PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
On The Beach


__ADS_3

Rabu siang, tadinya mau ke Jogja hari kamis. Tapi karena telfon dari Om Satria dan juga Claudia, akhirnya sepasang suami istri itu pergi ke Jogja.


Yuuupss!!


Om Satria masih keasyikan di Jogja. Apalagi Tante Fitri rasanya tidak puas kalau hanya satu hari saja. Pras dan Britney akhirnya menyusul mereka. Saat ini Pras sudah mengendarai mobil putih itu dengan santai.


"Sayang, kamu cari apa?" Tanya Pras melihat istrinya yang sibuk, mengobrak abrik isi tasnya.


"Aku cari lipstik mas." Jawab Britney.


"Memangnya tadi enggak dibawa?" Tanya Pras.


Britney merasa tidak nyaman, akhirnya menatap suaminya dan berkata "Mas, bukan cuma itu, dompetku juga ketinggalan di tas satunya."


"Bukannya tadi waktu berangkat sudah kamu cek!" Seru Pras.


"Iya, ternyata aku salah ambil tasnya mas." Ucap Britney dengan cemberut, dan semakin bingung. Apalagi mereka berdua saat ini sudah mau masuk wilayah Jogja.


"Kamu kenapa baru bilang, dompet aku juga ada di tas kamu!!" Tegur Pras.


Britney menatap suaminya, dan menjadi gelisah. Rasanya sudah tidak karuan, tadi waktu berangkat karena keasyikkan bercanda sama Pakde Budhe, balik ke kamar langsung nyomot tas jinjingnya.


Pras memarkirkan mobilnya ke pinggir sisi kiri jalan "Terus kita mau lanjut?!! Atau kita pulang saja?"


Britney tampak kecewa, niatnya ingin jalan-jalan. Tapi tatapan suaminya sangat mengerikan, dan Britney bingung harus bilang apa sama suaminya.


"Mas.... Mmmss.. Mas... Mas Aku salah, aku ceroboh." Ucapnya dengan bingung, dan Pras masih menatapnya.


"Aku tidak masalah kalau kita pulang saja. Tapi ini bensin juga mau habis." Ujar Pras.


Tiikkkttok... Tikkkttoook!!


Mikirnya lama, bingung harus gimana. Suaminya sangat serius saat menatapnya. Pantas saja dari tadi Britney tidak mendengarkan suara ponselnya.


Pras menatap teduh istrinya, Britney juga hampir menangis, dan Pras berkata "Ini akibatnya kalau kamu terlalu banyak barang dan aksesoris. Kamu jadi bingung, terus kamu jadi lupa. Kalau seperti ini, kamu mau gimana??"


Britney menatap suami "Maafin aku mas, aku yang salah... Aku juga ceroboh."


Pras tidak tega, perlahan mengambil tasnya yang di jok belakang. Tasnya dibawah, belakang kursi kemudi.


"Ini tas kamu." Ucap Pras saat menyerahkan tas jinjing dengan warna coklat tua.


Britney diam, kedua tangannya menerima tas itu. Ternyata warna tasnya juga sangat mirip, hanya berbeda model saja.


"Aku mengambilnya tadi, setelah kamu disini. Setiap mau pergi aku selalu melihat apa yang masih tertinggal." Ucap Pras.


Britney masih mematung dengan bibirnya yang cemberut, pipinya tampak bulat sempurna seperti bakpao yang baru keluar dari kukusan.


Pras mulai mengendarai mobilnya lagi, setelah mencium bibir manis istrinya, karena dari tadi bibir itu membulat dan sangat menggemaskan.


Jam 3 sore, tiba di Pantai yang cantik dan banyak pilihan wisata Pantai. Pras mendekati Britney yang dari tadi belum mood.


"Sayang, maafin aku. Kamu bebas bersenang- senang. Aku mau ke parkiran nungguin Om Satria. Ucap Pras yang ingin istrinya berfikir sendiri, Pras juga hanya diam sepanjang perjalanan tadi.


Britney sudah di Pantai, tapi pikirannya masih soal ucapan suaminya. Perlahan memandang ke arah Pantai, hari ini cukup sepi, hanya melihat beberapa wisatawan yang ada, mungkin kerena matahari masih menyengat. Ada seorang gadis yang ada di dekat Britney bersama teman- temannya.


"Permisi, Mbak boleh minta tolong." Ucap Britney.


"Iya, ada apa ya??" Tanya salah satu gadis itu.


"Bisakah kamu memotret? Aku mau ingin difoto disebelah situ." Ucap Britney sambil menunjuk ke arah pantai.


Mereka berjalan dan Britney cukup santai. Gadis itu sangat imut dan cantik.


Cekreek! Ceekkreekk!!

__ADS_1


Sudah beberapa jepretan dengan berbagai gaya. Karena pikirannya yang gelisah, Britney belum bisa tersenyum.


"Mbak... Sekali lagi ya!" Pinta Britney.


"Aku bukan Mbak..." Ucapnya dengan tengil dan gayanya imut, bergumam sendiri "Heemms, memang aku seperti Mbak- Mbak!!."


Britney bingung lalu bertanya "Nama kamu siapa?"


"Namaku Asa Bernisletih." Jawabnya dengan manis.


"Nama yang cantik." Ucap Britney, berkata manis "Dek Asa, tolong satu lagi ya."


Asa terlihat masih sangat muda seperti gadis belasan tahun.


"Aku bukan adikmu. Panggilnya,, Asa aja." Ucapnya terdengar logat suara medok, dengan gaya imut dan tersenyum manis.


"Iya Asa.... Tolong sekali lagi." Balas Britney dan mulai tersenyum.


Cekrrreeeekkk!! Cekkreeekk!! Smile!!



"Asa... Makasih ya udah fotoin aku." Ucap Britney.


Asa dengan memandangi Britney "Sama- sama Kak." Ucapnya lalu bertanya "Nama Kakak siapa?"


"Aku Britney." Jawab Britney dan menatap dengan gemas, bertanya "Tadi kamu dipanggil adek nggak mau, kenapa panggil aku Kakak??"


"Tidak sopan Kak, tadi aku cuma bercanda. Tapi aku juga bukan anak- anak, jadi tolong jangan panggil aku dek. Ok!!" Ucapnya dan tertawa


Britney cukup berbincang dengan Asa, ternyata tadi juga bukan teman-temannya. Asa tadi hanya diminta untuk memotret mereka.


Wkwkwk *Asa_pothografer


Asa Bernisletih menyapa dari Gunung Kidul, dia juga sangat imut dan manis. Kalian bisa menyapanya di akun Asabernisletih. πŸ€—


Berjalan mendekati tukang cilok, dan Asa sudah kenal dengan Bang Cilok itu.


"Bang War War, ciloknya dong sepuluh ribu." Ucap Asa.


Britney hanya menatap dan cukup tergoda saat Bang Cilok membuka tutup dandangnya. Tampak cilok bulat isi telur puyuh, tahu isi cilok dan cilok polos.



"Asa... Ini cilok rasa asrama untukmu." Ucap Bang Cilok, saat memberikan satu cup gelas dengan isi cilok campur dan memakai saos cabai.


"Bang saosnya pedas ya?" Tanya Britney, setelah melihat gelas plastik yang di pegang Asa tampak terlihat merah merona.


"Gak kok neng, lebih pedas ucapan tetangga." Jawab Bang Cilok, Britney masih menatapnya dan merasa aneh, lalu Bang Cilok menunjuk beberapa jenis saos yang ada "Yang itu tadi pedas kaya mercon bikin bibir dower, yang ini sedang kaya harapanku yang tersisa, dan ini saos kacang tidak pedas tapi cukup menggoda."


Bang Cilok yang selalu menjadi seorang pujangga dikala kesendiriannya. Penjual cilok ini juga ada di dunia NovelToon guys dan kalian bisa menyapanya di instagramnya @anwarsaprudin02.


Britney akhirnya memilih yang saos kacang dan tersenyum saat Bang Cilok mulai menggoda Asa. Mereka saling mengenal dan cukup berteman.


Pras datang menghampiri Istrinya, Britney tercengang melihat pemandangan bidang menggoda matanya. Pras telanjang dada dihadapan umum.


"Mas sudah nyemplung ke pantai duluan." Ujar Britney.


"Hemms.. Kenapa?? Kamu sudah memikirkan kesalahanmu??" Tanya Pras dan menatap teduh istrinya.


"Emss... Iya sudah. Tapi kamu kenapa tidak pakai kaos sih, mau dipamerin!!" Ketus Britney dengan kesal.


Pras menyelipkan rambut istrinya kebelakang telinga, rambut istrinya terkena angin, seperti terbang dan menghalangi wajahnya.


"Ayo kita kesana, Om Satria dan lainnya mencari kamu." Ajak Pras dan Britney pamit dengan Asa dan Anwar.

__ADS_1


Britney tidak mengenalkan suaminya, karena suaminya tidak berpakaian lengkap. Britney sangat kesal, bahkan banyak gadis yang menatap suaminya termasuk Asa.


Asa Tutup Mata Neng!! *Author πŸ˜…


Om Satria juga merasakan kesegaran air laut, Tante Fitri tidak henti memotret ke tiga anaknya.


"Tante" Panggil Britney


Tante Fitri mendekati Britney dan mengajaknya untuk berfoto bersama ketiga anaknya. Pras tersenyum melihat istrinya yang kesal kepadanya.


Birtney lalu lebih memperhatikan si kembar tampan. Pras merasa diacuhkan istrinya, menarik istrinya ke dalam pantai. Britney tidak mau, tapi Pras malah mengangkatnya dan mereka berdua masuk ke dalam air yang tampak kebiruan.


Byuuuurrrrr!!! Makk Nyyess!!! *Author_Halu


Kedua mata itu bertemu, Pras mengerutkan dahi dan menyungging sebelah bibirnya lalu berkata "Bagaimana bisa aku marah sama istriku."


"Buktinya tadi diemin aku." Ujar Britney.


"Iya, aku akan marah dan lebih marah, kalau nasehat aku kamu hiraukan begitu saja." Balas Pras.


Britney mulai membulatkan bibirnya dan menatap lekat wajah suaminya itu "Aku juga marah ternyata suamiku...emm...suamiku...uuuhh.."


"Uuhhh apa??" Tanya Pras mematap lebih dekat dan hampir mengecup bibir istrinya itu.


"Mas, kita di tempat umum. Apa kamu, uuuhhh" Ucapnya dengan kesal.


Britney semakin gelisah, kenapa suaminya semakin menjadi, tapi membuat dia berdebar.


Pras tersenyum "Sayang apa yang kamu pikirkan, kamu sangat lucu. Aku tidak kuat lagi berpura- pura."


Pras berlari dan mengangkat pinggang sexy istrinya itu, mereka berdua berputar dengan manis. Tante Fitri tidak ingin melewati moment romantis itu, beberapa jepretan ia dapatkan.


Pras berkata "Maafin aku sayang, aku tidak pandai berakting."


"Emmmsss... Kamu nakal, aku nggak suka." Ketus Britney menutup wajahnya.


"Buka dong wajah kamu, aku jadi enggak bisa lihat bibir kamu sayang. Britney...." Rayu Pras.


Britney perlahan membuka wajahnya dan mulai tersenyum manis. Britney hendak berlari tapi tangan Pras lebih dulu menariknya, dan Britney dalam dekapan hangat suaminya.


Mereka berdua basah kuyup, tapi Britney merasakan dada suaminya yang segar dan perlahan tangan lembut itu menyetuhnya.


Pras mengecup keningnya, dan lagi-lagi Tante Fitri sudah standby dengan kamera canggihnya.


Ceekkreek... Cekkrrrekkk!!


Pras tersenyum dan merasakan dirinya yang bahagia.


"Emms... Mas... Aku.. Aku mau beli kelapa muda." Ucap Britney dan berlari, rasanya sangat berdebar.



🌼🌼🌼🌼🌼


Terima kasih semua... Semoga kalian suka dengan cerita di bab ini.


Cerita ini ditemani Asa dari Gunung Kidul, dan Bang Anwar juga dari Jogyakarta. Mereka berdua sesama sahabat author yang lain sering berbagi cerita dan kisah mereka. Kemarin juga ada Chevia yang dari Semarang, aku jadikan nama pemilik Cafe Chevia.


Terima kasih juga buat team BLku Keluarga Gabut di novelku sebelah "KELUARGA GABUT CHECK!!" dan terima kasih juga buat grup WA author Queen J yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu, disana adik- adik manis dan ada Mom Fie, lalu beberapa team GC lainnya, terima kasih buat curcolannya setiap hari. πŸ€—πŸ€—πŸ€—βœŒπŸ˜…πŸ˜‚πŸ€™


Kalian bisa mampir ke novel dibawah ini πŸ‘‡



__ADS_1



__ADS_2