
Satu minggu sudah berlalu, tepat di hari senin. Pras yang sudah rapi dengan jas abu-abu, serta memakai dasi warna biru. Sangat tampan, dan sang istri tadi yang memaikan dasi itu, masih tersenyum manis.
"Suami aku sangat tampan." Ucap Britney.
"Istriku juga sangat cantik." Balas Pras.
Saling menatap dengan rasa bahagia. Britney menyentuh pipi sang suami, lalu berkata "Mas, aku mencintaimu. Semoga, kamu nyaman di kantor barumu. Aku akan selalu mendukungmu."
"Sayang, aku juga sangat mencintaimu. Aku akan berusaha yang terbaik. Demi kita, dan anak kita. Aku akan berkerja keras." Ucap Pras dengan rasa bahagia. Tersirat senyuman tipis, dan penuh rasa cinta untuk keluarga kecilnya.
"Ya, udah. Ayo kita berangkat. Kamu masih harus mengantar aku." Ujar Britney.
"Iya, aku masih harus mengantar istriku yang cantik ini." Balas Pras.
Mereka berangkat bersama, Pras sebenarnya tidak ingin jauh dari istrinya, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah jadi tugasnya. Tidak masalah akan berpisah tempat kerja, yang penting niat bekerja, dan cari nafkah untuk keluarga kecilnya. Apalagi, dirinya sebentar lagi akan jadi Papa.
Yuhuu!!
Setiba di RM, Britney turun. Pras masih menamani sang istri sampai ke ruangannya. Pras juga masih menyapa Pak Miko dan lainnya.
"Pras semangat. Ingat Pras, Jangan lupain kita." Ucap Maristha.
"Iya, aku tidak akan lupa sama kalian semua." Balas Pras.
"Pras, sing semangat! Yowes ndang mangkat. mengko nek telat." Ujar Pak Miko, sambil menepuk pundaknya.
(Pras, yang semangat! Ya sudah cepat berangkat. Nanti kalau terlambat.)
"Matur nuwun Pak. Aku budal sik Pak." Balas Pras.
(Terima kasih Pak. Aku berangkat dulu Pak.)
Selangkah demi selangkah, tapi pasti. Langkah kaki itu, pertama kali menginjak di RM sekitar satu setangah tahun yang lalu. Semua terasa begitu cepat, suka duka ketika dirinya berkerja di RM. Masih terlintas jelas dalam benaknya.
Pras yang berdiri di depan pintu lobby membalikan badan, seolah melihat dirinya beberapa waktu lalu.
"Aku harus pergi." Ucap Pras dan mengehela nafas dengan pelan.
Syahdu!
Pras juga tidak tega meninggalkan sang istri. Tapi, ini pekerjaan, sudah bisa berdiri di titik ini, sudah sangat bersyukur bagi seorang Prasetya Wardana.
Sudah tiba di RM cabang.
Pras yang baru tiba di sambut oleh Mr. Jonny yang biasanya di panggil Om Jonny. Serta dua staff yang tampak rapi, dan mereka sangat tampan. Tidak lupa, senyuman manis terpancar dari wajah Prasetya Wardana. Yang akan mulai memimpin kantor RM Property.
"Selamat pagi semuanya. Perkenalkan, saya Prasetya Wardana. Mulai hari ini, saya akan bekerja disini. Saya sabagai pekerja di perusahaan RM pusat, dan di pindah tugaskan kesini. Saya akan bekerja dan melakulan yang terbaik, untuk memajukan perusahaan ini. Saya harap, kita bisa bekerjasama dengan baik, dalam meningkatkan keuntungan untuk perusahaan RM. Terima kasih." Salam perkenalan dari Pras, di hadapan beberapa para staff yang ada di kantor itu.
Cukup mendapat kesan yang baik, dari beberapa staff yang ada di kantor itu. Kantor yang tidak terlalu besar, tapi cukup nyaman bagi Prasetya Wardana. Tidak ada karyawan perempuan di dalam kantor itu, dan semua perkerja adalah laki-laki, apalagi yang ada di team pemasaran semua tampan, sebelas dua belas dengan pimpinan baru mereka.
[Sayang, aku sudah di kantor. Aku kerja dulu. Kamu jaga diri baik-baik. Aku sayang kamu. 😘]
Pras cukup mengirim pesan kepada sang istri.
Di kantor RM.
"Bang Evan." Ucap Britney.
"Tumben, ada apa kesini?" Tanya Britney dan Evan berjalan mendekat.
"Aku cuma mau mastiin aja. Kalau nggak ada yang menangis." Jawab Evan.
"Masak iya aku menangis. Aku tahu, Mas Pras memang harus bekerja. Jadi tidak masalah buat aku." Ucap Britney.
"Baguslah. Aku sayang kamu Britney. Aku juga tidak mau, adik aku jadi galau gara-gara suaminya pindah kantor." Ujar Evan.
"Abang sayang aku?" Tanya Britney, dengan bibirnya yang tersenyum.
"Tentu. Abang sayang kamu, Maeva dan juga Vava. Kalian adik-adiknya abang. Abang cuma ingin melihat adik-adik Abang semua bahagia." Jawab Evan.
Britney tersenyum manis dan memandangi sang Abang yang ada di depannya. Sosok Abang yang baik, dan sangat menyayangi adiknya. Britney juga paling dekat ke Evan, walaupun ada juga sepupu yang lain. Tapi sosok Evan yang menyentuh hati Britney. Saudara, tetap saja saudara. Walaupun ada suka duka di dalam perasaannya, terhadap sang Abang. Britney selalu merasa nyaman bila mengobrol dan mencurahkan isi hatinya. Britney cukup percaya bila curhat kepada Evan, dan sang Abang itu dengan senang hati, mendengar semua keluh kesah sang adik. Terutama Britney, adik yang paling dia sayang.
"Jaga kesehatan kamu. Kalau butuh sesuatu, kamu merasa pusing, atau tidak enak badan, segera kasih tahu Tania. Abang juga sudah bilang sama Tania. Soalnya, mulai besok, Abang juga harus ke proyek yang di Tangerang." Ucap Evan dengan jelas.
"Iya Bang Evan. Abang tidak perlu cemas begitu. Britney juga merasa sehat, kalau pusing sudah biasa, ibu hamil memang begini. Tania tadi juga bilang begitu. Bahkan Bu Nia sama staff akuntan, apalagi Pak Miko. Mereka bilang, kalau aku pusing suruh cepat hubungi nomor Pak Miko. Aku jadi gemas, semua teman-teman Mas Pras. Mereka peduli sama aku." Ucap Britney.
__ADS_1
"Iya, mereka peduli dan sayang sama Pras, pasti juga peduli sama kamu. Abang, akan lama di Tangerang. Ghea ikut sama abang, kurang lebih sepuluh hari. Kamu, jaga diri kamu baik-baik, jangan terlalu lelah." Ucap Evan.
"Siap!! Bang Evan tenang aja. Ini juga di bantuin Tania." Ucap Britney.
"Kalau Abah masih stay di kantor, kamu bisa telfon Abah kalau butuh sesuatu. Aku cemas kalau kamu nanti sampai sakit, atau pingsan nggak ada yang tahu. Kamu lagi hamil Britney, jadi harus ada yang jagain kamu. Kalau perlu, Tania biar kerja di mejanya Pras itu. Aku sengaja biarkan begitu, agar Tania di ruangan ini." Ujar Evan.
"Bang Evan, orang hamil nggak cuma aku. Banyak wanita hamil yang bekerja keras, dan bahkan lebih dari aku. Mereka semua baik-baik saja, Bang Evan jangan jadi parnoan gitu ah, Britney jadi gelisah." Balas Britney.
"Ya sudah, aku mau kerja dulu. Kamu siapin itu telfon dan ponsel. Pokoknya, kalau pusing buruan telfon siapa aja yang kamu ingat, tapi jangan Pras, nanti dia malah panik." Ucap Evan.
"Iya, apalagi jauh dari Mampang kesini." Ucap Britney dengan bercanda.
Saudara yang baik, akan menasehati. Begitulah Evan dan Britney, saling peduli dan memberikan perhatian.
Sudah jam istirahat siang.
"Sayang, kamu sudah makan?" Tanya Pras yang saat ini sedang menelfon istrinya tercinta.
"Iya, Mas. Aku baru aja selesai makan." Jawab Britney dan mulai bertanya "Mas, gimana? Apa sudah makan?"
"Emms. Aku baru mau makan. Aku ingat kamu, makanya aku telfon istri aku. Dedek utun ternyata sudah makan." Jawab Pras.
"Ya udah, Mas makan dulu. Nanti telfon lagi." Ujar Birtney.
"Baiklah, aku makan dulu. Nanti aku telfon lagi." Ucap Pras.
Tidak lupa terdengar kecupan manis untuk sang istri tercinta.
Di sebuah restoran, Mr. Jonny menyambut Pras dan bersama para staffnya. Pras cukup terkesan. Semua staff juga sangat ramah. Pras merasa nyaman, mereka cepat dengan akrab mengenal sosok Pras. Begitu juga dengan Pras, yang mencoba mengenal mereka semua.
"Om Jonny percaya sama kamu." Ucap Mr. Jonny.
"Iya, Om. Pras masih banyak belajar." Balas Pras dengan tersenyum manis.
Pras mulai menikmati makan siang bersama para staff RM property. Mereka juga sangat senang, dan cukup menikmati makan siang mereka.
_____________________________________🥰🥰
PENGUMUMAN PENTING!! 🙋
Ada yang mau othor katakan soal Mas Pras, dan ini sangat-sangat penting. 🤭🤭
Othor butuh pendapat kalian semua, soal Mas Pras. Sebenarnya Mas Pras mendekati detik-detik Ending. Karena Mas Pras akan di panggil Papa, dan nantinya ceritanya sudah berbeda suasana, bila tidak di panggil Mas Pras.🤗😍
"AKU PANGGIL MAS!" mungkin cukup di panggilan Mas Pras, kalau sudah di panggil Papa. Sepertinya akan aneh. Nah, apa kalian masih berminat bila setelah tamat nanti, Mas Pras masih bercerita lagi? Tapi suasana, tokoh dan panggilan Mas Pras itu berkurang, atau bahkan menghilang. Jadinya Papa Pras. Mungkin saja bisa begitu, tapi untuk ketengilan Mas Pras dan visual masih orang yang sama. Hanya berbeda suasana, dan alurnya juga berbeda. Cuma, untuk kata-kata dengan penggunaan bahasa jawa, mungkin masih ada, dan pasti ada di beberapa bagian dialog.
Nah, yang jadi buat bingung othor itu. Masalahnya novel Mas Pras ini statusnya kontrak. Jadi harus rajin update dan harus sering. Bisa dibilang begitu. Tapi othor, ingin menutupnya dengan tulisan END atau tamat. Tapi, othor tetap akan melanjutkan, bila kalian semua masih ingin membaca cerita Mas Pras. Tapi ya itu tadi, ceritanya akan sangat berbeda dari "PANGGIL AKU MAS!" SEASON 1. Mungkin lebih terkesan drama, tapi tetap saja masih dengan keseharian Mas Pras yang tengil. Ya bisa jadi sikap dan sifat Mas Pras lebih garang, dingin atau semakin gesrek. Entahlah, itu hanya wacana saja. Itu juga othor tulis, bila semua masih ingin membaca cerita kisah Mas Pras, tapi kalau tidak cukup END di season 1. Kurang lebihnya seperti itu, teman- teman setia Mas Pras dimana pun kalian berada.
Bagaimana pembaca setia Mas Pras?
Mungkin ini bisa jadi rencana othor.
PILIHAN:
A. MAS PRAS END, TAPI DI LANJUT SEASON 2, DI DALAM NOVEL INI.
B. MAS PRAS TIDAK END, TAPI NANTI TETAP END SEWAKTU-WAKTU.
C. MAS PRAS TIDAK END, TAPI UPDATE TIDAK SETIAP HARI.
D. MAS PRAS END, BERGANTI COVER & LANJUT KE SEASON 2.
Tentukan pilihan kalian.
Othor tunggu ya,,.. 🤩
Sedikit dialog, sesuai perasaan Mas Pras. Setelah membaca pengumuman dari othor.
Pras berkata "Tidak perlu ganti suasana."
"Ganti suasana lebih asyik Mas." Ujar Britney.
"Tapi sayang, othor kita gesrek. Pasti suka-suka dia. Nanti main asal rubah cerita kisah Aku." Ucap Pras dengan kesal.
__ADS_1
"Mas, susah senang itu kan soal kamu Mas, aku cuma pendamping kamu. Tapi aku dukung othor gesrek kita. Eh.. Maaf Mbak Vie." Ucap Britney.
"Jangan dong, nanti tiba-tiba jadi seperti novelnya si Alan lagi. Jadi ku menangis. Aku nggak mau. Jangan nurutin othor gesrek kita." Ujar Pras dan masih kesal gara-gara pengumuman ini.
"Mas, bukannya kamu suka, di uber-uber gadis cantik?" Tanya Britney.
"Ya nggak lah. Mana suka aku begitu sayang. Aku cuma cinta sama kamu." Ucap Pras, dan meraih tubuh Britney mendekapnya erat.
"Mas, jangan baper dong. Ini cuma cerita kamu, biarin suka-suka othornya." Ujar Britney.
"Ya, aku baperlah. Ini cerita kisahku, kisah pemuda perantauan. Sudah dong thor. Kalau mau tamat, tamat aja. Tapi, awas aja kalau jadi cerita KU MENANGIS. Aku nggak mau jadi tokoh utama." Ucap Pras.
"Iiih... Mas gitu. Namanya cerita itu, ya ada suka dan duka. Cinta dan patah hati, putus dan di tolak, pacaran, manis-manis, bucin, sudah jadi bahan utama dalam cerita Mas. Mas aja yang baperan." Ucap Britney dengan santai.
"Oke, terserah kamu sayang. Memang ini semua hanya cerita. Cerita Mas Pras di "PANGGIL AKU MAS!"
"Bukan terserah aku Mas, tapi terserah othor Vie itu, gitu Mas. Kan dia yang nulis. Kita cuma tokoh dia aja." Ucap Britney dan memegang erat tangan suaminya.
"Iya, tapi aku paling nggak suka, cerita yang pakai tangis-tangisan dan bikin mood aku anjlok." Ujar Pras.
"Kenapa bisa anjlok?" Tanya Britney.
"Ya nggak tahu. Aku down kalau nggak ada kamu. Jangan jauh-jauh dari aku." Jawab Pras.
"Siapa yang jauh-jauh Mas, aku selalu ada di dekat kamu." Ujar Britney.
"Iya, kamu dan dedek utun yang buat aku lebih semangat lagi." Ucap Pras.
"Thor, terserah mau dibuat gimana. Yang jelas, kalau jadi nangis-nangis nggak jelas. Wes bubar wae thor. Aku wegah, aku emoh. Titik." Ucap Pras dengan jelas sejelas-jelasnya.
🤭🤭🤭🤭
Othor lagi ngehalu berat. ✌😅
Gimana? Teman-Teman pembaca semuanya??
Tolong pilih ya,
A, B, C atau D.
Iya, seperti ujian sekolah. Kalian pasti pilih A.. A.. A...
Terus sebelanya B... B... B...
Sisi kanan C... C.. C.. C
Dan D... D... D...
Yuhhuuu 🥰
Ini cuma cerita dari kisah seorang pemuda tampan, yang pergi merantau ke ibukota dan mendapatkan jodohnya.
🤭🤭🤭
Othor tunggu jawaban dari teman-teman setia Mas Pras.
Semoga kalian masih tetap suka dengan cerita Mas Pras, oke oke oke 🤗🤗🤗
Othor hanya menghalu, bila suka ayok othor lanjutkan tapi sedikit drama. Bila tidak, othor akan berhenti cukup sampai nanti dedek utun lahir, dan Mas Pras benar-benar dipanggil Papa.
"Mas Pras tua, apa masih tampan ya? 🙄🙄." Othor rada bertanya-tanya. Soalnya, pernah lihat fotonya yang brewokan.
"Aku tetep bagus thor." Jawab Mas Pras.
😌😌😌😌😌😌
Ternyata Mas Pras masih selalu PD, tidak heran bila banyak penggemar setia Mas Pras. Bahkan ada yang bilang Mas Pras bikin oleng.✌😅
Saya ucapkan terima kasih, kepada teman-teman pembaca setia "PANGGIL AKU MAS!" tidak di sangka-sangka, akan mendekati episode ke 100.
🤗😚😚😚😚
Walaupun othor tidak balas komentar kalian satu persatu, othor selalu senyum-senyum sendiri bila baca komentar dari kalian semua. 🤗😘
Itu yang membuat othor selalu semangat, untuk tetap menulis, kisah kehidupan Mas Pras yang begitu tengil. 🤭
__ADS_1
Love You 😘