PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Perasaan Dua Insan


__ADS_3

Menatap langit sore ini berjalan bersama wanita cantik, cukup menyenangkan untuk kaum jomblo seperti Pras yang jarang berduaan.


Perasaan kedua orang menjadi lega setelah berbagi cerita tentang kisah mereka berdua.


Mereka sama-sama terluka hatinya karena seseorang.


Dua jam yang lalu


Dreeet.... Dreeeett...


Banyak chat yang masuk. Manatap layar dengan tersenyum, entah Pras harus senang atau harus merasa sedih. Tapi Pras juga manusia biasa, yang merasakan desiran dalam dadanya.


"Kenapa kalau sudah mantan, cantiknya semakin kelewatan." Ucap Pras dan Britney menoleh ke wajah Pras.


"Maksud kamu?" Tanya Britney yang penasaran.


"Bukan hanya Bu Britney, saya juga sedang patah hati." Ucap Pras saat menatap ke wajah cantik yang ada disebelah kanannya.


"Emm.. Kamu putus sama pacar kamu?" Tanya Britney.


"Bukan hanya itu, bahkan hari minggu besok dia sudah menikah dengan orang lain." Jawab Pras dengan wajah sendu.


"Jadi sang mantan mau menikah. Pasti dia sangat cantik." Ucap Britney.


Pras berdiri dari tempat ia duduk lalu menatap wajah Britney dan berkata "Dia sangat cantik, tapi dia bukan jodoh saya."


"Saya jadi penasaran, coba lihat." Pinta Britney.


Pras memberikan ponselnya, ada dua foto prewedding yang sangat cantik dan begitu serasi.


"Wow... Keren fotonya. Tapi kamu tampan dan lebih muda." Britney berusaha membuat Pras lebih percaya diri.


"Emmsss... Sekarang saya sedang berusaha untuk lupa." Pras menghela nafasnya dan memandang ke langit siang itu.


"Jangan berpura-pura. Pasti hati kamu sangat terluka." Britney lalu berdiri dan memberikan ponsel Pras.


Berjalan


"Pras, kamu bisa memotret?" Tanya Britney.


"Lumayan."


Britney menarik tangan Pras dan mengajak ke tempat yang cocok untuk berfoto.


Britney mendekati seorang gadis dan meminjam sebuah cermin, merapikan rambut dengan jarinya dan mengusap bagian bibir yang tadi masih ada sedikit bekas minyak karena mie ayam.


Rambutnya sudah terurai bergelombang dan melepas blazernya lalu membuka kancing kemeja bagian atas.


"Pras... Ayo potret." Britney sudah siap dengan gaya super model yang hendak berjalan diatas catwalk, memegang blazer ditangan kirinya, mengangkat dagunya dan menatap jauh.


Berlatar pepohonan dan jalan setapak berpaving membuat nuansa alami.


Pose Cekreek


Pras memotret dengan ponselnya, Britney bagaikan top model dalam sampul majalah.


Pras seperti fotografer handal saat memotret Britney.


Pose Cekreek


Britney yang memakai kemeja putih dan celana bahan warna beige juga high hells warna brown sangat elegan.


Berbagai gaya dan wajahnya sangat fotogenik.


Pose Cekreek, Cekreek, Cekreek.

__ADS_1


Sudah ada beberapa foto Britney dalam galeri ponselnya Pras.


"Pras yang ini." Britney menunjuk foto dirinya.


Pras menatap Britney. "Yang ini lebih bagus, lebih natural."


"Ok, yang lain dihapus saja. Tapi sebelum itu semua dikirim ke saya." Pinta Britney.


Send Your Picture


Britney berkata "Kirim foto itu, lalu kamu bilang itu kekasih kamu yang sekarang."


Pras merasa tidak perlu berbohong hanya untuk menguatkan hatinya. Walaupun beberapa temannya membuat lelucon dengan candaan mereka tentang Pras. Tapi Pras bukan anak-anak yang harus emosi dengan candaan temannya.


Britney menatap Pras "Ayo.. Kenapa bengong."


"Tidak perlu. Saya tidak masalah. Mereka hanya bercanda." Pras dengan tersenyum.


Britney tadi sekilas membaca obrolan temannya. Dengan ucapan bahasa Jawa, tapi Britney sedikit mengerti, soalnya kakek Restu berasal dari Surabaya.


"Baiklah, saya tidak masalah kalau kamu mau memanfaatkan saya." Ucap Britney.


"Siapa saya. Bahkan saya tidak akan berani." Ucap Pras.


Obrolan panjang tanpa terasa sudah sore.


Birtney menatap dalam mata Pras, ada perasaan tulus dalam mata Pras. Britney hampir lupa dengan tantangan Bram.


"Pras, sudah sore. Ayo pulang." Ajak Britney.


"Bu Britney mau kembali ke kantor?" Tanya Pras.


"Tidak, saya juga mau ke Depok. Saya sekalian bareng kamu." Ucap Britney.


Mereka beranjak pergi, di sisi lain ada mata yang menatap di seberang jalan. Ternyata Vava bersama temannya di dalam mobil.


Huuuaaaaaa!!


"Nicholas buruan putar balik." Pinta Vava.


"Lihat itu, tanda dilarang putar balik." Ucap Nicholas.


Vava tidak bisa menahan dirinya. Hatinya bertanya apakah itu pacar bang Pras, atau hanya teman. Tapi bang Pras tidak pernah cerita dan bilang kalau dia sudah punya pacar. Siapa perempuan itu, dia terlihat sangat dewasa.


Walaupun dari kejauhan dan tidak melihat wajah perempuan itu. Tapi mereka jalan berduaan.


Vava melihat sosok perempuan itu begitu dewasa. Tidak seperti dirinya yang masih memakai seragam sekolah.


"Ah... Loe sih kelamaan." Bentak Vava.


Vava mengerutuki Nicholas dengan kasar.


Nicholas menghela nafas. Sudah putar arah jauh, tetap saja kena makian Vava.


Hanny meledek "Vava, loe kalah saing dong."


"Resek loe, lihat saja kalau loe jatuh cinta. Nanti loe bakal rasain gimana sakitnya." Ujar Vava dengan geram.


"Jadi loe beneran cinta sama barista itu?" Tanya Nicholas.


Vava tidak menjawab, hanya menatap jalan. Lalu berkata "Anterin gue pulang."


Vava berdesir hebat dan mencoba melihat dari instagram, tidak ada foto perempuan itu yang ada hanya gambar kopi.


"BANG PRAS!!!!" Teriak Vava yang sangat kesal.

__ADS_1


Sahabatnya sampai menutup telinganya.


Setengah jam kemudian.


Sudah hampir Maghrib, Britney turun lebih dulu sebelum Pras. "Terima kasih Pras, sampai ketemu besok."


"Iya... Bu Britney tidak perlu bertaruh lagi." Ucap Pras.


"Ok, saya akan coba saran dari kamu." Britney berjalan masuk ke gerbang dan melambaikan tangannya.


Mobil itu kembali berjalan dan Pras menoleh ke arah Britney.


Britney masuk ke dalam rumah itu dan seorang perempuan menyambut dengan kedua tangannya. "Sayang, ternyata kamu. Mamah kirain tamu."


Britney masih memeluknya. "Emmm.. Mamah.. Tadi Britney bareng sama teman."


Sarah Hermawan adalah menantu pertama Restu Mahendra, dia adalah Ibunya Evan Fahreza. Britney biasa memanggilnya dengan Mamah.


"Mah... Pinjam ponsel." Pinta Britney.


Tas, ponsel dan mobilnya masih di kantor. Britney meminta Evan untuk membawakan tas yang masih di ruangannya. Biasanya Evan pulang malam, jadi jam segini pasti Evan masih di kantor.


Sarah mengambil wudhu hendak sholat Maghrib, Britney berbeda keyakinan dengan Sarah. Tapi Britney merasa nyaman bila melihat Sarah beribadah.


"Sayang." Ucap Sarah, Britney duduk disampingnya.


Setelah Sarah selesai sholat, Britney langsung mencium dan memeluk Sarah.


"Mamah... Britney lagi galau." Keluh Britney.


"Kenapa lagi sayang? Bukannya kemarin sudah selesai." Tangan Sarah mengelus rambut Britney yang ada dipangkuannya.


"Bram nekat Mah, bahkan Britney bertaruh sama dia." Ucap Britney.


Hening!


"Tuhan Maha Penyayang, kamu pasti akan mendapatkan Pria Terbaik." Sarah menyakinkan Britney.


Britney lalu duduk dan memeluk Sarah.


"Makasih Mamah. Britney mau mandi dulu." Britney beranjak pergi dan ke kamarnya.


Britney memikirkan perkataan Pras dan Sarah. Apa yang mereka katakan benar. Untuk apa harus terpengaruh sama ucapan Bram. "Semoga Bram segera menyerah" gumam Britney.


Pras sampai di kost, melekatkan tasnya dan melepas jaketnya. Pras beranjak ke kamar mandi. Rasa lengket dibadannya membuat dirinya tidak tahan. Menyalakan air keran sangat deras. Air dingin dari gayung membasahi seluruh bagian tubuhnya.


Pras memikirkan ucapan Britney, haruskah dirinya memanfaatkan Britney. Tapi itu hanya lelucon kenapa harus terpengaruh, lagian memang benar, Pras tidak sepadan dan belum pantas bersanding dengan mantannya.


Setelah berganti baju, Pras mulai berwudhu, dia hampir terlambat untuk sholat maghrib.


Selesai sholat, Pras berdoa dalam hatinya, ingin rasanya dia menangis. Tapi apakah dia harus menangis, Pras hanya manusia biasa, dia juga bisa merasa sakit dalam hatinya.


Terasa Sesak!!


Merebahkan badan dan menatap wajah Britney yang ada diponselnya.


"Opo aku kudu ngirim foto iki??" Lalu bagaimana kalau teman yang lain lebih menjadi, dan mengatakan Pras hanya bermimpi.


(Apa aku harus mengirim foto ini?)


.


.


.

__ADS_1


Semoga kalian semua suka dengan cerita ini, jangan lupa Like, Komentar, Rate dan Vote untuk cerita ini. Terima Kasih semuanya 😍


__ADS_2