PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Kedatangan Keluarga Semarang


__ADS_3

Ceklick!


Pras memutar kunci pintu. Pras sudah berpesan setelah mengunci pintu, untuk mencabut kuncinya. Agar Pras bisa membuka kunci dari luar, tanpa harus membangunkan istrinya.


Pras melepas sepatunya dan meletakan di rak sepatu samping pintu kamarnya. Melangkah masuk ke dalam kamar. Melihat istrinya yang sudah tidur dengan mengenakan gaun tidur berwarna peach.


Pras melepas jaketnya dan melihat ada satu kotak besar berisi dua jenis kue yang tertata rapi. Pras membaca tulisan istrinya dan Pras langsung mencicipi kue buatan sang istri dengan wajah tersenyum.


"Ternyata istriku jago masak juga." Gumam Pras ketika merasakan bolu tape buatan Britney.


Pras membuat teh hangat, perlahan meminum teh itu. Kakinya melangkah mendekati sang istri, yang tidur tanpa berselimut.


Pras berganti kaos dan mengambil sarung "Aku juga mengantuk." Awalnya dia ingin menggelar kasur lipat seperti biasanya. Tapi Pras malam ini ingin tidur di samping sang istri.


Ehheemmms...


Kasur ukuran single size untuk dua orang, yang benar saja. Sepertinya akan membuat mereka pegal setelah bangun nanti.


Britney memutar badannya, dan merasa ada yang mengunci badannya. Perlahan Britney membuka mata, Britney masih belum terbiasa, Britney merasakan takut ketika tidur seperti tertindih. Setelah membuka mata dan menoleh ke samping. Britney merasa lega, ternyata tidak bermimpi.


Suaminya yang mengunci badannya dengan tangan dan kakinya. Britney bagaikan guling yang empuk untuk Pras.


"Mas,..... " Ucap Britney lalu berusaha memutar badannya dan menghadap ke wajah tampan itu.


"Emmss.. Sayang, kamu bangun?" Suara Pras yang mengantuk berat.


Tangan yang halus menyentuh rambutnya dan mengusapnya "Mas, kenapa tidak membangunkan aku? Kamu pulang jam berapa tadi?"


"Aku tadi pulang jam 10. Ayo tidur lagi." Ucap Pras karena susah membuka mata.


Britney memeluknya dan mencium bibirnya yang sangat manis itu. Pras terkejut atas apa yang Britney lalukan. Pras tidak menyangka, tapi dirinya senang dan semakin terlelap. Britney tersenyum melihat ekspresi suaminya.


"Mas ngono." Desus Britney dengan logat medok tapi masih terdengar logat khas orang Jakarta ketika berbahasa jawa. "Sampeyan tambah angkler mas."


(Mas begitu.) (Kamu semakin nyenyak mas.)


"Sayang, lagi." Pinta Pras ternyata mendengar desusan istrinya.


"Lepasin aku mas. Aku mau ke kamar mandi." Ucap Britney dan Pras melepaskan kuncinya, tangan dan kakinya menjauh dari tubuh Britney.


Britney setelah dari kamar mandi kembali ke tempat tidur dan memeluk Pras dari belakang.


"Mas...." Panggil Britney.


Pras memutar badannya dan mencoba membuka matanya "Sayang, kamu kenapa?"


"Mas, besok cari rumah yuk." Pinta Britney.


"Iya, aku juga sudah cari di online. Rendy juga ikut cari di sekitar sini." Ucap Pras dan tangannya mengelus rambut Britney "Tapi kita sewa dulu. Kamu tidak keberatan?" Suara Pras yang sangat mengantuk.


"Iya, aku tidak keberatan." Ucap Britney tersenyum.


Britney hanya ingin tinggal dengan nyaman dan bisa leluasa untuk mengurus suaminya. Walaupun di rumah yang sederhana asalkan cukup nyaman untuk mereka berdua. Setidaknya Britney akan lebih memperhatikan suaminya dan menjadi istri idaman. Seperti yang dikatakan Evan.


Sarah juga memberi beberapa nasehat kepada Britney. Sarah bisa mengajari Britney dengan baik, tapi Sarah kesulitan ketika mendidik anak perempuan sendiri.

__ADS_1


"Aku mau lagi!" Pinta Pras.


"Emmss.... Enggak. Mas bobo ajah." Ucap Britney sembari menyentuh wajah suaminya.


Britney menjelajahi wajah itu. Dari dahi, alis, mata, hidung, pipi, dagu dan bibir. Pras hanya diam dan pasrah atas tindakan istrinya.


Britney tertawa ketika menyentuh bulu mata Pras yang bergerak-gerak. "Mas, bobo ajah. Aku cuma mainan." Ucapnya.


"Emmss.. Kamu sudah hafalin do'a yang aku kasih."


"Sudah. Aku sudah menghafalnya."


"Bagus, terapkan dalam hatimu. Setiap saat aku membutuhkanmu."


"Emmss..."


"Aku serius."


"Injih, Mas Pras."


(Iya, Mas Pras.)


"Nah, ngono. Ojo ngasi lali."


(Nah, gitu. Jangan sampai lupa.)


"Injih.... Mas."


(Iya.... Mas.)


Kriiing Krrroong Kriingg *Ponsel Xiao


Waktu berjalan cepat, belum ada dua jam mereka tidur, ponsel Pras sudah berbunyi. Pras bergegas mengambil ponselnya, sudah tiga kali berdering.


"Assalamu'alikum." Sapa Pandu.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Pras.


"Mas, kita sudah di Pasar Rebo. Tapi bingung jalan ke kostnya mas Pras." Ucap Pandu.


Pras mendengar hal itu terkaget "Kamu di Pasar Rebo??!"


"Iya, kita sekeluarga. Ini mas Candra yang nyetir mobil. Kita berhenti di Pasar Rebo." Ucap Pandu.


"Pasar Rebo yang arah kemana? Bogor? Atau ke arah Lebak Bulus?" Tanya Pras.


Pandu lalu bertanya kepada Candra.


"Arah Bogor Mas." Jawab Pandu.


"Ya sudah, aku kirim lokasinya. Nanti aku tunggu di depan." Ucap Pras.


Pandu tidak lama menutup telfonnya dan Pras megirim titik lokasinya.


Ini baru jam 3 pagi.

__ADS_1


Britney masih tidur pulas, Pras dengan pelan membangunkan istrinya. "Sayang, bangun. Ada yang mau datang."


"Sayang..." Sambil tangannya tidak henti menyentuh pipi cubby Britney.


"Mas..." Britney dengan kantuknya perlahan duduk dan Pras mengambilkan minum.


"Bapak, Bu'e dan semua saudaraku mau datang." Ucap Pras.


Britney mendengar itu, kaget sampai tersedak.


Britney langsung ke kamar mandi dan bersiap ganti baju. Pras tersenyum saat melihat istrinya yang salah tingkah. "Mas malah senyum-senyum, buruan mas ganti baju juga. Itu masih pakai sarung."


"Aku gampang, tinggal pakai celana panjang." Ucap Pras dengan tertawa.


Hampir setengah jam Candra menyetir mobilnya. Pandu sambil melihat kesisi jalan, akhirnya bertemu Pras yang duduk diatas motornya.


Masih dini dan gelap, keluarga Pras dari Semarang tiba di Depok dengan selamat.


Pras mengajak mereka masuk ke hotel. Hotel itu berada di jalan Margonda Raya. Britney lebih dulu di hotel, Britney memesan beberapa kamar untuk keluarganya.


Britney yang mengenakan celana denim selutut dan kaos, berjalan memakai sendal jepit. Menghampiri keluarganya di lobby hotel. Britney menyambut keluarganya dengan rasa bahagia. Begitu juga dengan keluarga Pras sangat bahagia saat bertemu Britney.


Bapak mertuanya menatapnya dan berkata "Britney kenapa kita di hotel? Kita bisa ke kostnya Pras."


"Bapak, belakang hotel ini kostnya mas Pras. Kalau sudah pagi akan terlihat dari sini." Jawab Britney.


"Owh.. Jadi kostnya Pras dekat dari sini?" Tanya Bu'e.


"Iya Bu'e, kalau ke kost bisa lewat jalan gang sebelah hotel." Jawab Britney.


"Ayo, kita ke kamar dulu." Ajak Pras dan Britney mangajak Pamela dan juga Putri.


Pandu dan Candra mengikutinya dari belakang, Britney memesan tiga kamar, sesuai yang Pras katakan. Karena kakaknya belum menikah, Putri sama Pamela dan Candra bersama Pandu.


Pras dikamar duduk memijat kaki ibunya yang lelah. Bapaknya bercerita dan Britney menjadi pendengar setia.


Candra dan Pandu bisa berbaring, mereka cukup lelah menyetir dan ini baru pertama kali mereka menyetir mobil ke ibukota. Mereka sempat salah ambil jalur waktu di toll Bekasi, dan akhirnya mereka sampai ke tujuan.


Pamela dengan nyaman memeluk bantal dan menatap pemandangan dari jendela kamarnya. Putri juga lelah karena sepanjang perjalanan tidak tidur, hanya mengawasi Candra yang menyetir mobil.


"Britney, kita kesini ingin berkunjung ke rumah besan. Biar saling mengenal dan menjadi keluarga." Ucap Bapak mertuanya.


"Iya, Pak. Kakek dan Abah pasti akan senang. Nanti Britney akan memberitahu mereka." Ucap Britney.


"Rumah kakek kamu jauh dari sini?" Tanya Bu'e.


"Iya Bu'e, kalau rumah Abah dekat dari sini." Jawab Britney.


"Iya, nanti kita berkunjung ke rumah kakek dulu. Nanti kalau ada waktu, mampir juga ke rumah Abah kamu. Soalnya nanti sore kita pulang." Ucap Bapak.


"Kenapa Bapak sama Bu'e buru-buru pulang?" Tanya Britney.


"Bapak tidak cuti, tadinya mau berangkat kemarin. Tapi Candra tidak bisa, terus tadi malam habis sholat isya' kita berangkat." Ucap Bapak.


Pras tersenyum menatap istrinya yang begitu dekat dengan kedua orang tuanya. Pras tidak perlu lagi mengajari istrinya.

__ADS_1


__ADS_2