PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
GARWO (Sigarane Nyowo)


__ADS_3

Pras yang duduk dengan gelisah, rasanya juga tidak tenang. Ingin sekali menuruti apa saja permintaan istrinya. Tapi Evan benar, tidak semua hal harus dituruti.


"Pras, ono opo raimu kecut ngono?!" Ujar Pak Miko.


(Pras, ada apa mukamu masam begitu?!)


"Ora opo-opo Pak, gur mikirke Birtney." Jawab Pras.


(Tidak apa-apa Pak, cuma mikirin Britney.)


"Ono opo? Cerito karo aku." Ujar Pak Miko.


(Ada apa? Cerita sama aku.)


Saat ini mereka ada di teras, depan Mushola kantor RM. Pras yang melamun, dan Pak Miko tahu benar, wajah Pras ketika banyak pikiran.


"Saiki bojoku cemburonan. Opo-opo sitik ora bener. Ngene salah, ngono salah." Ucap Pras.


(Sekarang istriku cemburuan. Apa-apa sedikit tidak benar. Begini salah, begitu salah.)


Pak Miko tersenyum, dan menepuk pundak Pras.


"Pras cemburu kui jenenge cinta, saiki bojomu tambah tresno karo kowe. Nek masalah opo- opo ora mbeneri kui, memang sifat wong wedok. Wong lanang kui kudu sabar ngadepi bojone. Aku wis pernah ngomong karo kowe, wong wedok ngomong A, tapi neng atine ngomong B. Mudeng pora, contone ~ Mas aku emoh, padahal neng njero atine kui gelem bianget." Ujar Pak Miko.


(Pras cemburu itu namanya cinta, sekarang istrimu tambah cinta sama kamu. Tapi masalah apa-apa tidak benar itu, memang sifat seorang wanita. Seorang lelaki itu harus sabar menghadapi istrinya. Aku sudah pernah bilang sama kamu, seorang wanita mengatakan A, tapi dalam hatinya mengatakan B. Mengerti tidak, contohnya ~ Mas aku tidak mau, padahal di dalam hatinya itu mau sekali.)


Pras jadi tersenyum, sepertinya memang benar. Ada gengsi yang tertutupi. Apa yang terucap, tapi yang di dalam hati berkata lain. Bilang tidak mau, tapi sebenarnya sangat mau.


"Matur nuwun Pak Miko. Aku dadi mudeng. Aku sesuk pindah ruangan yo Pak." Ucap Pras, dengan tersenyum tengil.


(Terima kasih Pak Miko. Aku jadi mengerti. Aku besok pindah ruangan ya Pak.)


"Nah, nek kowe guyu tambah ganteng. Aku melu seneng." Balas Pak Miko.


(Nah, kalau kamu tertawa tambah tampan. Aku ikut senang.)


Pak Miko pergi ke kantin sendiri, dan Pras akan pergi ke ruangan sang istri tercinta.


Senyuman manis tersirat diwajah tampannya,


Berjalan dengan menggenggam seikat bunga,


Perasaan ini sudah menggebu ke dalam jiwa,


Dan semua ini hanya untuk sang istri tercinta.


"Sayang,..." Panggil Pras, saat membuka pintu ruangan istrinya.


"Mas..." Balas Britney, yang berdiri dari sofa dan menghampiri suaminya.


Pras membawakan bunga mawar merah untuk istrinya dan hadiah lainnya.


"Mmmssh... Mas, kamu tahu kesukaanku." Ucap Britney menciumi bunga itu, lalu membuka kotak yang diikat pita merah "Mas, mmmss... Aku suka."


"Aku sayang kamu." Ucap Pras, saat Britney memeluknya, dan Pras mencium keningnya.


Britney tersenyum manis menatap bunga itu.


"Mas sudah makan?" Tanya Britney.


Pras juga membawakan dua kotak makanan, dari restoran jepang, untuk istrinya dan dirinya sendiri.


"Ayo kita makan, aku sudah lapar." Ucap Pras.


"Aku tadinya habis sholat mau ke bawah. Tapi malas." Ucap Britney.


"Kamu disini saja, lagian sholat disini buat apa turun. Setiap hari aku saja yang beli makan. Ini tadi dianter pas aku di Mushola. Yang nerima Tania." Ucap Pras.


"Aku juga minta Tania buat bagiin kue yang aku pesan." Ucap Britney.


Pras membuka makanan itu dan menyuapi istrinya, lalu berkata "Iya, tadi Tania sudah selesai terima yang dari toko kue, terus pesanan aku datang, waktu Tania masih di lobby."


"Emss...jadi udah dibagiin berarti. Aku bilang Tania, minta tolong sama OB saja. Terus kata Tania, Bu Britney tenang saja, gitu Mas." Ucap Britney, sembari makan yang disendok dari tangan suaminya.


"Iya, sepertinya begitu. Aku cuma ambil ini tadi di lobby, terus langsung kesini." Ucap Pras.


Jadi Britney kemarin pesan kue, untuk dibagikan ke semua karyawan RM, sekedar ucapan rasa syukur saja. Karena tidak ada acara apapun, waktu nikah juga tidak mengundang siapapun.

__ADS_1


Bentuk rasa syukur tidak harus mewah, yang penting adalah niat. Itulah yang dikatakan suaminya saat Britney bingung, gimana sama karyawannya yang mengirim banyak hadiah ke ruangannya, tapi Britney malah tidak ada acara apapun.


Lalu Pras bilang, bisa nanti kalau acara kelahiran bayinya, tapi Britney bingung. Pasti masih lama dan tidak enak dengan para karyawan yang sudah memberinya kado untuknya. Akhirnya, tercetus ide membelikan kue untuk semua para karyawan.


"Bu Britney..." Panggil Tania, dan lupa lagi untuk mengetuk pintu.


"Iya, Tania." Jawab Britney, lalu Pras mengelap bibir istrinya yang masih kena makanan.


"Bu Britney. Ini, tanda terima dari toko kue." Ucap Tania, sambil tersenyum saat melihat keuwuan suami istri yang sedang suap-suapan.


"Iya, terima kasih Tania." Balas Britney, lalu bertanya "Kamu sudah makan?"


"Sudah Bu Britney, kalau gitu saya keluar dulu. Maaf sudah mengganggu." Ucap Tania.


Belum sampai beranjak pergi, Pras memanggil Tania.


"Bu Tania tidak mengganggu. Malahan, mulai besok saya akan mengganggu kalian berdua. Mulai besok saya akan di ruangan ini." Ucap Pras.


Tania menatap heran, dan Britney tersedak atas perkataan suaminya barusan. Pras langsung membuka botol air mineral yang di depannya.


Gleek... Gleek..


"Heemmss... Mas bilang apa barusan??" Tanya Britney.


"Iya, seperti yang dikatakan Bang Evan tadi pagi. Mulai besok aku akan di ruangan ini." Ucap Pras.


"Mas yang benar saja. Ini kantor bukan di rumah." Ujar Britney.


"Aku tahu sayang. Sekarang ini apa??! Kita di kantor. Makan aku suapin, aku perhatiin kamu. Memangnya kita di rumah." Ujar Pras dengan tengil.


Tania melihat kericuhan suami istri ini, Tania tidak bisa tahan tawa. Britney melirik ke Tania, dan Pras juga menatap istrinya yang kesal.


"Bu Britney... Maaf.. Sepertinya, Tania harus keluar dulu. Silahkan di lanjutkan makannya. Bu Britney harap berhati-hati, sepertinya suami Bu Britney suami yang nekatan." Ucap Tania, lalu bergegas pergi.


Britney melotot dan menatap suaminya yang tengil. Bahkan suaminya juga tertawa. Britney merasa sudah terjebak situasi.


"Ok, terserah kamu Mas." Ucapnya, dengan cemberut, lalu meraih kotak yang di pegang suaminya.


"Maaf, aku tidak meledek kamu sayang. Maksud aku bu wakil direktur. Maaf atas kelancangan saya." Ucap Pras dengan tersenyum.


Britney mencubit suaminya dan Pras merasa istrinya tidak lagi marah.


"Bu Britney, saya harus profesional. Mulai besok saya akan bekerja disini. Kalau begitu, saya permisi dulu. Silahkan lanjutkan makannya." Ucap Pras, dan mulai berdiri hendak beranjak pergi.


"Mas,... Mas.. Mas Pras, kamu tega sama aku." Panggil Britney, lalu mengelap mulutnya dengan tisue yang ada didepannya, dan melempar tisue bekas itu dengan rasa kesal.


"Bu Britney... Maaf lupa, ponsel saya ketinggalan." Ucap Pras, yang kembali dengan mengambil ponselnya dan masih tertawa gemas.


Britney tertawa dan berkata "Kamu kejam Mas, awas saja besok. Kamu harus menurut sama bos kamu ini. Lihat saja besok!!!"


Britney masih kesal tapi tersenyum manis. Tania juga jadi kompak mempermainkan dirinya. Britney tertawa kecil dan melanjutkan makannya.


"Bahkan kamu tidak menghabiskan makananmu. Suamiku... Hemmss, kamu bikin aku gemas." Gumam Britney.


Pras ternyata ke ruangan Evan dan menceritakan tentang Britney. Evan tertawa mendengar hal itu, dan Evan akan segera menyiapan meja kerja Pras untuk di ruangan Britney.


Sore tiba waktunya pulang kerja.


Britney dengan tersenyum membawa bunga dari suaminya tadi. Kantor sudah mulai sepi, dan Pras berjalan dibelakang istrinya.


"Hemmss.. Bunganya terus yang diperhatiin yang ngasih dicuekin lagi." Ucap Pras.


Dari tadi waktu Pras datang ke ruangannya, dan keluar kantor bersama, Britney tampak cuek. Britney hanya memperhatikan bunga, dan kotak hadiah dari suaminya itu.


"Silahkan Bu Britney." Ucap Pras, saat membuka pintu mobil untuk istrinya.


Pras menghela nafas, sepertinya sang istri sedang membalas kejadian tadi siang.


Pras bergeming sambil bernyanyi pelan, dan mulai menyalakan mesin mobil itu.


"Mas...." Panggil Britney.


Pras masih bernyanyi pelan dan mobil mulai berjalan.


"Mas... Mas Pras.." Panggil Britney, dan menarik - narik lengan kemejanya.


Pras tidak menghiraukan istrinya, dan hanya tersenyum.

__ADS_1


"Mas, Mas... Mas Pras gitu ah, kita sudah jalan juga. Mau aku ngambek lagi???!" Tanya Britney.


"Emmss... Habisnya dari tadi yang diperhatiin bunganya doang." Jawab Pras.


"Iya, tadi kan kita di kantor. Jadi harus profesional dong." Ucap Britney dengan membalas suaminya.


"Oke, tapi nanti di rumah kamu pijitin aku ya, aku capek banget." Ucap Pras.


"Iya Mas nanti aku pijitin. Tapi..." Ucap Britney tidak di lanjutkan.


"Tapi apa sayang?" Tanya Pras.


"Tapi bohong." Ucap Britney dan tersenyum.


"Aku sudah serius juga.... Aku beneran capek sayang!!" Ujar Pras.


Britney mendekat ke suaminya, dan Pras menoleh saat yang pas.


cupp!!


"Iiihhh... Mas sekarang jitu ya." Ketus Britney.


"Aku sudah hafal cara gerak kamu kalau mau cium pipiku. Jadi tidak masalah, mau pipiku apa bibirku." Ucap Pras dengan tengil.


Britney menoleh dan berkata "Tapi aku suka pipi, emms... ulang.. ulang Mas."


Mmmmuuaachh!


Pras menurut saja sama istrinya, dan Britney dengan gemas juga menggigit pipi suaminya.


"Sakit sayang...." Ucap Pras, mengelus pipinya tapi tersenyum.


"Makanya jangan nakal." Ujar Britney.


Pras merasa lega, dan berfikir. Terkadang ucapan dan isi hati sangat berbeda. Bilang tidak, tapi mau, bilang mau tapi terpaksa.


Itulah wanita, setiap ditanya mau makan apa jawabnya terserah, giliran sudah di tempatnya, disini ramai banyak gadis aku tidak mau. Dan seperti itu terus, tapi suami harus sabar dan kesabarannya itu akan terbalaskan oleh cinta dari sang istri.



🌼🌼🌼🌼🌼


Hallo para pembaca setia "PANGGIL AKU MAS!"


Mohon maaf bila perlahan ceritanya jadi garing.


He.. Hee.. πŸ˜…πŸ˜‚


Semoga kalian suka cerita di bab ini. πŸ€—πŸ₯°


~ Garwo


"Sigarane Nyowo."


Garwo sendiri dalam bahasa jawa artinya suami/ istri.


Bila kata Garwo sendiri itu singkatan dari Sigarene Nyowo yang artinya separuh nyawa (belahan jiwa).


Maka dari itu, pasangan itu unik, ada keseimbangan dalam hidupnya**.


*Seperti Mas Pras dan Britney.😍


Tidak saling kenal tapi menikah. πŸ€΅πŸ‘°


Awalnya hanya Karyawan dan Wakil Direktur.


Lalu dipersatukan oleh takdir, karena Jodoh.


Dari kehidupan sosial yang berbeda, dari karakter dan sifat yang berbeda, tapi mereka bersatu.


Saling melengkapi satu sama lain*.


Marah, cemburu, sakit hati, terluka, cinta dan asmara ada didalamnya.


*Seperti masakan kalau kurang garam, pasti hambar rasanya*.


Ini hanya sekedar cerita, ambil sisi positifnya dan buang sisi negatifnya. Semoga kalian tetap setia membaca karya author ini. Karena author juga hanya suka mengarang cerita dari kehaluannya. He... He..

__ADS_1


Terima kasih semuanya. πŸ™πŸ™


Nantikan kelanjutan ceritanya. πŸ€—πŸ˜˜


__ADS_2