
Sore beranjak pergi, dan sang malam akan tiba
Mata menatap manis, dengan rasa menggoda
Birtney yang kesal, masih diam tanpa berkata
Pras tidak menyerah dan masih merayu dia
Britney menatap jengkel suaminya yang duduk di sebelahnya. Mereka berdua duduk di tempat tidur, dan saling menatap. Pras tersenyum, sepertinya sang istri memang sedang ngambek.
Tangan Pras perlahan ingin mengelus rambut sang istri. Tapi Britney berdiri lebih dulu, dan menjauh dari sang suami.
"Mmm... Kamu marah sama aku?" Tanya Pras.
Setelah tadi berbincang dengan kedua orang tua dan Pakdenya, Pras kembali ke kamar. Setelah Pras datang Pamela pergi. Pamela tertawa, dan sedikit menggoda kakaknya yang tampan itu.
Hemmss!!
"Sayang... Sayangku... Kamu ngambek?" Tanya Pras, setelah kesekian kali istrinya tidak menggubris dirinya.
Pras berdiri mendekati istrinya, dan memeluknya dari belakang. Sang suami mulai menceritakan semuanya. Pras juga baru tahu hal itu, setelah sampai di rumah.
Waktu Britney berkenalan dengan para kerabat, Pras diajak Bapaknya ke kamar, dan diberi tahu soal acara nanti. Pras awalnya menolak, tapi semua sudah dipersiapkan para orang tua.
"Masih marah?" Tanya Pras.
"Iya marah. Gara-gara ini aku lebih marah." Jawab Britney sambil menyerahkan ponsel sang suami.
Pras bingung dan membuka ponselnya, di grup ada Rain dan kawan lainnya memaki Pras. Nada mengejek, setelah menikah, berubah jadi sosok suami-suami takut istri. Sudah berapa kali saat game jadi AFK, karena sang istri.
"Karena ini kamu marah??" Tanya Pras.
"Sejak kapan suami aku takut sama istrinya? Yang ada, aku lebih takut sama suamiku." Ketus Britney dengan kesal.
Pras mendekat dan memeluk istrinya, Pras berkata "Aku tidak peduli dengan ucapan orang lain. Aku memang takut sama istriku. Kalau tidak takut, aku pasti sudah ditarik gadis-gadis di luar sana."
"Kamu bilang apa? Gadis-gadis??" Tanya Britney, dan langsung membalikan badannya. Menatap suaminya dengan bibirnya yang cemberut dan matanya melotot.
"Iya, makanya aku takut sama istriku. Mana berani aku sama istriku ini. Aku masih imut begini, pasti banyak yang godain aku. Sekarang saja istriku sedang marah." Jawab Pras, dirinya tidak mau kalah dan gayanya sangat tengil.
Britney kesal, tapi juga tidak bisa menahan tawa, kedua tangan Britney memcubit pipi suaminya itu, dan berkata "Iya kamu masih imut, baguslah kalau kamu takut sama istri kamu ini. Tapi aku semakin kesal, kenapa enggak bilang soal acara nanti."
"Barusan... Aku sudah bilang sama kamu. Iya, aku salah, aku bersalah sayang." Ucap Pras, dengan rayuan.
Britney tersenyum dan mencium pipi suaminya, lalu berkata "Kenapa suami aku pandai merayu juga, aku menjadi khawatir."
"Hemmss... Ok.. Ok.. Aku menyerah. Sudahlah, jangan marah lagi. Sudah mau maghrib. Kamu mau jadi ratu sehari, jangan ngambek-ngembek lagi. Sudah dong cemberutnya, senyum biar aku senang." Ucap Pras dan memeluk gemas istrinya.
Britney tetap saja masih cemberut dan Pras pergi setelah istrinya tenang. Britney duduk kembali di tempat tidur, tidak lama sudah terdengar adzan maghrib yang berkumandang.
__ADS_1
Pras kembali ke kamar dan mengajak istrinya untuk segera berwudhu, belakang rumah tampak sepi karena maghrib. Tetangga sudah pulang, dan beberapa saudara juga sedang pergi ke Mushola.
Bu'e sedang berwudhu bersama Claudia, dan ada Pamela masih berdiri di dekat sumur. Britney dan Pras datang, lalu Claudia mendekati Pras, dan dia berkata "Mas Pras, takut Mbak Britney nyasar?!!"
"Nggak, aku cuma mau menjaga istriku." Balas Pras.
"Ciieee, aku paham. Tapi emang Mas Pras kudu waspada. Soalnya masih banyak garangan lewat." Ucap Claudia, lalu beranjak pergi.
Pras tersenyum, dalam hatinya berfikir malahan dirinya yang banyak godaan liar. Garangan wati itu, lebih menakutkan dalam bayangan Pras.
Britney menatap suaminya yang tersenyum, saat Claudia pergi bersama Ibu mertuanya. Britney bertanya sama suaminya "Mas kenapa senyum- senyum??"
"Tidak apa-apa, itu Claudia bilang kamu cantik. Banyak yang akan tertarik sama kamu. Aku jadi harus waspada." Jawab Pras.
Britney tidak mempedulikan itu, lalu dia beranjak ke kamar lebih dulu setelah mengambil wudhu.
Family Time
Setengah jam setelah sholat isya', keluarga berkumpul di ruang tengah, duduk diatas tikar. Mereka makan bersama.
Britney yang memakai jilbab, membuat semua menjadi kagum. Tadi Britney belajar dari Claudia, sampai makan malam belum dilepasnya.
Setiap ke kampus, Claudia selalu mengenakan jilbab segi empat. Dengan gayanya yang retro, tapi sangat menarik, di usianya yang beranjak dewasa.
Pras mendekati istrinya dan mengatakan kalau sang istri semakin cantik. Putri yang disebelah Britney, mendengar adiknya yang sangat pandai menggoda istrinya.
Putri tersenyum geli atas gombalan adiknya itu. Putri berfikir, untung saja calon suaminya tidak seperti adiknya. Bisa-bisa bukannya senang tapi malah muak. Karena Putri paling tidak suka dengan ucapan manis-manis, Putri lebih suka tindakan dari pada sedekar rayuan dan gombalan.
"Kadang juga sebel Mbak, tapi Mbak Putri tahu sendiri adiknya Mbak. Kalau tidak ditanggapi, malah akan menjadi." Ucap Britney, setelah suaminya pergi.
Setelah mendapat kecupan manis dipipi dari sang istri, dihadapan semua keluarga besarnya. Pras berhenti merayu istrinya. Dengan tengil, pergi keluar rumah dengan Pandu dan juga bersama kedua Omnya.
Pras berada di halaman depan rumah, duduk di kursi dan berbincang dengan Pandu.
Kedua Omnya Pras juga melihat aura kebahagiaan keponakannya itu. Om adik ipar dari Bapaknya dan satunya Om adik kandung Ibunya.
"Pras, nanti kalau kamu sudah punya anak. Apa kelakuan kamu akan seperti itu?" Tanya Om Satria dengan tersenyum.
Om Satria adik satu-satunya Ibu Pras. Masih sangat muda dan juga sosok yang tampan. Omnya yang satu ini juga sama tengilnya. Om Satria tinggal di Bandung. Karena pekerjaan dan istrinya memang berasal dari kota kembang itu. Dia juga sudah memiliki tiga anak.
"Om bisa saja. Masak Iya, seorang Prasetya Wardana akan berubah." Jawab Pras dengan percaya diri dan tertawa.
"Satria, Pras belum merasakan betapa repotnya mengurus anak." Sahut Om Irwan.
Om Irwan adalah bapaknya Claudia, dia asli dari Bogor. Tapi setelah menikah dengan Buleknya Pras, malah menetap di Boyolali. Menjadi guru dan statusnya juga sudah PNS, mengajar di SMA Negeri yang ada di Boyolali.
Pandu mendengar itu tertawa, lalu berkata "Mas Pras ora bakal iso berubah."
(Mas Pras tidak akan bisa berubah.)
__ADS_1
"Terus harus gimana Om? Aku memang begini." Ucap Pras dan semakin tengil.
"Iya, tapi lihat saja nanti. Kalau sudah ada anak. Anak kamu rewel. Mana sempat kamu merayu istrimu." Ucap Om Satria.
"Memang kalau punya anak akan repot??" Tanya Pras yang penasaran, karena kata Bagas punya anak menjadi lebih semangat. Begitu juga dengan kata Pak Miko.
"Punya anak itu tidak repot, tapi susahnya saat anaknya beranjak gadis." Sahut Om Irwan.
"Iya, kalau Om Irwan karena Claudia sudah gadis jadi was-was." Ucap Pras.
"Kedua anakku itu kalau sudah marah, rumah jadi tidak karuan. Kamu coba tanya sama tante kamu. Si kembar itu hebohnya bukan main." Ucap Om Satria.
Pras mulai membayangkan, bagaimana nanti kalau dirinya memiliki anak kembar, karena dari turunan keluarga Ibunya memiliki gen kembar.
"Mas Pras, rasah mesam mesem dewe. Rasah dibayangke. Mengko nek wis duwe anak, iso ngrasakke dewe." Ucap Pandu dan merangkul kakaknya.
(Mas Pras, tidak usah senyam senyum sendiri. Tidak usah dibayangin. Nanti kalau sudah punya anak, bisa merasakan sendiri.)
Pras menatap adiknya dan berkata "Tapi aku yo bingung. Mengko nek anakku kembar piye??"
(Tapi aku juga bingung. Nanti kalau anakku kembar gimana?)
Kedua Omnya Pras itu tertawa terbahak, dan masih menggoda keponakannya.
Wajahnya Pras jadi berubah seketika. Apa benar, nanti setelah punya anak dirinya akan berubah. Apakah tidak bisa bermanja dengan sang istri.
"Pras, Om cuma berharap, kamu bisa jadi suami dan ayah yang baik. Tidak salah kamu bermanja dengan istri kamu, tapi nanti kalau istri kamu mengutamakan anakmu, kamu jangan cemburu." Ucap Om Irwan.
Kedua Omnya Pras sudah sangat mengenal Pras, terkadang Pras jadi sosok yang dewasa dan lebih bersikap dewasa dari pada saudara Pras yang lain. Tapi Pras juga masih suka dimanja dan ingin diperhatikan oleh keluarganya, apalagi dengan istrinya.
πΌπΌπΌπΌπΌ
Terima kasih, buat kalian yang sudah kasih Like, Vote dan juga komentarnya.
Bila terdapat typo atau kata yang kurang tepat, tolong ingatkan author. Karena author masih banyak belajar. Apalagi untuk kata-kata yang memakai bahasa jawa. Mungkin dari kalian para pembaca, lebih tahu dan lebih mahir dalam berbahasa jawa. Bisa kirim komentar kalian, terima kasih. π€π
Salam manis dari Mas Pras. π₯°π€
πΌπΌπΌπΌπΌ
Bila dari kalian ada yang suka novel time travel, fantasi dan romantis. Kalian bisa mampir ke novel karya author hebat yang dibawah ini. ππ€π
__ADS_1