
Kegabutan ibu- ibu perumahan ini memang beda. Selalu ada rasa ambyar di dalamnya. Britney yang awalnya gadis rumahan, tidak mengenal tetangga. Setelah tinggal di perumahan dan bertetangga ada rasa manis yang terjaga.
Para tetangga bisa saja kepo dan selalu tahu masalah tetangganya yang lain. Tapi dibalik itu semua ada perhatian yang luar biasa.
"Bu Britney, kita memang begini. Tapi jangan diambil hati." Ujar Bu Mirna.
"Iya, Bu Mirna saya paham." Balas Britney dengan tersenyum.
Britney, Bu RT, Bu Mirna, Bu Betty dan dua tetangga lainnya sangat riuh di teras rumah Bu Mirna. Rujakan hanya salah satu tujuan acara di siang itu, tapi membahas pribadi keluarga juga sangat asyik di perbincangkan.
Bu Mirna juga ingin mengorek tentang Pras, tapi bukan karena suka, hanya ingin Britney waspada dalam menyikapi teman wanita Pras.
"Saya juga cemburuan Bu Britney, apalagi waktu hamil anak ke dua." Ucap Bu Betty.
"Bu Britney tenang saja. Kalau ada wanita yang bergerak mendekat, saya akan jadi singa yang akan membantu Bu Britney." Ujar Bu Mirna.
Beberapa tetangganya dengan kompak berseru "Betul!!!"
"Ibu ibu ini, malah membuat Bu Britney gelisah. Saya yakin Pak Pras bukan tipe orang yang gampangan." Ucap Bu RT.
Britney tersenyum dan tidak membalas ucapan Bu RT dan hanya membatin, kalau ucapan Bu RT ada benarnya. Memang suaminya bukan orang yang gampangan, dan mudah tergoda perempuan lain.
"Tetap saja Bu RT. Pak Pras tampan begitu, saya saja yang sudah umur terpesona sama Pak Pras." Ucap Bu Mirna.
Britney tersenyum lebar saat mendengar ucapan Bu Mirna. Tadi juga sudah mendengar langsung dari apa yang Bu Mirna rasakan, bukan hanya dia tetapi beberapa ibu ibu lain juga ngefans sama Pras.
"Saya fans berat Pak Pras, tapi saya juga akan ada di pihak Bu Britney, kalau ada bahaya datang. Saya juga seorang istri. Jadi saya tahu benar rasanya di duain." Ucap Bu Betty.
"Sabar Bu Betty, sudah masa lalu. Jangan diingat lagi, sekarang sudah ada yang lebih sayang." Balas Bu RT.
Bu Betty dulu di selingkuhi suami pertamanya, dan bercerai. Sudah menikah lagi dua tahun yang lalu, dan pindah rumah di perumahan puri anggrek ini.
"Bu Britney tidak perlu memikirkan hal-hal di luar sana, yang penting menjaga kandungan Bu Britney. Mau digoda bagaimanapun, kalau Pak Pras memang jodohnya Bu Britney. Itu semua hanya selingan kehidupan. Saya yakin Pak Pras bukan orang yang aneh- aneh." Ucap Bu RT.
"Iya, benar kata Bu RT. Tapi tetap saja Bu RT, kalau ada yang nekat-nekat kaya di film-film itu, gimana? Dikasih obat, diajak ke hotel. Terus begituan." Ujar Bu Betty.
"Tapi itu hanya film Bu Betty, kalau ada yang nekat begitu, orangnya sudah tidak waras. Bu Britney tenang saja. Saya akan buat team pembela Bu Britney." Balas Bu Mirna, dengan semangat super emak bak ratu gabut yang mendeklarasi persatuan emak gabut melawan pelakor.
"Bu Mirna, terima kasih. Tapi saya juga percaya sama suami saya. Kalau soal yang lainnya, saya hanya bisa berdo'a. Bagaimanapun, saya tidak ingin mengekang suami saya." Balas Britney.
"Siip Bu Britney, tapi kalau ada apa-apa. Telfon saya. Saya dengan senang hati akan membantu Bu Britney. Semangat!!" Ucap Bu Betty.
Britney melihat ke arah wajah ibu ibu itu dengan senyum haru, ternyata tidak semua tetangga itu menyeramkan. Britney awalnya takut untuk bergabung dengan para ibu-ibu itu, tapi perlahan Britney terbiasa.
Mereka tidak bergosip yang aneh-aneh, apalagi membuka aib tetangga, mencemooh dan ribut dengan tetangganya. Walaupun ada juga satu dua tetangga yang begitu. Tapi Britney hanya ingin mengenal para tetangganya.
Sore hari.
Sudah jam 5 sore, tapi suaminya belum pulang juga. Britney hendak menelfon sang suami, tapi sudah terdengar suara motor sang suami yang berhenti di depan rumah.
Greeekk!
Suara pintu pagar saat Pras mendorongnya. Britney keluar rumah dan berdiri di depan pintu sambil menatap sang suami.
Pras memasukan motornya, dan Britney perlahan mendekati suaminya.
"Assalamu'alaikum, sayang." Salam Pras.
"Wa'alaikumsalam Mas." Balas Britney dan mencium tangan suaminya.
__ADS_1
Pras meletakan helmnya di spion, lalu memeluk istrinya dengan erat dan mencium kening istrinya.
"Mas, aku kangen." Ujar Britney.
"Mmmsh. Istriku kangen. Ya udah, ayo masuk dulu." Ucap Pras sembari mengajak istrinya masuk ke dalam rumah.
Pras meletakan tas dan melepas jaketnya. Sangat manis, sang istri masih saja menempelnya.
"Mas, jangan lepas dulu kemejanya." Pintanya.
Pras hendak melepas kemeja yang ia kenakan. tapi sang istri memeluknya sangat erat dan tidak mengijinkan Pras melepas kemejanya.
"Kenapa? Aku gerah sayang." Balas Pras.
"Aku suka kalau Mas pakai kemeja putih. Mas, aku nyaman begini." Ucap Britney dan masih memeluk erat suaminya.
Pras tersenyum ternyata istrinya memang sangat suka, dengan suaminya yang memakai kemeja putih.
"Ya udah, aku mandi dulu. Aku gerah, ini bajunya juga bau asem." Ucap Pras.
"Entah kenapa aku malah suka. Mungkin dedek utun suka begini." Balas Britney.
"Kamu mau kemeja ini, atau aku?" Tanya Pras.
"Kamu Mas, tapi pakai kemeja putih. Aku juga sudah pesan sama Bu Betty kemeja putih." Ucap Britney dan masih menyandarkan kepalanya ke dada suaminya.
Bu Betty jualan online dan Britney juga tahunya tadi saat merumpi. Ternyata para tetangga yang gabut juga punya bisnis. Malah Bu Mirna, olshop gamis dan jilbab, setiap malam melakukan live di sosmed untuk menawarkan dagangannya.
"Tadi kamu main? Kamu sudah berteman dengan ibu-ibu komplek?" Tanya Pras.
"Bukan hanya berteman Mas. Mereka malah membentuk grup fans berat kamu. Tapi lucunya, bila kamu nakal, akan diserbu ibu-ibu itu." Jawab Britney.
"Aku juga baru tahu tadi Mas, mereka semua suka sama kamu, ngefans, kagum dan memperhatikan kita berdua. Aku saja kaget, ternyata Bu Betty tahu waktu kamu bertemu sama Bella di toko buah, terus Bu Mirna tahu ulang tahun kamu. Yang lain juga sama, tapi entah kenapa aku tidak cemburu sama mereka. Mereka juga bilang, walaupun fans berat kamu, tapi kalau kamu ditikung cewek di jalan, mereka akan menyerbu cewek itu. Aku jadi senyum-senyum aja. Katanya akan membela istri yang tersakiti." Ucap Britney dan memang begitu adanya.
"Mana ada hal seperti itu sayang, aneh-aneh aja. Mana mungkin aku berani. Yang ada aku tersiksa, belum menikah aja rasanya takut, apa lagi sudah menikah. Mana berani aku dekat cewek apalagi yang nekat-nekat. Dulu aja sama Vava aku takut." Balas Pras.
Mendengar suaminya menyebut nama adiknya, Britney tersenyum dan memukul dada suaminya. Pras mengatakan kebenaran yang ada. Memang Pras takut kalau ada cewek yang nekat, dengan sigap Pras menolaknya.
"Aku percaya sama kamu Mas." Ucap Britney.
Pras menghela nafasnya, tapi masih memeluk erat istrinya. Menciumi rambut istrinya, dan tidak henti Pras mengucap sayang kepada sang istri.
"Ya sudah, Mas mandi dulu." Suruh Britney.
Pras juga bingung kenapa orang- orang selalu menganggapnya seperti aktor yang sedang naik daun.
"Sayang...." Panggil Pras.
"Ayo Mas, aku sudah siap." Balas Britney yang sudah memegang mukena dan sajadah. Tampil dengan gamis berbahan jeans dengan gaya trendy dan jilbab instan biru dongker.
Mereka berdua hendak ke Mushola, sudah mau maghrib. Pras mengajak istrinya untuk sholat berjamaah di Mushola perumahan.
Suami istri yang cukup manis, beberapa tetangga juga melihat kemanisan mereka berdua.
Setelah dari Mushola.
Tadi mereka bukan hanya sholat maghrib berjamaah. Pras dan Britney juga ikut mengaji bersama tetangganya, dan selesai sholat isya' mereka baru pulang.
Britney cukup senang, waktu dia bejalar Al-Qur'an dengan Bu Rani dan Bu RT. Bu Rani juga cukup senior di perumahan itu, dia sangat sabar saat membantu Britney belajar membaca Al-Qur'an.
__ADS_1
Pras juga sempat melihat istrinya itu, dan sangat tersentuh. Istrinya masih terus ingin belajar dan tidak patah semangat. Bahkan Britney sudah lancar saat belajar hafalan surat-surat pendek.
"Aku, lupa sayang." Ucap Pras, setelah makan malam bersama sang istri.
"Lupa apa Mas?" Tanya Britney dan mendekati sang suami yang duduk di sofa.
Pras menarik istrinya dalam pangkuannya, Britney menatap suaminya dan tangannya melingkari leher suaminya.
Pras cemberut dan berkata "Aku lupa menghukum kamu. Tadi pagi aku telat ke kantor, untung saja Bu Nia masih menerima pekerjaan aku."
Britney cemberut dan membalas suaminya "He'em, aku memang pantas dihukum. Aku sudah bersalah."
"Mmsh.. Pijitin aku." Ucap Pras.
"Okey, aku pijitin." Balas Britney sambil memijit pelan kepala suaminya, dan masih dalam pangkuan sang suami tercinta.
"Mmmm.. Enak." Ucap Pras.
"Ya udah di kamar. Aku pijitin." Ajak Britney.
"Okey, ayo kita ke kamar." Ucap Pras sembari mengangkat istrinya ke tempat tidur.
Pras melepas kaosnya.
"Mas... Mas kenapa buka baju?" Tanya Britney.
"Aku mau di urut aja." Jawab Pras.
"Aku enggak bisa urut Mas." Ujar Britney.
"Ini pakai lotion kamu, terus pijit punggung aku." Ucap Pras.
"Okey aku pijitin suami aku. Aku juga enggak mau suami aku di sentuh sama perempuan lain." Ucap Britney.
"Sayang, sayang... Aku juga geli kalau yang urut perempuan. Aku enggak mau. Tapi kalau kamu, harus, kalau perlu setiap malam kamu harus pijitin aku." Ucap Pras dan mulai merasakan pijitin sang istri.
"Mmmhhss... Tidurlah Mas." Ucap Britney dan Pras mulai memejamkan matanya, merasakan pijitan dari sang istri.
"Iya, aku suka sayang." Balas Pras yang sudah keenakan.
πΌπΌπΌπΌ
Hehehe... Enak ya dipijitin??!! π
Haii Haii, kalian apa kabarnya?
Apa kalian juga ngefans sama Mas Pras?
Semoga kalian suka cerita dalam bab ini.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.
Othor mau ucapkan banyak terima kasih, sampai sekarang like, komentar dan vote masih berjalan manis, seperti senyuman Mas Pras yang selalu manis seperti gula.
Semoga kalian semua sehat, dan selalu ada hal manis dalam kehidupan kalian semua seperti Mas Pras dan Britney. π₯°
Terima kasih. ππ
__ADS_1
Author'GabutπΉ