
Rasa sudah berubah, yang ada hanya kenangan. Disaat keduanya sudah menjalin suatu pernikahan. Mungkin hidup ini, bukan hanya sekedar angan. Tapi sebuah kenyataan, yang ada di masa depan.
Real sangat bahagia melihat Britney sudah menikah, Real tidak lagi merasa bersalah. Real yang telah pergi untuk menikahi seorang gadis.
Apalagi setelah tahu suami Britney, ternyata pria sangat baik dan tanggung jawab. Real sangat bersyukur dan bahagia saat mengetahui hal itu.
Yuuupppsss
Bukan hanya Britney yang menyatakan perasaan cintanya kepada Real dulu. Setelah Britney lulus kuliah, Real sebenarnya ingin melamar Britney. Bahkan Evan dan kakek Restu sudah sangat setuju. Tapi Tuhan berkata lain, Real harus menikahi gadis yang tidak bersalah.
Evan menceritakan kepada Pras, bagaimanapun bukan Bram yang pernah mengisi hati Britney, tapi Real Kendrick yang pernah mengisi hati adiknya itu.
Kalian pernah tahu bukan, Maeva dan Britney merebutkan seorang Pria saat di kampus mereka. Real juga sangat bingung, tidak ingin menyakiti Maeva ataupun Birtney.
Yeeess, that's right!!
Pria itu adalah Real Kendrick, sebenarnya bukan teman kuliah juga. Tapi Real pernah mengambil S2 Management, di kampus Britney dan Maeva.
Sampai sekarang Maeva masih geram dengan Real, tapi Britney tampak biasa saja. Karena Real masih sangat memperhatikan Britney. Kemudian Real cerita tentang masalahnya dan juga gadis tidak bersalah itu, kepada Evan.
Akhirnya Britney merelakan kepergian Real. Bahkan Britney menyuruh Real agar secepatnya menikahi gadis itu.
Real merasa tidak ada pilihan lain, Evan juga tidak menyalahkan Real. Karena Britney sudah ikhlas. Bahkan Britney menyuruh Real agar berpura-pura, kalau Real yang melakukan malam itu.
Wkwkwkw
Yang sudah tahu di cerita "Terjebak Diantara Dua Hati" pasti tahu ceritanya.
Ternyata sosok Britney yang membuat ide gila itu. Real akhirnya menikahi gadis itu, dan tidak lama Britney mulai mengenal istri Real dan mereka menjadi akrab, bahkan istri Real itu sangat bawel.
Setelah pernikahan Real, barulah Britney mulai mengenal sosok Bram, bahkan Real juga sangat mengenal Bram.
Tapi semenjak perusahaan Kendrick semakin meroket ke kancah dunia bisnis property dan hotel, Real menjadi sibuk.
Real sering bolak balik ke Jogja, untuk menemui Papa mertuanya, setelah Papa mertuanya pensiun dini, Papa mertuanya pindah ke Jogja. Jadi Real harus sering menjenguk Papa mertuanya itu.
Begitu cerita dari Evan, Pras mendengar itu sangat syahdu rasanya. Hatinya cukup berdesir, ternyata istrinya sangat mencintai Real, bahkan Britney melepas rasa cintanya untuk orang yang dia cintai.
"Jadi Real sangat menyayangi adiknya?" tanya Pras.
"Iya, Real sangat menyayangi Rain" jawab Evan.
Pras mengela nafas panjang, dirinya juga jadi tahu tentang keluarga Kendrick. Ternyata orang kaya raya seperti sultan, juga banyak masalah.
"Kamu tidak perlu khawatir. Semua sudah berlalu" ucap Evan.
"Aku tahu bang Evan, lagian aku bukan tipe suami yang posesif." ucap Pras.
"Baguslah... Kamu harus memahami istri kamu" ucap Evan.
"Pasti bang Evan. Aku harus memahaminya" ucap Pras.
Sudah jam 9 malam, Evan mengantarkan Pras untuk pulang. Tadi istrinya sudah pulang lebih dulu, Evan juga meminta Pras untuk membuat website resmi perusahaan RM.
"Mampir dulu bang" pinta Pras.
"Sudah malam Pras, besok aku akan kesini lagi sama Ghea." balas Evan karena sudah malam, apalagi Ghea sudah menunggunya.
Pras berjalan masuk ke dalam rumah, istrinya memakai mukena dan sedang belajar menghafal surat-surat pendek.
Mendengar suara istrinya yang sangat merdu dan sangat nyaman ditelinganya, membuat Pras sangat bahagia.
"Istriku semakin rajin beribadah" gumam Pras lalu meletakan tasnya ke atas meja.
Pras bergegas ke kamar mandi, sudah sangat risih seharian memakai kemeja lengan panjang.
Britney sudah selesai mengaji, dia berjalan ke dapur menyiapkan minuman hangat untuk suaminya.
Pras masih di kamar mandi. Britney tersenyum mendengar suara suaminya yang bernyanyi.
"Mas, kamu sepertinya sangat bahagia" gumam Britney sambil mengaduk gula, yang larut di dalam air teh panas.
Pras keluar kamar mandi langsung menyusul istrinya yang di dapur. "Sayang, aku kangen"
"Emmss.. Kangen?? Tapi pulangnya sangat malam" ucap Britney dengan gemas.
Pras memeluknya dari belakang, saat istrinya menyiapkan makanan untuk suaminya.
"Aku tahu kamu sudah makan sama bang Evan. Tapi aku belajar masak ini buat kamu" ucapnya.
"Kamu buat lasagna?" tanya Pras, saat menatap pasta lebar pipih yang bertumpuk dengan isian daging cincang, pasta tomat dan bawang bombay.
"Iya, Lasagna ala istri Prasetya" ucap Britney.
Pras mulai duduk dan matanya sangat menatap manis. Pras tidak lupa berdo'a, lalu tangan kanan memegang garpu menyantap Lasagna buatan istrinya itu.
"Emmss... Istriku sangat pandai memasak." ujar Pras.
"Mas suka?" tanya Britney.
__ADS_1
"Aku sangat menyukai ini" jawab Pras, kembali makan masakan istrinya itu sampai habis.
Britney tersenyum dan sangat senang, ketika melihat suaminya doyan makanan yang dibuatnya.
"Aku hanya bisa membuat itu. Tapi nanti aku akan belajar membuat Gethuk buat kamu mas." ucap Britney.
"Gethuk?? Tidak perlu. Jum'at kita akan mudik." ucap Pras.
"Iya benar, aku juga pengen jajan lagi. Apalagi di simpang lima." balasnya.
Britney tersenyum sendiri, entah apa yang dirinya pikirkan.
Pras menatapnya dan bertanya "Sayang, pantas saja tadi pagi penampilan kamu sangat cantik."
"Apasih mas, jangan aneh-aneh deh. Apa yang bang Evan katakan sama kamu??" tanya Britney, yang sebenarnya sudah tahu, pasti kakaknya sudah cerita tentang dirinya dan Real di masa lalu.
"Aku sudah tahu. Bang Evan sudah cerita. Tapi aku bangga sama kamu. Aku semakin cinta sama kamu." jawab Pras.
Britney tersenyum dan berkata "Tuhan sudah memberikan hadiahnya mas."
"Sayang, kamu benar. Semua sudah tertulis, aku sangat bersyukur atas cinta ini." ucap Pras.
"Kalau gitu nyanyiin lagu tadi buat aku." pinta Britney.
"Lagu?? Maksud kamu?" tanya Pras.
"Tadi kamu nyanyi di kamar mandi. Aku mau kamu nyanyinya di depan aku." jawab Britney.
Pras lalu bergegas ke kamar belakang, mengambil gitar diatas lemari. Gitar dalam tas hitam berlogo YM itu sudah lama tidak dimainkan oleh Pras.
Pras mengeluarkan dari tasnya dan duduk di sofa. Membetulkan tuner gitar itu, dan memastikan nadanya. Mengatur suara dan mulai memetik senar gitar itu dengan perlahan.
Britney yang telah selesai merapikan dapur, lalu duduk di samping suaminya.
Tadi waktu Pras mandi, dia menyanyikan lagunya Brian McKnight dengan judul Marry Your Daughter.
πΈ
Sir, I'm a bit nervous 'bout being here today
Pak, saya agak gugup berada di sini hari ini
Still not real sure what I'm going to say
Masih belum yakin apa yang akan saya katakan
So bear with me please
If I take up too much of your time
Jika saya menyita terlalu banyak waktu Anda
But you see in this box is a ring for your oldest
Tapi yang Anda lihat di kotak ini adalah cincin untuk anak tertua Anda
She's my everything, and all that I know is,
Dia segalanya bagiku, dan yang aku tahu hanyalah,
It would be such a relief
Akan sangat melegakan
If I knew that we were on the same side
Jika saya tahu bahwa kami berada di pihak yang sama
'Cause very soon I'm hoping that I...
Karena segera aku berharap aku ...
Reff....
Could marry your daughter,
Bisa menikahi putrimu,
And make her my wife
Dan jadikan dia istriku
I want her to be the only girl
Saya ingin dia menjadi satu-satunya gadis
That I love for the rest of my life
Yang saya cintai selama sisa hidup saya
__ADS_1
And give her the best of me 'til the day that I die, yeah
Dan berikan dia yang terbaik dariku sampai hari aku mati, ya
I'm gonna marry your princess,
Aku akan menikahi putrimu,
And make her my queen
Dan jadikan dia ratuku
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen
Dia akan menjadi pengantin terindah yang pernah saya lihat
I can't wait to smile,
Saya tidak sabar untuk tersenyum,
As she walks down the aisle,
Saat dia berjalan menyusuri lorong,
On the arm of her father
Di lengan ayahnya
On the day that I marry your daughter
Pada hari saya menikahi putri Anda
πΌπΌ
She's been here every step since the day that we met
Dia sudah berada di sini setiap langkah sejak hari kita bertemu
(I'm scared to death to think of what would happen if she ever left)
(Aku takut mati memikirkan apa yang akan terjadi jika dia pergi)
So don't you ever worry about me
Jadi jangan pernah mengkhawatirkan aku
Ever treating her bad, no
Pernah memperlakukannya dengan buruk, tidak
We've got most of our vows done so far
Kami telah menyelesaikan sebagian besar sumpah kami sejauh ini
(So bring on for better or worse)
(Jadi lakukan lebih baik atau lebih buruk)
And 'til death do us part
Dan sampai maut memisahkan kita
There's no doubt in my mind,
Tidak ada keraguan dalam pikiranku,
It's time
Sudah waktunya
I'm ready to start
Saya siap untuk memulai
I swear to you with all of my heart...
Aku bersumpah padamu dengan sepenuh hatiku ...
.
.
.
Lanjutkan sendiri nyanyinya π *Author
screenshoot Video Pon Nawasch
__ADS_1
Pras menyanyikan dengan hati dan penuh perasaan untuk sang istri, tidak lupa menebar senyumannya yang khas di wajah tampannya.
Bayangkan sendiri ya para pembaca, bagaimana sosok Pras yang tengil dan manis.