
Dua insan melebur semua rasa yang ada, di malam romance vaganza. Bertarung dengan senjata ampuh yang tak ada duanya, bahkan semakin bermain, dan menjatuhkan dengan keganasan membara. Rasa bongkahan berlian berlapiskan sutra, bersadur perhiasan mesra sungguh nikmat rasanya.
Tercipta sebuah irama dengan alunan senandung rasa uwuh, perlahan merasuk dalam kenikmatan sejati dan semakin menghanyutkan keduanya.
"Aaahh... Mas, pelan." Desah Britney.
Sungguh suara yang lembut, tapi lantunan suara itu semakin menggoda, dan menambah kekuatan dalam kesatuan singgasana.
Aaauuhhh *AuthorSesat
Bibir manis beraroma papermintz semakin menciumnya dengan lembut dan semakin basah. Bahkan Si Belang beranjak menelusuri semua bagian, dengan halus dan menari-nari mengitari lembah, hingga ke sebuah pucuk merah yang sedang mekar.
"Sayang, lagi ya." Bisik Pras, lalu melihat wajah sang istri dengan senyuman liciknya.
Sang istri hanya tersenyum pahit dan meremas selimutnya.
Skip ya!!
Morning
Masih suasana ulang tahun suami tercinta. Britney sudah meminta ijin kepada Abah Ferdi dan Bang Evan.
"Lagian sekalian liburnya, jadi tidak masalah." Ucapnya dengan pelan, setelah menelfon Evan.
Pras tidur lagi setelah selesai sholat subuh. Sang istri sengaja mematikan alarm ponsel suaminya.
Sudah jam 7 pagi, dan Britney mulai bersandar di tempat tidur, sambil memandangi suaminya.
"Sayang,... Ini jam berapa?" Tanya Pras dan matanya masih lima 5 watt. Tampak lelah dan kantuk dari wajah tampannya.
"Sudah jam 7 pagi." Jawab Britney dengan pelan.
Pras terkaget dan menyikap gorden yang dekat dari tempat dia tidur, lalu bertanya "Kenapa gorden tidak dibuka? Alarm aku juga enggak bunyi. Kamu matiin ponsel aku?"
Britney merapatkan mulutnya dan menggangguk saja dengan wajah polos tak berdosa.
"Sayang, aku harus kerja." Ucap Pras dan bangkit dari tempat tidurnya. Bergegas ke kamar belakang mengambil baju kantornya dan mandi cepat.
Britney mengikuti dari belakang tanpa berkata.
"Kamu mau ikut aku mandi?" Tanya Pras dengan suara datar.
Britney membulatkan bibirnya dan menggeleng.
Ceklik.
Pras mengunci pintu kamar mandi dan menggantungkan handuknya.
"Sayang, kamu selalu saja begitu." Desis Pras dengan tidak senang dan segera mandi.
Britney bingung dan kembali ke kamar belakang, mengganti kemeja yang akan dipakai suaminya.
"Maafin aku Mas." Ucap Britney, dan mengusap kemeja yang disiapkan untuk suaminya.
Britney duduk di sebuah kursi, dan menyiapkan sandwich untuk suaminya, minuman hangat dengan rasa vanila. Pras keluar dari kamar mandi, dengan boxernya dan mengelap bagian lehernya yang masih basah dengan handuk.
"Mas..." Panggil Britney yang mengukuti suaminya.
"Kamu ganti kemejanya??" Tanya Pras tadi dirinya mengambil kemeja biru dongker, tapi diganti sang istri dengan kemeja putih.
__ADS_1
"Aku suka kamu pakai yang putih." Jawab Britney.
"Kamis kemarin aku udah pakai putih sayang." Ujar Pras.
"Tapi aku maunya, Mas pakai kemaja putih." Balas Britney dengan cemberut.
Pras tidak ingin berdebat dipagi hari, apalagi sudah terlambat ke kantor. Pras melempar hanger stenlis dan Britney mengambilnya.
"Kamu juga, aku tadi bilang jangan matikan alarm ponsel aku." Ujar Pras sambil mengancingkan kemeja putihnya.
Britney mendekat dan merapikan kerah kemeja sang suami tanpa berkata apapun.
"Kamu tidak kerja tidak masalah. Tapi aku harus kerja, sudah berapa kali aku kena teguran gara- gara kamu." Ucap Pras dan merasa kesal.
"Maafin aku mas, aku bos kamu tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Malah membuat kamu susah." Balas Britney tampak polos seperti anak kecil yang menutup diri ketika dimarahi.
Pras menghela nafas dan mengelus rambut sang istri yang nakal itu, lalu berkata "Sayang, aku ini suami kamu. Aku bisa memanjakan kamu, tapi pagi ini kamu bersalah. Nanti aku akan menghukum kamu."
Pras mengecup kening istrinya dan beranjak ke meja makan. Britney mengambilkan sepatu Pras dan juga tas ranselnya.
"Mas, ini lupa." Ucap Britney yang memberikan ikat pinggang.
Pras berdiri dan Britney yang memakaikan. Pras terlanjur mengunyah sandwich buatan sang istri.
Tidak lama, Pras sudah pergi dengan motor matic machonya. Britney hanya mengantarnya sampai depan rumah.
Yuppp!!
Pras sudah dapat masalah di RM gara- gara sang istri yang mendadak ijin. Perusahaan tetap ada ketentuannya. Apalagi Pras masuk di kantor RM, juga melalui prosedur yang ada. Beda dengan Britney tanpa melalui prosedur RM. Britney hanya belajar dari asisten Kakek Restu saja, tapi itu juga tidak mudah bagi Britney.
"Mas Pras, kalau marah serem." Gumam Britney dan mulai masuk ke dalam rumah.
Wooosshh!!
Pras melanjukan motornya dengan kencang.
Satu jam kemudian.
"Kamu Tania." Ujar Pras, saat Tania masuk ke dalam ruangan Britney.
Sudah satu minggu dalam ruangan kerja sang istri, Pras terkadang masih belum terbiasa.
"Bu Britney tidak datang?" Tanya Tania, yang baru meletakan dokumen di atas meja kerja Britney.
"Iya, Bu Britney istirahat di rumah." Jawab Pras.
Tania tahu kalau Britney sudah ijin, tapi Pras ada di kantor. Membuat Tania kepo dan bertanya "Bu Britney di rumah, lalu kenapa kamu ada disini?"
"Aku kerja, ini kerjaan aku numpuk." Jawab Pras.
Tania lalu pergi dengan bibir kerucutnya, Tania juga tidak mengerti, kenapa suami bosnya begitu sibuk.
Britney di rumah sedang bersantai dan menikmati waktunya untuk istirahat sejenak.
"Mas kamu menyebelkan. Tadi cuma kirim pesan ~Sayang aku sudah sampai di kantor 😘, gitu doang. Aku jadi mikirin kamu. Kamu ulang tahun bukannya manis malah ngeselin." Gumam Britney yang lagi cerewet.
Pras memang banyak perkerjaan saat ini, dan semua ini juga demi sang istri tercinta.
Britney mulai berbelanja sayur di blok A, dan sempat mengobrol dengan ibu-ibu tetangga perumahan.
__ADS_1
Sesekali ikutan rumpi manis di pagi hari tidak masalah, yang dibicarakan juga acara televisi. Maklum setiap ada pemilihan ajang penyanyi dangdut, emak-emak juga bisa riweh sendiri, untung saja Britney semalam juga nonton acaranya di channel ikan terbang.
"Iya, saya juga salut. Masih muda sekali, suara bagus." Sahut Britney.
"Pokoknya dia harus menang." Ujar Bu Betty.
"Tapi kalau yang sms enggak banyak apa bisa menang?" Tanya Bu RT.
"Iya, bener juga Bu RT." Ucap Bu Mirna.
"Ini mau pada belanja, apa cuma mau gosip pagi?" Tanya tukang sayur.
"Iya ya kita keasyikan sampai lupa, yang sudah belanja baru Bu Britney saja." Ucap Betty.
Akhirnya, Ibu Ibu berbelanja sayuran.
"Bu Britney, Pak Pras ulang tahun ya?" Tanya Bu Mirna.
Britney bingung, wajahnya sangat terbelalak. Bagaimana tetangganya, bisa tahu kalau suaminya ulang tahun. Bahkan Britney tidak mengekspos apapun tentang hal ini.
Britney juga tidak upload foto, atau buat story di sosmed. Walaupun Britney punya berarapa nomor whatsapp tetangganya, Britney tidak pernah memberi tahu hal itu.
"Bu Mirna, tahu tanggal lahir suami saya?" Tanya Britney dengan rasa tidak enak, senyuman manis berubah pahit tapi tetap menebar senyum.
"Tahu, saya tahu waktu ke rumah Bu RT, waktu pengumpulan fotocopy KK minggu kemarin. Maaf saya kepo, jadi penasaran pengen lihat KK Pak Pras." Jawab Bu Mirna dengan jujur apa adanya, karena memang minggu lalu semua warga diminta untuk mengumpulkan fotocopy KK.
Britney dengan tersenyum kecil dan mengatakan "Iya Bu Mirna, hari ini suami saya ulang tahun. Mohon do'anya Bu Mirna."
"Pasti Bu Britney, semoga Pak Pras panjang umur dan sehat selalu." Ucap Bu Mirna.
Bu Betty mendekat dan bertanya "Ini ada apa? Masih ngobrol berduaan."
"Bu Betty kepo, aku cuma bilang ke Bu Britney untuk main -main ke rumahku. Kita bisa rujakan bareng." Balas Bu Mirna, yang tidak ingin berbagi informasi untuk yang lainnya.
"Waduh, cocok itu. Aku juga mau ikutan. Nanti siang tak bawain mangga madu punyaku." Ucap Bu Betty, dan memang benar, depan rumahnya ada pohon mangga madu.
"Iya, ini aku sudah beli timun sama bengkoang. Bu Britney sudah beliin cabai sama gula jawa." Ucap Bu Mirna.
Karena tadi memang di tukang sayur sebelum Bu Betty datang, Bu RT dan Bu Mirna mengajak Britney untuk rujakan di rumah Bu Mirna. Bahkan di depan rumahnya itu ada pos kamling yang mirip gazebo. Biasanya kalau sore, tempat itu jadi ramai, karena acara rumpi sore.
Tunggu kelanjutannya
Salam, Mas Pras ✌😎
Hallo semuanya 🥰
Masih suka sama Mas Pras?
Semoga kalian suka di bab ini,
Disini dari pagi hujan, dan author sedang tidak enak badan. Tapi demi kalian, author akan terus bersamangat membuat kisah manis Mas Pras.
Semoga kalian terus mendukung Mas Pras, agar Mas Pras lebih semangat bekerja. He .. he.. he..
Jangan lupa tinggalkan Like, Komentar dan juga Vote. Agar author yang gesrek ini bisa senyum senyum sendiri. 😂
Love You 😘
__ADS_1