PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Tetangga Tampan Dan Masih Muda


__ADS_3

Senja sore berwarna jingga, berdiri didepan pintu pagar dan menyapa tetangga. Pras pulang lebih dulu dan membuka pintu pagar rumahnya. Ada dua ibu-ibu yang penasaran menatapnya, Pras yang tersenyum memikat hati mereka.


Eling sing neng omah ya buuu *Author bawel


Maklum sosok muda dan tampan, bahkan setelah waktu dari pengajian di rumah Bu RT itu, hampir semua ibu-ibu perumahan membicarakan sosok suami Britney.


Tadi pagi, waktu Pras membeli bubur ayam di depan komplek, semua yang ada di tempat itu, tidak henti menatap wajah asing dan sangat tampan.


Pras hanya tersenyum dan menyapa mereka. Tidak ada yang berani bertanya kepada Pras. Mereka hanya bergumam, ada orang yang bertanya kepada tukang bubur.


Pak tukang bubur tadi sempat menanyakan soal Pras tinggal dimana, apakah Pras warga baru. Seperti itu saja, karena masih terlihat asing di daerah ini.


Pras tadi mengatakan kepada tukang bubur itu, kalau dirinya baru pindahan sekitar dua minggu yang lalu, dan mengontrak di perumahan puri anggrek block B 18. Rumah dengan cat warna ungu.


Waktu itu, rumah yang tadinya nuansa abu-abu. Karena sang istri, jadi serba putih ungu. Kecuali cat pagar yang warnanya tidak berubah, yang dicat ulang dengan warna sama dengan sebelumnya. Britney juga tidak masalah, yang jelas dinding rumah sudah berubah warna sesuai kesukaannya.


Balik lagi saat sore ini, Pras lebih dulu pulangnya. Britney masih ada pekerjaan lain dengan Evan dan Tania. Waktu tadi Britney telfon suaminya, Evan juga menyambung telfon itu dan mengatakan kalau nanti Evan akan mengantarkan Britney.


Saat ini ada bapak muda depan rumahnya, yang juga baru pulang dari bekerja.


"Pras baru pulang??" Tanyanya dan dirinya juga sedang membuka pintu pagar.


"Iya Mas Bagas. Aku baru saja sampai rumah." Jawab Pras.


"Nanti ke mushola bareng ya.... Aku mau mandi dulu." Ucap Bagas, tetangga depan rumah dan usianya sekitar 32 tahun.


"Iya Mas, aku juga mau mandi dulu. Aku masuk dulu mas." Ucap Pras, lalu menarik pintu pagar itu.


Tetangga rumahnya itu sudah satu tahun tinggal di komplek itu, anaknya baru berusia 5 tahun dan istrinya juga wanita karier. Sama-sama bekerja dan mereka memiliki asisten rumah tangga untuk menjaga anaknya.


Rumah bangunan dua lantai tampak nuansa warna coklat muda. Bagas sudah cukup akrab dengan Pras dan mereka pernah begadang sampai malam, untuk main game bareng.


Hemmsss!! Di manapun tempatnya ada teman gamer.


Tapi kalau Britney masih jarang keluar rumah, walaupun Britney sudah mulai ikut mengaji, tapi Britney selalu di rumah. Bahkan Pras yang lebih sering keluar untuk membelikan istrinya makanan ataupun belanja ke toko kelontong.


Britney masih canggung, karena belum terbiasa. Bahkan dari kecil, Britney tidak memiliki teman, susah untuk bergaul, apalagi untuk merumpi, itu sangat sulit buatnya.


Pras memaklumi itu dan tidak memaksa istrinya. Tapi kalau untuk sekedar menyapa tetangga dan mengenal tetangga depan rumah dan sebelah rumahnya, itu sudah Britney lalukan.


Maghrib tiba, Pras dan Bagas berdua berjalan ke Mushola perumahan. Mereka sama-sama tampan, hanya beda usia dan karisma. Bagas juga orang perantauan, tapi sudah lama tinggal di kota ini.


"Pras, kemarin lembur?" Tanya Bagas, dia melihat Pras yang pulang malam.


"Iya Mas Bagas, ada kerjaan di luar kantor." Jawab Pras, dan mulai membenarkan peci yang dirasa masih miring.


Bagas juga kagum dengan sosok Pras yang cukup ramah, Bagas juga berfikir kalau Pras pekerja keras.

__ADS_1


Sudah di dalam Mushola dan Pras diminta untuk Iqomah. Kemudian imam Mushola yang dikenal dengan nama Pak Haji Ahmad Itu, yang memimpin sholat maghrib berjamaah.


Pras yang berdiri di barisan shaf paling depan. Pras menunaikan sholat berjamaah dengan khusyuk. Setelah sholat maghrib Pras berdo'a, kemudian mengambil kitab suci Al-Qur'an.


Pras mengaji dengan beberapa jamaah lainnya, ada juga yang sudah pulang setelah selesai sholat maghrib. Bagas juga ikut mengaji, dia juga selalu menyempatkan diri untuk sholat berjamaah ketika pulang lebih cepat. Karena tempat Bagas bekerja lumayan jauh, kadang masih terjebak macet juga.


"Bu Rt, jadi yang pakai baju koko merah maroon itu suaminya Bu Britney?" Tanya seorang mamah muda kepada Bu RT yang berjalan pulang, setelah dari Mushola.


"Iya, itu Pak Prasetya. Suaminya Bu Britney." Jawab Bu RT.


"Masih sangat muda sekali." Seru ibu muda satunya, yang berjalan disebelah kiri Bu RT.


"Iya, sangat muda. Seumuran anak Bu Rani yang pertama." Ucap Bu RT, karena Bu Rani usianya hampir seusia Sarah, dan yang waktu itu minta Britney untuk mampir ke rumahnya.


"Bu RT tahu dari mana?" Tanya mamah muda itu.


"Dari buku nikah mereka. Mereka belum punya KK, masih mengurus. Jadi waktu laporan sama Pak RT kemarin, cuma kasih fotocopy buku nikah." Jawab Bu RT.


"Owwh.... Pengantin baru." Ucap mamah muda.


"Bu RT, tapi kenapa mereka mengontrak rumah? Mobilnya saja bagus." Ujar ibu muda satunya.


"Mana aku tahu Bu Mirna. Aku tidak tahu banyak, Pak Pras mengobrol sama suamiku cuma bahas soal mengurus KK." Balas Bu RT.


"Rumah Bu Ella sekarang jadi bagus." Ucap mamah muda, pernah melewati rumah yang di kontrak Pras. Mereka juga mengenal pemilik rumah itu.


Mereka tidak mampir, Bu RT tersenyum. Bu RT merasa diintrogasi oleh dua tetangganya ini. Mereka juga masih muda. Bu RT usianya juga baru 40an, dan yang lain usianya baru 30an. Bahkan di perumahan ini, juga ada sepasang suami istri yang seusia Pras.


Di grup whattshap arisan ibu-ibu perumahan jadi ramai karena Bu Betty dan Bu Mirna. Mereka masih berlanjut membahas soal suami Britney. Walaupun Bu RT juga risih dengan pertanyaan para warganya itu.


Bu RT hanya menjawab santai dan sebatas yang dia tahu. Tidak lebih dan tidak kurang. Bu RT membalas chat.


[Kalau mau tahu lebih jelas, cari tahu sendiri dan tanya kepada Pak Prasetya πŸ€—.]


Hadeeeehh!!!


Grup arisan ibu-ibu ada sekitar 30 anggota. Tidak semua ibu-ibu warga perumahaan itu, mengikuti kegiatan arisan tersebut. Bahkan, istri Bagas yang sudah satu tahun tinggal di perumahan itu, tidak ikut kegiatan arisan.


Selesai sholat isya' Pras dan Bagas berjalan pulang bersama bapak-bapak yang lain. Di belakang mereka ada empat ibu muda yang berjalan dan menatap punggung Pras.


Mereka tadi hanya sekilas melihat Pras, rasanya masih sangat penasaran.


Saat ini Pras menoleh ke arah Bagas yang ada di sebelah kanannya, dengan tersenyum manis, entah apa yang mereka berdua bicarakan.


"Dari samping saja terlihat tampan." Ucap Bu Mirna.


"Sadar Bu Mirna, suamimu ada di depanmu." Ucap ibu satunya, karena memang benar suami Bu Mirna ada diantara mereka yang berjalan didepan.

__ADS_1


"Iya aku tahu. Kalian ke Mushola karena pengen lihat Pak Pras!!" Tegur Bu Mirna sambil tersenyum, dia juga tidak salah.


Mereka tersenyum dan memang benar. Berkat grup whattshap tadi, beberapa ibu muda bisa bertemu dengan suami Britney.


Pras dan Bagas sudah di depan rumah mereka, anak Bagas yang main di luar dengan asistennya memeluk Bagas.


"Papa...." Ucap gadis kecil berpipi cubby dan sangat imut, Bagas langsung menggendongnya.


Pras menatap gadis kecil yang sedang dicium papanya itu. Pras bertanya "Mas Bagas, gimana rasanya jadi papa?"


"Jadi papa lebih semangat Pras. Kamu nanti juga akan tahu sendiri rasanya." Jawab Bagas, dan masih menggendong putri kecilnya yang bernama Bilqis.


Uuuwuuhhh!!


Pras tersenyum, dirinya bahkan sudah mulai memikirkan kalau nanti dirinya jadi ayah.


Bagas mengajak masuk anaknya dan Pras juga masuk ke dalam rumah. Sesampai di kamar, Pras melihat ponselnya dan ada sebuah pesan dari sang istri juga beberapa pesan masuk dari beberapa teman dan juga kliennya.


Pras harus bergegas cepat menyelesaikan aplikasi itu. Karena jadwalnya sangat padat. Malam ini Pras harus menyelesaikan pekerjaannya.


Britney dan Tania kembali ke kantor dengan Evan. Britney kembali kerja, Britney juga harus segera menyelesaikan tugasnya. Karena minggu depan, Britney akan ambil cuti satu minggu.


Britney belum tahu kalau para tetangganya mulai lagi membicarakan suaminya.


Apakah Britney akan memikirkan lagi omongan tetangganya? Apakah akan ada yang datang menggoda Prasetya?? Duuuh... Punya suami tampan dan masih muda ternyata tidak mudah bagi sosok cantik dan sexy seperti Britney.



🌼🌼🌼🌼🌼


Haiii... Haii.. Semuanya. Terima kasih sudah setia dengan Mas Pras dan Britney.


Mohon maaf sekiranya masih ada typo di beberapa penulisan dan mungkin ada beberapa kata yang sedikit kasar, ataupun menyinggung. Karena ini hanya sebuah cerita, tentang kisah seorang pria tampan. ✌😎


🌼🌼🌼🌼🌼


Buat kalian yang suka cerita tentang remaja dan anak sekolah. Kalian bisa mampir di novel karya sahabat author.


Ini ada beberapa novel tentang kisah remaja yang bikin baper pastinya. πŸ˜πŸ€©πŸ…πŸ‘‡





__ADS_1



__ADS_2