
Mengaduk dengan sendok secara perlahan, Pras tersenyum kegelian saat mengingat perlakuan sang istri saat memijat dirinya.
"Kamu sungguh keterlaluan. Lihat saja apa yang akan aku lalukan." Ucap Pras, dan meletakan sendok kecil itu ke tempat cucian piring.
Membuatkan susu hangat untuk ibu hamil, itulah yang Pras lalukan setiap istrinya mau tidur. Tapi tidak setiap hari juga. Britney paling susah minum susu hamil, kalau tidak sang suami yang membuatkannya.
"Sayang, ayo minum." Ucap Pras, seraya membuat istrinya meminum susu rasa coklat itu, dari tangan suaminya tercinta.
"Emm. Sudah Mas, aku mual." Ucap Britney, yang tidak ingin menghabiskan susu itu.
"Tinggal sedikit lagi." Pras masih menyuruh Britney untuk menghabiskan susu itu.
Dengan wajah masam, Britney akhirnya meminum susu coklat itu lagi, dan sampai habis.
"Mama yang pintar." Ucap Pras, sembari tangannya mengusap rambut sang istri.
Britney duduk bersandar dan manarik selimut.
"Sayang, ayo bobok. Besok kamu harus kerja." Ucap Pras, setelah menaruh gelas susu di dapur.
"Mmms. Aku mau bobo." Ketus Britney dan mulai berbaring.
Pras mendekati istrinya dan berkata "He'em kamu harus bobok sayang."
Pras yang berjongkok di bawah tempat tidur, tangannya mengusap lembut rambut istrinya, perlahan semakin mendekatkan wajahnya.
Pras mencium bibir sensual yang menggodanya, Britney perlahan menutup matanya, dan mulai mengikuti permainan suaminya.
Rasa aroma coklat masih berbaur di lidah istrinya, dan rasa aroma mintz dari mulut suami perlahan menyatu. Permainan manis antara keduanya dan Pras beranjak ke atas badan istrinya, mengecup ubun-ubun sang istri, dan memanjatkan sebuah do'a.
Britney masih memejamkan matanya, ia mengerti akan tujuan sang suami, hafalan do'a yang sudah tertanam dalam hatinya, tidak lupa ia panjatkan.
"Sayang, aku akan memulainya." Bisik Pras ke telinga kanan istrinya dan itu membuat Britney merinding, suara Pras sangat menggodanya.
Persatuan rasa akan dimulai dengan segenap cinta dan perasaan. Ucapan manis menggoda, dengan lembut mulai meraba, mengecup manis dari kening hingga ke leher, cekungan leher yang menggoda terlihat sexy, itulah yang ada dalam pikiran sang suami.
Hareudang!!
Berselimut dalam peraduan, rasanya tidak bisa di ungkapkan. Berciuman panas dengan rasa manis, saling memutar menelisik dan sampai menggigit pelan.
"Aaaa... Mmmsh.." Erangan lembut tak terhindar dari sang istri yang tidak kuat menahannya.
Pras mengeratkan giginya dan memandang sang istri dengan tatapan senang, karena dia sudah memenangkan pemanasan babak pertama.
"Aku baru memulai, kamu sudah begini." Bisik Pras ke telinga kiri Britney.
Britney menutup wajahnya dengan kedua tangan, tapi tampak senyuman sedikit menggigit bibirnya.
Malam menumbuhkan benih, sebuah rasa manis berubah candu dan perlahan menelan semua yang ada dalam dekapannya. Rasa yang menarik, dari sela-sela peraduan malamnya, lirih lembut yang manja berubah menjadi erangan ganas. Tapi tidak membuatnya lengah, bahkan semakin kuat rasa dahaga, yang menjadikannya bagai seekor singa mencengkeram hebat dengan kebrutalannya.
__ADS_1
"Emmmss... Mas Nakal." Ujar Britney yang sudah kalah tiga kali.
"Hukuman buat istri yang tidak menurut." Ujar Pras dan pergi keluar dari kamarnya.
"Gimana besok aku kerja, kalau kamu membuat aku begini lagi." Ketus Britney, melihat lehernya yang sudah berjejak uwu dengan gambar yang unyu.
Pras merasa senang, tidak peduli besok istrinya akan marah atau tidak mau bekerja. Yang jelas malam ini dirinya sangat puas.
"Sayang, sayang, aku semakin gemas." Ucapnya, dan mulai mengguyur badannya dari atas kepala hingga kakinya.
Pras lebih suka mandi memakai gayung, berbeda dengan sang istri yang suka menyalakan shower.
Pras masih dalam kesenangan, di dalam kamar mandi dia mendendangkan sebuah lagu, sudah larut malam masih bernyanyi.
Sang istri masih menatap cermin, dan sangat tidak senang dengan jejak nakal suaminya itu.
"Mas, harusnya enggak begini juga. Kenapa aku juga nurut aja sih sama kamu. huufft." Gumamnya dan meremas sisi gaun malamnya.
Hadeeh!!
Namanya juga peraduan malam, bercinta dengan akal, tetap saja akan terbuai dalam belain sang suami. Apalagi suaminya sudah mulai paham, titik sensitif mana, yang membuat istrinya tidak kuat menahannya.
Pras selesai mandi dan mengayak rambutnya yang masih basah. Hanya mengenakan boxer, kemudian menatap sang istri yang masih duduk di depan cermin. Tidak henti Britney menggerutu dan sangat tidak suka.
"Sayang, apa lukisan aku kurang?" Tanya Pras yang berdiri di belakannya, dan mendekatkan kepalanya ke bahu sang istri.
Britney semakin menjedingkan bibirnya dan menatapnya kesal. Beranjak pergi dan tanpa berkata apapun.
Britney masih saja menggerutu, bahkan di kamar mandi juga begitu.
"Kenapa aku selalu kalah dari suamiku. Huufft!" Desis Britney, dan memulai menggosok kulitnya dengan spon mandi.
Pras membuka ponselnya dan bersandar di tempat tidur. Sudah jam 11 malam, Britney masuk ke kamar setelah berganti baju, Pras meletakan ponsel dan mulai mengeringkan rambut istrinya.
Dengan lembut tangan Pras mengeringkan rambut istrinya, tangan kanannya tangannya memegang hair dyer dan tangan kirinya membelah rambut yang masih basah itu.
"Kenapa masih cemberut gitu?" Tanya Pras.
"Habisnya Mas Nakal." Jawab Britney.
"Aku nakal tapi kamu suka." Ucap Pras.
Britney mulai tersenyum kecil dan menatap Pras dari sisi cermin yang ada dihadapannya.
"Mmm..." Balas Britney dengan suara pelan.
"Mmm.. Apa? Mau lagi? Nanti aku tambahin lagi yang banyak." Ujar Pras.
Britney mencubit paha suaminya dengan gemas.
__ADS_1
"Aauu... Sakit sayang." Keluh Pras, dan merasa sakit dibagian yang dicubit istrinya.
"Makanya jangan nakal lagi. Udah tahu besok aku kerja, malah buat ulah." Ujar Britney.
"Aku tidak membuat ulah. Aku cuma kasih hukuman manis buat kamu." Balas Pras.
Britney diam dan tidak berkata lagi, suami Britney memang tengil, tidak akan bisa Britney melawan suaminya itu.
"Terus aku besok harus gimana?" Tanya Britney.
"Terserah kamu sayang. Aku tidak akan melarang kamu untuk di rumah. Kamu mau resign, aku juga tidak keberatan." Jawab Pras.
"Mana mungkin aku resign, yang ada Kakek akan marah sama aku. Tapi sepertinya aku memang harus di rumah dulu. Lagian aku tidak banyak perkerjaan." Ucap Britney dengan tersenyum manis.
"Iya, bos aku libur. Terus semua perkerjaan bos aku, jadi berpindah ke aku. Sepertinya aku harus lembur sayang. Kamu tidak keberatan aku kerja sampai malam??" Tanya Pras yang menggoda.
Britney mengangguk dan membalikkan badannya, berkata "Mas, apa kamu punya dendam sama bos kamu itu? Kalau iya, segera bilang sama bos kamu itu."
Pras tertawa melihat ekpresi istrinya yang begitu serius dan Pras masih memegang hair dyer, lalu mematikan hair dyer itu.
"Sayang, bagaimana kalau aku punya hubungan khusus sama bu bos aku, yang sering ijin dadakan itu!! Apa kamu keberatan???!" Tanya Pras lebih mendekatkan wajahnya.
Britney menarik wajah suaminya dan menggigit bibir suaminya. Pras merasa kesakitan, ternyata istrinya lebih brutal dari pada dirinya.
"Mas, besok aku akan menghukum kamu, setelah aku menghukum karyawan yang membicarakan bosnya dengan tidak sopan."
"Hhuuuufff!"
Britney mengibaskan rambutnya dan beranjak pergi ke dapur.
Pras menggeleng saja melihat tingkah sang istri, dan merapikan hair dyer, lalu menyimpannya di laci meja rias.
"Sayangku... Sayangku... Semakin gemas saja." Ucap Pras dengan gemas dan mulai mengikuti istrinya.
Hallo semuanya, mohon maaf kalau cerita ini perlahan semakin garing. ✌😂
Semoga kalian masih suka sama sosok tengil bernama Prasetya Wardana.
O ya, tadinya othornya sudah bingung, selalu ingin mengakhiri cerita ini, tapi karena dukungan dari semua para pembaca dan juga sahabat author, othor SoMas ini masih berlanjut sampai saat ini.
Dan ini dua novel karya sahabat othor yang cukup menginspirasi othor, agar terus lanjut menulis.
Kalian bisa mampir ke novel di bawah ini.
Di novel karya Ranty Yoona ada Bos Mafia Xavier, yang pernah mampir juga di cerita Mas Pras.
__ADS_1
Lalu ada Denis di novel karya Maisy Asty, berkat othor satu ini, othor SoMas jadi semangat lagi dan semakin membara.