
Yuk lanjut, othor ambyarnya Mas Pras lanjutan cerita tadi, soal Mas Pras dan para Bos Tampan.
Yang berjudul "PARA PRIA TAMPAN"
Setelah tiba di Turky.Tuan Xavier atau yang sering dipanggil penggemarnya Baba Ewok itu, mengajak Mas Pras Mansion pribadinya. Pantas saja dia mau mengantarkan Mas Pras, bininya ternyata sudah di Turky, liburan panjang di musim semi.
Sangat asyik ya, orang berduit. Beda sama Mas Pras yang cuma karyawan perusahaan konstruksi.
Yuk lanjut!
"Mas Pras ini istriku, Elleana." Ucap Baba Ewok.
Mas Pras tersenyum dan berkelanan, cukup salaman gitu saja.
Elleana berbisik kepada suaminya "Sayang, dia teman baru kamu?"
Baba ewok lalu bilang "Iya, tadi aku terpaksa berkenalan dengannya. Tahu sendiri, Om Leon dan si Gesrek Arka."
Elleana tersenyum kecil dan berkata "Sayang, kamu bantu dia dulu. Aku tidak keberatan kalau dia disini."
"Sayang, kamu selalu bermurah hati. Ini yang buat aku semakin cinta mati sama kamu." Ujar Tuan Xavier atau si Bawa Ewok.
Kemudian Baba Ewok pergi, mengantar istrinya Shopping.
Skip!
Mas Pras sudah berhasil mendapatkan signal tentang tempat tinggal istrinya.
Di tempat lain yang sangat jauh dari Mas Pras, sebuah rumah mewah dan sangat besar.
"Nayla, bantu aku sayang." Ucap Bos Arka, seraya mengelus rambut istrinya.
"Emms, bantuin apa?" Tanya Nayla.
Bos Arka berkedip-kedip, menatap sang istri dengan senyuman aneh. "Bantu aku, membuat bayi kembar."
Nay, seketika senyum dan mulai menyentuh pipi suaminya. "Sayang, tapi aku lelah. Kamu sih, di rumah nggak kasih pembantu. Lihat, aku jadi capek, badanku pegel semua."
"Aku pijitin kamu, sayang. Aku tidak memberikan asisten, agar aku bisa bisa memijitmu setiap hari." Ujar Bos Arka dengan sikap manis dan unyu ketika saat di depan sang istri, tapi selalu dianggap aneh oleh Nayla.
Suasana jadi berubah, manja dan baper pastinya.
"Nay, masak tadi Mas Pras bilangin aku, agar tidak sering-sering pakai kantong merah."
Nay tidak mengerti apa maksud suaminya, lalu bertanya "Apa maksud kamu??"
"Iya, pembungkus sosis kenapa merah? Bukan pink sayang." Ucap Bos Arka
Nay mengangguk dan paham, sambil tahan tawa.
"Bagusan merah, sosis merah dan saosnya putih. Saolnya aku suka yang merah, dan enak rasanya."
Bos Arka tersenyum dan bertanya "Kamu suka? Kamu mau??"
Nay, tersenyum dan berkata "Iya, mau. Nanti sosisnya aku bakar."
Mendengar hal itu, Bos Arka langsung menutup rapat sosis miliknya, yang sudah tampak menonjol.
Tuing!
"Nay, ka-mu, kamu belum paham maksud aku?" Tanya Bos Arka.
"Sayang, aku paham."Jawab Nay.
Dengan rasa berdebar, sambil menahan tawa, Nay mulai memcium suaminya. Bos Arka akan siap bertempur.
__ADS_1
"Aku cuma bercanda, masak iya aku bakar. Cukup langsung hap."
Bos Arka yang menahan tawanya, mulai merasa tersentuh. Matanya yang sipit, bila tersenyum semakin sipit.
Skip!
Selain itu, ada Bos Leon, kalau dia tidak di ragukan lagi. Sayang banget sama istrinya yang bernama Ivanka. Malahan sudah bucin. Pria brewok dengan tampang dingin. Tapi bila bersama sang istri, dia selalu memposisikan istrinya dengan sangat nyaman.
"Honey, aku mencintaimu." Ucap Bos Leon.
"Aku juga sangat mencintaimu." Balas Ivanka.
Sepasang suami istri yang sudah berbalut selimut putih, saling mendekap dan memadu kasih. Bos Leon selalu memberikan kejutan manis untuk istrinya tersayang. Bos Leon, beranjak dari ranjang yang berukuran king size itu, lalu dia mengambil sebuah kotak yang ada di dalam kantong jasnya.
Kembali mendekati sang istri, dan membuka kotak itu di depan Ivanka, dengan kharismanya terpancar senyuman bahagia.
"Aku suka. Kamu sangat mengenal aku." Ucap Ivanka.
"Aku tidak mau kamu pergi kemanapun. Setelah mendengar cerita Mas Pras, aku ingin selalu kamu ada di dekat aku." Ujar Bos Leon.
"Honey, aku akan selalu mendampingimu." Balas Ivanka dengan senyuman cantiknya.
Bos Leon memasangkan kalung dengan liontin permata biru. Mahal pastinya, horang kaya untuk Bos Besar, tidak segan mengeluarkan kocek besar, untuk istrinya tersayang.
Kembali ke Mas Pras.
Setelah beberapa jam, akhirnya Mas Pras yang ditemani para pengawal unggulan Baba Ewok sudah tiba. Sebuah helicopter mengantarkan Mas Pras, ke sebuah daerah yang cukup jauh dari Kota.
Sstth!
"Mas, kamu datang kesini?" Britney yang memeluk sang suami tercinta.
Dari kejauhan Britney melihat suaminya, dan dia berlari, lalu langsung memeluk suaminya.
"Iya, aku datang. Kenapa tidak menghubungi aku?" Tanya Mas Pras yang kesal dan manja.
"Kamu pergi tidak bilang, dan tidak bawa ponsel?" Ujar Pras yang masih kesal.
Britney lalu menceritakan apa yang terjadi, dan Mas Pras mulai mengenal Kakak dan Adik sepupu istrinya itu. Mas Pras yang hanya cukup mengerti Bahasa Inggris, jadi hanya Britney yang membantu suaminya, berbicara dengan para keluarga besar yang ada di Turky itu.
"Ayo kita pulang."
"Iya, Mas. Aku tidak sabar."
"Kenapa tidak sabar?"
"Aku kangen ibu-ibu komplek, disini aku tidak bisa gibah."
Pras menggeleng saja, sang istri hanya merindukan para tetangga rempong.
"Kamu tidak merindukan aku??" Tanya Pras.
Britney dengan tersenyum berkata "Buat apa aku merindukanmu lagi, kamu sudah ada disini."
Bibir sensual itu langsung mendarat ke bibir manis Mas Pras, suasana rindu yang mendalam dari sosok Britney dan Mas Pras bergejolak.
Cukup mengharu biru, kedua tangan Mas Pras memenggang pinggang istrinya dan kedua tangan Britney melingkari leher sang suami tampannya itu. Menggemaskan, dan rasa uwuwuh untuk keduanya semakin penuh perasaan.
"Sayang, aku tidak enak sama lainnya." Ujar Mas Pras. Karena banyak mata yang melihat ke arah mereka berdua.
"Mas, padahal kamu biasanya tidak kenal tempat." Balas Britney.
Mas Pras dengan senyuman tengil, membalas perlakuan istrinya dan lebih liar pastinya.
Skip!!
__ADS_1
Di tempat lain, suasana semakin larut. Kalau di Turky masih mentari masih terlihat. Di rumah Raka dan Jelita sudah larut malam.
"Sayang, kamu baik-baik saja?" Tanya Raka.
"Sayang aku cuma mual, dan agak pusing." Jawab Jelita.
Raka dengan rasa sayang memeluk dan mengelus rambut istrinya. Jelita baru mengidam, dan Raka selalu siap siaga. Tidak peduli, pagi siang sore malam, yang penting cuma Jelita, dan Jelita.
Lanjut, di rumah mewah Bos Arka.
Tama terbangun dari tidurnya dan tersenyum manis.
"Ranty Yonna, sebentar lagi kamu akan menenami aku." Ucap Tama dengan gemas memeluk guling.
Dengan senyuman manis dan masih gemas, lalu berkata "Guling, mulai nanti, aku tidak butuh kamu. Akan ada Ranty Yonna, yang bisa aku peluk."
Ho. Ho. Ho. Tama sang calon pengantin sangat gemas dan tidak sabar rupanya.
Hemms. Ini hanya sebuah cerita. Tidak ada yang istimewa.
Mas Pras dan Britney akan segera kembali.
Loppe Loppe seabrek ya guys, byebye.🥰🤗
Mom Fie, Mak Ranty Yonna, Shanty sayang dan dedek Desy, kalian yang selalu ada disetiap aku butuhan, butuh curcolan dan gibah hahaha.
Dan beberapa teman-teman lain baik di GC WA atau di GC-GC lainnya. Terima kasih untuk dua hari ini, yang ada hanya curcol dan gibah. Buat team Gabut juga, akhirnya rinduku tersampaikan.
Terima kasih buat para pembaca setia. Maaf kalau buat kalian menunggu ya. 🥰😘
🌷🌷🌷🌷
Para tokoh :
Mas Pras & Britney "PANGGIL AKU MAS!"
Bos Leon & Ivanka "Suami Bajinganku Tersayang"
Tuan Xavier & Elleana "Elleana And The King Of Mafia"
Bos Arka & Nayla "Cintaku Pembunuh Kekasihku."
Tama & Ranty "Cintaku Pembunuh Kekasihku"
Raka & Jelita "My Stiff Husband"
Jangan baperan yak, 🤭🤭
Ini hanya tulisan suka-suka dari othor ambyar.
INI BUKAN SEASON 2.
INI HANYA IKLAN YA,
__ADS_1
Bye bye. 😎