PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Britney Memasak Dan Nama Visual


__ADS_3

Jreeng Genjreeng!!


Sang suami bermain gitar di teras rumah,


Tetangga yang lewat menyapanya ramah,


Mulai menyanyi dengan suara nada rendah,


Sang Istri memanggil seperti orang marah.


"Apa, apa, apa sayang?" Sahut Pras, yang berjalan dan memegang gitar di tangannya.


"Makanya kalau aku panggil sekali, buruan nyahut. Kesel kan jadinya." Ketus sang istri, yang sedang menggoreng tempe di dapur.


Setelah tadi Britney menjemur baju, dan suaminya selesai mengepel lantai. Pras bersantai di depan rumah, dan sang istri sibuk memasak di dapur.


Yur!!! Sayurr!! Sayuuur!!!


Suara nyaring tukang sayur yang dari tadi sudah menawarkan dagangannya, dan memanggil para pembeli, berjalan mendorong gerobak sayurnya.


"Itu ada tukang sayur, Mas tolong beliin aku telur puyuh sama tahu kuning. Aku pengen tahu kuning, satu lagi mmmsss, cabai rawit ijo." Ucap Britney, dan suaminya hanya tersenyum manis.


Pras masih belum beranjak, malah mengelus rambut istrinya.


"Mas buruan! Nanti keburu pergi tukang sayurnya." Ujar Britney.


Pras mencubit bibir istrinya, yang sangat bawel di pagi hari. Lalu bergegas mengambil uang di atas meja kamarnya. Segera mungkin dirinya berlari ke depan rumah, dan menghampiri tukang sayur.


"Budhe, ada telur puyuh?" Tanya Pras, sambil tangannya memegang tahu kuning yang sudah terbungkus plastik.


"Ini tinggal 2 bungkus. Mas Pras mau berapa?" Tanya tukang sayur.


"Ya udah, 2 bungkus sekalian." Jawab Pras, dan sambil menarik cabe ijo yang menggantung di atas papan gerobak. Cabai rawit ijo juga sudah terbungkus plastik.


Tukang sayur sudah kenal Pras dan Britney, kalau hari libur Britney berbelanja di tukang sayur itu. Tukang sayur yang terkadang berhenti lama, di blok A dan Blok D, soalnya disana ibu-ibu sangat riuh, mereka berbelanja sambil merumpi.


"Berapa budhe?" Tanya Pras.


"Udah ini aja? Tumben belanjanya dikit." Ujar Tukang sayur.


"Kemarin dari pasar, istriku cuma pengen itu budhe." Balas Pras.


Disaat Pras mengobrol dengan tukang sayur itu, ada sosok gadis muda yang berjalan mendekat, dan hendak membeli bawang goreng.


"Jadi 24 ribu Mas Pras." Ucap tukang sayur, yang sudah menghitung dan memasukan belanjaan Pras ke kantong plastik.


"Budhe, saya minta bawang goreng yang bungkus besar." Ucap gadis itu, dan dia cukup melirik Pras yang masih menunggu kembalian.


Budhe sayur memberikan uang kembalian Pras, dan Pras langsung bergegas masuk ke dalam rumah.


"Ini mbak, 10 ribu." Ucap tukang sayur.


Gadis itu memberikan uang pas, dan bergegas kembali ke rumah, yang kebetulan berhadapan dengan rumah Pras.


"Sayang, ini belanjaan kamu." Ucap Pras.


Britney tersenyum, dan Pras mencubit gemas pipi istrinya yang sedang tersenyum itu.


"Mmmssh. Ya udah sana, aku masak dulu." Ucap Britney, dan suaminya kembali ke teras rumah, tapi pintu pagarnya masih terbuka.


Ternyata tadi itu adiknya Bagas, tetangga depan rumah Pras, yang sering bermain game online bersama Pras.


"Jadi Mas Bagas kenal sama tetangga depan?" Tanya gadis itu, kepada kakaknya.


"Iya kenal, Pras belum lama pindahan kesini. Kenapa? Dia udah punya istri. Istrinya juga lagi hamil." Jawab Bagas.


"Enggak aku cuma penasaran aja. Soalnya waktu aku kesini, rumah depan masih kosong." Ucapnya.


Istri Bagas juga sedang memasak, dan mereka baru kembali dari puncak. Adiknya Bagas datang kalau libur panjang, karena dia masih kuliah dan jauh dari rumah Bagas. Tinggalnya juga di kost, dan saat ini ingin menginap satu minggu di rumah Bagas.


Assyikk!!


Pras masih bermain gitar, ternyata ada sosok yang memandanginya dari balkon. Bukan gadis adiknya Bagas, tapi gadis kecil anaknya Bagas.


"Bilqis, kamu ngapain disini?" Tanya gadis itu, kepada ponakannya.


"Lihat Om Pras nyanyi." Jawab Bilqis, dengan suara yang menggemaskan.


Gadis itu cukup tersenyum, dan ada perasaan manis. Cukup hiburan pagi manis untuk dirinya, yang kebetulan sedang menjalani masa single.


"Ya udah, ayo mainan di kamar sama tante." Ajaknya, setelah Pras juga masuk ke dalam rumah.


Pras bergegas mandi, bersiul memasukan gitar ke dalam tas gitarnya. Meletakan gitar, kemudian mengambil baju untuk di bawa ke kamar mandi.


"Sayang, aku mandi dulu." Ucap Pras, saat melewati istrinya yang sedang mengulek cabai, untuk membuat sambal kecap ala Britney.


Pagi ini, Britney membuat sop sayur telur puyuh, tahu goreng, tempe mendoan, bakwan jagung, sambal kecap dan juga ayam goreng yang sudah di ungkep kemarin, waktu ada Budhe Woko.


Jam 9 Pagi.


"Duh, kenapa ini tahu dan bakwan pakai cabai ijo enak begini! Dedek utun, kamu cocok sama Papa. Suka sekali makan pedas." Gumam Britney yang senang. Setelah selesai masak, duduk di depan meja makan dan menikmati gorengan.


Britney merasakan kalau dua hari ini, dirinya jadi suka makan pedas. Kemarin saja waktu makan soto juga pakai sambal 2 sendok kecil. Biasanya dia paling tidak suka pedas, boro-boro lalap cabai rawit ijo, nyolek sedikit sambal aja tidak mau.


"Waah! Istriku sudah berubah." Ucap Pras, setelah mandi dan mengampiri istrinya yang menikmati gorengan, dengan lalap cabai rawit ijo di meja makan.


"Mas, anak kamu mirip banget sama kamu. Aku makan pedas tidak mual. Malah nambah terus." Ucap Britney, lalu mengambil tempe mendoan diberi sambal kecap diatasnya.


"Mmmhh. Enak banget ini Mas!" Serunya, dengan rasa senang.


Pras duduk dan mulai mengambil piring, tadi pagi- pagi sudah sarapan kue bolu pandan dan juga teh manis. Melihat istrinya makan gorengan, Pras jadi lapar dan ingin menikmati sop buatan sang istri.


"Ini buat suamiku tersayang." Ucap Britney, saat meletakan mangkok sop, isian sayur juga telur puyuh. Masih panas dan sungguh menggugah selera.


Satu mangkok sop dan nasi hangat, tidak lupa taburan bawang goreng diatasnya. Rasanya mantap. Pras sangat senang, saat menikmati masakan sang istri tercinta.


"Ini ayam goreng, siapa yang buat bumbu?" Tanya Pras, yang merasakan ayam goreng bumbu khas daerah simbahnya dulu.

__ADS_1


"Hemms. Itu Budhe yang bikin, ayamnya di ungkep. Terus aku taruh kulkas, tadi tinggal goreng." Jawab Britney.


Beeemm!!!


Suara mobil jeep, terdengar berhenti di depan rumah. Britney yang belum mandi, tapi sahabat dan kakaknya sudah datang ke rumah.


"Sayang." Sapa Ghea saat memeluk Britney, ritual perempuan kalau bertemu pasti cipika cipiki.


"Mmhh. Aku belum mandi." Ucap Britney, lalu mengajak Ghea masuk ke dalam rumah.


Pras masih menikmati makannya, Ghea mendekat dan berkata "Widiih, enak bener!! Pagi-pagi meja makan udah ramai gitu."


"Ghea, ayo makan. Sahabat kamu masak banyak." Ucap Pras, dan Ghea ikut Britney duduk.


Evan masih dibelakang, dia masuk juga langsung ke ruangan itu.


"Wah, wah, wah! Kita datang langsung ke meja makan ya." Ujar Evan.


"Bang Evan, cobain ini deh." Ucap Britney, yang menyodorkan bakwan jagung.


"Sayang, aku enggak nyangka lowh! Sahabat aku pandai memasak begini." Ujar Ghea dengan heran, lalu mengambil tempe mendoan.


"Hemms. Aku juga masih belajar dari youtube. Pertama aku masak di sini, tablet aku sandarin disitu. Aku juga bingung, yang mana ketumbar. Akhirnya Mas Pras yang kasih tahu. Padahal aku udah pantengin konten masak itu, tetep aja aku bingung." Ucap Britney sambil tertawa dan Ghea tersenyum.


Evan cukup bangga dengan adiknya, dulu semua hal tentang keseharian Britney, sudah dikerjakan oleh pembantu. Tapi semenjak menikah, adiknya bisa menyesuaikan diri dengan baik.


"Aku bangga sama kamu sayang." Ucap Ghea, dan Britney meletakan mangkok berisi sop di depan Ghea, lalu Ghea bertanya "Ini apa lagi?"


"Itu sop sayur ditambah telur puyuh. Cobain pakai sambal kecap, enak!" Ucap Britney.


Britney tidak lupa membuatkan teh hangat untuk Ghea dan Evan.


Pras sudah selesai makan, dan meletekan piring ke cucian piring. Ghea dan Evan sudah sarapan, tapi mereka juga ingin mencoba masakan ala adiknya itu.


"Kamu doyan cabai?" Tanya Evan, yang tahu benar kalau adiknya itu tidak doyan pedas.


"Iya, mungkin bawaan hamil. Aku makan ini malah enggak mual." Jawab Britney, dan Evan tersenyum.


Pras duduk di depan mereka berdua, lalu Britney bergegas untuk mandi.


"Sayang, apa aku juga harus memasak begini?" Tanya Ghea kepada suaminya.


"Terserah kamu sayang. Apapun yang kamu masak aku pasti makan." Jawab Evan.


Pras tersenyum, saat memandangi Evan dan Ghea.


"Bang Evan, pernah masak enggak buat Ghea?" Tanya Pras.


"Belum, mana ada waktu buat aku masak." Jawab Evan.


"Emang kamu pernah masak buat Britney?" Tanya Ghea.


"Mmsh. Pernah! Sebelum Britney hamil, aku jadi koki warkop. Britney suka indomie buatan aku." Jawab Pras.


"Indomie? Koki Warkop?" Tanya Ghea, yang belum pernah merasakan masakan warkop.


"Pras, Ghea itu anak rumahan. Mana kenal warkop dan juga warteg." Ujar Evan.


"Sayang, memang kamu tahu?" Tanya Ghea.


"Ya aku tahu lah sayang. Dulu aku suka makan di warteg, terus kalau di proyek aku juga suka ke warkop. Rasa mienya emang beda." Jawab Evan.


Ghea dengan cemberut berkata "Sayang kapan- kapan ajak aku ke warkop juga."


"Iya, sayang." Balas Evan.


Pras masih tersenyum saat melihat pasangan itu, Evan juga sangat memanjakan Ghea.


Satu jam kemudian.


"Mas, tempat ini luas juga." Ujar Britney, saat dia melihat tempat yang akan di beli Ghea.


"Benar, ini juga sangat strategis." Balas Pras.


Ghea dan Evan masih berbincang dengan pemilik tanah, tampak bangunan tapi sudah lama kosong dan terlihat berlumut, bahkan cukup seram bagi seorang Britney yang penakut.


"Mas, tapi bangunan udah lama gini. Apa tidak takut?" Tanya Britney.


Pras menoleh ke istrinya, dan malah balik bertanya "Takut? Apa yang perlu takutkan?" .


"Iya. Apa bangunannya masih kokoh?? Sepertinya harus dibangun ulang." Ucap Britney, yang tidak ingin mengatakan kalau bangunannya tampak seram.


"Itu urusan Ghea, aku hanya membantunya saja." Balas Pras.


Ghea dan Evan mendekati mereka.


"Pras gimana? Cocok enggak?" Tanya Ghea.


"Iya, aku setuju kalau yang ini." Jawab Pras.


Pras merangkul istrinya dan Britney tersenyum, lalu berkata "Mas, tapi enggak serem kan? Itu belakang, aku serem deh!"


"Sayang, cafe ini nanti seperti gaya vintage, jadi malah unik kalau bangunan tua begini." Balas Pras.


Evan melirik Britney dan Ghea tidak masalah soal kondisi bangunan lamanya. Bisa di renovasi, yang penting harganya juga cocok. Apalagi tempat ini, depan cukup menjanjikan dan juga dekat kampus.


"Ghea, harganya cukup mahal. Apa sudah di nego?" Tanya Britney.


"Britney, suami aku lebih tahu. Dia setuju, berarti tidak mahal." Jawab Ghea.


Britney melirik Evan, memang abangnya sangat tahu tentang tanah dan hal seperti ini. Jadi harga itu cukup wajar, apalagi prospek kedepannya akan bagus, wilayah ini nantinya semakin ramai, itulah dari segi pikiran Evan.


"Bang Evan. Apa nantinya akan di renovasi?" Tanya Britney.


Evan menatap adiknya dan menjawab "Iya, pasti akan di renovasi dulu. Kenapa? Kamu takut??"


"Enggak, bukan apa-apa." Jawab Britney.

__ADS_1


Evan tersenyum dan mengelus rambut adiknya itu, berkata "Aku tahu kalau kamu penakut, tapi tidak ada hal aneh disini. Sudahlah ayo kita ke depan."


Britney masih mematung dan masih saja melirik ke arat bangunan belakang itu. Pras menarik sang istri dan bergegas untuk ke depan. Pras juga tahu kalau istrinya ini sangat penakut. Setiap terjadi mati lampu, sang istri sudah sangat ketakutan. Apalagi waktu Britney terkunci di kamar mandi. Tidak heran kalau Britney sampai berkeringat, rasanya nano nano, saat itu berdebar kencang, ingin berlari tapi pintu terkunci.


"Sayang, kamu takut?" Tanya Pras yang masih merangkul pinggang istrinya.


"Enggak, aku enggak takut Mas." Jawab Britney.


Ghea dan Evan akan bertemu lagi dengan pemilik tanah itu, Britney dan Pras sudah di mobil. Mereka pulang dengan terpisah. Evan dan Ghea ke arah barat, lalu Britney dan Pras melaju ke arah selatan.


Evan juga ingin mengajak jalan Ghea berdua, jadi ini kesempatan Evan untuk memanjakan istrinya.


"Sayang...." Panggil Pras.


"Mmssh, apa Mas?" Tanya Britney, yang melihat ke arah luar.


"Kita mau pulang? Atau kamu mau jalan dulu?" Tanya Pras.


"Pulang aja Mas." Jawab Britney, yang menatap suaminya lalu mengelus pipi suaminya.


Mereka pulang dan sampai di rumah, Britney langsung ke kamar dan berganti baju.


Pras memperhatikan istrinya yang sepertinya masih merasa takut.


"Apa kamu masih takut??" Tanya Pras.


"Enggak Mas, aku cuma lelah." Jawab Britney.


Sang suami memeluknya dengan tersenyum.


"Ada aku sayang, kamu enggak perlu takut. Bahkan kalau perlu, kamu mandi aku temeni."


"Hhemm... Apaan sih Mas! Siapa juga yang takut ke kamar mandi."


"Aku dengan senang hati menemani kamu."


"Emmsh.. Nakal kamu." Balas Britney dan menggigit lengan suaminya.


"Sakit sayang. Mana berani aku nakalin istriku." Ucap Pras.


Britney tersenyum melihat ekspresi wajah suaminya yang seolah polos, lalu berkata "Sungguh, suamiku memang pandai menggoda."


"Aku tidak pandai menggoda, aku hanya menyenangkan istriku." Balas Pras.


Pras memeluk istrinya dengan gemas, tidak henti dirinya membuat lelucon untuk istrinya itu.


"Aaa.. Mas..." Suara gemas Britney, karena suami tidak henti menciumi wajahnya itu.


"Kamu suka? Oke." Pras semakin menggoda istrinya itu dan Britney merasa geli, suaminya masih nyosor-nyosor dengan lembut.



Hallo semuanya 🤗


Maaf ya, author nulisnya terlambat. Semoga masih suka dengan cerita ambyar author ini.


*Tolong maklumi sosok tengil Mas Pras ini ya, buat kalian yang ingin tahu video tengil Mas Pras bisa lihat di ig author. Tapi beberapa pembaca pasti sudah melihat gimana aslinya karakter Mas Pras.


ig :vie_gv05*


Buat yang masih penasaran dengan nama asli visual tokoh-tokoh "PANGGIL AKU MAS!" saya akan jelaskan disini.



*Mas Pras* visualnya adalah Aktor Thailand yang bernama Pon Nawasch****.


Dari semenjak di NT/MT autor selalu panjang profil pakai foto bang Pon. Tadinya awal di NT/ MT semua panggil author kak Gavin, karena pakai foto cowok. Tapi perlahan author ganti foto dan juga nama, lama-kelamaan tercetus ide membuat karakter yang cocok untuknya. Awalnya author memang iseng saja, mengambil sosok pemuda tengil yang bekerja keras di luar negeri, dari situ mulai mencocokkan karakter tengilnya Pon Nawasch.


Sama-sama tengil, dan pemuda itu masih jomblo ya hehehe, eits... Mungkin sudah punya pacar. 😂



Britney visualnya adalah aktris Pakistan yang bernama Sajal Ali.


Author juga tahu dari sosmed ketika dia perannya menangis dan wajahnya itu memang sangat menggemaskan.



Bang Evan pasti sudah mengenal aktor tampan kita, yang sering tampil di layar kaca ialah Billy Davidson.



*Ghea* juga di visualkan oleh aktris Thailand yang bernama Urassaya Sperbund**, atau dikenal juga dengan nama Yaya.



Vava di visualkan oleh aktris cantik drama China. Yang bernama Zhang Zifeng.



Rendy, pasti semua juga sudah tahu dia siapa hehehe... Tapi jujur saja, author tahu yang namanya Rizky Billar gara-gara gosip dengan Neng Lesty. Tadinya tidak tahu siapa itu Rizky Billar, soalnya sudah lama tidak lihat acara TV. Tahunya waktu itu di tiktok , 😂



Pandu, juga pasti sudah banyak yang kenal. Sosok aktor tampan terkanal yang bernama Rizky Nazar.



*Maeva visual cantik yang saya tahu juga dari mbah google waktu mencari visual yang cantik 😂 Yups. Sheila Rizkyana, artis yang cantik*.


Auuuhhh... Satu lagi ya, karena nanti akan datang lagi yaitu sang mantan.



**Bram juga di visualkan oleh aktor Thailand yang bernama Intad Leowrakwong.


Sekian curcolan Author, karena beberapa dari pembaca hebat bertanya siapa karakter visual Mas Pras.

__ADS_1


Love you , 🤗😘


__ADS_2