
Sudah memakai jaket dan memegang erat pundak suaminya.
Uuhhhmmpp!!!
Naik ke motor ninja milik Pandu, memeluk erat dan mepet. Berasa seperti anak remaja yang lagi pacaran.
Uuuwuuuuh
Pras mengenderai motor itu dengan pelan, tapi sang istri malah memintannya untuk menambah kecepatannya. Britney merasakan keseruan naik motor itu, apalagi malam- malam, dan berduaan.
Suami rasa pacar.... Ammpuuhhhh Woy!!
Sungguh kesenangan yang tidak terhindar. Kedua insan yang pernah merasa terluka, tergantikan dengan kebahagiaan. Hari-hari bersama, saling mengenal satu sama lain. Awalnya sangat kaku, harus menjadi suami yang bagaimana, dan sang istri harus bertindak seperti apa. Keduanya belum cukup saling mengenal, padahal sudah satu bulan bersama.
Saat di Semarang tinggal beberapa hari dengan orang tua, dan para saudara jadi lebih mengenal sosok suaminya. Begitu juga dengan Pras, jadi lebih memperhatikan istrinya.
Setelah tadi mengantar kakaknya ke rumah besan. Sore tadi saudara masih berkumpul, tapi setelah selesai maghrib. Om Satria sudah berangkat ke Jogja, sekalian mengantar Claudia.
Jadi Claudia meninggalkan motornya, dan nanti hari jum'at akan dijemput Pras juga Britney untuk kembali ke Semarang. Sebelum nanti Pras dan Britney berangkat ke Jakarta, Claudia masih ingin bersama-sama Pras dan juga Britney.
Saudara yang masih tinggal, hanya Budhe Woko dan Pakde Woko. Tapi Om Satria sekeluarga, besok juga akan kembali lagi ke Semarang.
Saat ini Pras dan Britney ada di sebuah cafe, yang begitu terkenal dan sangat unik. Mereka berdua tidak ingin kalah dengan mahasiswa yang sedang berpacaran. Britney merasa banyak para remaja di tempat itu. Tapi suaminya sangat pandai merubah suasana.
"Cafe ini punya teman aku." Ucap Pras, setelah cukup lama di tempat itu.
"Teman Mas?" Tanya Britney dengan penasaran.
"Iya, teman SMA. Aku tahu juga dari Rendy." Jawab Pras.
"Cafe Chevia. Nama yang unik." Ucap Britney.
Tidak lama kopi sudah datang, dan juga pisang bakar plenet khas Semarang. Pras mengatakan kalau teman SMA- nya itu, rumahnya dekat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang sangat terkenal.
Britney jadi mendengarkan cerita suaminya itu, lalu dia bertanya "Mas, dulu waktu SMA beneran sering tidur di UKS?"
"Bukan sering sih, pernah aja. Rendy bokis dia." Jawab Pras.
"Tapi beneran itu, tidur gitu di UKS?" Tanya Britney yang masih penasaran.
Suaminya mulai bercerita, kalau waktu itu Pras memang pusing, tapi karena kurang tidur gara- gara nonton pertandingan bola club favoritenya.
Waktu hari senin upacara, Pras pura-pura pingsan, terus dibawa ke UKS. Tapi setelah di UKS Pras benar tidur nyenyak. Dari kejadian itu Pras terkenal tukang tidur di UKS.
"Cuma sekali jadi terkenal?" Tanya Britney, yang masih sangat penasaran tentang suaminya.
"Emms... Bukan sekali juga. Kadang lebih milih istirahat di UKS." Jawab Pras sambil tertawa.
Pras dulu sekolah juga rada bandel, kadang baju kemejanya tidak dimasukan ke dalam celananya. Pernah tidak mengerjakan PR. Terus di hukum lari keliling lapangan gara- gara terlambat, juga sering lupa membawa buku paket, terus pernah bolos dan pergi ketempat PS bareng teman-temannya.
"Mas, kamu bandel juga ternyata." Ucap Britney yang gemas, lalu mencubit pipi suaminya itu.
Pras waktu bercerita juga sangat tengil dan pandai melucu, tidak heran bila sang istri jadi gemas dibuatnya. Tapi semenjak kuliah, Pras cukup berubah, lebih rajin sholatnya dan lebih disiplin, walaupun terkadang bersantai-santai dalam mengerjakan tugas-tugasnya, tapi Pras tetap mengumpulkan tugasnya tepat waktu, nilai-nilainya juga cukup memuaskan.
Semenjak kuliah itu, Pras juga mulai merawat dirinya, dan semakin hari berubah lebih tampan.
__ADS_1
Di Cafe Chevia, juga banyak yang menatap Pras dan Britney, bahkan ada yang membicarakan mereka berdua. Mengatakan kalau Pras dan Britney sangat uwu. Membuat jomblo yang melihatnya, jadi ingin punya pasangan.
"Apa yang kamu senyumin?" Tanya Pras, dan dirinya juga tersenyum.
Britney yang sedang makan pisang bakar plenet, dari tadi senyum-senyum gemas dan berkata "Aku heran mas, kenapa kamu sangat menggemaskan."
"Apa yang membuat kamu gemas?? Hemms??" Tanya Pras, dan senyuman Pras membuat baper istrinya.
"Senyuman kamu, bikin meleleh." Jawab Britney, lalu menutup wajahnya. Britney tidak pandai merayu, bahkan susah untuk berkata dengan bahasa kekinian.
Britney mengalihkan pandangannya. Mereka berdua seperti remaja yang baru berpacaran. Suasana di Cafe Chevia ini cukup romantis, tempatnya sangat nyaman, musik yang diputar juga sangat mendebarkan hati dan perasaan.
Cafe Chevia berada di ketinggian, seperti berbukit. Jadi bisa melihat pemandangan kota saat malam. Langit malam yang begitu cerah. Lampu- lampu kota Semarang seperti bintang yang berkelap- kelip di langit malam yang gelap.
Pras berdiri dan melihat pemandangan, sambil tersenyum. Britney mulai memotret suasana malam itu dan memotret suaminya. Akhirnya Britney menggunakan ponselnya untuk berfoto. Jarang sekali Britney memotret atau berselfie.
"Bagus ini mas. Lebih manis." Ucap Britney.
Pras melihat hasil jepretan istrinya dan berkata "Lumayan bagus."
"Kok lumayan bagus? Ini manis banget mas." Ucap Britney sambil menyamakan wajah suami yang di foto, dengan wajah yang ada dihadapannya itu.
"Coba sekarang mas diem, jangan senyum." Pinta Britney.
"Diem gimana?" Tanya Pras, masih bingung.
"Diem aja, wajah polos. Jangan di manis- manisin. Nanti yang melihat jadi diabetes." Jawab Britney.
"Emang siapa yang mau lihat?" Tanya Pras, yang lebih penasaran dengan perkataan istrinya.
Hadddeeehh!!!
Pras menuruti istrinya, dirinya juga senang. Saat sitrinya bilang, mau pamerin suaminya di medsos. Tapi kalau terlalu tampan, nanti ada yang kepo terus jadi baper sama suaminya.
Ceekkreeekk
"Ini mas. Bagus, jadi kalem. Pasti tidak ada yang baper sama kamu mas." Ucap Britney.
Mereka berdua menikmati pemandangan malam itu. Pras merangkul istrinya, banyak yang disitu juga berpasangan. Ada juga yang hanya bersama teman-temannya dan tampak dalam keseruan.
Hampir dua jam mereka berdua di tempat itu, Britney cukup senang dan Pras bisa melihat kebahagiaan di wajah istrinya. Mereka pulang, Britney memeluk erat suaminya, Pras merasa nyaman atas pelukan istrinya itu.
Mereka mampir membeli martabak manis dan martabak telur. Pras yang bersandar di motor, sambil memegang erat tangan istrinya. Britney juga sangat nyaman dan rasanya manis, atas perlakuan suaminya itu.
Setengah jam kemudian sudah di rumah, mereka berada di ruang tengah bersama keluarga tercinta. Pras berbaring di atas pangkuan Bu'e, semua yang ada di rumah sedang menikmati martabak yang Pras bawakan. Pakde Woko tidak henti menggoda Pras, dan Britney hanya tersenyum.
"Mas, kowe rodo rono." Ucap Pandu, karena Pandu yang lebih dulu tiduran di pangkuan Bu'e.
(Mas, kamu agak kesana.)
Pandu tadi sedang bermain game dengan ponsel barunya, dan berbaring di pangkuan Bu'e. Pras yang datang tidak terima, lalu menggeser kepala Pandu.
Bapaknya lalu bilang kalau mereka hanya berebut Bu'e, tidak ada yang mau memperebutkan Bapak. Karena ucapan Bapak, Pamela mulai bersandar di dada Bapaknya, sambil makan martabak telur dan tangan satunya memegang ponsel. Mata Pamela hanya melihat konten youtube, sambil rambutnya di elus- elus Bapaknya.
__ADS_1
Budhe Woko yang melihat Britney, lalu bertanya soal Britney. Karena Budhe Woko belum tahu semua hal tentang masa kecil Britney.
Britney mulai bercerita, dan Pras terbangun. Yang tadinya fokus dengan HP, mulai mendekati istrinya dan menyuruhnya untuk tidur dipangkuan Bu'e.
"Enggak mas, aku enggak apa-apa." Ucap Britney, waktu cerita juga sangat bahagia, tidak merasa ingin diperlakukan seperti Pras yang bermanja- manja dengan Bu'e.
Pras cerita sama semuanya, saat menginap di rumah kakek Restu, Pras tidak bisa tidur. Lalu Britney bertanya tentang masa kecil Pras, dan Britney juga memperlihatkan kenangannya, semasa waktu masih ada almarhum Ayahnya.
Pras juga bilang, kalau malam itu dia juga tidak kuat menahan air matanya, Pras merasakan hati istrinya. Pras saja masih bermanja dengan Bu'e, sedangkan istrinya tidak pernah bisa bermanja dipangkuan Ibunya. Semua jadi menatap Britney, Bu'e lalu memeluk erat menantunya itu, Britney jadi tahu kalau malam itu suaminya menangis.
Britney mulai tidur dipangkuan Bu'e, Bapak dan lainnya merasakan haru. Budhe Woko berkaca- kaca saat mendengar hal itu, ternyata ada yang lebih dari Budhe Woko, dulu Budhe Woko di tinggal kedua orang tuanya sudah beranjak gadis, hanya saja waktu menikah tidak bisa ditemani kedua orang tuanya.
Bu'e mengelus rambut Britney, sambil bercerita tentang Putri, Pras, Pandu dan juga Pamela. Britney merasakan kasih sayang seorang Ibu, walaupun bukan Ibu kandungnya, tapi Ibu mertuanya juga sangat menyayanginya.
Pras mencium pipi istrinya dan juga Bu'e. Pandu yang beralih tidur di atas bantal dekat Britney dan berkata "Sing diambung gur bojomu karo Bu'e wae."
(Yang dicium cuma istrimu sama Ibu saja.)
"Kowe pengen diambung??" Tanya Pras.
(Kamu ingin dicium??)
"Ora, aku gur gunuman." Jawab Pandu yang masih bermain game.
(Tidak, aku cuma bicara.)
Pras berbaring di sampinganya dan memeluk adiknya itu, Pandu merasa terganggu atas perlakuan kakaknya itu dan berkata "Goro-goro kowe, aku dadi kalah."
(Gara-gara kamu, aku jadi kalah.)
Hhaaasssciiiaatt!!! Mulai lagi pertarungan kucing dan tikus. Semua tertawa, Britney jadi terhibur karena tingkah Pras dan Pandu, bahkan tangan Pras juga sangat jail.
πΌπΌπΌπΌπΌ
Semoga hari-hari kalian menyenangkan, semua kalian suka dengan cerita kali ini.
Bila ada typo dan kata-kata kurang tepat, mohon beri tahu author di kolom komentar.
Terima kasih sudah setia bersama Mas Pras dan juga Britney.
Salam manis dari Mas Pras. βππ€
πΌπΌπΌπΌπΌ
Disini author mau memperkenalkan beberapa novel baru karya sahabat author. Silahkan kalian mampir ππ€©π€
__ADS_1