
Pagi yang menyenangkan, menyetir mobil sambil bersiul dan sang istri merapikan make-upnya, lalu mengecupkan bibirnya dan tisue putih tertempel gambar merah merona.
"Mending dikecupkin ke pipi suami kamu" ujar Pras.
"Mas... Nanti lipstiknya nempel ke pipi kamu." balas Britney.
"Bekas lipstik bisa dihapus. Tapi rasa ciuman kamu akan tersimpan dalam perasaan aku" ucap Pras sangat tengil.
Britney lalu mengecup suaminya dan suaminya jadi tersenyum bahagia.
Masih dalam kemacetan pagi. Britney sudah tidak sabar, karena akan ada rapat pagi ini.
"Sabar sayang. Tidak akan terlambat." ujar Pras.
"Iya mas.. Tapi ini sangat penting." ucap Britney.
"Kamu bilang sama Tania untuk siapin semuanya." ucap Pras dan mobil mulai berjalan lagi.
Britney menghela nafas, dari rumah sudah lebih awal, tapi kenapa senin pagi ini sangat macet.
Karena akan ada proyek gabungan dengan kontraktor lain. Britney menghubungi Ferdi agar menunggunya. Britney mengatakan kalau dirinya masih terjebak dalam kemacetan.
Ferdi lalu mengatakan kalau rapatnya di undur siang nanti, karena dari pimpinan kontraktor lain juga masih di luar kota.
"Gimana? Apa kata abah?" tanya Pras yang masih menyetir mobil.
"Di undur nanti, setelah makan siang. Yang dari perusahaan Kendrick masih diluar kota." jawab Britney.
"Kendrick?? Yang di Jakarta Barat??" tanya Pras.
Britney menatap suaminya "Kamu tahu mas?"
"He'em.. Aku pernah dapat job bikin aplikasi dan masalah jaringan, namanya Rain Kendrick. Pasti juga dari perusahaan itu" ucap Pras.
"Rain?? Rain Kendrick?" tanya Britney.
Britney sangat penasaran, ternyata suaminya juga tahu keluarga Kendrick.
"Iya sayang, kalau bukan karena job itu, mana mungkin aku bisa menabung." ucap Pras.
Yupsss... Pras lulusan sarjana informatika.
Jadi terkadang ada job lain di luar pekerjaan kantor RM dan Kafe Senja. Tidak hanya masalah aplikasi dan jaringan, terkadang ada job membuat program tentang aplikasi dasar, dan data program keuangan, pajak dan pengaturan management.
"Iya, aku pikir cuma klien biasa. Kamu kenal Rain dari mana?" tanya Britney.
Pras memberikan ponselnya. "Buka web resmi www.pras.dana.co.id, itu website resmi suami kamu, untuk melayani job program."
Britney membuka itu dan cukup menarik, Britney tersenyum, tampilan website suaminya sangat berbeda dengan enterpreneur yang lain.
"Suamiku sangat hebat" ucap Britney, dan kembali mencium pipi suaminya.
Pras tersenyum manis. "Sayang, aku juga sudah dapat job baru. Kamu do'ain aku."
"Iya mas.. Tapi kalau klien kamu perempuan. Kamu harus cerita sama aku." ujar Britney.
"Pasti sayang, kamu tidak perlu khawatir." balas Pras dan tangan kirinya mengelus rambut istrinya.
Sampai juga di kantor RM (Restu Mandiri)
Britney sudah di sambut Tania lebih dulu di depan lobby, dan Pras masih di dalam mobil karena ada telfon dari Bu'e.
Pras dengan tersenyum dan sangat bahagia, karena sabtu nanti akan pulang ke Semarang.
__ADS_1
Setelah menutup telfon itu, Pras melihat sosok dikenalnya dan Pras bergegas mendekatinya.
"Rain.. Apa kabar??" tanya Pras.
"Pras... gue baik. Loe kerja disini?" tanya Rain.
"Iya, gue kerja disini udah setahun." jawab Pras.
"Owh.. Gue baru ini ke RM. Biasanya kakak gue yang datang kesini." ucap Rain.
"Emmss.. Jadi benar, Perusahaan Kendrick yang join proyek di kawasan Tangerang." ucap Pras.
"Iya.. Tapi gue juga baru. Gue disuruh kakak untuk kesini lebih pagi. Kakak gue masih otw, soalnya dia dari Jogja." ucap Rain.
Mereka berdua masuk ke RM dan Pras mengantar Rain ke ruang Evan lebih dulu. Karena ada yang Rain harus bahas dengan Evan sebelum rapat dimulai.
"Silahkan masuk Rain Kendrick... Kakak kamu sudah telfon. Ayo duduk dulu" ajak Evan.
"Iya.. Makanya Rain kesini duluan. Malah ketemu sama Pras di luar." ucap Rain.
"Kalian saling kenal?" tanya Evan.
"Kenal bang, ya baru kenal juga" jawab Pras.
"Kita lama kenal di game." ketus Rain.
"Bokis loe.. Dia abang ipar gue." balas Pras.
"Iya Kak Evan kita berdua kenal, Pras yang buat program aplikasi baru di Perusahaan Kendrick. Berkat Pras, website juga jadi lebih keren." ucap Rain.
Evan melirik Pras, kenapa dirinya sampai tidak tahu hal ini.
"Pras... Nanti malam kamu lembur di ruangan ini." pinta Evan.
"Ok bang Evan, tapi abang yang bilang sama istriku." jawab Pras.
Evan dan Rain membahas rancangan proyek nanti. Sambil menunggu rapat nanti. Rain masih muda, dia juga baru lulus kuliahnya. Rain memperhatikan penjelasan dari Evan dengan serius. Karena Rain juga baru masuk dalam dunia kontraktor, berbeda dengan kakaknya, apalagi Rain kuliahnya di desain grafis.
Sudah siang
Setelah istirahat siang, bos besar perusahaan Kendrick telah tiba.
Yuuhhuuuu
Real Kendrick, dia sangat teliti dalam pekerjaan, sifatnya yang terkenal dingin saat bekerja sudah lenyap, setelah dirinya menikah.
Yaaaaa... soalnya udah jadi kucing jantan
Evan menyambutnya di lobby bersama Britney dan mereka cukup dekat. Real dulunya kakak kelas Evan waktu SMA. Mereka juga cukup akrab dan sering menjalin kerjasama. Real yang dari SMA sudah masuk dalam dunia bisnis kontraktor, Evan sangat percaya, kali ini proyeknya akan berhasil.
"Evan... selamat atas pernikahan kamu. Sorry aku waktu itu di Jogja. Pagi tadi aku baru pulang." ucap Real.
"Iya, aku tahu. Rain juga sudah cerita, lalu gimana kabar istri kamu??" tanya Evan.
"Krystal baik, anak kita nomor dua sangat aktif." jawabnya dengan tersenyum.
Britney mendengar hal itu tersenyum dan berkata "Kak Real, aku tidak bisa membayangkan Krystal mengurus Lais dan Lucy"
"Yaa.. Begitulah istriku, semakin bawel. Lucy suka membuat Krystal lelah. Aku dengar kamu sudah menikah?" tanya Real.
Britney tersenyum "Iya, nanti aku kenalin sama kakak." ucapnya dan mereka berjalan ke ruang rapat di lantai 8.
Real memperhatikan presentasi rancangan dari Evan dan Britney juga mempresentasikan soal anggaran dan pengaturan management proyek.
__ADS_1
Real tersenyum dan semuanya berjalan lancar, gabungan dua kontraktor besar sudah resmi terjalin. Ferdi menjabat tangan Real dengan tersenyum. Britney, Evan dan Rain juga sangat yakin kalau proyek ini akan berhasil nantinya.
Real berjalan mendekati Britney "Kenapa masih kaku?? Apa Evan tidak mengajarimu."
Britney menunduk, bagaimana tidak. Real adalah cinta pertama Britney waktu dirinya remaja. Tetap saja masih ada rasa canggung. Real mengerti hal itu, tapi mereka sangat akrab. Real dari dulu juga memperhatikan Britney, walaupun dia juga punya sahabat perempuan, tapi setiap bertemu Britney Real juga sangat memperhatikannya.
Istri Real juga sangat tahu hal itu, bahkan Britney sekarang lebih mengenal dekat istrinya Real.
Rain menggoda Britney "Haii, Kakak jangan cuma perhatikan kakak aku. Aku juga mau minumannya"
Britney memberikan botol minuman ke Rain dan mereka berbincang tentang Pras. Britney baru tahu kalau bukan hanya soal job suaminya, tapi Rain bahkan teman gamer suaminya. Mereka sudah satu tahun gabung dalam grup gamer.
"Aku pernah mencoba untuk bermain" ucap Britney.
"Asyik pastinya" ujar Rain.
"Asyik, tapi jadi lupa waktu" ketus Britney.
"Iya, istriku tidak mengomel. Tapi istri kakakku tiap hari mengomel" ucap Rain.
"Bagus kalau begitu, aku akan bilang sama Krystal. Biar kamu nggak bisa main game." ucap Britney.
"Jangan dong. Aku masih butuh hiburan. Kakak tahu masalah aku dengan Bianca dan Krystal gimana." ucap Rain
"Itu urusan kamu. Byee.. Aku mau kerja lagi." ucap Britney dan dia kembali ke ruangannya.
Pras sibuk dengan datanya. Rain tiba-tiba telfon Pras.
Pras keluar ruangan untuk menemuinya.
"Santai, loe bisa menikmatinya" ucap Pras setelah tahu kalau Rain tadi mengobrol dengan istrinya
"Loe nggak cemburu??" tanya Rain.
"Tidaklah.. Gue lebih mengenal istri gue" jawab Pras yang percaya diri, karena istrinya yang lebih cemburuan.
Deggh;
Melihat yang ini sangat berbeda, Britney berjalan keluar ruangannya dengan Real. Karena Real ingin melihat ruang kerja Britney.
"Mas... Kenalin, ini kak Real" ucap Britney.
Real dengan tersenyum mengulurkan tangannya, dan Pras menjabat tangan sosok Real Kendrick, Pras masih tidak menyangka, ada sosok yang lebih menarik dan menawan. Pancaran matanya yang tajam dan berkilau.
"Saya Prasetya" ucap Pras.
"Britney sudah banyak cerita, ternyata kamu yang membuat program Kendrick. Keren, aku sangat menyukai hasil kerja kamu" ucap Real dengan tersenyum.
"Terima kasih, Mr. Real Kendrick" ucapnya.
"Tidak perlu kaku, panggil kakak saja." ujar Real.
"Baik" jawab Pras.
"Britney ajak suami kamu ke rumah, tante Reanna dan yang lain juga harus mengenalnya." pinta Real.
Britney mengatakan akan segera berkunjung ke rumah tante Reanna dan Real menempuk pundak Pras, Real sangat kagum dengan sosok Pras.
"Pemuda yang hebat" gumam Real, setelah pergi dari kantor RM.
Pras tadi sangat berdesir saat menatap mata Real, sepertinya Real itu sangat jenius, bahkan Britney sangat mengenal Real Kendrick.
*Cemburu tidak??? π
__ADS_1
πΌπΌπΌπΌπΌ Kalau ada yang penasaran dengan sosok Rain dan Real, bisa kalian lihat cerita dibawah ini. Terima kasih para pembaca hebat π