
Masih suasana malam berdua, setelah selesai bernyanyi Pras meletakan gitarnya.
Sang istri yang bersandar disebelahnya tadi, sekarang sudah pindah diatas pangkuan sang suami.
Pras menciumi rambut istrinya dan tangannya melingkari pingang istrinya. Britney tampak bersandar didada suami dan memeluknya sangat erat.
"Sayang, kamu bobo?" tanya Pras.
Setelah tadi Britney menempelkan hidungnya kewajah Pras, mengendus-endus pipi suaminya seperti kucing dan memainkan telinga suaminya dengan gemas, ternyata Britney tertidur di pangkuan suami.
Pras memeluknya dan mengatakan kalau dirinya tidak akan meninggalkan istrinya. Apapun nanti di masa depan mereka, Pras akan berusaha untuk selalu menjaga dan mencintai istrinya.
"Ayo kita bobo" ucap Pras, lalu menggendong istrinya dan Britney masih nyaman dalam dada suaminya, bahkan tangan Britney mencengkram sangat erat.
Pras membaringkan istrinya dan memberikan selimut untuk istrinya. Setelah menyalakan AC kamar, Pras beranjak ke depan untuk mengunci pintu pagar dan pintu rumah.
Pras juga sudah lelah, bahkan saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam. Dari pagi Pras belum berbaring sedikitpun, dan besok pagi juga harus segera berangkat kerja.
Pras memeluk istrinya lalu memejamkan mata.
Morning
Britney yang sudah rapi dengan kemeja kerja warna putih lalu dia menyematkan coat abu muda di kursi sebelahnya. Britney tidak lupa menyiapkan sarapan pagi untuk mereka berdua.
"Pagi sayang" sapa Pras mencium istrinya dan dia menarik kursi di meja makan.
"Pagi mas... Kamu hari ini lembur lagi?" tanya Britney.
"Tidak, aku pulang cepat. Sayang aku bawa motor. Nanti ketemu klien di BSD." ucap Pras.
"BSD? Jauh mas. Pakai mobil aja. Nanti aku bisa naik taxi pulangnya. Mas yang bawa mobilnya." ucap Britney.
"Tidak perlu, pakai motor lebih cepat, kalau macet bisa nyelip." balas Pras.
Britney tidak memaksa suaminya. Hari ini ketemu klien tentang program keuangan. Pras juga belum tahu kliennya wanita atau laki-laki. Baru membuat janji, pagi ini kliennya chat untuk mengatur jadwal pertemuan mereka, di sebuah kantor yang ada di kawasan BSD City daerah Tangerang Selatan.
"Perempuan mas?" tanya Britney.
"Sepertinya, soalnya namanya kantornya Elle'S Beuaty sayang." ucap Pras.
Britney tidak ingin memikirkan apapun, Britney sudah mengatur perasaannya. Suaminya sangat menyayangi dia, jadi sebagai istri harus percaya kepada suami tercinta.
"Aku percaya sama kamu mas. Aku sayang kamu" ucap Britney memegang tangan suaminya, lalu mencium pipi suaminya.
"Hari-hariku semakin nikmat rasanya" balas Pras.
Britney menatap suaminya dengan manis, lalu berkata "Kamu harus menikmatinya mas. Kamu bisa memanjakan istrimu, dan aku juga harus bisa menyenangkan suami aku."
Mereka berangkat ke kantor RM secara terpisah, Pras yang mengendarai motor matic warna hitam melaju di belakang istrinya.
Beeeemmmm!!
"Mas, kamu sangat tampan. Tapi aku tidak ingin cemburu buta. Aku harus percaya sama kamu" gumam Britney sambil melirik ke spion.
Suaminya masih muda, usianya baru mau beranjak ke 25, itupun masih satu bulan lagi. Sedangkan Britney usianya sudah 27 tahun dan mau berganti 28 tahun tapi masih lima bulan lagi.
Rasanya tetap berdesir, ada cinta pasti ada rasa cemburu dalam hatinya. Tapi cemburu buta juga akan merusak perasaan dan hubungannya nanti.
__ADS_1
Sesampai di RM, Britney berjalan lebih dulu. Pras memarkirkan motor tapi masih berbincang dengan Pak Miko. Yang sama-sama baru tiba.
"Pak, dengaren gowo motor?" tanya Pras.
(Pak, tumben bawa motor?)
"Mobilku dijileh adiku, di gowo neng Bogor." jawab Pak Miko.
(Mobilku dipinjam adikku, di bawa ke Bogor.)
"Kowe ora bareng Bu Britney?" tanya Pak Miko
(Kamu tidak bersama Bu Britney?)
"Aku arep ono urusan. Engko aku arep neng BSD" jawab Pras.
(Aku mau ada urusan. Nanti aku mau ke BSD)
"Mampir neng omahku." pinta Pak Miko.
(Mampir ke rumahku)
"Nek ora udan, aku engko mampir." balas Pras.
(Kalau tidak hujan, aku nanti mampir.)
Mereka berjalan masuk dan melihat Britney masih di lobby mengobrol dengan resepsionis.
Pras tidak menghampiri istrinya, dia tetap berjalan bersama Pak Miko.
Dalam lift ada beberapa karyawan lain. Pras berdiri disebelah Pak Miko.
Prak Miko sudah di ruangannya, tapi Pras berjalan ke ruangan istrinya. Tidak lupa menyapa Tania, lalu Pras meletakan sebuah kotak di meja kerja istrinya.
"Semoga kamu suka sayang. Aku akan menjaga cinta kamu" ucapnya dan pergi ke ruangannya.
Tuuk... Tuukk... Tuuukkk..
Britney mendekati Tania dan menyapa "Selamat pagi Tania."
"Selamat pagi Bu Britney" balas Tania.
"Kamu semakin cantik, kamu punya kekasih baru?" tanya Britney menggoda.
"Bu Britney tahu saja. Apa sangat terlihat?" tanya Tania.
"Sangat jelas. Sekarang kamu memakai softlens. Pakailah kacamata kamu. Pakai softlens seperlunya saja. Aku jadi khawatir." jawab Britney.
"Siap Bu Britney, sebenarnya dia juga tidak masalah dengan penampilan saya. Tapi saya yang bingung. Dia diantara wanita-wanita cantik." ucap Tania.
"Aku mengerti, aku pun juga selalu merasa begitu. Tapi kalau dia mencintaimu. Kamu tidak perlu khawatir tentang penampilanmu." ujar Britney dengan tersenyum.
Tania bercerita kalau calon suaminya itu kerja di kantor Bank, dan kantornya sebelah kantor RM. Mereka sudah satu bulan bersama, dan Pria itu juga langsung melamar Tania. Jadi Tania juga perlu merawat dirinya dan lebih menarik pastinya.
Walaupun Tania sekretaris, Britney memilih kinerja, bukan dari penampilan.
Waktu Tania melamar pekerjaan dua tahun yang lalu. Penampilan Tania sangat biasa saja, bisa dibilang calon sekretaris yang kurang memadai dalam segi penampilan. Tapi Britney sangat tertarik kepada Tania.
__ADS_1
"O.. Iya Bu Britney. Tadi suami Bu Britney masuk keruangan Bu Britney." ucap Tania.
"Mas Pras keruanganku? Mencariku?" tanya Britney.
"Tidak mencari Bu Britney. Dia hanya sebentar di ruangan Bu Britney, lalu pergi ke ruangannya." ucap Tania.
Britney dengan rasa penasaran, lalu masuk ke ruangannya. Ternyata ada kotak pink berpita putih.
"Mas, kamu selalu buat aku semakin cinta." ucap Britney saat membaca tulisan suaminya.
Britney membuka kotak kecil itu, ternyata ada sebuah jam tangan dengan merek AlexC, dan sangat cantik di tangan kiri Britney.
"Aku gemes mas, kamu tahu selera aku" desisnya.
Britney membuka laptonya dan mulai bekerja, dia mengingat suaminya yang bernyanyi untuknya. Bukan hanya satu lagu, tapi lima lagu sudah dinyanyikan Pras untuk istrinya.
"Mas... Kenapa bisa ada pria seperti kamu?? Aku semakin cinta" gumamnya dengan gemas dan tersenyum sendiri.
Pras juga tampak senyum sendiri saat memulai bekerja. Pak Miko sekilas memperhatikan senyum Pras, yang menurutnya sangat menarik.
"Kerjo, ojo mesem-mesem teros" tegur Pak Miko
(Kerja, jangan senyum-senyum terus)
"Atiku lagi seneng Pak. Atiku koyo kembang mekrok" ucap Pras
(Hatiku baru bahagia Pak. Hatiku seperti bunga mekar)
"Iyo, manten anyar ngono kui. Mengko nek wis nduwe anak bedo meneh rasane" ujar Pak miko dengan berbisik.
(Iya, pengantin baru begitu itu. Nanti kalau sudah punya anak berbeda lagi rasanya)
"Opone sing bedo Pak??" tanya Pras penasaran.
(Apanya yang beda Pak??)
"Luwih semangat meneh. Kembangmu mengko luwih mekrok ombo." ucap Pak Miko dengan pelan.
(Makin semangat lagi. Bungamu nanti makin mekar lebar)
Memikirkan ucapan Pak Miko, Pras jadi makin tersenyum manis. Benar, bagaimana nanti ketika istrinya hamil dan mereka memiliki anak.
Semakin hari, istrinya semakin manja dan pandai menggoda dirinya. Apakah nanti akan berbeda, atau istrinya akan semakin manja dan memikat.
Yuuuhhhuuuu
Pras sudah tidak sabar sepertinya, ingin segera di panggil Ayah.
Semoga Pras dan Britney langgeng, sampai kakek nenek.
🌼🌼🌼🌼🌼
Hallo para pembaca PANGGIL AKU MAS!
Apa kabar? kalian masih suka tidak dengan kisah Mas Pras dan Britney?
__ADS_1
Semoga kalian tidak bosan ya.
Terima kasih🥰