PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Malam Di Kota Jogja


__ADS_3

Masih suasana di kota Yogyakarta.


Britney berjalan dan dikawal sang suami tercinta. Britney yang asyik berbicang terkadang menabrak seseorang yang berjalan, Pras menggeleng saat melihat tingkah Britney yang tidak bisa menjaga dirinya.


Heemmms!!!


Claudia yang disebelah kiri Britney juga sama saja, karena mereka berdua keasyikkan saat menceritakan tentang aktor yang ada dalam drama korea yang sedang terkenal.


Dari memarkirkan mobilnya di area parkir sebelah selatan Malioboro, dan mereka berjalan kaki di sepanjang jalan Malioboro.


Malioboro sendiri pusat wisata yang menjadi pilihan utama ketika berkunjung ke Yogyakarta. Dengan berbagai ragam kulinernya, dan kios-kios yang berjualan kaos khas Jogja, baju- baju batik, dan aneka kerajinan ada di tempat itu.


Claudia tadi bersama temannya dan langsung menuju ke tempat parkir ketika Pras menelfonnya. Claudia bersama teman cowoknya. Sedangkan Om Satria masih menikmati wisata di Gunung Kidul.


Pras tadi hanya memilih Pantai Baron sebagai destinasi wisatanya, karena tidak banyak waktu untuk mereka berdua. Cukup di pantai itu saja dan setelah maghrib kembali melalukan perjalanan menuju Kota Yogyakarta.


"Mas, ini lucu." Ucap Britney saat memegang gelang yang unik.


"Kamu mau??" Tanya Pras.


"He'em... Aku suka. Modelnya unik." Jawab Britney.


Pras melakukan tawar menawar dengan gayanya yang tengil, penjualnya mas-mas yang usianya mungkin seusia istrinya itu.


Pras akhirnya mendapatkan potongan harga untuk sebuah gelang perak dengan aksen ukiran yang cantik.


"Claudia kamu mau juga?" Tanya Pras saat Britney masih melihat beberapa gelang.


"Enggak, aku mau minta yang lain aja." Jawab Claudia.


Claudia juga seperti Pamela ketika dihadapan Pras, mereka sepupuan tapi seperti adik dan kakak kandung, bahkan wajah Claudia hampir mirip dengan Pras.


Mereka lanjut berjalan, Britney langsung memakai gelang itu. Mata Britney sangat jeli ketika melihat aksesoris.


Britney masuk ke sebuah toko yang terkenal atas recommend dari Claudia. Pras hanya menuruti istrinya saja. Cowok yang menemani Claudia juga mulai akrab dengan Pras.


Yuuuhhuuu!!


Britney dengan senang, merasa kalau tempat itu surganya aksesoris dan kerajinan khas Jogja. Matanya tidak kuat melihatnya. Misalkan tidak bersama suami, pasti tangannya sudah kalap untuk mengambil beberapa aksesoris yang ada tempat itu.


Britney mencoba sebuah topi yang unik lalu bertanya "Mas, ini bagus enggak??"


"Bagus, tapi kamu harus memakainya jangan cuma menyimpannya." Jawab Pras.


Britney meletakan kembali topi itu dan beralih ke yang lain. Claudia bersama teman cowoknya di tempat dompet.


Pras tidak keberatan bila istrinya membeli topi itu, tapi Britney hanya suka mengoleksi saja, itulah yang tidak disukai suaminya. Kalau membeli itu harus memakai, begitulah yang sering dikatakan sang suami ketika menemaninya berbelanja.


Britney juga tidak merasa terluka atas ucapan suaminya. Britney mulai belajar banyak dari suaminya itu, tentang menghargai uang dan membeli sesuai keperluan.


"Sayang..... Kamu mau ini??" Tanya Pras.


Britney mendekati suaminya dan berkata "Mas, ini bagus, dimana Mas mengambilnya. Dari tadi aku hanya melihat daster."


Pras sangat tahu ketika di rumah, sang istri suka memakai setelan baju tidur. Sang suami sudah membawakan tiga setelan baju tidur batik, dengan bahan santung yang adem dan nyaman untuk tidur.


"Di sebelah sana." Ucap Pras menunjuk rak hanger yang berjajar di sebelah kanan dari Britney berdiri.


"Emms.. Mas tahu warna kesukaanku. Modelnya juga lucu. Aku suka Mas." Ucap Britney, dengan suaranya yang sangat menggemaskan.


"Iya, kalau itu kamu boleh membeli sesukamu." Ucap Pras.

__ADS_1


Karena baju-baju itu pasti terpakai dan tidak hanya tersimpan dalam tumpukan lemari aksesoris sang istri.


Pras juga memilih daster lengan panjang untuk para ibu-ibunya. Sekarang bukan hanya Bu'e, tapi ada Budhe Woko, Mamah Sarah, dan juga Tante Vanesa serta buleknya yang lain.


Uuwuu.. Mas Pras!! *Author_?? mau!!


Kalau untuk tante Vanesa, Britney memilihkan daster model kerutan tanpa lengan dan juga daster model payung dengan lengan susun.


Pras tersenyum saja, ketika Britney menenteng keranjang yang berisi tumpukan daster dan setelan baju tidur batik untuk dirinya sendiri.


"Mas,...Mas yang antri ke kasir." Pinta Britney, saat melihat antrian kasir di lantai atas dan di lantai bawah yang cukup memanjang.


Pras mengambil keranjang itu dan menuju kasir.


Claudia mendekati Pras dan berkata "Mas, ini sekalian bayarin."


Claudia tersenyum dan berlari mendekati Britney, cowok itu juga tersenyum melihat tingkah Claudia yang cukup menggemaskan.


Pras berdiri dalam antrian, Britney masih menatap sebuah bros yang cantik di sebuah etalase kaca. Ada seorang pelayan yang mendekat Britney, dan Britney memintanya untuk mengambilkan bros itu.


Bros berbentuk kupu- kupu dengan aksen ukiran cantik dan warnanya juga sangat menarik. Britney melihat suaminya belum membayar dan akhirnya meletekan bros itu dalam keranjang.


"Mas... Ini juga. Aku akan pakai kalau pakai jilbab." Ucap Britney.


Pras hanya tersenyum dan Britney hanya berfikir suaminya tidak keberatan.


Mereka bertiga menunggu di luar, Britney dan Claudia berdiri di depan toko masih saja melirik aneka kaos dan berfikir tidak ada salahnya kalau dirinya juga membeli kaos.


Britney menawari cowok yang bersama Claudia, di dalam tadi tidak sempat melihat kaos-kaos, jadi di luar tidak ada salahnya beli sendiri dan untuk oleh- oleh keluarganya yang di rumah dan di Jakarta.


"Mbak Britney mau jualan??" Tanya Claudia.


"Tidak, tapi ini unik-unik tulisannya. Bordirnya juga bagus, yang gambar itu juga lucu-lucu." Jawab Britney yang sibuk memilih lagi, padahal sudah hampir selusin yang Britney pilih.


"Emmss entalah,, Tapi yang ini, sebagian buat oleh-oleh." Jawab Britney, dan memilah- milah kaos itu.


Pras keluar tapi tidak memelihat mereka. Cowok yang bersama Claudia sudah melihat Pras lebih dulu dan mendekatinya.


"Mas... Mbak Britney disana. Lagi beli kaos." Ucap teman cowok Claudia.


Pras mendekati istrinya dan bertanya "Sayang, sudah dibayar?"


"Sudah Mas." Jawab Britney.


Pras datang, ketika penjual sudah membungkus kaos-kaos itu. Britney tersenyum saat menerima uang kembaliannya.


Teman cowok Claudia yang membawakan satu kresek kaos itu dan di dalamnya juga ada tas kertas warna coklat bertuliskan Malioboro. Jadi ketika Britney ingin memberikan kepada para saudaranya, sudah ada tas khusus kaos- kaos itu.


"Ini buat kamu." Ucap Britney kepada teman cowok Claudia.


"Terima kasih Mbak." Balasnya, tadi dia memilih kaos dengan gambar becak yang dikayuh.


Pras menenteng tas besar dan punya Claudia juga masih ada dalam tas itu. Britney mendekati orang- orang yang berkerumun menikmati permainan musik angklung.


Yuuppss!!


Angklung Malioboro juga sangat asyik di malam hari, dan ini juga sangat terkenal di Malioboro. Permainan musik angklung khas dari daerah Jawa Barat ini di suguhkan dengan nuansa berbeda dan sangat menarik tentunya. Membuat orang untuk segera bergoyang dan Britney juga menikmatinya.


Britney merekamnya dan Pras berdiri disamping istinya. Sudah hampir jam 10 malam, tapi masih ramai pengunjung.


Satu jam kemudian.

__ADS_1


Saat ini mereka sudah di parkiran selatan. Claudia juga pamit ke kostnya dan meminta Pras untuk menjemputnya besok sore, setelah Claudia selesai kuliahnya. Britney juga masih ingin menikmati liburannya di kota Jogja.


Pras bergegas mencari hotel, Britney memilih hotel dari aplikasi. Pras langsung menuju hotel itu. Hotel mewah dan berbintang. Pras hanya menurut pilihan istrinya. Lagian setiap ingin ke Hotel berduaan, ada saja hal yang menggangu mereka berdua.


Wkwkwkwkwk!!


"Mas, coba pakai kaos ini." Pinta Britney.


Mereka sudah dikamar, Britney memberikan kaos hitam dengan gambar tokoh wayang Arjuna.


"Kamu memilih ini untukku??!!" Tanya Pras.


"Iya, aku sering dengar kamu bilang mirip Arjuna." Jawab Britney.


Pras sudah memakainya dan sangat pas ukuran yang dipilih istrinya itu. Britney juga memakai baju tidur batik pilihan suaminya itu.


Pras berbaring lebih dulu, Britney masih menatap kota Jogja dari kaca kamar hotel itu.


Malam di kota Jogja.


Sebuah kota yang tidak terbayangkan oleh sosok Britney. Semua yang pernah Britney bayangkan ketika dengan sang mantan adalah kota- kota yang ada di luar negeri.


Tapi sekarang rasanya sangat menyenangkan apalagi tadi waktu di pantai. Yang tadinya masih gelisah karena perkataan suaminya, tapi setelah sang suami merayunya. Tidak ada lagi gelisah, yang ada hanya perasaan bahagia dan itu semua karena satu kata. Love!!


Mungkin ini terdengar kuno, tapi bagi Britney, cinta bisa merubah semua yang ada pada dirinya. Di manapun tempatnya, asalkan itu dengan rasa cinta, pasti akan sangat bahagia.


"Sayang." Panggil Pras dengan suara lembut, dan kedua tangan suaminya itu sudah beralih ke pinggang istrinya dan semakin memeluknya.


Pras yang memeluknya dari belakang menyandarkan dagunya di bahu istrinya.


"Emms.. Kenapa Mas??" Tanya Britney.


Pras mencium leher istrinya, lalu bertanya "Kamu bahagia??"


"Iya, aku bahagia." Jawab Britney.


"Maafin aku, aku tidak bermaksud menyakitimu. Apa rasanya sakit??" Tanya Pras.


"Iya, sangat sakit. Aku takut, kalau Mas diam gitu." Jawab Britney.


"Maafin aku." Ucap Pras, kembali menyandarkan dagunya ke bahu istrinya.


Pras tadi siang hanya ingin membuat istrinya sadar atas kesalahannya. Britney lebih takut, ketika sang suami mendiamkannya.



🌼🌼🌼🌼🌼


Hallo semuanya, maaf sepertinya terlambat update, benar cuacanya sangat syahdu dan membuat author jadi merasa syahdu juga.


πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Terima kasih buat kalian yang masih setia menemani perjalanan Mas Pras dan Britney.


πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Bila terdapat kata yang kurang tepat atau terdapat typo, mohon katakan kepada author.


Terima kasih πŸ™πŸ™πŸ™


Di bawah ini ada rangkaian kata manis dari salah satu author yang ada di Noveltoon. Sebuah karya dari Anwar Saprudin dipersembahkan untuk Mas Pras dan Britney. Terima kasih semoga sukses atas semua karya-karyanya. πŸ₯°

__ADS_1



__ADS_2