
Dua minggu sudah berlalu setelah pulang dari Semarang.
"Sayang, kamu kenapa lagi?" Tanya Pras setelah dirinya pulang dan melihat istrinya ngambek tanpa sebab.
Britney tidak mengiharaukan suaminya, beranjak ke kasur dan melanjutkan nonton filmnya. Pras yang pulang kerja, tiba di rumah Kakek Restu tidak mengerti apa yang terjadi dengan sang istri.
Yuuupppss!!!
Setelah waktu itu pulang dari Semarang, setiba di rumah, malam harinya keluarga Britney datang ke rumah kontrakan. Untuk menjemput Britney dan mengajaknya sementara tinggal di rumah Kakek Restu.
Britney sedang hamil muda, apalagi Pras kerja sampai malam, tidak ada yang menemani Britney di rumah. Tadinya Britney lebih memilih tinggal dengan Mamah Sarah. Tapi karena mendekati persiapan pernikahan Maeva dan Rehan. Mamah Sarah sibuk dan tidak akan bisa mengurus Britney dengan baik. Jadi Tante Vanesa yang mengurus keponakannya itu.
Hari ini hari sabtu, Pras hanya setengah hari di kantor. Pras juga merapel pekerjaan istrinya atas permintaan Evan. Jadi yang benar-benar penting tetap Britney harus bekerja di rumah, tapi di bantu suaminya.
Masalah perkerjaan dengan Elleanor juga sudah selesai, jadi tidak masalah membantu pekerjaan istrinya.
"Sayang kamu masih cuekin aku?? Cerita sama aku. Dari tadi pulang sampai sekarang kamu diam saja!" Keluh Pras yang saat ini harus merayu istrinya.
Sudah hampir satu jam Britney mendiamkan suaminya.
"Sana, mandi." Ucap Britney saat melihat jam sudah sore sekitar jam 5 lebih.
"Kamu cerita dulu sama aku. Ada apa? Kamu cuma jawab salam aku setelah itu kamu cuekin aku. Apa film kamu lebih penting dari suami kamu." Tegas Pras.
"Kamu marahin aku??" Tanya Britney yang sudah berkaca-kaca, dadanya mulai sesak.
Entah kenapa suaminya juga sangat marah saat ini. Padahal hanya diam sebentar saja. Kenapa harus memarahi istrinya. Pikiran Britney sangat tidak nyaman.
"Sayang, aku enggak ada niat buat marahin kamu." Ucap Pras dan meninggalkan istrinya.
Britney di kasur dengan rasa sesak di dalam dadanya. Harusnya istrinya yang marah-marah saat ini, kenapa jadi suaminya yang kesal hanya karena dicuekin istrinya.
Setengah jam kemudian.
"Kamu masih mau cuekin aku?" Tanya Pras.
"Aku mau nonton. Mas keluar saja." Jawab Britney.
Pras mengambil tas ranselnya dan mengeluarkan buku - buku tentang Ibu hamil, Ibu menyusui dan buku masakan.
"Ini buat kamu. Aku tadi mampir dulu ke gramed." Ucap Pras dan setelah itu pergi meninggalkan istrinya. Britney hanya menatap sekilas buku itu, dan tidak peduli lagi.
Setelah keluar dari kamar bertemu Tante Vanesa.
"Pras ternyata kamu sudah pulang" Ujar Tante Vanesa.
"Iya Tante, sudah dari tadi. O ya, Tante tadi Britney di rumah ngapain aja?" Tanya Pras dengan santai.
Pras penasaran, apa yang membuat istrinya sampai kesal pada suaminya.
"Emms.. Tadi Tante ada pemotretan di halaman belakang dan Britney juga ikut ambil foto. Terus sama Vava dikamar, katanya nonton film." Jawab Tante Vanesa.
__ADS_1
"Vava?? Terus Vava dimana Tante?" Tanya Pras.
"Bukannya dikamar kalian? Tadi Tante lihat Vava nonton film di kamar Britney." Ucap Tante Vanesa bingung.
Tante Vanesa berjalan ke kamar Britney ingin memberikan kacang almond dan Pras mencari Vava ke kamarnya.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk!!" Teriak Vava yang asyik bermain PS.
"Vava... Vava..." Panggil Pras dan Vava tidak menghiraukan Pras.
Pras juga bingung ini bocah satu kenapa jadi ikut - ikutan cuek.
"VAVA" Tegur Pras dengan suara kencang.
"Ada apa Bang Pras? Vava enggak budhek." Ucap Vava dengan kesal dan masih bermain game.
Pras juga kesal langsung mematikan layar LCD itu dan Vava menatap Pras tajam.
"Apain sih, Bang Pras resek banget!!" Ketus Vava dan melotot ke arah Pras.
"Kamu tahu Britney kenapa marah?? Kamu pasti tahu alasannya!!" Tanya Pras dengan suara pelan.
"Enggak tahu. Itu urusan kalian berdua." Ketus Vava, tapi dalam hati Vava seperti memaki Pras dengan geram.
"Aku tanya kamu serius. Kamu enggak mau cerita sama aku. Oke, besok enggak ada lagi minta aku antarin ke Sekolah." Ucap Pras dengan sinis.
Pras masih berfikir. Tidak biasanya Britney hanya diam dan tidak berkata apapun. Kemarin- kemarin tidak ada masalah apapun. Baik Britney atau Vava biasa saja.
Pras masih menatap tajam Vava. Awalnya Vava mengalihkan pandangan matanya, karena lama- lama juga takut sama Pras.
"Emmss.. Tadi Bang Pras jalan sama Helga bukan??!! Ujar Vava.
"Helga?? Kamu kenal Helga??!" Tanya Pras.
Pras mulai mencium aroma tidak nyaman. Salah paham lagi ternyata.
"Owh... Jadi kamu tahu tadi aku yang di Gramed sama Helga, begitu??" Tanya Pras.
"Ini, tadi Jihan kasih tahu Vava. Nah ada Kak Britney disebelah Vava. Jadinya tahu ini model, Mama juga kenal sama Helga." Ucap Vava.
"Di foto itu aku ngapain??! Aku cuma ketemu enggak sengaja. Terus Helga nyapa biasa aja." Ucap Pras.
"Ya udah sono. Jelasin sama Kak Britney. Vava enggak bisa bantuin Bang Pras. Yang jelas Kak Britney tadi ngamuk. Makanya aku main PS aja." Ucap Vava.
Pras dengan kesal kembali ke kamarnya dan Britney masih curcol sama Tante Vanesa.
Melihat Pras yang sudah masuk kamar, Vanesa keluar dan mengedipkan matanya ke Pras. Pras mengerti Tante Vanesa juga sudah mengetahui, akhirnya malah Britney yang dinasehati Tante Vanesa.
"Kamu marah cuma karena foto?" Tanya Pras.
__ADS_1
"Mmmssh.." Ucap Britney yang masih malas bicara dengan suaminya.
Pras mulai menjelaskan kalau tadi tidak sengaja bertemu Helga, dan Helga juga hanya menyapa Pras. Tapi Pras juga menjelaskan ke Helga soal menolak pekerjaan Helga waktu itu. Pras juga mengatakan kepada Helga kalau istrinya hamil muda, makanya Pras tidak terima job lain lagi. Pras berkata kepada Helga hanya ingin fokus merawat istrinya saja. Helga juga mengucapkan selamat untuk Pras.
"Emmss..." Ucap Britney setelah mendengarkan cerita Pras.
"Kamu lebih percaya sama anak-anak itu dari pada suami kamu?!" Tanya Pras.
"Aku percaya suami aku. Tapi enggak bisa percaya sama orang lain yang berusaha ingin dekat dengan suamiku." Jawab Britney.
"Memangnya Helga ingin dekat suami kamu??" Tanya Pras dan mulai memeluk istrinya.
"Entahlah!! Tapi perasaan aku enggak suka waktu tadi melihat foto dari Jihan." Ucap Britney.
Pras memeluk istrinya dan menciumi pipi istrinya itu. Pras juga sangat gemas, semakin hari istrinya sangat cemburuan. Hanya ketika Pras dengan Vava aja Britney tidak cemburu, malah hampir setiap hari Pras diminta untuk mengantarkan adiknya itu untuk berangkat ke sekolah.
Waktu ngobrol berdua sama Ghea di halaman belakang rumah Kakek saja, Britney juga cemburu. Dan Evan tertawa melihat kecemburuan Britney yang tidak jelas. Tapi semua memaklumi itu, Ibu hamil ada saja yang di permasalahkan. Ghea juga mengerti hal itu, tapi Britney masih kesal dengan Ghea.
"... Aku masih kesal." Ucap Britney.
"Kamu terlalu banyak nonton film. Kamu lebih baik baca buku ini biar mood kamu bisa berubah manis." Ucap Pras.
Sudah adzan maghrib, Pras mengajak istrinya untuk sholat berjamaah. Britney mulai luluh dan sudah tersenyum manis. Pras bukan suami yang sabar juga, terkadang juga kesal kalau melihat istrinya yang cemberut terus menerus.
"Mas..." Ucap Britney saat mencium tangan suaminya.
Pras mencium kening istrinya dan memeluknya. Pras juga meminta maaf, hari ini sangat capek buat Pras. Entah kenapa Pras juga bisa bernada tinggi saat kesal terhadap istrinya. Britney mulai luluh dan tidak kesal lagi. Walaupun hatinya masih sangat tidak suka dengan gadis yang bernama Helga itu.
"Sayang, kamu harus percaya sama aku. Aku sayang kamu." Ucap Pras.
"Iya Mas..." Balas Britney, lalu tangan Britney meraih tangan suaminya dan meletakan ke perutnya, Britney berkata "Dedek utunnya kangen sama Papa."
Mmmuuaacchh!!!
Pras juga menciumi dedek utun yang ada di dalam perut istrinya itu dengan tersenyum manis.
Pras yang masih memegang perut istrinya, sambil mengajari istrinya menghafal surat- surat pendek. Britney tampak serius belajar, sudah beberapa hari setelah sholat maghrib Pras berusaha mengajari istrinya untuk belajar banyak tentang keyakinan.
Pras juga masih banyak belajar, banyak buku yang di beli Pras untuk istrinya belajar tentang keyakinan.
πΌπΌπΌπΌπΌ
Haii.. Haii... Semua para pembaca dimanapun anda berada, semoga kalian suka cerita di bab ini, pasti semua bingung, kenapa alurnya melompat jauh, hehehe.... Iya, soalnya author sudah gemes duluan sama Vava yang lama menghilang. Masak second lead harus ngumpet terus.
Hehehehe
Semoga tidak masalah ya para pembaca budiman.
Jangan baper, karena ini cuma sekedar cerita π€ππ β
__ADS_1