PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Rasa Cinta Dalam Hati


__ADS_3

Menatap langit yang mulai senja


Britney berdiri dibalik jendela kaca


Tangan suami memeluknya mesra


Sang istri gelisah karena cintanya


Britney membalikan badannya, Pras masih memegang pinggang istrinya.


Kedua tangan Britney melingkari leher sang suami, mata yang saling menatap dengan penuh rasa cinta dalam hatinya. Sesuatu yang tidak perlu diucapkan, tapi semua sudah terbaca.


"Aku akan berusaha menjadi suami yang baik untuk kamu." Ucap Pras.


"Aku tahu Mas. Mas, aku juga akan berusaha menjadi istri yang baik untuk kamu. Aku akan berusaha mengendalikan rasa cemburuku terhadapmu." Balas Britney.


Tenyata bukan hanya Elleanor, tapi Helga tadi juga menghubungi Pras. Helga meminta Pras untuk membuatkan desain untuk bisnisnya. Helga juga memiliki bisnis, walaupun tidak sebesar bisnisnya Elleanor.


Britney merasa cemburu ketika Pras pergi untuk menelfon Helga. Bukan masalah privasi, tapi Pras harus tahu secara detail permintaan kliennya. Istrinya tidak henti menempelkan dirinya pada sang suami, bagaimana sang suami bisa fokus masalah pekerjaannya bila dilendetin istri terus.


"Maafin aku Mas, aku yang salah." Ucap Britney.


"Istriku tidak bersalah. Aku tahu, tapi kamu harus percaya sama suami kamu." Balas Pras.


Tangan kanan Pras mengusap rambut Britney dengan lembut. Britney dengan tatapan teduh dengan rasa tak ternilai, hatinya begitu syahdu. Ternyata Britney sangat takut kehilangan.


Kehilangan sebuah cinta yang tak ada batasnya, sebuah cinta yang tidak terlihat oleh kedua matanya, tapi bisa dirasakan di dalam hatinya dan juga perasaannya.


"Aku sayang kamu." Ucap Pras.


Sentuhan lembut dari tangan suaminya. Britney dengan air mata yang perlahan menetes. Air mata yang sangat berharga akan rasa cintanya, dan ini untuk pertama kalinya. Air bening itu perlahan mengenai pipi dan disisi hidung mancungnya.


Deegh!! Menatap lama dan hanya tatapan kedua mata yang penuh rasa cinta.


"Mas, aku cinta sama kamu." Ucap Britney, dan Pras langsung memeluknya dengan rasa cinta.


Kedua insan dengan cinta, rasa sakit memang ada, dan itulah cinta. Terkadang bisa membuat orang terluka, dan semakin mencintai akan semakin dalam rasa sakitnya. Tapi cinta itu juga sangat membahagiakan dan tidak ada batasnya. Bahkan tidak akan bisa dinilai seberapa rasa cinta itu yang ada didalam hatinya.


"Sayang, aku tidak akan kemana-mana. Kalau kamu tidak suka. Aku akan membatalkannya." Ucap Pras.


"Tidak apa-apa Mas, suamiku hanya bekerja. Aku juga punya klien pria. Jadi tidak masalah. Aku akan profesional." Balas Britney.


"Tapi kalau menyakiti istriku. Sama saja tidak akan ada artinya. Aku akan memulai yang lain. Masih banyak peluang lain untuk aku." Ucap Pras.


Britney mengangguk, dan tersenyum walaupun wajahnya sudah basah kunyup. Britney juga sangat berkeringat. Pelukan suaminya sangat erat dan Pras mulai tersenyum saat melihat senyuman manis diwajah istrinya itu.


"Lalu bagaimana dengan pekerjaan Mas nanti??" Tanya Britney.


"Emmss.. Aku akan menyelesaikan yang Program. Elleanor saja. Soalnya aku sudah menerima sebagian pembayarannya." Jawab Pras.


"Baik, aku tidak masalah Mas." Ucap Britney.


Pras mendekati wajah istrinya itu, perlahan bibir manis itu saling bersentuhan. Rasa semanis madu, saling menyentuh dan menyerang.


Aroma khas dari keduanya. Memejamkan mata, merasakan tangan suaminya memegang erat diantara sela - sela jarinya.


Britney merasakan kelembutan itu, rasa manis yang marasuk dan menggetarkan bagian yang lainnya, sungguh ciuman ini sangat lama.


Perlahan membuka matanya yang sudah sebab itu, setelah sang suami mengakhiri ciumannya, berpindah mencium keningnya dan itupun juga sangat lama.


"Sayang, sudah mau maghrib." Ucap Pras.


"Iya Mas." Balas Britney.


Britney mulai menata baju dan semua oleh- olehnya. Setelah maghrib nanti harus check out dari Hotel mewah ini, dan segera menjemput Claudia mengajak pulang ke Semarang.


"Sayang, kamu sudah mengambil bajuku yang dikamar mandi??" Tanya Pras.


"Sudah Mas. Nanti aku cek lagi." Jawab Britney.


Britney mulai menata baju-bajunya. Sebagian oleh- olehnya sudah ada di dalam mobil. Bahkan tadi waktu dari kebun binatang. Britney sudah mampir ke toko bakpia pathok yang sangat terkenal di kota Jogja. Britney sampai membeli dua lusin, karena sebagian nanti akan dibawa ke Jakarta.


Satu jam kemudian.


"Mbak Britney sudah datang." Ucap Claudia yang sudah siap dengan tas ranselnya.

__ADS_1


Britney masuk ke kost putri itu, dan Pras hanya menunggu di luar. Kost putri melati itu tidak jauh dari tempat Pras dan Britney bermalam. Pras melihat ponselnya. Ternyata dari Om Satria, mereka ternyata sudah sampai dulu di Semarang.


"Ayo Mbak." Ucap Claudia, dan tidak lupa mengunci pintu kamarnya. Tampak rak sepatu di samping pintu kamarnya dan keset hellokitty berwarna merah muda.


Britney tadi sekilas melihat kamar kost Claudia yang cukup rapi, tidak banyak barang. Kamar mandinya juga di luar. Kostnya dua lantai, tapi setiap kamar hanya untuk satu orang. Di luar pintu masuk ada tulisan tamu cowok dilarang masuk. Bila keluarga datang harap melapor pemilik kost.


"Mas Pras." Panggil Claudia dan menyerahkan tas ranselnya.


"Hemmss..." Keluh Pras.


Britney hanya tersenyum melihat tingkah Claudia yang sama manjanya dengan Pamela ketika dihadapan Pras.


"Claudia, kenapa bawa banyak baju?" Tanya Britney melihat tas ranselnya penuh.


"Besok pulang ke Boyolali Mbak." Jawab Claudia.


"Kamu tidak capek naik motor sendirian??" Tanya Britney.


"Aku sudah terbiasa Mbak. Aku dari SMA kelas XI sudah naik motor. Sekolahku dulu juga jauh." Jawab Claudia.


"Kamu mau makan apa? Nanti kita mampir beli makan." Tanya Britney.


"Apa aja, terserah Mbak Britney." Jawab Claudia.


Claudia mulai bersandar, dia juga tampak lelah. Ternyata kuliah hari ini sangat padat dan mulai banyak tugas yang harus dia kerjakan. Britney mengajaknya untuk makan lebih dulu, biar nanti Claudia bisa langsung tidur.


Setelah tadi mampir di sebuah restaurant ayam goreng khas masakan Jogja. Claudia akhirnya tidur, Britney juga bersandar. Tapi Britney tidak tidur, matanya hanya menatap suaminya. Pras sendiri jadi tidak nyaman atas tatapan sang istri.


"Sayang, jangan lihatin aku terus." Ujar Pras.


"Memangnya aku salah menatap suami aku sendiri." Balas Britney yang masih terus melihat kearah suaminya.


"Bukannya begitu. Aku jadi enggak konsen kalau kamu lihatin aku terus." Ujar Pras.


Britney mengalihkan pendangannya, dan tangan kiri Pras mengelus rambut istrinya. Britney hanya ingin memperhatikan wajah suaminya.


Sekitar 2 jam lebih perjalanan mereka tiba di rumah. Suasana rumah sudah ramai, ada keluarga Om Satria juga. Britney ke kamarnya setelah menyapa keluarga besarnya.


Pras mengambil semua barang yang ada di mobil dan dibantu oleh Pandu.


(Beli oleh- oleh, banyak sekali Mas??)


"Sedulurku akeh. Kabeh entuk oleh-oleh. Sing kardus kui sesok gowo neng Jakarta." Ucap Pras saat mengakat barangnya dari bagasi mobil.


(Saudaraku banyak. Semua dapat oleh- oleh. Yang kardus itu besok di bawa ke Jakarta.)


Pandu meletakan kardus yang untuk keluarga di Semarang dan Boyolali. Pakde dan Budhe Woko diminta Pandu untuk membukanya. Pandu bilang kalau Britney capek. Biar Budhe yang pilihin untuk keluarga di Boyolali.


"Tuku jajanan akeh eram." Ucap Pakde Woko


(Beli makanan banyak sekali.)


"Sajange Mas Pras, sederekke katah." Balas Pandu.


(Katanya Mas Pras, saudaranya banyak.)


"Mas, aku njaluk sing roso duren." Ucap Pamela saat Pandu membuka bakpia rasa durian.


(Mas, aku minta yang rasa durian.)


Bapak dan Bu'e membuka kaos dan daster- daster. Tenyata Britney sudah memilahnya, bahkan untuk Putri dan Pamela juga ada baju tidur batik dengan model yang kekinian.


Bukan hanya di Malioboro, tapi dekat Hotel juga ada toko batik yang murah dan model-modelnya juga kekinian. Misal banyak waktu, pasti tidak henti untuk berbelanja. Tapi Pras sudah memastikan hanya setengah jam, tidak lebih. Soalnya harus segera menjemput Claudia dan balik ke Semarang.


"Bu'e lucu yo. Adem bahanne." Ucap Pamela.


(Ibu lucu ya. Adem bahannya.)


"Mbakmu pinter milihke kowe, ukuranne pas." Ujar Bu'e.


(Kakakmu pandai memilihkan kamu, ukurnnya pas.)


Britney menyesuaikan ukuran Vava dan Pamela sama, jadi membelikan dengan model sama hanya corak batik dan warnanya yang berbeda.


"Emms... Mbak Britney tuku-tuku koyo wong dodolan." Ujar Claudia.

__ADS_1


(Emms... Mbak Britney beli-beli seperti orang jualan.)


"Aku wingi gak melu." Ketus Pamela dengan cemberut.


(Aku kemarin tidak ikut.)


"Kowe sekolah. Sokben dolan meneh." Balas Claudia dan memeluk Pamela.


(Kamu sekolah. Nanti main lagi.)


Bapak dan Pakde Woko langsung mencoba kaos dengan bordiran tulisan cantik tentang Jogja yang istimewa.


"Britney pinter milih. Kaosku demes." Ujar Pakde Woko.


(Britney pandai milihin. Kaosku oke.)


Tidak lama Britney keluar dari kamar, masih ada souvenir lain dan mendekati Pamela.


"Ini buat adikku. Sama seperti punya Vava." Ucap Britney saat memberikan sebuah gelang- gelang rantai yang unik aksen ukiran Love Jogja.


"Emmss bagus banget. Makasih Mbak." Balas Pamela dan mencoba gelangnya.


Pamela juga sama menyukai aksesoris. Berbeda dengan Putri yang tampak polosan ketika di rumah ataupun bepergian.


"Britney kamu pintar milihin baju, itu semua sudah di coba cocok. Budhe suka, batiknya halus, adem. Pakdemu juga suka kaosnya." Ucap Budhe Woko.


"Iya Budhe, kalau daster- daster malahan Mas Pras yang pilihin. Tapi kalau kaos, Britney pilihin sama Claudia." Balas Britney dengan tersenyum manis.


"Britney, kamu borong banyak banget, aku suka ini. Kamu belinya dimana?? Aku kemarin cuma di dekat Hotel, di Malioboro malah enggak bisa jalan- jalan. Soalnya kembar paling susah kalau diajak jalan." Ujar Tante Fitri yang sudah memakai daster model kekinian dengan warna biru muda bercampur pink.


"Itu tadi di dekat Hotel tante. Aku tadi setelah dari kebun binatang lihat tokonya. Tapi tadi sudah kesorean, jadi sekalian sebelum pulang mampir dulu." Ucap Britney.


Pras ternyata duduk di teras dan berbincang dengan Om Satria tentang bisnis. Pakde dan Bapaknya asyik menonton youtube.


Setelah tahu di youtube ada wayangan, Pakde Woko terus saja meminta Bapaknya Pras untuk membuka youtube.


"Sesok tak tukokke hp yo Mas." Ucap Bapak Pras.


(Besok aku beliin ponsel ya Mas.)


"Emoh, aku ora iso. Mengko malah nyasar teko ngendi -ngendi." Balas Pakde Woko.


(Tidak mah, aku tidak bisa. Nanti malah nyasar sampai mana- mana.)


Pakde Woko masih dalam keseruannya menonton wayang. Sedangkan para ibu- ibu juga anak- anak di ruang tengah sedang menikmati oleh - oleh.


Tadi Tante Fitri membawakan kripik dan udang goreng, juga ikan yang sudah di masak. Keluarga Om Satria itu, benar- benar menikmati liburan di beberapa pantai yang ada di Gunung Kidul.



🌼🌼🌼🌼🌼


Hallo semuanya πŸ€—πŸ€—


Gimana kabar kalian? Apakah masih suka dengan cerita tentang perjalan hidup dan cinta Mas Pras??


Semoga kalian suka dengan cerita dalam bab ini, semoga semakin banyak Like dan Vote dari kalian semua , πŸ˜…βœŒ


Buat yang di komentar, maaf kalau author jarang balas ya πŸ€—πŸ€— tapi pasti dibaca dan author juga mampir- mampir ke novel sahabat author lainnya.


Emmss... Buat yang mau menyapa boleh ke IG baru author, soalnya yang lama tidak bisa dibuka lupah sandinya, faktor U πŸ˜… *alesanklasik


Ig baru author : vie_gv05 baru kemarin πŸ˜‚


Nanti yang follow aku follback, author juga mau berkenalan dengan semua pembaca hebat.


Owh.. iya.. Author mau kasih tahu buat kalian yang mau mampir ke novel terbaru author. Jadi waktu itu buat covernya barengan sama cover Mas Pras, jadi sayang kalau tidak ditampilkan hehehe... ceritanya tentang komedi romantis dan remaja. Tapi ada bagian dewasanya. πŸ˜…βœŒ eh.. belum juga sih!! Baru satu episode.


Salam manis dari author. πŸ€—


Terima kasih banyak semuanya πŸ₯°πŸ˜˜



CALON ISTRI TUAN MUDA L

__ADS_1


__ADS_2