PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Selesai Acara Hajatan


__ADS_3

Sudah hampir jam 8 pagi, Pras masih tidur pulas. Setelah sholat subuh tadi, Pras tidur lagi sampai saat ini masih memeluk guling, dan menghadap ke tembok.


Britney duduk di atas tikar menikmati bubur sumsum bersama Pamela dan Claudia. Masih suasana tradisi hajatan.



Pagi ini beberapa warga masih bergotong royong di rumah Pak Heru, juru masak tadi pagi membuat bubur sumsum dengan juruh (syrup gula jawa).


Yuuppss!!


Walaupun acara sudah selesai, tapi tadi pagi beberapa warga sekitar membantu bersih-bersih rumah Pak Heru. Selesai bebenah mereka semua menikmati bubur sumsum buatan juru masak.


Jadi acara pernikahan ini ditutup dengan acara sumsuman. Ada dua orang yang membawa nampan dan membagikan bubur sumsum itu kepada warga sekitar rumah. Karena sudah hari kerja, tidak semua warga datang, jadi ada yang datang ke rumah-rumah para tetangga untuk membagikan sumsum.


Tradisi sumsuman ini dilakukan bertujuan untuk memulihkan tenaga setelah lelah selama hajatan itu. Dari satu minggu lalu warga itu sudah sibuk, mulai dari rapat panitia inti, malam pengukuhan panitia dan masih banyak lagi.


Juga juru masak dan ibu- ibu tetangga, yang sibuk dari minggu lalu, untuk masak hidangan rapat dan waktu punjungan (kardus undangan), juga sangat sibuk menggoreng ayam dan membuat sambal. Apalagi yang berkeliling menghantar punjungan itu.


Dari sebelum hari H dan setelah hari H warga itu masih bergotong royong, rasa lelah itu pasti. Tapi karena ini sudah menjadi kebiasaan warga, untuk saling bergotong royong setiap ada warga yang menggelar hajatan.


Britney jadi mengerti tentang tradisi di desa ini. Itu tadi penjelasan dari Budhe Woko, saat Britney bertanya, kenapa ada banyak bubur di sajikan di meja depan. Terus di dalam, ruang tengah di atas tikar, keluarga menikmati bubur sumsum. Kecuali Pras, Pandu dan Om Satria yang masih tidur.


Entah kenapa mereka bisa tidur lagi, setelah subuh tadi. Sepertinya semalam, setelah Britney tidur, Pras bangun dan begadang dengan Pandu dan Om Satria.


"Pras masih tidur??" Tanya Tante, istrinya Om Satria.


"Iya Tante Fitri, Mas Pras masih tidur." Jawab Britney.


"Papanya anak-anak juga tidur. Aku biarkan saja. Semalam begadang di teras, sampai adzan subuh baru pada masuk kamar." Ucapnya.


"Iya Tante Fitri." Balas Britney, ternyata sang suami begadang. Tadi setelah subuh Britney juga tidak banyak bertanya, Pras hanya berpesan untuk tidak membangunkan dirinya.


Setelah makan bubur bersama adik-adiknya, Britney ke dapur untuk menaruh mangkok ketempat cucian piring. Britney hendak mencuci mangkok itu, tapi ada seorang tetangga yang menyuruhnya untuk meletakan saja. Nanti ada orang yang mencuci mangkok itu. Britney lalu berbincang dengan wanita paruh baya itu.


Bu'e berjalan ke dapur, tadi Bu'e sedang bersama Candra dan Putri untuk membahas acara iringan besok pagi.


"Britney kamu sudah makan sumsumnya?" Tanya Bu'e.


"Sudah Bu'e, tadi sama Pamela juga Claudia." Jawab Britney.


"Gimana kamu suka sumsumnya?" Tanya Bu'e.


"Suka Bu'e. Buburnya gurih, terus juruhnya juga pas rasanya." Jawab Britney.


Bu'e berbincang dengan dua ibu- ibu tadi, untuk segera membagikan beras dan gula yang didapat dari sumbangan (bawaan dari tamu yang datang), tidak semua orang menyumbang dengan amplop. Apalagi tetangga dan teman pedagang rata-rata membawa beras, gula, teh dan ada juga yang membawakan beberapa slop rokok.


Britney menjadi heran lagi, kenapa ada tradisi seperti itu. Ibu mertuanya menjelaskan kepada Britney itu juga sudah menjadi kebiasan warga untuk berbagi kepada panitia, juru masak, para among tamu, dan yang sibuk membantu acara hajatan itu.


"Bu'e apa Britney boleh ikut bantuin?" Tanya Britney.


"Britney, kamu temani Bu'e saja membuka amplop." Ucap Bu'e.


Di dalam kamar Pamela, sudah ada Bapak mertua yang duduk sambil membuka amplop. Pamela yang menulis di bagian amplop. Claudia yang menyusun duitnya.


"Disini sudah banyak yang membantu Bu'e." Ucap Britney.

__ADS_1


Bu'e tetap mengajak masuk kamar itu dan berkata "Satu kotak lagi belum ada yang membuka. Nunggu Pandu bangun, nanti jam berapa?!!"


"Britney sini bantuin Bapak." Pinta Bapak mertua.


Awalnya Britney merasa tidak enak, tapi Bapak mertuanya bilang, besok masih ada acara dolan ke rumah besan. Setelah itu Bapak mertuanya sudah sibuk kerja lagi, Pandu juga kuliah dan Pamela juga sibuk dengan sekolahnya.


"Britney yang nulis aja." Ucap Britney.


Bu'e masih ada tamu yang berdatangan, jadi yang buka amplop dibantu Tante Fitri.


"Kak Heru. Itu beras dibelakang banyak, ini yang bawa amplop juga banyak." Ucap Fitri.


"Iya, kalau disini memang begini. Apalagi tamu mbakmu itu, semalam saja masih ada yang datang dari Salatiga dan Ungaran." Balas Pak Heru.


"Aku kemarin lihat tamu jadi pusing." Ucap Fitri.


"Tante Fitri duduk aja pusing. Apalagi aku jalan pakai kebaya. Mana gerah lagi." Sahut Pamela.


"Mbak Pamela semua sudah berlalu. Lagian disini ada pengantin baru." Seru Claudia.


"Nah... Britney kamu dapat kado juga nggak?" Tanya Tante Fitri.


"Ada tante. Tapi Britney nggak kenal sama orangnya. Tahu-tahu di kamar ada kado, sama amplop juga ada." Jawab Britney.


Bapak mertua mengatakan kepada Britney, untuk menulis nama pemberi kado itu, dari siapa saja. Kalau nanti ada yang menikah, atau hajatan akan disumbangkan Bapaknya.


Mereka semua menjadi lebih akrab, apalagi Tante Fitri sangat suka mengobrol.


"Tante katanya mau piknik, mau kemana?" Tanya Britney.


"Tante, Pamela ikut dong." Pinta Pamela.


"Pamela kamu sekolah. Aku misalnya nggak ada tugas juga mau ikutan jalan-jalan." Sahut Claudia.


"Memang Claudia mau ke Jogja kapan?" Tanya Tante Fitri.


"Besok tante, setelah anterin Mbak Putri ke rumah Mas Candra." Jawab Claudia.


"Kamu naik motor sih. Kalau kemarin naik bus, bisa di anterin Tante, sekalian Tante jalan-jalan ke Jogja." Balas Tante Fitri.


Mereka masih di kamar Pamela, karena hanya kamar Pamela yang cukup luas. Dari semalam, kotak uang juga sudah diletakan di kamar Pamela.


Bu'e sudah selesai menerima tamu, dan masuk kamar mengatakan sama Britney kalau ada suami yang mencari istrinya.


Britney lalu ke luar dari kamar Pamela. Pak Heru dan lainnya tersenyum. Apalagi Tante Fitri selalu bilang, Pras bucin enggak bisa lepasin tangan bininya.


Britney masuk ke kamarnya, tapi sang suami tidak ada di dalam kamar.


Daaarrrr!!


Pras sudah mengagetkan istrinya. Pras dari kamar mandi dan Britney tadi mematung di depan pintu kamarnya.


"Bikin kaget saja." Ketus Britney.


"Kamu kemana saja?" Tanya Pras.

__ADS_1


"Aku di kamar Pamela." Jawab Britney.


"Ngapain di kamarnya Pamela?" Tanya Pras.


"Bantuin buka amplop." Jawab Britney.


Pras menarik istrinya ke dalam kamar, dan Pras mengunci kamarnya. Pras menatap dan berkata "Siapa yang mengijinkan kamu keluar dari kamar?"


"Aku jenuh mas. Masak iya harus nemenin kamu tidur. Lagian tadi kamu bilang, aku tidak boleh bangunin kamu." Jawabnya.


"Tapi aku tidak mau kamu keluar kamar. Ayo bobok lagi." Ucap Pras.


"Eeemmss.." Ketus Britney, terus bertanya "Mas, terus kenapa kamu bangun??"


"Aku tadi cuma pipis. Terus ketemu Bu'e. Aku bilang sama Bu'e, kalau aku kehilangan istriku." Jawab Pras.


"Idih... Kamu lebay mas." Ucap Britney


"Memang benar aku kehilangan istriku dari kamar ini. Terus tadi Bu'e bilang, kalau tadi cuma pijam kamu sebentar, nanti akan dikembalikan." Balas Pras.


Britney menatap heran suaminya, begadang sampai subuh kenapa pikiran suaminya jadi aneh.


"Mas... Kamu menyebalkan. Masak kamu bilang sama Bu'e begitu." Ketus Britney.


"Memang begitu sayang. Aku tidak peduli. Sini elus- elus aku, aku mau tidur lagi." Ucap Pras dan menarik istrinya ke atas kasur.


Britney menuruti permintaan suaminya, merasa kalau suaminya memang sedang manja. Entalah, memang kewajibannya sebagai seorang istri lebih baik menurut saja.


Di kamar Pamela, Bu'e menceritakan soal Pras mencari istrinya tadi. Tante Fitri jadi terbahak- bahak mendengar cerita Bu'e.


Tidak heran bila semuanya membicarakan Pras dan juga Britney, bahkan kemarin sore saat acara campursari, mereka duduk di hadapan keluarga dan beberapa tamu, tangan Pras tidak melepas tangan istrinya.


Di kamar pengantin baru juga sibuk membuka kado dan amplop, baki seserahan Putri juga masih bertumpuk di ruang tengah.


Kalau yang bahan makanan dan kue-kue kemarin sudah dibuka oleh Budhe Woko. Untuk dibagikan yang di dapur dan dibawakan keluarga Britney. Sarah dan Vanesa juga membawa sagon dan wajik.



Mas Pras tidur lagi.


🌼🌼🌼🌼🌼


Terima kasih para pembaca setia. Semoga kalian semua menyukai cerita dalam bab ini. Bila ada typo atau salah kata, bisa kalian sampaikan di kolom komentar. πŸ™πŸ€—


Salam manis dari Mas Pras. 😎✌


🌼🌼🌼🌼🌼


Buat kalian yang suka cerita romantis, kalian bisa mampir ke novel karya sahabat author yang ada dibawah ini.




__ADS_1



__ADS_2