
Di negara Jerman ada sosok cantik yang terbaring di tempat tidur, di saat Jakarta sudah menunjukan pukul 9 pagi, di tempat Britney berada saat masih gelap.
Britney mengusap lembut rambut adiknya yang dia sayang dan sangat dicintai. Dengan kasih sayang, Britney mencium kening sang adik cantik. Sangat manis dan penuh rasa cinta, yang Britney berikan untuk adiknya.
Yupps!
Vava, dia saat ini terbaring di ranjang rumah sakit. Tante Vanesa tampak tertidur di sebuah sofa, dan Evan juga berbaring di atas sofa panjang. Britney yang gelisah karena anaknya, dan tidak bisa tidur, sambil memandangi sang adik, yang masih terbaring sakit.
...Flashback. ...
...(Sebelum keadaan Vava sakit.) ...
Seuntai senyuman manis dengan rasa malu, dan sudah tergambar jelas, dari raut wajah gadis bermata sipit. Rasa senang dalam perasaan dan hatinya, saat berjalan dan membawa sebuah kotak, berisi cake Schwarzwalder Kirschtorte sejenis kue black forrest.
"Jonathan." Gumamnya. Langkah kaki pasti, dan masih senyum sendiri, sempat melihat ke arah sekitar jalan, lalu kembali menatap ke depan.
Hari ini ulang tahun sang kekasih, sudah cukup lama gadis bermata sipit itu, berhubungan dengan pria muda yang bernama Jonathan.
Yuupss!!
Dia adalah Vallezia Varrez atau yang biasa dikenal dengan Vava. Saat ini, Vava berada di Germany, lebih tepatnya ada di kota Munich. Vava menjalani pendidikan di salah satu universitas yang ada di Jerman. Seorang Vava sekarang cukup dewasa usianya, tapi tetap saja dia Vava yang dikenal arogan, keras kepala, bawel dan sesuka hatinya.
"Jonathan, kenapa dia belum datang?" Gumam Vava. Sambil melihat ke arah ponselnya. Berdiri dari sebuah kursi, dan melihat lagi ke sekitar cafe.
Vava membuat janji dengan kekasihnya, dan ini sudah kesekian kalinya Jonathan selalu terlambat.
"Apa aku harus ke apartemennya?" Tanya dalam dirinya sendiri. Tapi ada sebuah keraguan, ingat dua bulan lalu, hampir saja dia kebablasan, saat berciuman dengan Jonathan.
Apa jadinya bila hal itu terjadi lagi. Bahkan hari ini ulang tahun sang kekasih, pasti akan sulit bagi Vava untuk tidak menolaknya. Berciuman, hal wajar dan sudah sering terjadi, tapi secara intim, sangat sulit untuk Vava. Setelah apa yang terjadi dimasa lalu, romansa cinta pada kedua orang tuanya.
Sebuah kesalahan, pasti akan mengancurkan dirinya, dan yang ada hanya penyesalan.
"Aku tidak perlu kesana." Gumamnya, dengan rasa tidak nyaman.
Sudah lebih dari 40 menit, Vava menunggu sang pacar.
Rasa sangat gelisah, Vava tidak sabar ingin segera menemui kekasih hatinya. Vava dan Jonathan sudah 2 tahun berpacaran, apalagi mereka sama-sama dari Jakarta.
Vava bertemu Jonathan di Jerman, tapi mereka berbeda kampus. Usia Jonathan sudah 25 tahun, dan Vava saat ini menginjak usia 24 tahun, usia yang cocok dan sangat idel bagi keduanya. Tapi itu hanya menurut othor ambyar, entah menurut yang lainnya.
"Tut mir leid, ich bin zu spรคt" Ujar Jonathan dengan senyuman tipisnya dan mencium pipi Vava.
(Maaf, aku datang terlambat.)
__ADS_1
"Ich verstehe, dass viel passiert ist." Balas Vava.
(Aku mengerti, banyak yang telah terjadi.)
Vava melihat sesuatu yang tidak wajar dari sosok kekasih hatinya.
"Jonathan. Selamat ulang tahun." Ucapnya dan hanya mendorong kotak yang berisi cake, lalu membuka kotak itu dihadapan Jonathan.
"Honey, aku senang. Kamu selalu ingat ulang tahunku." Ujar Jonathan.
Vava tersenyum manis dan bertanya "Jo, Jojo, kamu ingat? Apa yang kamu katakan dua tahun lalu?"
Tangan kanan Jonathan perlahan memegang tangan Vava, dan berkata "Iya, aku ingat. Tepat di hari ulang tahunku, aku meminta kamu jadi kekasihku, dan aku sangat mencintai kamu."
"Kamu mencintai aku?" Tanya Vava.
"Iya, bahkan sampai saat ini. Aku mencintaimu. Tidak berkurang sedikitpun." Jawab Jonathan, dengan tatapan tajam.
Vava hanya tersenyum kecil dan Jonathan melihat hal berbeda. Sorot mata yang penuh arti, tapi Vava tidak kuat lagi akan tatapan mata Jonathan, yang Vava anggap sudah penuh kepalsuan untuk dirinya itu.
"Jojo, apa kamu ganti parfum?" Tanya Vava.
Jonathan langsung mengendus dan mencoba untuk mencium aroma parfum, yang cukup khas aroma parfum perempuan.
"Jo, Jojo, 5 bulan lalu, aku masih beri kamu kesempatan. Tapi, kali ini aku tidak bisa." Ucap Vava dengan sendu, dan perlahan luruh sudah air matanya.
2 tahun bersama dan saling mencintai. Sungguh sakit bagi seorang Vava yang mencoba bertahan, dan ingin terus mencintainya, tapi ternyata hal ini cukup melukai perasaannya.
"Vava, aku mohon. Dengerin dulu penjelasan aku." Ucap Jonathan.
Sebelum mereka berpacaran, Jonathan sangat perhatian dan perlahan perasaan Vava berubah, dan sangat mencintai Jonathan.
Vava menunduk dan tidak ingin menatap mata Jonathan. Rasanya begitu sakit, dengan sendu berkata "Jojo, aku sayang kamu. Tapi hati aku sakit."
Vava berdiri dan bergegas pergi. Jonathan berlari dan mendekap Vava dari belakang, berkata "Vava, aku mohon, maafin aku. Beri aku kesempatan, aku akan jelaskan semuanya."
Vava tidak berkata apapun dan semakin dengan isak tangisnya. Di tempat umum dan banyak mata yang melihatnya. Vava hanya meronta agar sang kekasih melepaskan tangannya.
"Vava, ikut aku. Aku akan jelaskan semuanya." Ucap Jonathan.
Vava dengan gemetar dan berkata "Jo, Jo lepasin aku. Jauhkan kedua tanganmu, aku tidak mau lagi memiliki hubungan apapun denganmu. Jonathan Putra Baskara, kita putus."
__ADS_1
Perlahan kedua tangan Jonathan menjauh dari badan Vava. Vava perlahan berjalan dan tidak menolah ke arah manapun. Jonathan dengan hati dan perasaan terluka, matanya berkaca-kaca dan menyesali apa yang telah terjadi.
Jonathan cukup mengenal Vava, tidak akan mudah baginya untuk memiliki kesempatan itu lagi. Kalau bukan berkat sang Mama waktu itu, Jonathan tidak akan bisa bertahan sampai sekarang. Mama Jonathan sangat menyukai Vava, dan ingin menjadikan Vava sebagai menantunya. Bahkan sering kali menemui Vanesa, dan membahas hubungan ke dua anak itu.
"Vava, maafin aku." Gumam Jonathan.
Hujan mengguyur kota Munich dengan derasnya, Vava duduk di sebuah bangku. Air mata dengan luka, sudah terguyur air hujan.
Hatinya dan perasaan Vava masih terlalu sakit. Rasa cintanya, membuatnya semakin sakit.
"Jo, aku akan melupakanmu." Ucapnya, dan menarik kalungnya, lalu meleparkan ke atas rumput yang basah.
Hujan masih turun dengan derasnya, Vava berjalan dan meninggalkan tempat itu. Ada seseorang yang berjalan dengan mantel hitam, tangan kirinya memegang gagang payung dan perlahan mengambil kalung itu.
"Vava, aku cinta kamu. Aku sangat mencintaimu." Ucapnya dan menggenggam erat kalung berliontin aksen bintang dan berbatu biru.
Vava yang berjalan dan sosok itu masih terus mengikutinya.
"VAVA!" Teriaknya dan berlari ke arah Vava, sampai payung hitam yang digenggamnya, terlempar.
Vava yang terjatuh dan pingsan, sosok itu sangat mencintai Vava. Memeluknya dan masih berusaha menyadarkan Vava. Perlahan hujanpun reda, dan ada beberapa orang mendekat, lalu membantunya untuk memanggil ambulan.
Hallo semuanya. ๐ค
Ini masih kelanjutan cerita yang tadi.
Sebuah awalan dan hanya awalan di season 2.
Semoga kalian suka, dan othor akan kembali lagi nanti, besok atau entahlah, yang jelas othor akan kembali. Karena Mas Pras semakin tebar pesona, jadi othor harus mengawasinya.
wkwkwk โ๐
Jangan lupa, Like, Komentar dan Vote.
Terima kasih. ๐ค๐
Salam
Othor Manjah ๐คซ
__ADS_1