
Rangkaian melati putih segar yang sangat cantik, menguntai manis di atas bahu sampai menutup dada. Rambut terurai kebelakang, dan disematkan roncean melati kuncup diatas rambutnya seperti bandana. Memakai kemben dodot, dengan motif jumputan berwarna hijau.
"Kamu sangat cantik." Ucap Ibu Perias.
"Terima kasih." Balas Britney.
Britney baru selesai di make-up oleh perias manten. Pengantin yang cantik, ucap asisten perias itu. Ibu perias pengantin itu asli orang Surakarta, tapi sudah menetap di Semarang.
Perias pengantin yang sangat terkenal, meskipun beliau sudah sepuh. Riasan Beliau masih sangat tradisional. Karena beliau masih pakem pada unsur riasan kejawen. Para pengantin menjadi sangat cantik, dan mangklingi berkat riasan beliau.
Awalnya beliau tidak mau menerima job ini. Tapi akhirnya, Beliau bersedia menjadi perias khusus untuk Britney dan Pras. Ibu perias juga tetangga desa, dan masih kerabat dekat dengan Pak Lurah, mertuanya Putri.
Acara Pras dan Britney ini mendadak, apalagi sekarang musim hajatan, sangat susah mencari perias pengantin.
Pak Heru yang datang dan memohon kepada Ibu perias itu, akhirnya beliau menerima. Bahkan Ibu perias itu juga, yang akan menjadi dukun temu manten sesuai keinginan Pakde Woko.
"Kamu duduk saja disini." Ucap Ibu perias, dengan suaranya yang sangat halus.
Britney ditemani oleh asisten Ibu perias, karena Ibu perias itu keluar untuk menemui Pras. Pras tidak diizinkan menemui istrinya semenjak Ibu perias itu datang. Walaupun sudah menikah, tapi tetap saja ada ritual pengantin yang harus dijalani.
Sudah jam 3 sore dan di halaman depan rumah. Putri lebih dulu menjalani prosesi siraman, dengan berhiaskan dekorasi ukiran gebyok dan dikelilingi bunga segar nuansa putih. Putri yang didampingi Bapak Heru dan Ibu Setyoningsih.
Putri sangat cantik, mengenakan kemben dodot warna merah. Perias putri sudah gaya modern, make-up Putri kesannya natural saat prosesi siraman ini.
Perias Putri juga masih muda, Putri sendiri yang memilih perias itu. Putri tahu perias terkenal itu dari instagram, bahkan segala sesuatunya Putri sendiri yang memilihnya.
Di tempat lain, keluarga Britney baru tahu saat tiba di bandara, Pandu dan Rendy menjemput mereka. Vanesa, Vava, Ferdi berserta keluarganya.
"Acara ini juga mendadak tante." Ucap Pandu.
"Sekarang ini sudah mau siraman?" Tanya Vanesa.
"Iya tante Vanesa, Mbak Britney tadi sudah mulai make-up di kamarnya. Mas Pras juga dipingit di kamar Pandu." Ucap Pandu sambil tersenyum.
"Untung saja kita semua ikut, kecuali kakek." Ucap Evan, yang berdiri di samping Ghea.
Vava hanya tersenyum dan menatap Pandu yang menjelaskan kepada mereka semua.
"Kalau gitu, kita semua segera ke rumah besan dulu. Baru nanti ke hotel." Ucap Ferdi.
"Mari Bu Sarah, dan Pak Ferdi ikut saya." Ajak Rendy, karena mobil yang dikendarai Pandu tidak muat.
Dalam perjalanan, Ferdi menelfon kakek Restu. Kakek Restu tampak bahagia mendengar hal itu. Tapi memang kakek tidak bisa lagi perjalanan jauh. Apalagi setelah sakit pengapuran di kakinya. Kakek hanya meminta, segera mengirim video dan foto-foto Britney nanti saat prosesi siraman.
Pras tampak mengobrol dengan Ibu perias, dan menurut dengan nasehat beliau. Ibu perias juga memulai ritual untuk Pras, membacakan do'a dan mengamalkan mantra untuk calon raja sehari itu.
__ADS_1
Pras yang memakai baju batik lengan pendek, dan celana jeans warna hitam. Duduk di kursi plastik warna biru. Ibu perias sudah selesai, dan keluar dari kamar Pandu. Pras kembali lagi bermain game, dan tersenyum manis. Pras merasakan, betapa gugupnya sang istri saat ini. Tapi Pras tidak diijinkan menemui istrinya lagi, sebelum acara temu manten besok pagi jam 10.
Sepuluh menit kemudian, keluarga besar Britney sudah datang, disambut oleh Pakde Woko, Pak RT, dan juga kedua Omnya Pras, yang dari tadi sudah duduk di depan. Karena sudah ada beberapa tamu undangan yang datang.
Hajatan di rumah itu membawa aura bahagia, Sarah, dan Vanesa masuk ke dalam kamar Pras, karena ajakan dari Budhe Woko dan Buleknya Pras.
Keluarga Britney yang lain, sudah duduk di depan dekorasi siraman.
Pandu, Rendy dan juga beberapa kerabat dari Pras, duduk di belakang barisan Evan. Ferdi dan lainnya masih sempat melihat prosesi siraman Putri dan saat pecah kendi.
Evan, Vava dan Maeva mengabadikan moment itu dalam ponsel mereka. Ghea cukup menatap Putri, yang sangat cantik setelah selesai siraman. Lalu digendong bapaknya, dan di dampingi Ibunya masuk ke dalam rumah.
Degh Seeerrr!!!
Britney yang di dampingi Vanesa dan Sarah keluar dari kamar. Berjalan seperti puteri keraton, mata yang berkilau, senyuman semanis madu dan juga aura kecantikan terpancar dari dalam dirinya, karena Britney bahagia akan cintanya.
Beberapa tamu yang duduk di dalam rumah, melihat Britney berjalan melewatinya, beberapa orang memotret Britney. Bahkan, Claudia dan Pamela melakukan live Instagram.
Perlahan melewati pintu rumah yang berhiaskan bunga-bunga cantik disetiap sisinya, juga janur kuning tampak menguntai manis.
Semua mata yang ada di situ, tertuju pada sosok cantik yang berbalut kemben dodot warna hijau, berhiaskan roncean melati kuncup yang segar dan sangat harum.
"Sayang, Britney cantik banget. Aku sampai pangling." Ucap Ghea.
Evan tidak membalas ucapan istrinya itu. Evan tersenyum bahagia, saat menatap adiknya yang berjalan di depannya.
Prosesi siraman untuk Britney dimulai dengan do'a dan mantra dari Ibu perias itu. Tangan Ibu perias menyentuh ubun-ubun Britney. Ibu perias mulai mendekati Sarah, agar Sarah melakukan siraman untuk putrinya itu. Sarah mengambil gayung dan menuangkan ke telapak tangan Britney lebih dulu, karena Ibu perias menyuruh Britney untuk wudhu terlebih dahulu.
Air jernih dari tujuh mata air, ada bunga telon berupa mawar, melati, juga kenanga, menjadi satu di dalam bokor kuningan.
Setelah Sarah selesai berganti Vanesa, Ferdi juga mendekat dan diminta untuk menuang air itu dari atas kepala Britney sampai ke ujung kaki.
Aura pengantin yang memancar, membuat semua orang yang melihatnya, mengatakan kalau calon ratu sehari ini sangat cantik.
Setelah Ferdi selesai, Ibu perias menutup prosesi siraman Britney. Karena prosesi siraman ini, hanya diberlakukan untuk para orang tua atau sesepuh saja. Jadi Evan dan lainnya tidak diijinkan untuk mengikuti ritual ini.
Setelah prosesi pecah kendi, Britney di dampingi Sarah dan Vanesa kembali ke kamarnya. Sebelum menjalani ritual selanjutnya.
Ibunya Pras dan Bapaknya menjalani rangkaian acara selanjutnya. Karena ini mantu pertama, jadi banyak sekali ritual yang dijalani. Tadi pagi Pak Heru sudah menjalakan prosesi pemasangan Bleketepe.
Ibunya Pras duduk dan dipayungi sang suami hendak dodolan dawet (jualan dawet), Putri yang sudah berganti kebaya warna biru muda, berdiri di hadapan sang Ibu, untuk membeli dawet itu.
Upacara dodolan dawet ini sangat seru, Putri membawa kreweng bulat bergambar wayang.
__ADS_1
"Tuku piro cah ayu?" Tanya Bu'e dengan senyum.
(Beli berapa anak cantik?)
"Tumbas sedoso ewu Bu." Jawab Putri.
(Beli sepuluh ribu Bu.)
Banyak yang tertawa dan Pakde Woko menyela Putri, dengan candaan "Kurang akeh nduk, kudune tuku sepuluh juta."
(Kurang banyak nak, harusnya beli sepuluh juta.)
Putri tersenyum, keluarga Ferdi yang melihat prosesi dodolan dawet ikut tertawa. Vava diajak Pamela untuk mengantri membeli dawet. Claudia juga berbincang dengan Maeva, setelah Pamela mengenalkan mereka semua.
Pras yang di dalam kamar, tidak tahu apa yang terjadi di halaman luar. Saat Pras meminta foto istrinya, dari Rendy dan juga Pandu. Mereka dengan kompak membalas chat itu, kalau Pras harus menahan rindu sesaat.
Pras masih merengek, tidak henti meminta Pandu, Pandu membalas chat itu.
[Mas Pras tahan rindumu semalam ini saja.
Mas Pras bisa puas main game di kamarku.
Nanti setelah malam ini, jangan harap bisa bermain game lagi di kamarku π.]
Adik Kamvret!!
Setelah siraman, Britney sudah berkebaya ungu muda, menjalani prosesi ngerik rambut, dengan membuang bulu-bulu halus yang tumbuh diatas sekitar dahi. Ibu perias akan mulai menggambar samar-samar cengkorongan paes dengan pensil alis warna hitam.
Britney menurut saja dengan apa yang dikatakan Ibu perias, dan dirinya cukup tenang. Sarah masih ada di dalam kamar itu menatap Britney. Vanesa sudah di luar, karena tadi ikut keseruan prosesi dodolan dawet, bahkan Vanesa juga sangat suka dengan kesegaran dan rasa dawet itu.
Setelah sholat isya' Pras sudah rapi dengan jas hitam bergaris, berjalan keluar kamar bersama Om Satria. Pandu tertawa dan masih meledeknya. Padahal Pras sangat ingin bertemu istrinya.
Pras menemui keluarganya, karena setelah acara sore tadi, Ferdi dan lainnya pergi ke hotel, untuk mandi dan berganti pakaian formal. Sekarang Ferdi duduk di halaman depan bersama kerabat Pras. Malam ini, merupakan prosesi midodareni untuk Putri.
Calon suami Putri akan segera tiba, jadi keluarga besan akan saling bertemu di prosesi ini.
Kecuali pengantin perempuan, sudah dipingit. Britney juga sudah tidak boleh keluar dari kamarnya. Sangat susah rasanya, apalagi memakai kebaya. Hanya bisa duduk berdiam, sambil melafalkan do'a sesuai ajaran dari Sarah.
πΌπΌπΌπΌπΌ
Semoga kalian semua suka dengan bab ini. Mohon maaf bila ada kesalahan kata, dan typo.
__ADS_1
Terima kasih ππ
Salam manis dari Mas Pras untuk kalian semua. πβ