PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Wife Number One


__ADS_3

Hujan deras mengguyur tanah di malam ini


Dua insan yang sudah tidur mulai bermimpi


Berbaring menyamping memeluk sang istri


Britney yang terbangun lalu beranjak pergi


Huweeek.... Huuuwweeek... Huweeeekk!!


Britney ke kamar mandi dan memuntahkan makanan yang ada dalam perutnya, baru tidur satu jam tapi perutnya sangat mual dan sudah tidak tahan.


Hoowwwk...Hooweek!!


"Emmssh..." Gumam Britney.


Britney menekan tombol closet duduk untuk menyentornya dan mengambil air dari kran sebelahnya lalu mulai berkumur.


Rasa mual sudah berkurang, Pras terbangun saat mendengar suara istrinya yang muntah- muntah.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" Tanya Pras, lalu menuntun istrinya ke sofa.


"Mas kupasin aku mangga." Pinta Britney.


"Iya sayang, kamu sandaran dulu disini." Ucap Pras.


Tangannya meraih tisue yang ada di meja depan sofa, dan mengelap mulutnya yang masih basah. Menghela nafas dan mengecapkan bibirnya.


Pras datang dengan mangga yang sudah dikupas dan diiris tipis, tidak lupa garam halus diletakan di mangkok kecil.


"Mas, aku pusing." Ucap Britney.


"Iya, besok pagi kita ke dokter ya." Ucap Pras.


Pras memeluk istrinya dengan sayang.


Mengelus- elus rambut istrinya dan Britney menikmati mangga mudanya. Rasa masam membuat lidahnya terasa segar, perlahan berkurang rasa mualnya.


"Mas... Elus pungung aku." Pinta Britney.


Pras dengan sabar mengelus punggung istrinya.


"Yang atas Mas, pundakku dipijit -pijit juga." Pinta Britney.


"Elus apa dipijit sayang??" Tanya Pras, yang bingung akan permintaan istrinya.


"Yang pundak dipijit-pijit pelan Mas." Ucap Britney.


Pras memijit pelan pundak istrinya dan Britney merasakan keenakan.


"Nah gitu, enak Mas." Ucap Britney.


Melihat leher gemoy istrinya Pras dengan gemas mengusar-ngusarkan bibirnya ke keleher istrinya, seperti kucing yang sedang mengendus dan mengesotkan bulunya.


"Emmmss. Geli Mas." Ketus Britney tapi masih sibuk makan buah mangga.


"Heemmss. Kenapa kamu ngidam, aku jadi tersiksa." Ketus Pras.


"Apa sih Mas, ada dedek utun juga. Kamu harus sabar." Ucap Britney.


"Itu alasan kamu saja. Kapan aku diberi jatah??" Tanya Pras, yang semakin liar menempel di leher istrinya.


Britney menoleh suaminya dan memegang kepala suaminya itu.


Britney dengan lembut berkata "Mmssh.. Kamu dengar sendiri, waktu itu dokter bilang aku harus istirahat dan suami harus sabar menghadapi istrinya, terus suami juga tidak boleh mengganggu istrinya yang sedang beristirahat."


"Mmssh... Kamu sudah baik-baik saja. Itu cuma alasan kalian para wanita." Ucap Pras.


Britney tersenyum melihat ekspresi suaminya, benar juga sudah dua minggu setelah dinyatakan hamil, Britney tidak bisa memanjakan suaminya itu. Bahkan selama di rumah Kakek Restu, mereka tidur di kamar terpisah, karena Britney ingin tidur bersama Vava.


"Emmss... Baiklah, tapi..." Ucap Britney yang tidak dilanjutkan.


"Tapi apa? Hemms... Tapi... Mau??" Tanya Pras, dengan senyuman kecil dan Britney hanya diam.


Pras membopong istrinya ke dalam kamar, dan mereka berselimut tebal.


mati lampu


"Mmssh... Mas gelap." Ketus Britney.


"Jangan takut!!" Balas Pras.


Darling Let's go!!

__ADS_1


Malam berjuta rasa kembali bersama


Bukan hanya karena gelora asmara


Tapi hasrat pusaka sudah menjelma


Bertahta ke dalam dengan nikmatnya


*AuthorKumatGuyss


Selamat pagi


Senyum cerah menyertai wajah tampan suami yang sudah mendapatkan haknya, dan sang istri mulai merengek dengan manja.


"Apa sayang? Kita harus ke dokter dulu, terus lansung ke kantor." Ucap Pras.


"Mas, hari ini tidak perlu ke kantor. Aku sudah ijin sama abah." Ucap Britney.


Pras sudah siap dengan kemeja dan celana bahan hitam, masak iya tidak jadi ke kantor.


"Kenapa baru mengatakannya?!!" Ujar Pras.


"Aku juga baru dapat ijinnya Mas." Balas Britney.


Mereka berdua selesai sarapan pagi, dengan roti tawar selai strawberry dan jus jeruk.


"Kamu tadi mau minta apa?" Tanya Pras.


"Emmss. Kita ke dokter, setelah itu ke salon. Habis itu shopping." Ucap Britney.


"Hemmss. Shopping lagi? Waktu itu kamu sama Tante Vanesa juga Vava sudah belanja, apa lagi yang mau kamu beli??" Tanya Pras.


Pras selalu saja masih disiplin tentang barang- barang yang dibeli Britney.


"Bukan belanja baju. Ya shopping, jalan ajah kalau ada yang aku suka baru beli." Ucap Britney dengan pelan.


Pras mengerutkan dahinya dan membantin "Kalau aku suka baru beli??" lalu bertanya sama istrinya "Sayang, memang kalau kamu suka akan beli, terus kalau kamu nanti suka tas branded, apa kamu juga akan membelinya?"


Britney diam dan tidak berani menatap suaminya "Bukan begitu Mas. Mas belum tahu aku pengen shopping dimana?!! Mmmssh. Kesel aku jadinya."


Pras meraih wajah istrinya yang cemberut itu, menatapnya lalu berkata "Aku tidak melarang kamu untuk shopping, kamu mau beli apapun terserah kamu. Tapi aku tidak suka kamu yang menghamburkan uang, untuk barang yang hanya kamu simpan. Itu tas dan sepatu kamu jadi pajangan, apa itu namanya tidak mubazir?! Kalau suka baru dipakai, kalau tidak suka kenapa kamu membelinya?!"


"Iya Mas, awalnya aku memang suka. Tapi lama- lama aku bosan. Kalau di buang juga sayang, itu harganya mahal." Ucap polos Britney.


"Aaaahh.... Mas kok ngomongnya gitu sih?? Aku enggak akan bosan sama suami aku. Iya, aku tahu aku salah. Tapi aku shoppingnya bukan di Mall." Ucap Britney.


"Sama saja sayang, mau shopping di Mall, di Pasar atau Swalayan, tetap saja belanja. Makanya aku tanya kamu, mau beli apa sayang? Aku tidak melarang kamu, kalau memang itu bermanfaat buat kamu....eemms!!" Tegur Pras.


"Iya sih Mas, aku tahu. Ya udah jalan dulu. Jalan ajah, bukan shopping." Balas Britney dengan senyum.


Padahal seminggu lalu Britney baru shopping, waktu Pras ikut mengantar Rendy untuk lamaran ke Bogor. Ternyata istrinya shopping bersama Tante Vanesa dan Vava, itu juga sudah banyak menghabiskan tabungan suaminya.


"Sayang, aku tidak keberatan kamu beli apa saja, tapi tolong, jangan cuma menyimpan saja. Kalau baju, parfum, kosmetik, aku tidak masalah karena kamu pasti sering memakainya."


"He'em... Ya udah jalan ajah, ke dokter, ke salon terus jalan-jalan. Udah titik." Pinta Britney.


"Okey!! Okey!! Aku ikuti mau kamu, hari ini aku jadi bolos lagi." Ucap Pras.


Pras menuruti saja dan tidak bisa menolak kalau wajah istrinya sudah begitu imut.


Evan juga sudah memaklumi Britney, dan Pras mendapatkan dukungan dari saudara iparnya itu. Jadi tidak masalah membolos kerja, nanti bisa kerja di rumah.


Setengah jam di rumah sakit ibu dan anak, Britney sudah sangat bersemangat Pras juga melihat ke layar LCD saat dilakukan pemeriksaan USG.


Dokter mengatakan kalau janinnya sehat dan Britney juga baik-baik saja. Usia kandungan sudah mulai memasuki hitungan minggu ke 8, hampir dua bulan. Pras sangat senang dan Britney juga tampak bahagia.


Setelah itu Britney mengajak suaminya ke salon. Britney memilih hair spa, manicure dan pedicure.


Pras menunggu di ruang tunggu, sesekali memperhatikan istrinya yang ada di ruangan sebelah.


Mata beberapa wanita yang ada di tempat itu, cukup termanjakan oleh sosok Pras.


"Ganteng!!." Bisik seseorang.


"Tipe perhatian."


"Keren!!"


"Aku pengen jadiin dia pacar."


"Jangan jadi pelakor."


"Maskulin."

__ADS_1


Banyak lagi ocehan dari orang yang menatapnya. Bahkan pekerja cantik di salon itu, juga ada yang memperhatikan Pras.


Pras tidak peduli omongan orang, fokus untuk bermain game dalam ponselnya, setelah tadi mendekati istrinya untuk menawari minuman.


Sekitar satu jam lebih Britney memanjakan diri, di salon itu dan sang suami menunggunya dengan sabar.


"Mas..." Panggil Britney, mendekati suaminya dan Pras mendongak ke arah istrinya.


"Emmss... Sudah selesai?" Tanya Pras.


"Sudah." Jawab Britney, dan segera mengajak suaminya pergi, Britney merasa salah, telah mengajak suaminya ke salon itu.


"Kenapa lagi? Sudah ke salon masih cemberut!" Tegur Pras dan mencium rambut wangi istrinya.


"Jalan dulu Mas." Ucap Britney.


Pras mengerti istrinya yang cemburuan dan tersenyum bertanya "Kenapa, kamu cemburu lagi?!"


"Bukan cemburu Mas, tapi aku nyesel ajak kamu kesalon wanita. Lain kali aku ajak Ghea, Maeva atau Vava saja." Ucap Britney.


Pras tertawa geli mendengar istrinya menyesal.


"Baguslah kalau kamu menyesal, jadi kita enggak jadi jalan-jalan juga." Ucap Pras.


"Ya jadilah kalau jalan- jalan, huuff." Ketus Britney.


Pras semakin menjadi dan bertanya "Sekalian saja sayang, aku di rumah saja. Bersih -bersih rumah kamu yang kerja."


Ledekan Pras membuat Britney tersenyum, dan mencubitnya. Britney lalu berkata "Oke, nanti kalau sudah melahirkan, kamu mendingan di rumah saja, jadi baby sister. wweeekk!!"


Britney masih menggoda dan menjulurkan lidahnya, yang benar saja di kantor ternyata Britney juga cemburu dengan Tania.


Saat Pras berbicara dengan Tania dan meminta menghubungi Pras, bila Britney muntah atau pingsan, tapi Britney salah paham.


"Sayang, aku tahu ibu hamil memang beda. Tapi kamu sudah berlebihan." Ucap Pras.


"Iya Mas aku tahu." Balas Britney dan berkata lagi "Mas.. Aku mau makan cilok."


"Cilok??" Tanya Pras yang sambil menyetir mobil.


"Iya, gara-gara di novel yang aku baca tadi, ada yang bahas cilok. Aku jadi pengen cilok." Ucap Britney.


Pras senyum dan mengelus rambut istrinya. Mencari penjual cilok di pinggir jalan, dan ternyata ada penjual cilok yang parkir di depan gedung perusahaan besar.


Yuuuhhuuu!!!


Pras berdiri diantara para antrian, ternyata Bos Arka dan Bos Leon juga mengantri untuk istrinya. Para istri memang selalu terdepan, apapun suami lakukan untuk istrinya tersayang.


Bos Arka yang bucin karena Nayla dan Bos Leon yang bucin karena Ivanka. Pras hanya mendengar cerita mereka berdua, yang saling meledek karena istrinya.


"Mr. kalian luar biasa, tapi masih hebat saya. Kalian belum bisa membuat istri kalian bucin terhadap anda. Seperti saya akan di kurung di rumah saja, karena istri saya sudah bucin." Ucap Pras, lalu berjalan pergi dengan santai.


Hareeudaang!!!


Kedua Bos Besar itu menoleh pada Pras dan wajah Arka seketika berubah, berkata "Ini orang belum kenal siapa aku??! Masih kencur, mulutnya lemes!"


"Biarkan saja, dia masih muda, belum banyak pengalaman dalam ranjangnya." Ucap Leon.


Leon tersenyum, setelah Pras pergi begitu saja.


Pras masih tersenyum, menceritakan kepada istrinya tentang pertemuannya dengan kedua Bos Besar.


"Memang aku bucin??!" Tanya Britney.


"Entahlah, aku sendiri juga enggak tahu apa itu bucin. Aku hanya menerobos pembicaraan kedua Bos Besar tadi. Untung saja aku lolos dari para pengawal mereka." Ucap Pras dengan tengil, dan tersenyum manis.


Sungguh luar biasa, istri memang selalu ingin diatas, selalu ingin menang sendiri dan merasa dirinya yang paling benar.


Tapi semua itu anugerah, bila tidak begitu rumah akan jadi sepi, apalagi bila sang istri sudah tidak mengoceh lagi rasanya akan hampa. Lebih baik mendengarkan istri mengomel dari pada melihat istri diam tanpa kata, apalagi pergi dari hadapan kita.



Haii Haii haii.... Hari ini ada tamu special dari Mom Fie dengan bintang keunggulannya Bos Leon dan juga Shanty dengan tokohnya yang suka tonjok-tonjokan dan mewek manis Bos Arka.



Para Bos Besar aja bucin apa lagi Mas Pras. Ngelesnya pinter amat ini Mas Pras, jangan pura- pura deh 😅✌


Buat kalian yang penasaran tentang cinta Bos Leon bisa ke novel di bawah ini 👇👇👇



Kalau yang kepo sama Arka bisa ke novel dibawah ini.👇👇👇

__ADS_1



__ADS_2