
Rasa lelah ketika pulang malam, jalanan macet dan hujanpun turun sangat deras. Pras berdiri diantara orang-orang yang sedang berteduh di sebuah emperan toko yang sudah tutup.
Duueeerrrr!!
Suara petir yang dashyat dan kilatnya sangat tajam. Sekarang sudah hampir jam sembilan malam, tapi Pras masih setengah perjalanan. Hujannya sudah tidak terlalu deras, kemudian memakai jas hujan dan melanjutkan perjalanan.
Wosshh!!
Jalanan yang dilewati sangat macet, apalagi ketika hujan, selalu merayap. Pras tidak sabar, memutar arah dan mencari jalan tikus. Pras sudah lumayan hafal jalan daerah itu. Setidaknya akan cepat sampai di kostnya.
Pras bahkan menahan perutnya yang sudah mulai mengoceh, karena tadi siang tidak nafsu makan karena istrinya masih diam dan hanya membalas dengan emoticon.
Ketika Pras hendak pulang tadi, Pras tidak melihat mobil sang istri di parkiran kantor RM. "Pasti Britney sudah pulang ke rumah kakek." Gumam Pras.
Hujan masih rintik-rintik, tapi sudah tidak sederas tadi. Pras berhenti dan memesan satu porsi nasi goreng untuk dibawa pulang. Perlahan melepas jas hujannya, karena hujannya sudah mulai reda dan sudah dekat dari kostnya.
"Pras, kenapa nggak makan disini saja? Nanti aku kasih sop kambing." Ucap bang Junet sang pemilik warung.
"Capek bang, makasih buat tambahannya. Aku pamit." Ucap Pras saat menerima kantong yang berisi nasi goreng kambing ditambah gongso kikil.
"Hati-hati Pras." Ucap bang Junet.
Pras selalu berlangganan di warung nasi goreng itu, pemiliknya juga masih muda dan ramah. Banyak mahasiswa yang makan disitu. Tempat ini sangat dekat dengan kampus ternama.
Seeett....
Mata Pras langsung tertuju ke mobil Camry putih.
"Sayang, ternyata kamu disini." Gumam Pras saat memarkirkan motornya. Disisi kanan ada halaman dan tiga mobil terparkir disitu, salah satunya mobil istrinya.
Pras dengan cepat berjalan ke kamarnya. Di depan kamar Anton, sudah ada pemuda dan ada dua gadis yang sedang makan.
"Kak, sudah ditungguin itu sama Kak Britney." Ucap Anton.
Pras bingung "Iya, Britney bisa buka pintu?"
"Tadi aku ke rumah ibu kost, pinjam kunci cadangan. Kak Britney datang sebelum maghrib." Ucap Anton.
"Ok.. Thank you." Ucap Pras menepuk pundak Anton dan langsung membuka kamarnya.
Pintu kamar tidak dikunci, Britney tidur pulas diatas kasur dengan memeluk guling. Mungkin karena hujan, Britney jadi ketiduran.
Pras meletakan kantong plastik bening ke atas meja dan juga tasnya. Jaketnya yang basah langsung digantung di kamar mandi. Pras juga melepas semua bajunya dan secepatnya mandi. Rasa dingin dibadannya menjadi hangat, ketika melihat sang istri yang sudah pulang ke kostnya.
Pras mengeringkan rambutnya dan berjalan mendekati istrinya. "Tidurmu sangat pulas."
Pras masih memakai handuk yang melingkar dibagian bawah pusar sampai lutut dan beranjak mengambil baju di lemari sambil melihat ke arah istrinya.
Manarik celana dalam dengan cepat dan juga celana pendek sporty tidak lupa kaos hitam dengan gaya santai tapi tetap good looking.
Britney dalam tidur membalikan badannya dan sekarang Pras bisa melihat jelas wajah cantik istrinya. Britney yang mengenakan baju tidur kotak-kotak warna biru terlihat sangat manis ketika tidur.
Tangan Pras menyentuh rambut Britney dengan pelan "Sayang, kamu masih marah sama aku?"
"Aku kangen sama kamu." Suara Pras seperti anak kecil yang sangat merindukan ibunya.
__ADS_1
"Mas...." Panggil Britney, dia mendengar suara suaminya dan perlahan membuka matanya.
"Kamu kisini nggak bilang sama aku." Ucap Pras.
"Aku tahu kamu tadi sangat sibuk. Aku pulang lebih dulu dan langsung kesini." Ucap Britney yang masih memeluk guling.
Perlahan Britney duduk. "Mas aku haus." Ucap Britney dan Pras langsung mengambilkan minum.
Britney minum dari gelas yang masih ditangan Pras, Britney tersenyum atas perlakuan suaminya.
"Mas, aku lapar. Tadi siang aku tidak nafsu makan." Ucap Britney dengan manja lalu cemberut.
"Iya, aku sudah beli nasi goreng kambing." Ucap Pras lalu mengambilkan itu untuk istrinya.
"Aaaakk...." Pinta Pras yang berusaha menyuapi istrinya.
Britney membaca do'a lalu menerima suapan nasi goreng itu, mengunyah perlahan dan tersenyum "Nasi goreng ini istimewa. Rasanya sangat enak." Ucap Britney dan Pras masih terus membuat istrinya makan.
"Mas nggak makan? Pasti kamu juga lapar, sini gantian aku suapin mas." Ucap Britney merebut sendok itu dan Pras dengan tersenyum manis.
"Benar, nasi gorengnya sangat enak." Ucap Pras setelah manyantap nasi goreng itu dari tangan istrinya.
Britney tersenyum dan menatap Pras "Mas, aku juga mau diboncengin motor. Aku bahkan belum kamu ajak naik motor baru kamu." Ucap Britney dengan manja. Dia merasa ini tidak adil, istrinya belum diajak naik motor barunya. Tapi orang lain malah sudah diboncengin suaminya.
Yuuuuppss!!!
Setelah kecelakaan itu Pras sudah memesan motor matic yang terbaru dan lebih gagah. Karena saat motor baru tiba, sang istri belum kembali juga.
Mendengar hal itu Pras tertawa.
"Memang sangat lucu, istriku ternyata sangat lucu. Aku sampai gemas." Ucap Pras lalu mencubit kedua pipi Britney.
"Aaaa... Aku bukan anak-anak. Hufftt!" Ketusnya.
"Iya, istriku sayang. Besok kita jalan-jalan naik motor." Ucap Pras.
"Emmss... Sekarang, habis makan." Rengek Britney.
"Sayang, masih gerimis itu. Tadi hujan deras. Kamu nggak tahu aku kehujanan." Ucap Pras sambil mengusap rambut Britney dengan gemas.
Britney melanjutkan makannya dan tidak peduli. Malam ini setelah makan, dirinya harus naik motor itu dengan suaminya.
Pras mulai memahami istrinya dan dia bahagia, ketika istrinya mulai manja membuat dirinya semakin bersemangat.
"Pegangan yang erat." Ucap Pras menarik tangan istrinya.
"Tadi teman kamu juga kamu gituin?" Tanya Britney dengan polos.
"Ya, nggaklah!! Cuma kamu sayang, kamu istri aku." Ucap Pras sambil mengendarai motornya dengan pelan.
Wkwkwkwk.. Britney emmeess *Author
Britney memeluknya dengan erat dan tersenyum. Udara yang dingin setelah hujan tidak membuat Britney mengurungkan niatnya. Walaupun hanya memutar jalan Margonda Raya dan kembali ke kost, Britney cukup bahagia. Mereka juga berhenti ke alfa dan membeli beberapa keperluan Britney, dan Britney juga meminta coklat juga es krim. Pras menuruti semua permintaannya.
"Mas, kamu mau?" Britney sambil menawari Pras es krim cone, yang ada ditangannya.
__ADS_1
"Aku nggak suka." Jawab Pras.
Britney dengan santai membuka laptopnya dan lanjut menonton drama korea.
"Apa bagusnya nonton begituan?" Tanya Pras.
Britney menatap suaminya yang duduk disebelahnya lalu menjawab "Ini romantis mas. Mas Pras nggak paham."
Pras beranjak ke lemari dan mengambil sebuah kotak berwarna putih.
Pras perlahan duduk mengadap Britney, kedua orang itu terdiam dan Britney mulai penasaran, meletakan laptopnya dan menatap wajah tampan suaminya.
Pras menatap Britney dan membuka kotaknya.
"Britney, maukah kamu mencintai aku?" Pras dengan tatapan syahdu, rasa debaran jantungnya sangat membuat dirinya sesak.
Makk Jllleeeb!! *Author
Britney tersenyum menatap sebuah cincin emas murni dengan batu berlian yang sangat cantik, lalu kembali menatap wajah tampan yang ada dihadapannya.
Britney mulai merasa dingin telapak tangannya, lalu menggapai wajah sang suami, dengan gemetar mencium kening suami dan perlahan kembali menatap wajah tampan itu.
Kedua mata saling menatap lalu Britney berkata "Aku mencintaimu. Aku akan mencintaimu dalam suka maupun duka. Apapun keadaanmu, aku akan tetap mencintaimu." Dan perlahan air matanya menetes lembut membasahi pipinya.
Pras hendak memakaikan cincin itu, berkata "Mungkin ini terlalu dini, aku tulus dari dalam hatiku, aku sayang kamu." Lalu memeluknya. "Aku mencintaimu." Pras sembari mengecup kening istrinya.
Istriku Tercinta
Kau datang disaat aku menghapus luka
Perasaan ini sungguh nyata karena cinta
Bukan lagi gurauan ataupun sandiwara
Bahkan aku dan kamu sudah menjadi kita
Sunyi malam kembali dengan pesona bulan
Tampak jauh memandang sebuah bintang
Meski bukan pria hebat dengan sejuta angan
Tapi aku hanya akan mencintai dirimu seorang
.
.
.
.
Terima kasih para pembaca hebat 🤗
__ADS_1