PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Acara Malam Campursari


__ADS_3

Masih di hari yang sama, Pras dan Britney telah bersiap untuk acara malam. Tamu undangan khusus bapak-bapak. Kebanyakan warga sekitar, dan tamu undangan teman kantor Pak Heru.


Pak Heru berdinas di Kantor Kecamatan. Banyak sekali rekannya dari kalangan PNS, maupun dari kalangan non PNS. Bahkan sudah banyak yang datang di resepsi siang tadi.


Siang tadi kebanyakan tamu dari Ibunya Pras. Bu'e punya toko beras di pasar, jadi banyak pedadang pasar dan juga pelanggan yang diundangnya.


Terus Putri juga guru, banyak kenalan guru yang di undang Putri. Bahkan ada beberapa teman kerja Candra dan tamu undangan Candra. Karena nanti di pihak Candra, tidak ada acara ngunduh mantu. Pak Lurah beberapa bulan lalu, sudah hajatan. Ngunduh mantu anaknya yang pertama. Jadi Candra nanti hanya sekedar iringan (mengantar manten) untuk ke rumah mertuanya.


"Sayang... Leherku kaku." Keluh Pras, kepalanya perpangku di paha istrinya.


"Mas.... Kita harus keluar. Di luar sudah banyak tamu yang datang." Balas Britney, setelah dirinya bersiap dengan dress tile warna biru dongker. Pras juga memakai batik biru dongker lengan panjang.


Ferdi sekeluarga sudah berangkat kembali ke Jakarta. Tadi setelah sholat maghrib, di antar Pandu dan juga Rendy.


Beberapa kerabat Pak Heru dan Bu Ningsih juga ada yang sudah pulang. Pakde Woko bersama sang istri masih berada di rumah itu, tapi anak- anaknya dan cucunya juga sudah pulang. Karena besok pagi sudah harus bekerja dan ada yang sekolah.


Om Irwan bersama Bulek dan anaknya yang kecil juga sudah pulang ke Boyolali, tapi Claudia masih tinggal. Besok pagi Claudia baru kembali ke Jogja. Kalau Om Satria dan keluarganya belum pulang, malah akan berlibur sekalian.


"Mas... Ayolah!! Kita keluar dulu." Ajak Britney.


Pras yang masih ingin bermanja, terpaksa bangun dari pangkuan istrinya, dan mereka berdua keluar dari kamarnya.


Pak Miko setelah tadi resepsi selesai, juga pamit langsung kembali lagi ke Jakarta. Padahal Evan dan Ferdi tidak masalah kalau Pak Miko cuti dulu. Tapi masalahnya istrinya hamil muda, jadi tidak bisa berlama-lama meninggalkan istri dan anaknya.


Memegang tangan dan senyuman manis, berjalan berdampingan. Walaupun tidak seramai tadi siang, tetap saja Britney gerogi. Apalagi banyak bapak- bapak tamu Bapak mertuanya, sekitar seratus tamu undangan. Teman-teman Candra juga ada, mereka baru datang, Putri dan Candra menemui mereka.


Malam ini masih ada campursari, sekarang jam 9 malam. Tiga penyanyi cantik juga sudah duduk berjajar dikursi atas panggung. Para pemain musik baru menempatkan diri, dan mencoba alat musiknya.


Tes.. Tess.. Tess.. 1..2..3..di coba.


Suara dari salah satu pemain musik yang mencoba mic.


Bapak mertua Britney tampak segar dengan jas abu-abu tua, didampingi Pakde Woko, Om Satria dan Pak RT. Beberapa among tamu (penerima tamu) juga tampak mengenakan jas hitam.


Pras duduk di halaman depan, dan Britney duduk di sebelahnya. Pamela dan Claudia malah sudah ada kursi barisan itu bersama Budhe Woko dan kedua anak kembar Om Satria yang tampan. Tapi yang besar ikut mamanya duduk di depan pemain campursari, sambil memotret penyanyinya.


Satu jam kemudian


Pandu berjalan naik ke panggung, berbisik ke MC campursari. Entah apa yang Pandu bisikan ke seorang pria yang usianya sekitar 30an, tampak mengenakan baju batik merah.


"Pras... Awor bojo wae." Ujar Rendy.


(Pras... Dekat istri saja.)


"Arep ngopo nek ora awor bojo." Balas Pras.


(Mau apa kalau tidak dekat istri.)


"Britney aku pinjam dulu suami kamu." Pinta Rendy.


Britney tersenyum dan hanya mengangguk, lalu Pras pergi dengannya. Britney begitu cantik, ada yang bertanya kepada Pak Heru, apa menantunya itu orang luar negeri. Pak Heru mengatakan kalau menantunya itu keturunan Timur Tengah.


Rendy mengajak Pras ke atas panggung.


"Rend... Aku ora iso nyanyi." Ucap Pras.


(Rend... Aku tidak bisa menyanyi.)


Semua menatap Pras. Sosok tampan yang murah senyum. Tapi malam ini Pras kesal dengan Rendy.


"Opo aku salah krungu?" Tanya Rendy.


(Apa aku salah dengar?)


Jelas-jelas Rendy tahu, kalau Pras punya suara merdu. Hanya saja Pras tidak suka dengan lagu campursari.


"Kowe pilih nyanyi opo joget?" Tanya Rendy, bahkan Rendy memakai microphone dari MC.

__ADS_1


(Kamu pilih menyanyi atau berjoget?)


Pandu yang disebelah Rendy berbisik. Agar Pras berduet dengan penyanyi wanita yang duduk di atas panggung itu.


"Nah saiki tak takon. Kowe pilih nyanyi dewe opo nyanyi karo penyanyi sing ayu-ayu kui?" Tanya Rendy, dan semua orang tertawa melihat ekspresi Pras yang tampak kebingungan.


(Nah sekarang aku tanya. Kamu pilih menyanyi sendiri atau nyanyi sama penyanyi yang cantik- cantik itu?)


"Aku joget wae." Jawab Pras.


(Aku berjoget saja.)


"Owh.. Kowe pengen joget neng ngarepe bojomu?" Tanya Rendy dengan gelat tawa.


(Owh.. Kamu ingin berjoget di hadapan istrimu?)


Aseeeemm!!


Dalam hati Pras, sebenarnya sangat malas. Tapi sudah terlanjur basah. Bahkan berdiri diatas panggung.


"Yowes... Aku karo Pandu sing nyanyi. Kowe sing joget. Tenan, kowe kudu joget!!" Ujar Rendy.


(Ya sudah... Aku sama Pandu yang menyanyi. Kamu yang joget. Benar, kamu harus berjoget!!)



Rendy mengatakan kepada pemain musik, kalau dirinya akan bernyanyi lagu Kartonyono Medot Janji by Denny Caknan.


🎹🎸🎼


🎤Kok kebangeten men..... (Rendy)


Pras yang berdiri hanya tertawa, karena Rendy bersuara aneh saat menyanyikan bagian awal.


🎤Mbiyen aku jek betah... Suwe suwe wegah (Pandu)


🎤Mbiyen wis tak wanti-wanti.... Ojo ngasi lali (Rendy)


assyiikk assyiik josss!!


🎤Kartonyono neng Ngawi medot janjimu (Pandu)


Hok Aa.. Hookk Eeee!!


Claudia dan sepupunya juga ikut bergoyang. Bahkan penyanyi cantik-cantik itu tidak henti menatap Pras yang asyik berjoget. Para tamu undangan juga ada yang request lagu, bahkan beberapa ada yang berduet dengan penyanyi.


Masih berlanjut Rendy dan Pandu masih menahan Pras, malah Pandu memanggil kakak iparnya untuk bergabung dengan mereka.


"Mas Pras, siji meneh. Karo mas Candra. Bar kui kowe entuk mudun." Ujar Pandu.


(Mas Pras, satu lagi. Sama mas Candra. Setelah itu kamu boleh turun.)


Pras tidak bisa menolak adiknya, soalnya Candra sudah berjalan ke atas panggung. Kalau pergi tidak enak dengan kakak iparnya itu. Candra tiba di atas panggung.


"Ini pengantin satunya sudah ada disini. Mas Candra mau menyanyi lagu apa?" Tanya Rendy, dan sang MC tersenyum melihat kekocakan Rendy. MC itu duduk sambil menyantap makanan, karena Rendy sudah memudahkan pekerjaannya.


"Aku arep nyanyi Pamer Bojo." Jawab Candra.


(Aku mau menyanyi Pamer Bojo.)


"Manten anyar nyanyi Pamer Bojo?!!" Tanya Rendy.


(Pengantin baru menyanyi Pamer Bojo?!!)


"Iyo, aku arep pamer soale." Balas Candra.


(Iya, aku mau pemer soalnya.)

__ADS_1


"Yowes!! Ayo....Gas lur!!! Lanjut Pamer Bojo." Ucap kocak Rendy.


(Ya sudah!! Ayo... cepat saudaraku!!! Lanjut Pamer Bojo.)


.....Tak Gintak.. Gintak.....(Rendy)


Setelah Candra menyanyikan lagu Pamer Bojo ciptaan Alm. Didi Kempot dan Rendy yang bersuara cendol dawet 500an.


Akhirnya Pras bisa turun dari atas panggung.


Pras dipanggil seseorang dan ternyata ada teman SMP Pras, yang tadi tampak berbincang dengan Bapaknya.


"Prasetya... Aku ngasi pangling." Ucap seorang yang memakai seragam dinas kepolisian.


(Prasetya... Aku sampai pangling.)


"Aku wae yo pangling karo kowe." Balas Pras.


(Aku saja juga pangling sama kamu.)


"Mau nek kowe ora neng panggung. Aku ora bakal reti, nek kowe anake Pak Heru. Aku dines neng Polsek sebelahan karo kantore Bapakmu." Ucapnya.


(Tadi kalau kamu tidak di panggung. Aku tidak akan tahu, kalau kamu anaknya Pak Heru. Aku dinas di Polsek sebelahan sama kantornya Bapakmu.)


"Wis sukses!! Aku wae isih buruh swasta." Balas Pras.


(Sudah sukses!! Aku saja masih buruh swasta.)


"Heleh.. Bapakmu wis crito." Ujarnya.


(Hemmss.. Bapakmu sudah cerita.)


Pras hanya tersenyum dan mengajaknya untuk berkenalan dengan istrinya.


"Sayang, ini temanku SMP." Ucap Pras, saat berdiri menatap Britney.


Britney yang tadinya duduk, lalu berdiri dan bersalaman dengan teman Pras itu. Hanya berbincang sebentar. Teman Pras pergi, karena harus kembali ke tempatnya bekerja.


Pras dengan gemas menarik tangan istrinya, dan mengajaknya masuk ke dalam kamar.


Budhe Woko yang melihat Pras jadi tersenyum, dan beberapa tetangga ibu-ibu yang duduk di dekat Budhe Woko juga tersenyum.


"Mas.... Nggak enak, masih ada tamu juga." Ucap Britney.


"Aku capek. Pijitin aku." Pinta Pras.


Britney menghela nafas dan mendekati suaminya yang sudah tengkurap di kasur.


"Mas... Kenapa? Enggak enak badan?" Tanya Britney yang merasa heran, suaminya tidak pernah mengeluh capek.


"Duduk begitu tadi buat aku capek sayang." Jawab Pras.


"Aku lebih capek. Kemarin kamu santai, malah bisa main game." Ketus Britney.


Pras lalu bangkit dari kasur dan duduk menatap sang istri "Tadi kamu bilang tidak capek. Sayang ayo bobok." Ajak Pras menarik istrinya dan berbaring dalam pelukannya.


"Mana bisa aku tidur. Yang lain masih sibuk." Ucap Britney, karena melihat para tetangga yang di dapur dan di depan juga masih banyak tamu.


"Campursarinya sudah mau selesai sayangku." Balas Pras.


Campursari hanya sampai jam 12 malam, dan para tamu juga sudah pulang. Acara malam ini sudah selesai, dan cukup membuat orang senang dengan gelat tawa yang ada. Apalagi Rendy dan Pandu, cukup membantu MC.


Suaminya sudah tidur dari tadi, Britney keluar kamar untuk melihat siatuasi malam ini. Britney menatap heran, sudah tengah malam, tapi para tetangga masih bergotong- royong membersihkan halaman dan merapikan meja kursi.


🌼🌼🌼🌼🌼


Semoga kalian semua menyukai bab ini.

__ADS_1


Terima kasih pembaca hebat 🙏🤗😘


__ADS_2