
Pulang berdua dengan rasa lelah dan mengantuk, Britney mulai tertidur, apalagi setelah makan pecel ayam Lamongan di warung tenda pinggir jalan.
Pras menoleh istrinya yang bersandar dan sudah tidur pulas, tangan kirinya mengelus rambutnya. Pras tersenyum dan bergumam "Sayang, sayang... Aku semakin gemas sama kamu."
Sekitar dua puluh menit, mereka tiba di rumah. Pras membuka pintu pagar, dan memasukan mobilnya ke carport depan rumah.
Setelah mematikan mesin mobil, Pras keluar dari mobil itu, dan pergi membuka pintu rumah.
Pras kembali ke mobil, membuka pintu sebelah kiri dan melepas seatbelt yang masih mengikat di pinggang istrinya itu. Kedua tangan yang kekar dan berotot mengangkat Britney dari kursi sebelah kiri itu. Pras menggendong istrinya, dan Britney tidak bergerak sedikitpun, masih tidur nyenyak.
"Sayang, kamu sudah sampai di rumah." Ucap Pras setelah membaringkan istrinya di tempat tidur.
Pras kembali ke depan untuk menutup pintu pagar yang masih terbuka.
Rasa lelah, membuat Pras berbaring sebentar di tempat tidur, sudah jam 11 malam, baru tiba di rumah. Tapi tidak masalah, karena memang dia ingin menemani istrinya saat lembur di kantor.
Lima menit sudah Pras berbaring di samping sang istri, lalu melepaskan sepatu istrinya dan dia juga masih dengan sepatunya. Meletakan di rak sepatu kemudian bergegas untuk mandi. Sudah sangat malam, tapi risih kalau tidak di guyur air.
Sudah segar, sudah wangi, kemudian memeluk sang istri, dan dia berkata "Sayang, kamu sepertinya sangat lelah. Aku juga mengantuk."
Tidak lupa mengunci pintu pagar dan pintu rumah, mematikan lampu ruang tamu dan juga kamar, hanya lampu dapur yang masih menyala, dan di kamar hanya lampu tidur bercahaya redup.
Walaupun tidak sedang hujan, malam ini udara terasa dingin. Pras tidak menyalakan AC kamar, tapi mereka berdua sudah tidur pulas.
Dua jam setelah itu, sang istri terbangun. Menatap sang suami yang tidur di sebelahnya. Britney yang tersenyum dan mengusap lembut pipi suaminya.
"Mas... Lepasin aku. Aku mau ke kamar mandi." Ucap Britney dengan pelan, dan memindahkan tangan Pras dari atas pinggangnya.
Britney keluar dan menyalakan lampu ruang tamu. Suaminya ternyata sudah menyiapkan koper di depan ruang tamu. Ada dua koper, dan tas ransel.
"Mas ternyata kamu sudah packing." Gumam Britney.
Britney masuk ke kamar belakang dan membuka lemarinya, memang semua yang Britney siapkan sudah masuk ke dalam koper.
Lalu kembali ke kamar dan memeluk suaminya, Pras tidur menyamping menghadap sang istri. Tapi istrinya sudah bangun, malah memeluknya dari belakang.
"Apa kamu tidak lelah mas??" Tanya Britney seolah yang masih bingung, semua sudah dikerjakan suaminya.
Pras tidur dengan pulas, Britney bangkit dari kasur, dan bergegas untuk mandi. Bahkan Britney masih memakai baju formal. Kemeja tosca dipadukan dengan rok span selutut.
Mandi dengan air dingin, di udara yang dingin, hanya sebentar, tapi menggigil. Britney hendak pergi keluar, tapi malah terkunci di kamar mandi.
Handle pintu kamar mandi ternyata rusak saat di putar. Britney merapatkan kimononya, berusaha membuka pintu itu, tapi susah.
Doooggghh... Dooggghh...
"MAS!!..... MAS!!! Tolong bukain pintu." Teriaknya. Berulang kali Britney menggendor dan memanggil suaminya. Suaminya sangat pulas, kamar mandi itu dekat dengan dapur.
"MAS!!!... MAS PRAS!!!...." Teriaknya dengan kencang.
Pras perlahan mendengar suara memanggil, tangannya meraba tempat tidur, sudah tidak menyentuh istrinya. Matanya perlahan terbuka, mendengar lagi istrinya memanggil, dan bunyi suara mengetuk.
Pras dengan rasa kantuk, bangkit dari tempat tidurnya. Berjalan ke arah suara yang memanggilnya.
"MAS PRAS!!!.. MAS!!..." Teriak Britney dan terus mengendor pintu itu.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa??" Tanya Pras dengan suara yang masih mengantuk, bahkan masih menguap.
"Pintunya enggak bisa di buka Mas!!!" Teriak Britney.
"Kamu sudah putar handlenya?" Tanya Pras.
"Sudah mas, tapi sudah... Mas.... Buruan bukain pintunya." Tegas Britney.
Pras keluar dan mengambil alat tukang untuk mencongkel pintu itu. Dari luar, handlenya juga susah di putar, dan Pras masih berusaha membuka handle putar itu.
Kklleekk!!
Handle pintu bisa di buka dan Britney mulai lega. Yang tadinya merasakan kedinginan, karena panik dirinya mulai hangat, bahkan berkeringat.
"Sayang,..." Panggil Pras, setelah bisa membuka pintu itu.
Britney keluar kamar mandi dan berjalan ke kamarnya. Pras mengambilkan baju untuk istrinya.
"Kamu tidak apa-apa? Maafin aku, aku tidak tahu kamu terkunci di kamar mandi." Ucap Pras.
Pras dengan sabar memaikan baju istrinya.
"Iya, sepuluh menit lebih aku panggil kamu." Ketus Britney.
Setelah memakaikan baju istrinya, Pras memeluk istrinya yang duduk di tempat tidur. Pras yang berdiri mengusap-usap rambut istrinya, Britney mulai nyaman menempelkan wajahnya ke perut suaminya itu.
"Mas...." Panggil Britney.
"Apa sayang??" Tanya Pras.
"Sayang... Maafin aku. Besok-besok kalau mau mandi, bangunin aku." Ujar Pras.
"Iya, tadi kamu tidur pulas. Aku tidak mau ganggu kamu. Apalagi besok pagi kita sudah berangkat." Ucap Britney.
Pras masih memeluk istrinya dan mengajakannya untuk tidur lagi. Britney tidur dalam pelukan sang suami, perlahan matanya terpejam dan merasa kehatangan dalam dirinya.
Mereka berdua dalam kehangatan, tangan Britney memeluk erat suaminya, kejadian terkunci itu ternyata membuat Britney takut. Pras merasakan tangan sang istri yang mencekramnya erat, Pras membisikan sebuah do'a ke telinga istrinya.
Pras kembali tidur, dan Britney mulai tidur dengan nyenyak. Perlahan sang suami juga terlelap dan masih memeluk istrinya.
Suami istri tidak saling melepaskan pelukannya, setelah satu jam tidur pulas, Britney melepas tangannya dan berubah posisi tidurnya. Tangan Pras masih memegang pinggang istrinya.
Morning
Usai kejadian itu, setelah fajar tiba Britney dan Pras sudah berangkat untuk mudik ke Semarang.
Tidak lupa menghampiri Rendy, karena mereka sudah janjian. Rendy juga ingin pulang, apalagi ini acara keluarga sahabatnya, dan Rendy juga mengambil cuti sejenak. Untuk memikirkan proyeknya dan mencari kekasih baru.
Pras sudah sampai di tempat saudara Rendy, dan Britney ikut suaminya untuk mengenal saudara Rendy. Setelah cukup mengenal, mereka segera pergi dan Rendy yang menyetir mobil itu.
"Aku ngantuk Ren..." Ucap Pras, yang duduk di kursi sebelah kiri.
"Turu kono, mengko gentenan." Balas Rendy dan yang sedang menyetir.
(Tidur sana, nanti gantian)
__ADS_1
"Golek sarapan disik. Lagi turu meneh." Ucap Pras.
(Cari sarapan dulu. Baru tidur lagi.)
Britney duduk di belakang sambil memeluk bantal leher. "Mas... Sarapan bubur ayam." Pinta Britney.
"Ren... Mampir neng bubur ayam Babeh wae." Ucap Pras.
(Ren... Mampir ke bubur ayam Babeh aja)
Tempat bubur ayam itu cukup terkenal di daerah itu, Rendy juga tahu warung bubur ayam pagi itu. Mereka juga akan melewati tempat itu. Tidak masalah, ini juga masih pagi. Belum jam 6 pagi, jadi santai.
Tidak lama Rendy menghentikan mobil itu, dan mereka turun dari mobil. Tampak ramai, padahal masih pagi. Britney memilih tempat duduk dan Pras pergi memesan bubur ayam itu.
"Britney, kenapa Pras mengantuk berat? Apa main game lagi??" Tanya Rendy.
Soalnya Rendy tahunya Pras hobby main game. Bahkan waktu Britney ngambek, Rendy juga tahu, dan menertawakan Pras yang di suruh memeluk guling saja ketika tidur. Pras mau curhat, malah di ledekin sahabatnya.
"Bukan, tapi gara-gara aku." Jawab Britney dengan malu.
"Kenapa??" Tanya Rendy yang penasaran, Rendy berfikir kenapa harus tanya lagian mereka suami istri, pasti malam mesra suami istri.
"Soalnya, semalam aku kekunci di kamar mandi. Terus tidurku enggak tenang. Jadi Mas Pras terbangun terus, makanya dia ngantuk berat itu." Jawab Britney.
Eneng - Eneng Wae (Ada-ada saja)
"Hemmsss... Kemarin lembur karena kerjaan. Sekarang mengantuk karena istrinya." Batin Rendy, lalu berkata kepada Britney "Ya sudah, nanti aku saja yang nyetir. Lagian nanti lewat Toll."
"Iya Rend.. Untung saja kamu ikut. Kalau tidak, kita tunda jadwal mudiknya." Balas Britney.
Setelah membasuh muka, Pras duduk disebelah istrinya dan tidak lama bubur ayam sudah tersaji di meja dan mereka mulai sarapan pagi, sebelum perjalanan jauh.
Uuuuu... Nyummi bubur ayam Babeh!!
πΌπΌπΌπΌ
Haii... maaf dibab ini kurang memuaskan, hehehe
Bila masih terdapat typo dalam tulisannya ini, mohon katakan kepada author. Karena author masih banyak belajar.
Terima kasih ππ€π€
Salam manis dari Mas Pras.πβ
πΌπΌπΌπΌ
Buat kalian yang suka novel baper dan romantis, silahkan mampir ke novel karya sahabat author. π€π π
__ADS_1