ke badan istrinya. Pras juga mengambil handuknya, dan melingkarkan ke pinggang menutupi bawah puser sampai lututnya.
Pras membuka pintu dan istrinya masih diam tidak beranjak, bahkan Britney diam tanpa kata. Tapi mata sang istri itu, sangat penuh harap kepada suaminya.
Pras mengerti, kedua tangannya yang kuat, mengangkat istrinya dan tangan Britney berpegang pada pundak suami. Kepala Britney menempel di dada bidang suaminya dan masih terasa basah.
Aaaauuuu *AuthorSesat
Pras mengajaknya ke kamar. Membaringkan sang istri, lalu Pras pergi ke kamar belakang mengambilkan baju untuk sang istri tercinta.
Sudah terambil baju tidur beserta pakaian dalam istrinya. Pras juga tidak lupa mengambil pakaian untuk dirinya sendiri, bahkan berganti lebih dulu. Pras sudah rapi dengan kaos dan celana pendek, kembali ke kamarnya.
"Sayang, ayo berdiri." Pinta Pras, yang melihat istrinya duduk di depan meja rias.
Pras akan memakaikan baju kepada istrinya.
Britney berdiri, kedua tangan Pras membuka kimono istrinya. Rambut Britney yang basah masih terikat handuk.
Menarik pelan celana dalam berwarna ungu muda, lalu mengaitkan bra berwarna ungu tua. Perlahan memakaikan celana panjangnya dan mengaitkan kancing baju tidur bergambar doraemon.
Pras menyakalan hair dyer dan mulai mengeringkan rambut istrinya.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Pras.
"Aku sudah tahu klien kamu." Ketus Britney, dirinya tahu dari Ghea.
Pras tersenyum, istrinya mulai cemburu lagi.
"Ghea bilang apa sama kamu?" Tanya Pras.
Awalnya Britney hanya ditanya Ghea, kemana suaminya pergi. Istrinya lembur, tapi suaminya malah tidak ada di kantor, bahkan pergi lebih cepat.
Lalu Britney cerita soal pekerjaan suaminya di luar kantor RM. Ghea mendengarkan itu juga gemas dan mengerti perasaan istrinya, tapi suaminya juga ingin berkarier di bidang yang memang suaminya pelajari saat kuliah dulu.
Setelah tanya klien Pras, sepertinya Ghea merasa tidak asing soal nama Elle'S Beauty. Kemudian Ghea mulai mengingat. Beberapa waktu lalu Ghea ke outlet Elle'S Beauty di daerah Jakarta bersama Evan, saat mereka memilih produk kosmetik untuk seserahan waktu mereka menikah.
Ghea lalu membuka IG dan menemukan owner cantik dan sangat sexy itu. Ghea memperlihatkan kepada Britney dan menjadi kepikiran soal itu.
Ghea dan Evan tersenyum melihat reaksi Britney yang berpura-pura seolah tidak masalah. Tapi dalam hatinya, ingin segera menemui suaminya, dan mangatakan jangan lagi bekerja untuk klien perempuan.
Evan sedikit menasehati adiknya, tapi Ghea tidak setuju dengan nasehat Evan. Bahkan Evan dan Ghea malah berdebat gara-gara masalah hati Britney.
"Kamu tidak percaya sama aku??" Tanya Pras yang sedang menyisir rambut istrinya.
"Aku percaya suami aku. Tapi tetap saja hatiku risau." Jawab Britney.
__ADS_1
Pras menatap wajah istrinya dari cermin dan menempelkan wajahnya ke pipi istrinya, keduanya menatap cermin itu dengan tersenyum. Pras membisikan kata "Aku senang kamu cemburu. Berarti, kamu semakin cinta sama aku."
Tangan kanan Britney mengusap pipi suaminya dan berkata "Mas benar, aku semakin jatuh cinta"
Kedua orang yang manis ini, saling bercerita. Pras juga menceritakan tentang Elleanor secara detail. Tapi Britney tidak merasa risau, karena suaminya seperti komedian yang sedang stand up. Britney menjadi terpingkal dan Pras tidak berbohong.
Mata pria mana yang tidak beraksi, tapi karena pesan sang istri dan Pras harus profesional dalam bekerja. Pras tidak masalah, secantik dan sesexy apapun kliennya, Pras tidak akan tertarik.
"Apa mas menikmatinya??" Tanya Britney, yang masih tertawa.
Pras dengan tertawa "Aku malah geli, pengen bilang sama dia tapi dia bukan siapa-siapa aku."
"Memangnya mau bilang apa??" Tanya Britney, lalu dia beranjak ke tempat tidur.
"Wanita itu harus menjaga keindahan tubuhnya untuk suaminya. Bukan untuk dipamerkan." Ujar Pras.
"Aku juga pernah begitu." Ucap Britney, merasa pernah memakai gaun yang terbuka.
"Tapi sekarang kamu harus menjaga itu untuk suami kamu." Tutur Pras dan ikut bersandar di sebelah istrinya setelah merapikan hair dyer.
Pras masih lanjut berkata "Walaupun tidak berhijab, setidaknya jangan menonjolkan bagian wanitanya itu. Aku sangat risih, tapi kalau kamu....."
"Kalau aku apa? Hemmss... Apa??" Tanya Britney.
Tangan Britney menggelitik perut dan pinggang suaminya. Pras semakin tertawa, tidak kuat karena geli, mereka berdua tertawa terbahak.
"Ampun.. Sayang.. Sudah cukup..." keluh Pras, lalu mencengkram tangan istrinya.
Britney menatap suaminya dan berkata "Terima kasih selalu mengingat istrimu. Aku bahagia mas, aku sayang kamu."
Pras memeluk istrinya dengan lembut, mereka berdua ada ditengah tempat tidur. Britney merasa sangat disayang suaminya.
Pras membaringkan istrinya, kedua mata saling memancar dengan serangan asmara. Posisi Pras ada diatas Britney, tangan kanannya menyentuh wajah istrinya dengan lembut.
"Istriku sangat cantik, bagaimana bisa aku berpaling dari kamu." Ucap Pras.
Pras mulai mengecup kening istrinya, perlahan ke hidung, lalu ke bawah. Rasa manis seperti madu dan lembab, saling manarik dan memutar, aroma khas dari keduanya, sangat dinikmati oleh mereka berdua.
Bercinta dengan rasa candu membara, kedua insan yang saling melepas perasaan ingin, ingin segera memiliki anak.
Uuuwwwuuuuhhh pemanasan dulu π Mas Pras mau olah raga itu, biar sehat guysss.
Author takut tersesat dan ini hanya untuk yang sudah menikah ya teman-teman.β
πΌπΌπΌπΌ
Buat para pembaca tersayang dimanapun berada. Ini ada beberapa novel karya sahabat author, kalian bisa mampir ke novel dibawah ini ππ
__ADS_1