
Suara ponsel begitu mengganggu tapi mereka berdua masih berselimut tebal. Entah apa yang mereka lakukan sepanjang malam di sebuah Hotel mewah berbintang. Setelah pagi menyapa mereka baru tidur dan saling memeluk erat.
Sudah jam 10 pagi, suara ponsel Pras tidak henti memanggil. Bila dihitung sudah lima kali berdering. Britney merasa risih dan mengangkatnya.
"Hallo selamat pagi." Suara kantuk Britney, dan menyapa tanpa melihat siapa yang menelfon suaminya.
"Hallo Pagi." Terdengar suara wanita yang entah berada dimana.
"Maaf ini siapa? Suami saya masih tidur." Tanya Britney.
"Saya Elleanor. Saya mau menanyakan tentang aplikasi outlet saya. Kemarin ada yang trouble." Jawab Elleanor.
"Iya, nanti saya sampaikan ke suami. Saat ini kita tidak di Jakarta." Ucap Britney.
"Baik saya mengerti. Tolong kabari saya setelah sampai di Jakarta." Balas Elleanor.
"Pasti. Secepatnya, suami saya akan mengurus masalah itu." Ucap Britney.
"Iya, terima kasih. Selamat Pagi." Ucap Elleanor.
tutt.. tuutt. ttuuuttt...
"Sudah dimatikan." Gumam Britney, dan kembali meletakan ponsel suaminya.
Britney beranjak dari tempat tidur yang bersprei putih itu, lantas pergi ke kamar mandi. Britney mengingat hal semalam, mereka berdua saling menebar candu. Britney jadi tersenyum sendiri.
Setelah dari kamar mandi, melihat ponsel. Ternyata bukan hanya telfon, tapi Elleanor juga mengirim sebuah pesan.
Britney hanya menyernyitkan dahi dan berkata "Buat apa wanita ini mengirim beberapa foto model." Britney menghapusnya, dan merasa kesal. Menatap suami dan mencubit pipinya. Tapi Pras tidak merasakan apapun, malah tidurnya makin nyenyak.
Britney mendekati wajah suami tampannya itu, dan bertanya pelan "Mas,.. Apa mungkin nanti kamu akan berpaling dariku??"
Pras tidak mendengar hal itu, tapi Pras merasa ada yang meraba wajahnya "Hentikan!!!" Teriak Pras.
Britney kaget dengan teriakan Pras yang masih terpejam. Pras mulai berkeringat dan sepertinya suami sedang mimpi buruk di pagi hari. Britney mengambilkan minuman dari atas meja di depan tempat tidurnya.
"Mas, bangun... Mas Pras.... Bangun Mas." Ucap Britney seraya membangunkan suaminya.
Pras mulai membuka matanya, dan menatap istrinya. Setelah terbangun, Pras mengucap syukur dalam hatinya.
Hanya sebuah mimpi buruk bagi seorang Prasetya Wardana, yang selalu menjaga dirinya dari godaan liar di luar sana.
"Mas minum dulu." Ucap Britney memberikan botol yang tertuliskan mineral sehat.
Cleeguuk... Cleeegukk.. Cleeeguk..
(Pakai bahasa jawa biar afdol hahaha)
Pras meminum air mineral dari botol itu, dan kembali menatap istrinya berkata "Sayang, jangan jauh-jauh. Kamu kemana?? Tadi pagi kamu masih memeluk aku. Aku bermimpi di raba ular betina."
"Ho'oh... Tadi ponsel kamu bunyi terus, dan ada ular betina yang telfon. Bahkan memberikan foto model-model, lalu aku menghapusnya." Ucap Britney.
"Siapa?? Elleanor??" Tanya Pras, dan langsung bangkit. Mengambil ponselnya di meja sisi kiri tempat tidur itu. Ponsel Pras tadi pagi Britney yang menyimpannya, karena suaminya masih bermain game dan Britney sangat mengantuk dikala pagi mulai menyapa.
"Iya, siapa lagi klien wanitamu itu, kalau bukan Elleanor." Jawab Britney.
"Heemmss.. Kenapa dihapus?? Aku harus minta lagi sayang. Itu untuk desain yang program baru, Rain sudah nungguin fotonya." Ujar Pras.
~Rain yang membantu Pras, untun membuatkan desain tampilan pada aplikasinya.
"Mana aku tahu foto itu begitu penting, aku tidak suka ada foto gadis lain di galeri ponsel suamiku." Balas Britney.
Setelah mengambil ponselnya, dan mengirim pesan kepada Ellanor, Pras mendekati istrinya.
"Sayang, kamu cemburu??" Tanya Pras.
__ADS_1
Britney tidak menggubris suaminya, dan menelfon layanan Hotel untuk memesan makanan, perutnya terasa lapar. Britney memilih nasi liwet khas Solo untuk sarapan paginya.
Masih malas, baru bangun tidur, lebih baik makan di kamar saja, pikir Britney.
Apalagi setelah semalam sangat mengasyikan, tapi moodnya terganggu karena klien suaminya itu.
"Kamu tidak memesankan makanan untukku?" Tanya Pras.
"Aku tidak tahu kesukaan suamiku." Jawabnya dengan sewot, dan beranjak ke kamar mandi.
Pras tersenyum dan semakin gemas karena wajah sang istri ketika marah. Ingin sekali rasanya Pras menggigit pipi cubby Britney dan bibir manis itu.
"Sayang" Panggil Pras yang bersama di depan wastafel kamar mandi.
Britney tidak menghiraukan suaminya dan sibuk mencuci muka.
Pras merasa diacuhkan. Pras ditinggal di kamar mandi. Britney keluar dan menyalakan televisi.
Sudah jam 10 lebih, dan tidak lama pesanan Britney sudah datang.
"Sayang" Panggil suaminya.
Britney tidak peduli dan mulai sarapan pagi. Tapi Britney juga memesan dua menu. Satunya nasi goreng special yang ada telur ceplok diatasnya.
"Gimana aku bisa makan, kalau istriku saja diam." Ujar Pras.
Britney mengambil piring yang ada hadapan suaminya itu, menatap suami lalu berkata "Emmss makan." Britney menyuapi suami tampannya.
Pras tersenyum, walaupun sang istri wajahnya masih sangat kesal, tapi itu bentuk rasa cintanya kepada sang suami.
"Enak, tapi kamu juga harus makan." Pras mengambil piring Britney.
"Nasi liwetnya enak... Sayang aaaakkk." Ucap Pras.
"Sayang, kamu harus jagain aku." Ujar Pras dengan tersenyum tengil.
"Aku harus jagain gimana??" Tanya Britney.
"Dengan caramu mencintai aku, aku mau kamu juga profesional membedakan pekerjaanku. Kalau kamu ngambek, malah akan jadi kesempatan para ular betina itu melilit aku." Jawab Pras.
"Jadi kamu mau di lilit ular betina, begitu Mas??" Tanya Britney dengan kembali kesal.
"Bukan begitu sayang. Kamu harus tunjukan sama mereka yang ada di luar sana, kalau kamu sangat mencintai suami kamu ini. Jadi mereka tidak akan ada kesempatkan melilit aku nantinya. Kalau kalau begitu, mereka akan senang, dan merasa ada peluang manis. Ayolah, jaga suami kamu ini, aku masih muda dan tidak banyak pengalaman." Ucap Pras dengan tengil menggoda sang istri.
"Itu sepertinya memang kemauan kamu Mas Pras. Kamu sepertinya berharap bisa dilingkari ular betina begitu saja." Ujar Britney dengan kesal tapi tersenyum manis, dan mencubit pinggang suaminya.
"Ampuun sayang,... Sayang.. Cukup.. Ampunn.." Teriak Pras dan tertawa.
Britney kesal tapi suaminya sangat pandai menggoda dirinya. Britney makan dari tangan suaminya, dan sebaliknya Pras juga menikmati suapan dari sang istri tercinta.
Dua jam kemudian
Setelah selesai sholat dzuhur Britney mengajak suaminya untuk berjalan -jalan. Britney hanya ingin menikmati liburannya.
Tidak banyak waktu, setelah kembali ke Jakarta mana ada waktu untuk liburan. Yang ada hanya pekerjaan kantor dan pekerjaan ibu rumah tangga.
Pras mengajak Britney ke kebun binatang yang sangat terkenal di kota Jogja. Mungkin tidak romantis bagi orang lain, tapi bagi Britney ini sangat romantis.
"Mas, kamu ternyata tahu kalau aku sudah lama sekali tidak ke kebun binatang." Ujar Britney.
"Aku tahu, Bang Evan pernah cerita sama aku" Balas Pras.
Pras menggandeng istrinya. Dulu Britney kecil pergi ke kebun binatang bersama keluarga Ferdi, tapi malah menangis. Karena melihat anak kecil yang sedang di gendong ayahnya, dan dari situ keluarga Ferdi tidak mengajak Britney ke kebun binatang.
"Sekarang kamu masih sedih??" Tanya Pras.
__ADS_1
"Tidak, aku malah bahagia. Terima kasih suamiku." Jawab Britney sambil melihat gajah.
Pras memotret istrinya yang cantik dan Britney merasakan kebahagiaan itu. Masa kecil yang belum terbayarkan tapi inilah gantinya.
Saat cinta tidak terhitung, bahkan cinta kedua orang tuanya yang sudah tiada, ada pada sosok suami yang baru dikenalnya.
"Mas, lihat kesana." Ucapnya, dan menunjuk ke arah perahu yang berputar di sebuah danau yang ada di taman satwa itu.
"Nanti kita kesana" Balas Pras, yang merangkul istrinya.
Mereka berdua sedang duduk diatas kereta mini menuju ke tempat perahu itu. Britney sangat tidak sabar, Britney seperti gadis kecil yang sangat senang ketika bertamasya.
Pras tertawa melihat istrinya itu berlari.
"Sayang.. Sayang... Kamu lucu banget sih." Ucap Pras, dan langsung memotret istrinya itu.
"Mas aku senang." Ucap Britney, ketika perahu mulai berjalan mengelilingi danau itu.
"Aku juga senang melihat istriku bisa tersenyum manis." Balas Pras sambil mencubit pipi kanan istrinya.
Tangan Pras merangkul istrinya itu, dan tidak henti memainkan pipi sang istri.
Britney hanya menikmati pemandangan yang ada di danau itu.
Sudah hampir dua jam mereka mengelilingi kebun binatang itu. Belum semua tempat satwa mereka kunjungi. Tapi Britney sudah tampak lelah, dan Pras mulai menggendong istrinya, ketika berjalan keluar pintu satwa. Britney awalnya malu akan terlihat orang lain, apalagi ini tempat umum, banyak wisatawan lain. Tapi Pras tidak peduli dan tetap memaksanya. Britney akhirnya mulai menikmatinya.
"Mas, turunkan aku." Pinta Britney.
Pras menurunkan sang istri dari punggungnya, dan bertanya "Kenapa? Kamu pengen sesuatu??!"
"Aku pengen topi itu." Jawabnya, saat melihat di luar pintu taman binatang itu, banyak sekali toko yang menjual topi bucket, dengan hiasan pita besar.
Britney hanya menatap topi bucket coklat dengan pita organza yang sangat cantik. Semalam Britney mencoba topi bucket dengan bahan jerami. Saat ini topi yang di tatapnya, benar-benar menarik mata Britney untuk tetap melihatnya.
"Kamu mau memakainya??" Tanya Pras.
"He'em.. Sekarang aku mau memakai itu." Jawab Britney.
Pras membeli topi itu dan tidak menawar sama sekali. Pras langsung memakaikan topi bucket berpita ke atas kepala sang istri. Britney tampak tersenyum manis. Pras seperti menyenangkan gadis usia lima tahun. Hati Pras berdebar, dan memeluk istrinya.
"Aku sayang kamu. Kamu harus bahagia bersamaku." Ucap Pras.
Britney hanya merasakan pelukan suaminya, dan tidak menghiraukan sekitarnya. Pras beralih ke penjual topi karena uang kembaliannya. Pras tersenyum saat bapak penjual topi mengatakan pacarnya cantik. Pras menjawab kalau yang bersamanya adalah istrinya. Bapak penjual itu juga mendo'akan agar pasangan ini langgeng dan selalu harmonis.
Britney hanya mengucap terima kasih, mereka berjalan dan saling berpegang tangan. Sepanjang hendak ke parkiran, mereka berdua memang tampak seperti sepasang kekasih.
"Mas, matur nuwun." Ucap Britney dengan suara medok khas Jakarta.
(Mas, terima kasih.)
Pras tersenyum dan mengecup pipi istrinya, dan lagi-lagi tidak tahu tempat. Walaupun tempat umum Pras tidak henti menebar candu itu, tapi masih bisa terkontrol. Misal hanya berdua di kamar, entah apa yang dilakukan Pras terhadap istrinya itu.
So Sweet
πΌπΌπΌπΌ
Haii.... Haii.. Maaf terlambat updatenya. Semoga kalian masih setia menunggu Mas Pras.
Eh.. Author apa Mas Pras ini yang ditunggu???Hehehe
Terima kasih semuanya, semoga kalian menyukai cerita dalam bab ini.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian π€π€
__ADS_1