
Sore hari sekitar jam 5 WIB, motor Pras telah berhenti di depan sebuah ruko tiga lantai. Pras memperhatikan ponselnya untuk memastikan alamat kliennya itu.
"Benar, ini alamatnya." ucap Pras, lalu memarkirkan motornya.
Pras melepas helm dan jaketnya, meletakan di dalam jok motornya. Pras menatap nama kantor itu, cukup bagus dan menarik. Elle'S Beauty nama yang terukir dipapan akrilik tertempel dan tampak menyala dengan warna pink muda.
Demi masa depan dan untuk sang istri tercinta.
Pras harus rajin dan sebisa mungkin dirinya memutar otak. Bukan Pras namanya kalau tidak pandai mengatur pekerjaannya dan tidak kenal lelah.
Asal mau bekerja keras pasti bisa, itulah pedoman dari Pras.
Yang jelas sabtu minggu sekarang jadwal untuk sang istri tercinta. Jadi hari kerja harus lembur, dan tidak harus di RM. Di mana saja bisa, yang penting halal dan diridhoi oleh sang istri tercinta.
Pras tersenyum mengingat pesan sang istri waktu tadi dirinya berangkat. Britney juga masih di RM karena ada pekerjaan tambahan. Ketika suaminya pamit, tidak hanya memeluk lama, tapi segala pesan untuk suaminya sangat membuat Pras tertawa terbahak di ruangan istrinya.
Ucap Britney tadi "Mas boleh kerja tambahan, aku dukung. Tapi mas jangan lupa kalau sudah punya istri. Terus, kalau nanti klien itu perempuan, mas jangan menunduk. Tatap tajam saja dia, aku tidak masalah. Kalau mas jaga pandangan, berarti mas takut punya rasa dan nantinya akan tergoda."
Wwkwkwkwk
Pras mengucap basmalah, lalu melangkahkan kakinya. Pras masuk ke dalam pintu kantor Elle'S Beauty itu dengan tersenyum dan sangat percaya diri.
Pras bertanya kepada seorang wanita yang bekerja sebagai resepsionis, Lalu wanita itu mengantarkan Pras ke lantai dua.
Tertulis di papan pintu ruangan itu Owner Elle'S Beauty.
Saling menyapa dan berjabat tangan.
"Saya Prasetya dari Next PD" Ucap Pras.
"Iya, Saya Elleanor." balas wanita usia 25 tahun itu, dengan tersenyum manis.
Setelah saling mengenalkan diri.
Pras langsung ke poin utama masalah pekerjaan. Wanita yang mengenakan dress merah muda dan belahan dadanya hampir terlihat jelas. Tapi Pras tidak masalah akan hal itu. Dirinya tetap tajam menatap wajah Elleanor dan sangat tegas.
"Saya sudah menyiapkan rancangan dasar sesuai permintaan" Belum selesai Pras berkata.
Elleanor memotong perkataan Pras, lalu ia berkata "Sepertinya saya pernah melihat kamu, tapi dimana, sangat familiar."
Dengan tersenyum, Pras mengatakan kalau wajahnya sangat pasaran.
"Kamu model? Apa main di tiktok??" tanya Elleanor, karena dirinya suka main tiktok, bahkan dia juga model instragram.
"Bukan, saya hanya orang biasa. Saya bahkan tidak pernah main tiktok" jawab Pras.
"Silahkan lanjutkan..." ucap Elleanor.
Pras membuka laptopnya dan mempresentasikan pekerjaannya kepada Elleanor.
Elleanor memiliki beberapa outlet kosmetik dengan nama Elle'S Beauty di berbagai daerah sekitar Jakarta dan Tangerang Selatan.
Elleanor ingin aplikasi untuk memudahkan dirinya dalam mengatur keuangan outletnya. Bukan hanya secara offline di sebuah outlet.
Beberapa karyawan ada yang bertugas melayani pembeli online, dan ada gudangnya yang berada tidak jauh dari kantor.
Pras juga cukup kagum, anak muda saat ini bisa memanfaatkan peluang yang ada. Elleanor cukup memahami penjelasan dari Pras dan Elleanor suka dan setuju untuk aplikasi tersebut.
__ADS_1
Pras juga tidak mematok harga tinggi, hanya menyesuaikan kesulitan dalam pembuatan aplikasi tersebut.
"Lalu kapan aplikasinya bisa langsung di operasikan?" tanya Elleanor.
"Secepatnya, nanti hari kamis saya akan datang lagi." jawab Pras.
Elleanor merasa pernah bertemu, lalu membuka ponselnya. Pras merapikan laptop, memasukan ke dalam tas ranselnya. Pras membuka ponsel dan istrinya chat untuk menanyakan kabar suaminya.
"Kamu yang di Kafe? Ini kamu?" tanya Elleanor yang saat itu bersama temannya di Kafe Senja.
"Iya, benar. Tapi saya sudah tidak di kafe lagi." jawab Pras.
"Owh... Pantas saja saya pernah melihat kamu sebelumnya. Temanku mencari kamu di kafe itu, tapi tidak bertemu." ucap Elleanor.
"Saya biasanya cuma sabtu minggu. Tapi, minggu lalu saya sudah keluar dari Kafe." balas Pras.
Adzan maghrib sudah berkumandang, Pras pamit dan ingin segera mencari Masjid terdekat. Elleanor juga akan segera pulang.
Apakah kalian ingat, waktu Britney datang ke Kafe Senja. Elleanor yang mengatakan kepada Britney "kalau jalan pakai mata". Dan temannya Elleanor yang Britney tabrak waktu itu, sepertinya dia sangat penasaran dengan sosok barista senja yang penuh pesona.
Pras yang mengendarai motor, bergegas mencari Masjid. Jalanan BSD City cukup ramai dikala senja tiba. Tampak langit dengan cahaya orange, perlahan menjadi biru gelap dan semakin gelap.
Pras sudah di Masjid dan menunaikan sholat maghrib. Sebelum sholat, Pras sudah berganti kaos berkerah warna biru tua.
Selesai sholat, Pras masih memanjatkan do'a.
Entah kenapa, Pras semakin mencintai istrinya. Bukan hanya Britney yang cemburuan. Bahkan Pras juga cemburu, saat melihat istrinya keluar ruangan dengan Real kemarin. Tapi Pras tidak ingin melukai perasaannya sendiri.
Pras langsung kembali pulang. Tapi dia ingat, untuk mampir sebentar ke rumah Pak Miko.
Pak Miko yang sedang mengelap mobilnya dan ada sosok tampan yang menegurnya.
"Tak kiro ora mampir." ucap Pak Miko.
(Di kirain tidak mampir)
"Mesti mampir. Aku arep njaluk kopi." balas Pras, yang masih duduk diatas motornya.
(Pasti mampir. Aku mau minta kopi)
"Ayo mlebu, opo arep nangkring neng motor wae??" ledek Pak Miko.
(Ayo masuk, apa mau duduk di atas motor saja??"
"La sing duwe omah, isih neng njobo. Mosok aku mlebu omah dewe." ucap Pras.
(Yang punya rumah, masih di luar. Masak aku masuk rumah sendiri)
Pak Miko lalu mencuci tangannya dan mengajak Pras masuk ke dalam rumahnya. Rumah Pak Miko di perumahan. Hampir sama seperti kontrakan Pras dan Britney. Hanya saja sudah di renovasi, ada lantai tambahan diatas dan hanya satu ruang.
"Sherryl... Kamu lagi menggambar" ucap Pras, sambil mengelus rambut Sherryl.
"Om Pras mana coklat buat Sherryl?" tanya Sherryl yang sangat manis.
"Yaaa... Om Pras lupa." jawab Pras, karena biasanya Pras selalu membawakan coklat.
"Kenapa bisa lupa?" tanya Sherryl.
__ADS_1
Pras melihat tas ranselnya, ada lollypop milik Britney "Adanya ini. Sherryl mau??"
"Yee.. Sherry dapat permen." Dengan riang Sherryl berlari ke arah mamahnya.
"Iki... Kopine" ucap Pak Miko saat memberikan kopi hitam pekat ala Pak Miko ~ Kopi tubruk
(Ini... Kopinya)
Mencium aroma kopi itu, Pras rasanya sangat tenang dan kembali rileks.
Bagaimana tidak, tadi klien wanita itu juga sangat SeXy. Mata lelaki tetap saja beraksi, tapi hatinya tetap hanya ada nama sang istri. Godaan itu selalu ada dimana saja, tanpa mengenal waktu dan posisi.
"Mantul Pak!!" seru Pras, saat merasakan kopi itu dengan perlahan.
(Mantab betul Pak!!)
"Piye, lancar?" tanya Pak Miko, yang tahu tentang pekerjaan Pras.
(Gimana, lancar?)
"Alhamdulillah, deal! Gari gawe, mugo ndang dadi. Soalne jum'at aku bali neng Semarang" jawab Pras.
(Alhamdulillah, deal! Tinggal bikin, semoga cepat jadi. Soalnya jum'at aku pulang ke Semarang)
Pras ngobrol panjang lebar, bahkan sudah sholat isya' di rumah Pak Miko. Lalu menelfon istrinya dan Britney ternyata masih di kantor dengan Evan.
Britney saat ini sedang makan malam, tadi Evan juga sudah memesankan makanan untuk Britney, bahkan Ghea menyusul suami dan sahabatnya itu ke kantor RM.
Istri pak miko menyiapkan makanan, Pras dan keluarga Pak Miko sedang makan. Mereka duduk di karpet batik sambil menonton acara televisi. Istri Pak Miko asli dari Madiun, kalau Pak Miko dari Karanganyar.
"Pras, tanduk meneh maeme." Ucap Istri Pak Miko.
(Pras, tambah lagi makannya)
"Sampun Mbak Yuli" balas Pras.
(Sudah Mbak Yuli)
"Mengko gowo kui sambel pecel oleh-oleh soko Madiun." ucap istri Pak Miko.
(Nanti bawa itu sambal kacang oleh-oleh dari Madiun) ~Sambal Pecel khas Madiun.
"Mboten sah Mbak Yuli, jum'at kulo ajeng mudik. Mengke malah mboten dimaem." ucap Pras.
(Tidak usah Mbak Yuli, jum'at saya mau mudik. Nanti malah tidak dimakan)
Pak Miko mengatakan kepada istrinya, kalau Pras mau mudik, orang tua Pras mau punya hajat. Pak Miko juga mengatakan kalau istri Pras itu sangat sibuk, bahkan jarang ada waktu untuk memasak.
Istri Pak Miko baru tahu, saat Pras mengatakan kalau istrinya itu atasannya Pak Miko.
Pras belum sempat mengajak istrinya main ke rumah Pak Miko. Bahkan teman-teman kantornya belum ke sempat ke tempat Pras. Setiap janjian, ada saja yang tiba-tiba ke acara resepsi. Padahal Britney juga ingin mengenal lebih dekat, bukan sebagai bawahan tapi sebagai teman suaminya.
Pras lalu pamit karena sudah malam, hampir jam 9 malam. Istrinya juga sudah perjalanan pulang. Pak Miko mengantarnya ke luar dan Pak Miko masih menatap Pras yang pulang dari rumahnya, perlahan motor itu berjalan menjauh dari rumahnya.
"Aku melu seneng Pras" gumam Pak Miko.
(Aku ikut bahagia Pras)
__ADS_1