PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Wedding Maeva & Rehan


__ADS_3

Malam dengan jutaan bunga,


Sangat special untuk Maeva,


Nuansa mewah penuh pesona,


Dengan gaya modern Eropa.


"Mas...." Panggil Britney.


"Sayang, kamu kalau capek duduk saja." Ucap Pras, sembari mengantarkan istrinya untuk ke tempat duduk.


Gedung hotel yang megah dan dekorasi yang sangat mewah, berhiaskan bunga-bunga putih yang cantik. Saat ini malam minggu, resepsi pernikahan Maeva dan Rehan.


Semua keluarga Restu Mahendra sudah tampil menawan, dan tampak menerima para tamu yang hadir dalam resepsi itu. Britney dengan gaun ala khas bollywood dan Pras dengan setelah jas hitam yang keren.


Pesta resepsi dengan gaya barat bertajuk malam penuh cinta. Berbagai kalangan hadir dalam acara resepsi malam ini. Dari kenalan Kakek Restu Mahendra, dari Abah Ferdi sendiri, dan dari tamu keluarga Husein sang mertua Maeva, yang juga cukup membawa nama besarnya.


Jadi sudah tidak terhitung lagi, berapa banyak tamu yang hadir, mungkin bisa seperti pernikahan artis yang terkenal. Disini juga ada penyanyi yang mengisi acara dan suaranya juga sangat merdu.


"Mas, kamu jangan jauh-jauh terus! Aku bingung nyariin kamu." Ketus Britney.


"Hemms. Iya sayang, aku juga bingung. Dari tadi aku dipanggil Bang Evan, dikenalin sama semua teman Abah, juga tamunya Kakek." Balas Pras.


Britney yang duduk dan merasa pusing saat melihat panjangnya antrian para tamu, yang hendak ke atas pelaminan. Untuk memberikan ucapan selamat kepada pengantin, dan juga berfoto bersama.


"Aku jadi tidak bisa melihat Krystal dan kak Real." Ketus Britney.


"Kak Real?" Tanya Pras.


"Iya, mereka bilang akan datang. Rain juga bilang akan datang sama Bianca." Jawab Britney.


Pras menyernyitkan dahi, ternyata yang ditunggu istrinya adalah Kak Real. Lelaki tampan yang pernah menghiasi hati Britney dan juga Maeva.


"Kakak. Aku capek." Keluh Vava yang mendekati mereka berdua.


"Uuu... Sayang. Kakak juga capek. Sini duduk sama kita." Balas Britney.


"Kak Rendy sama Kak Almera di depan penyanyi, Mama juga mau nyanyi, makanya aku kesini. Huftt kakiku pegel pakai ini." Ketus Vava, dan mulai melepas High heels yang dia pakai.


"Sayang, kamu sudah sama Vava, aku temani Kakek dulu. Ini bang Evan panggil lagi." Ucap Pras sembari mempelihatkan ponselnya, yang bergetar karena panggilan dari Evan.


"Emmss. Jangan lama-lama. Nanti kalau kesini bawaain aku buah." Rengek Britney, dengan wajahnya yang menggemasnya, dan bibirnya yang manyun-manyun.


Vava berdiri dan berkata "Aku aja yang ambilin buah buat kakak." lalu bergegas pergi tanpa sepatu.


"Vava nyeker!!" Desis Pras dan menggeleng melihat tinggah Vava yang berjalan telanjang kaki.


"Ya sudah. Mas sana ke Bang Evan, tapi buruan kesini lagi." Ujar Britney.


"Okey sayang, mmmuuaachh!" Ucap Pras sembari mengecup pipi cubby istrinya.


Britney melihat sekitarnya dan dia tidak mengenal siapapun orang yang berdiri, berjalan ataupun yang duduk di sekitarnya.


"Segini banyak orang, aku tidak kenal mereka, kecuali tadi Pak Miko dan Tania." Desis Britney yang tadi sudah bertemu Pak Miko sekeluarga, dan juga Tania yang tampak menggandeng calon suaminya.


Semua karyawan pasti datang, dan mereka juga mengajak keluarganya. Karena ini acara besar dari pimpinan perusahaan Restu Mandiri.


Vava kembali ke meja bulat itu, dan membawakan satu piring dengan isian berbagai buah potong, dan juga minuman.


"Terima kasih, adikku sayang." Ucap Britney, dan langsung mengambil garpu kecil yang ada di piring itu.


"Kakak masih sering pusing?" Tanya Vava.


"Bukan hanya pusing, akhir-akhir ini Kakak juga sering muntah." Jawab Britney dan mulai makan buah segar itu.


Vava tidak mengerti apa ibu hamil memang begitu, tapi Vava tidak bertanya lagi, dia malah menopangkan kakinya ke atas kursi dan hanya menatap Britney.


Pras sibuk menerima tamu bersama Evan, karena kolega dari Abah Ferdi baru datang. Evan juga ingin memperkenalkan adik iparnya itu. Kakek Restu yang tampak duduk di kursi roda, juga sangat senang ketika mengenalkan Pras kepada teman-temannya.


"Pras, kamu harus menghafal para kakek tadi." Ucap Evan.


"Maksud Bang Evan?" Tanya Pras.


"Iya, suatu saat nanti kamu harus menemani Kakek bermain kartu di tempat mereka berkumpul." Jawab Evan.


Pras menoleh ke arah Kakek Restu, yang masih mengobrol dengan teman seusianya. Pras berfikir, ternyata Kakek Restu masih suka bermain kartu.


"Bang Evan, tapi Britney sedang hamil. Pasti Kakek tidak akan mengajak aku." Balas Pras.


"Kenapa? Kamu tidak bisa bermain kartu?" Tanya Evan.


Pras tidak membalas Evan, dan hanya tersenyum kecil. Evan tersenyum melihat ekspresi Pras yang sepertinya salah mengira, lalu Evan berkata "Kamu bisa belajar dari istri kamu, Britney sangat jago saat bermain kartu dengan para Kakek itu."


"Eehhhmm. Istriku?" Tanya Pras yang tidak tahu.


"Iya, hanya permainan biasa. Britney sudah hafal trik permainan para Kakek itu. Jadi otomatis Britney bisa menang melawan mereka. Tapi para Kakek itu selalu merasa diri mereka masih muda. Kamu dengar sendiri tadi, kalau ketampanan kamu, sangat mirip Kakek Gong." Ucap Evan.


Pras hanya tersenyum mendengar cerita Evan, dan kembali menyambut tamu yang datang. Di sebelah mereka berdua juga ada Ayahnya Almeera.


Ghea mendekati suaminya. Ghea juga sibuk menemani para kerabat dari Mamah Sarah.


"Sayang, duduk yuk. Aku capek." Ajak Ghea.


"Kenapa enggak duduk sama Britney? Disana ada Vava. Mereka di meja ujung dekat pintu belakang." Sahut Pras.


Ghea lalu berjalan ke tempat itu. Evan hanya menggeleng melihat istrinya yang juga capek. Bagaimana tidak capek, dari tiga hari lalu di rumah mertuanya sudah sangat sibuk, dari menyiapkan keinginan pengantin yang minta inilah, itulah, ada saja yang diminta.


Ghea juga ikut menyambut para tamu yang datang dari mulai acara siraman, pengajian, akad nikah, dan sekarang malam puncak acara pernikahan Maeva dan Rehan.

__ADS_1


"Britney aku lelah." Keluh Ghea, yang langsung duduk di sebelah Britney.


Vava tersenyum melihat Ghea yang sepertinya memang sangat lelah. "Kak Ghea, begitulah kalau mempunyai saudara seperti Kak Maeva."


Vava sangat tahu ketika di rumah Mamah Sarah, Ghea yang di suruh-suruh terus sama Maeva, dan Britney juga gemas melihatnya.


Tapi karena ini acara pernikahannya, jadi para saudara perempuan itu sangat maklum. Britney beruntung karena hamil, jadi Maeva tidak berani menyuruhnya, dan Vava juga beralasan kalau kakinya kadang masih sakit. Otomatis Ghea yang capek karena Maeva.


Hadeeeh!!


"Sayang, tapi kamu sudah mendapatkan hati Abang aku. Pasti Bang Evan akan semakin cinta sama kamu." Ucap Britney menggoda.


"Emmssh. Abang kamu juga bilang tidak perlu menuruti kemauan Maeva. Tapi aku bisa apa, tahu sendiri kalian berdua waktu di kamar Maeva. Kakak, aku calon pengantin aku tidak boleh keluar dari kamar aku." Ucap Ghea yang menirukan gaya bicara Maeva.


"Chiih!! Kalau aku yang disuruh Kak Maeva, aku kasih aja garam banyak di jusnya. Kemarin tadinya aku mau begitu. Tapi karena Kak Maeva mau jadi pengantin, aku pura-pura saja tidak mendengar permintaannya." Sahut Vava.


Para saudara perempuan ini malah membicarakan sang pengantin, dan mereka cukup bercanda, tapi ini membuat Britney menjadi lupa rasa pusingnya.


"Gimana nanti tinggal di rumah mertuanya?" Tanya Vava, yang berfikir kalau Maeva lebih manja dari dirinya.


"Emmsh. Waktu itu bilang sama Kak Britney, dia mau tinggal di apartemen. Bukannya apartemen yang dibeli Rehan juga dekat apatemen Bang Evan." Ucap Britney tapi masih penasaran.


"Kamu benar, dan sepertinya aku juga yang akan capek lagi. Apalagi besok mereka sudah tinggal disana." Ujar Ghea.


"Yeeah!! Selamat bertetangga dengan adik ipar. Aku akan berkunjung kesana." Ledek Vava, yang merasa Kakak Iparnya akan mengalami sebuah pertempuran yang membara nantinya.


"Vava. Aku ajah sampai sekarang belum kesana. Tapi nanti aku akan berkunjung ke apartemen abang, terus mampir deh ke tempat Maeva. Aku sebagai tamu, harus dilayani dengan baik." Ujar Britney.


Ghea semakin kesal, karena adik iparnya yang menggoda dirinya "Ho'oh!! Terus saja, teruskan kalian meledek aku. Aku benar-benar lelah sayang."


"Uuuuhhh! Cini, cini aku peluk bebebku sayang." Ucap Britney, lalu memeluk Ghea.


Vava sedang membayangkan "Kak Ghea dan Kak Maeva nantinya juga akan seperti aku"


Vava dan Maeva setiap bertemu juga ada saja yang dipermasalahkan, begitu juga dengan Britney. Evan saja yang Abang kandungnya sering berfikir, apakah Maeva benar adik kandungnya.


Yuuuhhuuu


Maeva menatap Real yang mendekatinya, dan mengucapkan selamat atas pernikahannya.


"Iya.... Terima kasih sudah datang." Balas Maeva.


"Aku pasti datang, mana mungkin aku tidak datang ke acara pernikahan mewah kamu." Ujar Real, dengan senyuman manis dan tampak menggoda.


"Aku sudah bersuami, jangan menggoda aku." Ucap Maeva dan merasa aneh.


"Mana berani aku menggodamu, aku juga takut sama istriku. Kamu tidak melihat nyonya Krystal?!" Ujar Real.


"Iya, aku tahu. Aku juga sudah tidak marah sama kamu. Britney juga sudah berbahagia." Ucap Maeva, dengan menatap sosok tampan yang ada dihadapannya.


"Sekali lagi selamat, kamu harus bahagia. Semoga segera ada baby manis. Biar seperti Krystal yang sibuk mengurus anak." Ucap Real.


Dari kejauhan Britney tampak melihat Real dan Krystal yang turun dari pelaminan.


Britney tersenyum dan bergumam "Terima kasih kalian sudah datang, Maeva pasti sudah memaafkan kamu Kak Real."


Britney tidak lagi merasa bersalah dengan Maeva. Real bukan lagi yang mengisi hati mereka berdua, begitu juga dengan Real, yang sudah berbahagia dengan keluarga kecilnya.


"Britney makan. Kenapa bengong?" Tanya Ghea.


"Aku malas, malas makan nasi." Jawab Britney.


"Ini, Kak Britney makan ini aja." Ucap Vava yang menyodorkan zuppa soup.


"Aku juga tidak mau makan itu." Balas Britney.


Pras mendekati istrinya dan berkata "Sayang, tadi ada Kak Real sama istrinya. Kamu tidak menemui mereka?"


"Tidak, aku melihat mereka turun dari pelaminan. Mas, aku laper. Tapi aku tidak berselera melihat makanan yang disini." Balasnya, dengan wajah seperti anak kecil yang mengeluh manja.


Pras bingung, Vava dan Ghea juga hanya melihat wajah Britney yang tidak senang.


"Itu banyak pilihan makanan, kamu masih tidak mau?" Tanya Pras.


"Emmss. Aku cuma makan buah. Aku tidak mau makanan barat. Aku mau soto, soto ayam yang dibuat Budhe Woko." Jawabnya dengan manja.


"Besok sayang, itu Budhe Woko baru menikmati pesta." Balas Pras.


Yuupsss!!


Keluarga Pras juga datang, tapi mereka duduk di tempat yang paling dekat dengan panggung acara.


Pakde Woko ingin melihat dekat para artis yang mengisi acara resepsi pernikahan ini. Pakde Woko dan Budhe Woko juga diajak Rendy dan Vanesa untuk bergoyang bersama mereka. Almeera dan Rendy juga berduet menyanyikan lagu romantis.


"Pakde Woko.... Asyiikk!" Ucap Rendy mendekatinya.


Pandu dan Pamela sedang mengambil makanan untuk kedua orang tuanya, Bu'e dan Bapak hanya duduk dan menyaksikan kehebohan Pakde Woko. Tapi Putri dan Candra tidak ikut, mereka ada acara lain di keluarga Pak Lurah.


Britney tidak bisa bergabung dengan mereka, Britney sangat pusing melihat kerumunan orang.


Satu jam kemudian.


Acara potong kue dan berdansa, Maeva dan Rehan sangat serasi, senyuman manis tersirat diwajah mereka berdua.


Pras dan Britney menatap ke arah mereka berdua. Semua menikmati acara itu, kecuali Britney yang berubah sensi.


"Sayang, makan dulu. Nanti kamu pingsan kalau tidak makan, dari siang kamu susah makan." Ujar Pras.


Vava dan Ghea hanya melihat sepasang suami istri yang sedang saling merayu, soal makanan.

__ADS_1


"Emmhs. Aku enggak mau. Aku maunya makan soto. Mas aja yang makan itu. Aku enggak mau." Ketus Britney.


Pras lalu makan apa yang dia ambilkan untuk sang istri. Vava lalu berdiri mengambilkan buah lagi untuk Kakaknya. Ghea mendekati sosok Pras yang sedang makan.


"Pras, kamu menyerah begitu saja?!" Tegur Ghea.


"Ghea, kamu lihat sendiri gimana kalau dia lagi ngambek." Balas Pras dengan suara pelan.


Britney menoleh ke arah mereka berdua yang membicarakannya, dengan tatapan kesal.


"Kakak makan ini aja." Ucap Vava dan memberikan buah juga waffle topping ice cream coklat.


"Okey" Jawab Britney dan langsung makan.


Pras, Ghea dan Vava menatap Britney yang makan ice cream dengan ganas. Sampai-sampai bibirnya cemong karena ice cream itu.


"Pras, istrimu sangat buas." Ujar Ghea.


"Sepertinya malam ini, aku akan tidur sendirian lagi." Balas Pras.


"Bang Pras sungguh tidak bisa diandalkan." Tegur Vava.


Pras dan Ghea menoleh ke arah Vava "Apa maksud kamu??!"


"Ajaklah keluar, pergi ke kamar. Kalian butuh berdua." Ujar Vava.


Pras tersenyum tengil saat melihat ke wajah istrinya. Sudah larut malam, acara juga tinggal bersantai. Jadi bisa ke kamar mereka berdua. Kenapa tidak kepikiran, malah Vava yang menegurnya.


Setengah jam kemudian.


"Mas... Tolongin." Pinta Britney.


Suaminya pasti seneng lah bukain resleting belakang *Author


Selama di tempat pesta banyak punggung cantik yang menyilaukan mata, tapi Pras hanya tergoda dengan leher dan punggung istrinya.


"Wis dadi bojoku. Aku isih dredeg." Batin Pras yang bergejolak.


(Sudah jadi istriku. Aku masih gemetar.)


Britney membalikan badan dan melihat ekspresi suaminya "Mas, kamu kenapa?"


"Sayang, mulai besok kamu kalau pakai baju jangan nyuruh aku buat ini. Itu maksud aku resleting." Ucap Pras.


Britney bingung dengan ucapan suaminya, lalu pergi ke kamar mandi. Pras menggeleng saat istrinya pergi begitu saja.


"Mmhh... Dia istriku, kenapa aku susah untuk mengatakannya." Gumam Pras.


Sesungguhnya pernikahan adalah awal bagi kedua insan yang bersatu dan akan mengukir cerita yang penuh makna, baik itu suka maupun duka.


Rasa sayang dan cinta akan ada dalam masa merajut kasih. Tapi pernikahan bukan hanya tentang rasa, waktu masih terus berjalan, dan semua itu tidak cukup hanya dengan rasa cinta.


"Sayang..."


"Apa??"


"Aku mau!!"


"Mas, aku capek!"


"Tapi aku pengen!!"


"Sudahlah!! Matikan lampunya."


"Mmmsh"


"Mas!"


______



Selamat untuk pernikahan Maeva dan Rehan.


Semoga bahagia dan langgeng dalam menjalani mahligai rumah tangga. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrohmah. 😍😘



🌼🌼🌼🌼


Haii Haii semuanya πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Kalian masih suka tidak dengan cerita kehidupan Mas Pras??!


Jujur saja author punya tulisan 3 yang Update setiap hari, nah yang satunya ada di Platform Kuning, bila ada yang disana bisa mampir ke novel "KESAYANGAN MR. LUCKY." Tapi ini ceritanya sangat dewasa ya, sungguh tidak berperasaan.



Terus yang satunya ada di sebelah sini, judulnya "CALON ISTRI TUAN MUDA L." ceritanya cukup kocak, dengan nuansa remaja dan ada sedikit dewasanya.



Bila masih suka tolong angkat jempolnya, agar author semangat nulisnya dan Mas Pras juga semangat kerjanya. Eh... Mas Pras mau ada job baru, do'ain Mas Pras sukses ya, biar bisa cepat beli rumah buat keluarga kecilnya. He.. hee..


Ini hanya cerita, jadi tidak perlu baper soal Mas Pras yang tengil.


Terima kasihπŸ™πŸ€—πŸ˜˜


Salam manis dari Mas Pras ✌😎

__ADS_1


__ADS_2