PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Prosesi Mitoni (7 Bulanan)


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Sudah tujuh bulan usia kandungan Britney. Semua keluarga besarnya, tampak hadir di acara 7 bulanan kehamilan Britney.


Semua tampak gembira, dan saat seperti ini, keluarga besarnya bisa berkumpul di satu ruangan.


Pakde Woko dan Budhe Woko, tampak mengenakan batik sarimbit warna biru tua.


Pak Heru dan Bu Ningsih juga mengenakan batik sarimbit, batik warna merah marun. Pandu dan Pamela sangat serasi sebagai kakak dan adik.


Putri juga sudah mengandung, usia kandungannya menginjak bulan ke 3, jadi dia tidak bisa datang ke Jakarta. Candra juga sangat menyayangi Putri. Putri yang sedang mengidam, sangat banyak keinginan, bahkan kehamilan Putri ini membuat dirinya lebih manja dari seorang Britney.


Bu'e menceritakan hal itu, kepada keluarga yang ada di Jakarta. Tante Vanesa mendengar hal itu cukup senang, ia turut bahagia akan menerima banyak cucu.


Ghea juga sudah mengandung 2 bulan, dan saat ini Ghea harus bedrest. Evan juga siap siaga, sepanjang acara tadi, Ghea hanya duduk manis dan didampingi sang suami. Hanya Maeva yang belum ada tanda-tanda kehamilan.


"Bunda, duduk sini." Ucap Vava.


"Iya, sayang." Balas seorang wanita yang berhijab.


Yuhuu!!


Yang dipanggil Bunda oleh Vava itu, adalah ibu baru Vava. Setelah sekian lama akhirnya Angga Saputra menikah dengan seorang wanita muslim, bernama Zahra. Dia janda muda dan memiliki anak balita. Jadi sekarang Vava juga memiliki adik kecil. Bahkan Zahra sepetinya sudah mengidam, baru menikah sekitar 2 bulan yang lalu. Itu juga atas persetujuan Vava. Karena Tante Vanesa sudah tidak bisa menerima Angga. Tante Vanesa tetap dengan dirinya sendiri. Tante Vanesa juga cukup mengenal baik, ibu barunya Vava itu.


"Britney bahagia Kakek, kita bisa berkumpul disini. Kakek buyut sepertinya sangat bahagia." Ucap Britney yang memeluk Kakek Restu Mahendra.


Kakek Restu yang duduk di kursi roda, tampak melihat rona bahagia, dari wajah cucu kesayangannya.


"Kakek bahagia, apalagi akan ada buyut Kakek. Rumah ini pasti akan semakin ramai." Ucap Kakek Restu.


"Iya, Kakek. Buyut dan cucu Kakek akan bertambah." Ucap Britney.


Angga Saputra juga sudah dianggap seperti anak, bagi Kakek Restu Mahendra. Vava juga sudah mengenal seluruh keluarga besar sang Papa.


Rendy dan Almeera pengantin baru, dan mereka tampak sangat romantis. Berduan terus, kemana istrinya berada, sang suami mengikuti.


"Ini orang berdua, dari tadi udah kayak perangko." Ucap Evan tertuju kepada Rendy dan Almeera.


"Bang Evan, kayak nggak pernah gitu aja. Namanya juga pengantin baru." Sahut Maeva.


"Bang Evan, Mas Rendy ini yang dari tadi pegang tangan aku. Aku ke dapur aja dia ikut. Ya udah, tadi kata Mamah Sarah, aku disuruh duduk sini aja." Ucap Almeera, dan Rendy cukup tersenyum, dia tidak menghiraukan hal itu.


"Bang Evan, Rendy itu baru kena deman. Jadinya ya begitu. Demam asmara emang bikin Rendy lupa diri." Ucap Pras dan tampak menggeleng.


Rendy menatap Pras dan berkata "Hemms. Kowe karo Britney sering ngene kie, ono aku podo wae. Aku pernah gur dadi piguran. Kowe jaman manten anyar, wah kasmaran neng sepur, neng mobil. Wis, dunyo rasane duweke wong loro. Hayo, aku bener to!"


(Hemms. Kamu sama Britney sering begini ini, ada aku sama saja. Aku pernah cuma jadi piguran. Kamu jaman pengantin baru, wah kasmaran di kereta, di mobil. Sudah, dunia rasanya milik berdua. Hayo, aku benar kan!)


"Iyo, iyo, aku ngerti. Manten anyar kui, emang kadang lali, ora reti panggon, wektu, opo meneh wong sing neng cedake" Jawab Pras dengan logat yang medok.


(Iya, iya, aku paham. Pengantin baru itu, emang kadang lupa, tidak kenal tempar, waktu, apalagi orang yang didekatnya.)


Flashback Acara Mitoni Britney.


Acara sudah selesai satu jam yang lalu. Tadi sekitar jam 3 sore Britney dan Pras menjalani ada upacara 7 bulanan secara adat Jawa. Sebuah acara mitoni, atau yang dikenal tingkeban. Itu sudah menjadi tradisi diacara 7 bulanan kehamilan. Jadi diusia kandungan 6 bulan, dan mendekati usia kandungan bulan ke 7.


"Nduk, kamu duduk di sini." Ucap Budhe Woko, dengan menggandeng Britney untuk duduk di sebuah kursi, yang sudah berhiaskan bunga-bunga segar.


Britney dengan riasan make-up seperti pengantin, badannya dibalut kemben dodot warna hijau, dengan motif batik jumputan, dan hiasi roncean bunga melati segar, terlihat sangat cantik dan anggun.


Acara diawali dengan siraman, dilakukan oleh 7 kerabat sesepuh, bertujuan untuk keselamatan jabang bayi, yang ada dalam kandungan sang Mama.


Bu'e memulai ritual itu, dan menyiramkan air kembang 7 rupa, dan air dari 7 mata air atau sumur.


"Cah ayu, selamat ya. Semoga kamu dan jabang bayi yang ada dalam kandungmu sehat. Semoga lancar tanpa halang rintang, dan lahir dengan selamat." Ucap Bu'e dengan berkaca-kaca.


Diikuti calon Eyang yang lainnya.


"Sayang, semoga kamu dan bayi kamu sehat, sampai nanti kamu melahirkan dengan lancar. Mamah, hanya bisa mendo'akan kamu dan anak kamu sayang." Ucap Mamah Sarah, lalu memeluk Britney dan tidak bisa menahan rasa harunya.


"Britney kamu sangat cantik sayang. Kamu dan bayi kamu semoga diberkahi Tuhan yang Esa." Ucap Vanesa dan mencium kening Britney.


Syahdu guys! 😒


Tujuh sesepuh dari keluarga Birtney terutama perempuan, telah melakukan ritual siraman itu. Mereka memberikan do'a untuk Britney dan juga sang bayi. Agar sang bayi yang ada dalam kandungan Britney, selalu sehat sampai nanti dilahirkan ke dunia.


Degh Seerr!!


"Bismillahirrahmannirrahiim." Ucap Pras, saat memotong tali benang lawe dengan keris.


Akhirnya, sang calon Papa memotong tali lawe dengan keris, sebagai pertanda suami yang dapat memotong alang rintang.


Selanjutnya prosesi brojolan, Budhe Woko membantu Britney berdiri. Untuk menjalani prosesi selanjutnya.


"Britney, Kamu cantik sekali." Ucap Bundanya Vava, yang mendekati Britney, saat mengusap lembut wajah Britney yang masih basah.


Sang calon Mama kemudian memakai kain jarik yang di longkarkan, dipegangi Budhe Woko. Untuk prosesi Brojolan, ritual yang dilakukan oleh sang Papa memasukan buah kelapa gading yang sudah di lukis Kamajaya dan Kamaratih, lalu dibrojolkan dari dalam jarik. Dari atas ke bawah dan Eyang putri wajib menerima, atau menangkap kelapa gading itu, hal itu dilakukan 3 kali berturut-turut.


Setelah selesai melakukan prosesi brojolan, acara tujuh bulanan dilanjutkan dengan acara angreman.


Britney dituntun Budhe Woko masuk ke dalam ruangan yang telah disiapkan, untuk berganti baju dengan tujuh macam kain jarik. Hanya kain ketujuh yang akan dipakai sang calon Mama. Sedangkan enam jarik yang sebelumnya dipakai untuk syarat saja, dan dari ke 7 kain itu, semua memiliki makna tersendiri. Untuk ke 6 kain lainnya, akan dipakai sebagai alas duduk atau alat β€œangrem.” Angrem sendiri seperti ayam yang mengeram telur.


"Patot ora Pras?" Tanya Budhe Woko.

__ADS_1


(Pantas tidak Pras?)


"Dereng Budhe." Jawab Pras dengan senyum.


(Belum Budhe.)


"Jane wis patut. Gur ethok-ethok." Ujar Pakde Woko yang duduk di sebelah Pras.


(Sebenarnya sudah pantas. Cuma pura-pura.)


"Iki wis patut urung Pras?" Tanya Budhe Woko untuk kain yang ke 4.


(Ini sudah pantas belum Pras?)


"Dereng Budhe, teseh dereng ayu." Jawab Pras dengan tengil.


(Belum Budhe, masih belum cantik.)


"Lembemu Pras. Bojomu opo kurang ayu?!" Ujar Pakde Woko.


(Mulutmu Pras. Istrimu apa kurang cantik.)


"Nggeh ayu, Pakde. La turene wau kaleh Budhe, kulo dikengken ngendikan ngeten." Balas Pras dengan tersenyum.


(Iya cantik, Pakde. La katanya tadi sama Budhe, saya disuruh bilang begitu.)


Prosesi yang mengundang gelat tawa, saat mendengar ucapan Pras yang tengil.


"La iki wis patut urung Pras?" Tanya Budhe Woko, dengan tersenyum setelah kain ke tujuh.


(La ini susah pantas belum Pras?)


Pras mengangguk dan berkata "Sampun patut, Budhe. Leres niku Budhe, sampun ayu. Ayu banget."


(Sudah pantas, Budhe. Cocok itu Budhe, sudah cantik. Cantik banget.)


Britney dari tadi juga tersenyum, Vava dan Pamela tidak henti mengabadikan moment itu. Semua yang ada di ruangan itu turut senang, penuh canda tawa.


Prosesi ini juga disertai dengan sang calon Mama, akan disuapi oleh sang calon Papa, dengan nasi tumpeng dan bubur merah putih. Hal itu bertujuan, agar nantinya calon Mama akan selalu menjaga anaknya, dan juga calon Papa yang akan selalu menghidupi keluarganya.


Ciiee!


"Aaakkh...." Ucap Pras dengan tengil.


"Mas, kebanyakan." Ujar Britney.


"Apa cintaku terlalu kebanyakan?" Tanya Pras.


"Berarti rasa cintaku harus dikurangi." Ujar Pras.


"Cinta kok dipadakke bubur to Mas, Mas. Untung Mbakyuku ora cugetan." Sahut Pandu yang ada disamping mereka untuk mengambil foto.


(Cinta kok disamakan bubur sih Mas, Mas. Untung Kakakku tidak ngambekan.)


"Cugetan apaan?" Tanya Britney.


"Ngambekan, sayang." Jawab Pras.


Britney tersenyum dan Pras cukup menggodanya.


Setelah prosesi angreman, acara akan dilanjutkan dengan prosesi memecah kelapa gading, yang tadi telah diberikan oleh sang Eyang kepada sang calon Papa. Kelapa gading tersebut biasanya telah digambari dengan tokoh wayang Kamajaya dan Kamaratih, yang terkenal dengan ketampanan dan kecantikannya. Sang Papa muda ini, kemudian membelah kelapa gading itu.


Crraahck!!


"Alhamdulillah." Ujar Pras dengan tengil.


Rendy dan Evan yang mendampingnya, segera mengambil pecahan kelapa gading itu.


"Wah. Aku tahu ini." Ujar Evan dan tertawa.


"Aku yo reti. Pras bakal dikintili anakke. Mugo-mugo ora koyo kowe Pras." Ucap Rendy.


(Aku juga tahu. Pras akan diikuti anaknya. Moga-moga tidak seperti kamu Pras.)


"La nek ora koyo aku, arep koyo sopo? Mesti yo koyo aku." Ujar Pras dengan tersenyum.


(La kalau tidak seperti aku, mau seperti siapa? Pasti ya seperti aku.)


Semua tertawa melihat tingkah Papa muda itu. Britney sudah tampil cantik dengan balutan kain ketujuh tadi, dan dipadukan dengan kebaya kutu baru berbahan sifon, dengan motih bunga bewarna hijau muda. Pras mengenakan kemeja batik, dengan senada warna baju istrinya. Terlihat sangat tampan.


Di akhir acara, sang Mama muda akan membuat rujak, yang kemudian akan dijual kepada para tamu. Para tamu pun akan membelinya, dengan kereweng atau uang-uangan dari bahan tanah liat. Prosesi ini pun, merupakan sebuah harapan agar anak mereka nantinya mendapat banyak rejeki, untuk dirinya dan juga bagi kedua orang tua.


Sing dodol ayu eram 😍


"Mbak Britney, kulo tumbas rujakke." Ucap Pamela.


(Kak Britney, saya beli rujaknya.)


"Tuku piro cah ayu?" Tanya Britney dengan suara medoknya.


(Beli berapa anak cantik?)

__ADS_1


"Gangsal ewu mawon." Jawab Pamela.


(Lima ribu saja.)


Britney tersenyum manis, dan memberikan rujak yang sudah disajikan dengan manis.


"Kak Britney, Vava juga mau beli rujak." Ucap Vava yang sudah memenggang uang kreweng, lalu memberikan kepada Britney.


"Ini sayang. Kakak kasih banyak." Ucap Britney dengan senyum.


"Kenapa cuma Vava yang dikasih banyak?" Tanya Vava dengan bingung.


"Cinta Kakak lebih besar buat kamu." Balas Britney.


Maeva yang ada dibelakang antrian Vava, mendengar hal itu langsung menyahut "Terus, sama Kakak kamu ini gimana? Apa sebanyak adikmu juga, atau malah lebih sedikit?"


"Kakakku tersayang. Yang paling unyu-unyu gimana gitu, jangan galak-galak dong sama aku. Aku lagi hamil, masak masih diketusin gitu." Ujar Britney dengan manja.


"Siapa yang ketusin kamu sayang." Maeva mendekati Britney dan memeluknya.


"Eh Eh. Ini penjualnya malah peluk-pelukan, istriku lagi ngidam. Buruan! Aku mau beli buat calon Mommy." Ucap Evan dan Britney tersenyum.


"Memang Bang Evan, mau beli berapa? Buat calon mommy baby nanti. Aku juga terima dollar loh." Ujar Britney.


Evan mendekatkan mangkok, dan mengeluarkan sejumlah duit dollar dari dompetnya "Ini, buat bayar rujak special."


"Wah, serius ini? Bang Evan beneran?" Tanya Britney yang kegirangan.


"Beneran, itu buat keponakan aku. Nanti buat beli kereta dorong." Jawab Evan dengan senyum.


"Thank you, uncle." Ucap Britney.


Evan sudah mendapatkan rujak, untuk sang istri yang mengidam. Ghea duduk di sofa, jauh dari tempat Britney menjalani prosesi itu. Ghea harus banyak berbaring, soalnya kandungannya sedikit rawan.


Ghea tetap semangat dan menuruti perkataan dokter. Selama Ghea mengidam, Evan dan Ghea tinggal di rumah Kakek Restu. Setiap Evan kerja, ada Tante Vanesa dan asisten rumah tangga yang menemani Ghea. Tadinya, Ghea ingin pulang ke rumah orang tuanya. Tapi, Evan lebih nyaman di rumah Kakek Restu.


"Sayang, ini rujak special dari penjual yang ayu." Ucap Evan.


"Suapin, aku sayang." Pinta Ghea.


"Buat Mommy cantik dan baby. Daddy akan suapin kalian berdua." Ucap Evan dengan tersenyum.


"Kabeh do romantis. Aku melu seneng." Ujar Pakde Woko.


(Semua pada romantis. Aku ikut senang.)


"Wah, Pakde bisa saja." Balas Evan, saat Pakde Woko melihat pemandangan yang romantis.


Dari tadi Pakde Woko, melihat Rendy dan Almeera, Pakde juga cukup menggoda mereka.


Pras, Bapak dan Bu'e masih menemani Britney.


"Pras, bojomu dijogo. Wis mancik 7 sasi, ojo ditinggal-tinggal lungo." Ucap Bapaknya.


(Pras, istrimu dijaga. Sudah menginjak 7 bulan, jangan ditinggal-tinggal pergi.)


"Nggeh Bapak. Pras ngertos. Britney mengke teng mriki, wonten Tante Vanesa, Vava. Teng mriki kathah tiyang." Ucap Pras.


(Iya Bapak. Pras tahu. Britney nanti di sini, ada


Tante Vanesa, Vava. Disini banyak orang.)


"Iyo, Tantemu bakal duwe anak meneh kae. Bakal entuk putu barang. Kaet mau mesam-mesem wae. Hare seneng, omahe dadi rame." Ujar Bu'e.


(Iya, Tantemu akan punya anak lagi itu. Akan dapat cucu juga. Dari tadi senyam senyum aja. Katanya senang, rumahnya jadi ramai.)


Pras mendengar hal itu tersenyum manis.


Britney sudah selesai menjalani segala ritual, dan prosesi. Budhe Woko mengajak Britney untuk beganti pakaian. Pras dan Bu'e mengikuti Britney, dan semua menikmati acara mitoni dengan bahagia.




Hallo semua, apa kabar?


Maaf kemarin pasti menunggu update ya?


Hehehe.


Wah... Ini ada acara di rumah Kakek Restu.


Bila terdapat kata-kata, atau kesalahan dalam prosesi tujuh bulannya, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Walaupun secara adat sama, tapi ada beberapa urutan dan tata cara yang berbeda. Hehehe.


Ini hanya pengalaman setahunya othor. Soalnya, othor dulu cuma ada acara Pengajian. Jadi itu pengamalan sodara yang di kampung halaman othor, yang paling di tunggu sama othor itu nasi takir yang ada srundengnya πŸ˜…. Enak banget. Hahahaha.


Semoga kalian suka ya, untuk pilihan season 2. Othor tersenyum, tadi waktu membacanya.


Untuk hasil terakhir, sepertinya kalian tunggu saja endingnya gimana. Pasti ada pro dan kontra.


Salam manis,

__ADS_1


Othor Ambyar πŸ€—πŸ˜˜


__ADS_2