
"Jadi, mas tersinggung?" tanya Britney setelah mendengar perkataan suaminya.
"Mmm... Aku tersinggung" jawab Pras.
Pras sedang berbaring dan kepalanya berpangku diatas paha istrinya. Britney merasa sedih setelah suaminya bercerita. Pras marah karena Britney terlalu berlebihan membeli perabot rumah tangga. Padahal suaminya juga ingin membelikannya, tapi nanti. Paling tidak bertahap, menunggu gajian bulan depan.
"Karena Bu'e bilang begitu, mas enggak marah lagi sama aku?" tanya Britney dan tangan halusnya tidak henti mengelus rambut suaminya.
Bagaimanapun usia Pras memang masih muda, terkadang dirinya juga bisa egois dan sensitif. Britney mulai mengerti, waktu itu bapak mertua juga pernah bilang, kalau Pras suka ngeyel sama bapaknya, tapi kalau sama ibunya menurut.
Sewaktu Britney menjemur baju, Pras yang sedang bermain game diteras depan rumah, tiba-tiba ditelfon ibunya. Mendengar suara Pras yang begitu gelisah, lalu ibunya bertanya apa yang sedang terjadi dengan putra tampannya.
Pras kemudian bercerita tentang Britney dan Pras merasa terluka harga dirinya sebagai suami. Bagi Pras, seharusnya dirinya yang lebih bertanggung jawab untuk keperluan istrinya.
Awalnya hanya memberi kesempatan kepada Britney, untuk membeli barang yang dibutuhkan. Dan lainnya nanti bisa dicicil perlahan. Setidaknya menunggu hasil kerja suaminya.
Yaa Ya Yaaaa... Begitulah sifat Pras, terkadang sensitif dan istrinya harus menurut kepadanya. Pras bukan suami yang bisa dibilang sempurna, walaupun dirinya tampan, rajin ibadah, dan rajin bekerja, tapi dirinya tetap manusia biasa, yang punya rasa ego.
Bahkan Pras juga masih suka bermain game dan masih banyak hobby lain yang Britney juga tidak suka. Tapi Britney perlahan juga mengerti dan tidak mengekang suaminya.
Ibunya mengatakan, kalau Pras juga harus memahami istrinya. Suami bukan mengatur, tapi harus mengayomi istrinya. Apalagi Britney dari keluarga yang berada dan barang-barang itu untuk meringankan pekerjaan istrinya.
Pras mulai mendengar kata ibunya. Bahkan ibunya juga bilang, suami yang baik akan memahami istrinya, bukan hanya menasehati istrinya. Pras juga harus menjaga dan mengerti perasaan istrinya. Pras juga banyak mendapat wejangan dari ibunya.
Pras lalu mengerti, menjadi kepala keluarga memang tidak mudah. Bila istrinya sedih, dirinya bahkan lebih sedih. Pras mulai luluh hatinya dan ibunya hanya bisa berdo'a untuk kebahagiaan anak dan menantunya.
"Aku, juga ingin membelikan untukmu. Tapi semua sudah kamu beli." ucap Pras dengan rasa kecewa.
Britney sambil memainkan telinga suaminya, lalu berkata "Maafin aku. Aku nggak niat buat kamu kecewa. Mas, mau maafin aku?"
Pras yang masih dipangkuan Britney, lalu menatap wajah cantik istrinya dan berkata "Aku sudah pernah bilang. Aku suami kamu dan kamu tanggung jawab aku. Tapi kamu lupa."
Britney dengan tersenyum dan mencium hidung Pras, lalu menggigitnya dengan gemas "Aku tahu, aku salah. Kalau begitu, setelah gajian beliin aku baju." ucapnya dan kembali bermain telinga Pras.
"Baju kamu sudah banyak, nanti mubazir." Ketus Pras.
Pras memalingkan wajah dan menyilangkan tangannya didepan dada. Bibirnya cemberut dan memejamkan matanya.
Britney masih menggoda suami tampannya dan Britney masih merayu "Tapi aku tidak punya gamis. Nanti kalau dapat undangan ibu-ibu pengajian komplek gimana?"
"Kamu sudah punya uang sendiri." jawab Pras.
"Aaaa... Mas begitu. Kamu belum pernah beliin aku baju. Apa jangan-jangan Citra sudah pernah kamu beliin baju??" ketus Britney dengan gemas.
Pras dengan rasa yang masih kesal menarik kepala Britney, Pras menel*mat bibir istrinya dengan bringas, Britney bahkan merasa ciuman suaminya sangat ganas dan kepalanya masih ditarik, tengkuk lehernya sampai pegal.
"Aaaah... Sakit." keluh Britney sambil memegang bibirnya dan melotot.
"Hukuman buat istriku yang bandel." ketus Pras lalu pergi ke kamar mandi.
Setelah malam pertama, Pras masih dengan egonya.
Sudah tengah malam
Britney lalu berbaring dan memikirkan suaminya, "Kamu yang bandel mas. Tapi aku tahu, kamu sudah tidak marah lagi sama aku" gumam Britney.
__ADS_1
Pras kembali ke tempat tidur "Sayang, kamu sudah bobo?"
"Mmmm..." jawab Britney
"Sayang...."
"Apa mas?"
"Peluk aku"
Britney melempar gulingnya dan berganti memeluk suaminya "Suamiku yang tampan, ternyata kamu juga nakal. Tapi aku suka."
"Mmmm.... Aku lebih muda, kamu sudah bermain, aku masih nangis digendongan Bu'e."
"Iya, Bu'e cerita, dulu kecilmu cengeng." Britney memeluk erat suaminya dan tangannya mengelus rambut Pras dengan lembut "Aku mencintaimu. Maafin aku mas."
"Aku juga mencintaimu. Aku sedih waktu tadi diemin kamu. Aku juga nggak tega. Ayo bobo, besok kita kerja."
Britney dengan gemas mencium wajah Pras. Suaminya seperti anak kecil dalam pelukan ibu, Pras merasakan kasih sayang yang tulus dari istrinya.
Morning
Kali ini mereka berdua berangkat bareng, tapi masih dengan motor dan mobilnya sendiri.
Pras yang mengendarai motor mengambil posisi di belakang mobil istrinya. Britney juga sesekali menatap suaminya dari spion mobilnya.
Hooaamm! *AuthorJenuh
Mereka sudah sampai di kantor, Britney berjalan dengan senyuman semanis madu. Pras juga tampak berseri karena cinta sang istri.
Melangkahkan kaki menuju lift ada dua karyawan yang menyapa Britney dan Pras mengikutinya.
Pintu lift yang hampir tertutup, ada tangan yang menahan.
"Maaf" ucapnya lalu melihat ke Britney "Selamat pagi bu Britney" sapanya dan dia berdiri di samping Pras.
Britney juga menjawab sapaan Fika dan tersenyum.
"Pras, ada yang mau gue omongin sama loe." ucap Fika.
"Hemms.. Ngomong ajah." balas Pras.
Belum sampai Fika bicara, pintu lift sudah terbuka. Britney merasa aura lain, dia berjalan lebih dulu. Pras curiga dengan sikap istrinya "Jangan sampai salah paham lagi" batin Pras yang tidak enak.
"Ini buat loe." Fika memberikan satu kotak yang dibungkus plastik merek EiGer.
"Apa ini?" Tanya Pras yang berdiri di dekat pintu ruangan mereka. Britney sempat menoleh kebelakang dan menatap mereka berdua.
"Hadiah. Loe sudah menikah, gue belum sempat kasih hadiah waktu loe bantuin gue." ucap Fika.
"Gue ikhlas, enggak minta imbalan." ucap Pras tidak ingin menerima itu.
Walaupun Pras sering mengatakan Fika perhitungan untuk dirinya sendiri, sebenarnya Pras juga kasian sama Fika. Pacarnya meninggalkan Fika karena bosan, Fika sebenarnya cantik, tapi dia cukup pelit untuk penampilannya. Pras sudah berusaha memberitahunya, tapi Fika tampak cuek. Apalagi jaman sekarang penampilan juga sangat penting.
Melihat Fika yang tulus, akhirnya Pras menerima hadiah itu. Mereka masuk ke ruangannya dan sudah ada Pak Miko juga Pak Surya.
__ADS_1
Pak Miko menatap Pras yang masuk "Manten anyar, tambah ganteng wae."
(Pengantin baru, makin tampan saja.)
"Pak Miko iso wae." ucap Pras lalu duduk di kursinya.
(Pak Miko bisa saja.)
"Iki jum'at, mesti seneng. Ketok soko raine." ucap Pak Miko
(Ini jum'at, pasti senang. Kelihatan dari wajahnya.)
"Opo to pak. Raiku kaet mbiyen yo wis ganteng." balas Pras dengan tersenyum.
(Apa sih Pak. Wajahku dari dulu juga sudah tampan.)
Pak Miko masih bercanda "Jum'at wingi kae mesti ora di jatah. Jum'at iki mesti wis entok jatah."
(Jum'at kemarin itu pasti tidak di kasih. Jum'at ini pasti sudah dapat) istilah Jatah ~ berhubungan.
"Aku urung gadhuk kuping." jawab Pras.
(Aku belum sampai telinga)
ibarat~ masih anak-anak atau belum mengerti hal begituan.
"Urung gadhuk kuping wis rabi. Kapan kowe ngenalke bojomu?" tanya Pak Miko.
(Belum sampai telinga sudah menikah. Kapan kamu ngenalin istrimu?)
"Sokben, wingi lagi pindahan omah. Isih resik-resik." jawabnya.
(Nanti lama, kemarin baru pindahan rumah. Masih bersih-bersih.)
Berdering 📲
"Mas..." panggil Britney tanpa salam.
"Sayang, aku baru masuk ruangan."
"Mas... Macem-macem?"
"Sayang.... Kamu tidak perlu cemas, aku mencintaimu."
Britney mematikan ponselnya dan masih curiga. Britney sangat cemburuan, tapi selalu gengsi dan kali ini dia berani.
Pak Miko dan Pak Surya tersenyum menatap Pras. Maristha dan Annisa yang baru datang juga bisa melihat Pras yang berseri.
"Pras, semenjak loe menikah, semakin keren tampang loe. Gue jadi penasaran sama istri loe." ucap Maristha, setelah dari loker karena melewati meja kerja Pras.
"Istri gue hebat ngurus gue. Jadinya begini." jawab Pras.
"Bukan cuma loe yang penasaran, gue juga." sahut Fika.
Pras lalu mengatakan secepetnya akan mengenalkan istrinya, karena Pras juga tidak ingin istrinya selalu salah paham dan jadi cemburuan.
__ADS_1