PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Sahabat Rasa Saudara


__ADS_3

Rendy dengan santai melajukan mobil putih itu, mereka sudah melewati Toll Bekasi Timur. Pras tidur pulas. Britney yang duduk dikursi belakang, tampak bersandar dan bermain game.


Sebelum tidur tadi, Pras menyalakan musik dari playlist dan memilih lagu-lagu barat. Setelah Pras tidur, Rendy menggantinya dengan lagu-lagunya Nella Kharisma.


Dari lagu Konco Mesra sampai Bojo Galak**.


Terdengar suara merdu Nella Kharisma yang asyik dan memancing untuk segera bergoyang. Birtney yang mendengarkan lagu itu cukup santai, dan merasa menyenangkan.


"Britney, kamu suka lagunya??" Tanya Rendy.


"Aku suka Rend, yang tadi itu bagus." Jawab Britney.


Rendy memilih lagu lagi dan bertanya kepada Britney "Lagu yang mana? Biar aku putar lagi lagunya."


"Yang tadi, itu lohh... Jaran goyang." Ucap Britney, lalu tersenyum dan merasa gemas sendiri.


"Wkwkwkw..." (Rendy tertawa terbahak)


"Pras tangi'o!! Bojomu seneng Jaran Goyang." Ucap Rendy, tapi Pras masih tidur nyenyak dan tidak mendengar omongan Rendy.


(Pras bangun!! Istrimu suka Jaran Goyang.)


Britney tersenyum dan meletakan ponselnya. Britney berusaha mendekati suaminya, yang duduk dikursi depannya itu. Kedua tangannya kedepan, mengelus pipi suaminya.


"Mmmmhhh..." Suara Pras dan masih tidur.


"Mas... Kamu masih bisa tidur??" Tanya Britney.


Rendy merasa hanya sopir, jadi tidak masalah akan hal itu.


Tenangke Batinmu Rend...*Author


Pras merasakan itu, dan memegang tangan istrinya. "Mmmss... Aku masih ngantuk sayang."


"Itu.... Kamu diajak ngomong sama Rendy." Ucap Britney.


"Memang Rendy ngomong apaan??" Tanya Pras.


Rendy pura-pura tidak mendengar. Britney jadi senyum-senyum sendiri.


"Mas tahu lagu Jaran Goyang??" Tanya Britney.


Pras baru sadar suara musiknya sudah berubah dan menatap Rendy. Sang sopir tampan itu juga masih pura-pura tidak tahu apa-apa.


Wkwkwkw


"Biarin Mas... Lagunya asyik kok. Mas tahu enggak lagu Jarang Goyang?" Tanya Britney.


Pras lalu menoleh ke belakang, dan berkata "Iya sayang, aku tahu. Kamu kenapa tanya itu??"


"Penasaran ajah." Jawab Britney dengan tersenyum.


Pras meminta Rendy untuk berhenti di Rest Area, sebelum masuk ke Toll Cipali. Tidak lama Rendy sudah mengentikan mobil itu di Rest Area.



Rendy mejeng dulu guyyss!!!


Konco kui ibarat kopi karo gulo dadi siji.


(Sahabat itu ibarat kopi sama gula dijadikan satu)


Susah senang, saling memaki, dan tidak ada sopan santun. Tapi itulah kedekatan Rendy dan Prasetya. Walaupun hanya seucil kisah, tentang mereka berdua di kala masih SMA.


Tetap saja ada rasa manis dalam hati mereka berdua, dan menjadi kenangan yang sangat berharga.


"Rend... Ayo ngopi sik." Ajak Pras, setelah dari toilet dan menghampiri Rendy yang berdiri menatap mobil Britney.


(Rend... Ayo ngopi dulu.)


"Iyo... Ayo. Ehh...bojomu neng endi?" Tanya Rendy soalnya tadi Rendy melihat Britney juga keluar dari mobil.


(Iya... Ayo. Ehh...istrimu kemana?)


"Britney wis nunggu neng cafe coffea." Jawab Pras.


(Britney sudah nunggu di cafe coffea)


Mereka melihat Britney yang sudah duduk dan sedang minum ice Americano. Rendy duduk di depan Britney dan Pras duduk di samping istrinya.

__ADS_1


"Sayang, pagi-pagi minum es??" Tanya Pras.


"Enak mas.. Mas mau??" Britney menawari suaminya dan Pras mencobanya.


Rendy menatap minuman yang sudah Britney pesankan. Pras tersenyum melihat ekspresi Rendy.


"Ngopo kowe??" Tanya Pras.


(Kenapa kamu??)


"Ora popo.... Jebule bojomu reti seleraku." Jawab Rendy.


(Tidak apa-apa... Ternyata istrimu tahu seleraku.)


"Hemmmss.. Bojoku takon aku." Ucap Pras dan Rendy tersenyum menatap Britney.


(Hemmmss.. Istriku tanya aku.)


"Rendy, kamu dulu pertama kenal Mas Pras dimana??" Tanya Britney.


"Di jalan...." Ucap Rendy.


"Bukannya kalian satu sekolah??" Tanya Britney yang bingung.


"Iya, satu sekolah, tapi awalnya beda kelas. Aku hampir telat, karena motorku mogok, Pras kasih aku tebengan. Dari situ kita makin akrab. Terus kita waktu kelas 3 baru satu kelas. Suami kamu tukang tidur." Ucap Rendy.


"Bohong.... Mana pernah aku tidur di kelas." Sahut Pras.


"Ora neng kelas, tapi kowe sering turu neng UKS." jelas Rendy.


(Ora neng kelas, tapi kamu sering tidur di UKS.)


"Aku ngerti sekarang. Kalian memang lebih dari sekedar teman." Ucap Britney.


Mereka berdua tersenyum, dan Pras memegang tangan istrinya. Rendy juga mengatakan kalau dia sering chat sama adik sepupu Evan.


Britney mendengar hal itu tersenyum, Almeera juga tidak pandai bergaul. Tapi kenapa dengan Rendy bisa akrab, pikir Britney.


"Rend, kalau kamu suka sama Almeera. Jangan disia-siain kesempatan ini. Almeera sangat susah didekati. Tapi kamu juga jangan sakitin adik aku." Ujar Britney.


"Apa om kamu bisa terima aku apa adanya?" Tanya Rendy, yang tahu kalau Almeera pernah mau dijodohkan, dengan orang lulusan pondok pesantren, tapi Almeera tidak mau dijodoh- jodohkan.


Bahkan Rendy juga sosok yang perhatian, dan sopan ketika berbincang dengan orang tua. Apalagi waktu di rumah kakek Restu, dengan mudah Rendy mendekatkan dirinya, dan keluarga Britney juga senang mengenal sosok Rendy.


"Wis nduwe niat... Mengko cepet moro neng omahe. Cepet dilamar." Ujar Pras.


(Sudah punya niat... Nanti cepat datang ke rumahnya. Cepat dilamar.)


"Dongakke ya bro.. Aku seneng akeh sing dukung." Ucap Rendy.


(Do'ain ya saudaraku.. Aku bahagia banyak yang mendukung.)


Rendy juga bilang, akan bicara dulu sama kedua orang tuanya nanti ketika sudah di Semarang. Rendy ingin minta restu dari kedua orang tuanya, sebelum dirinya melangkah jauh ke hubungan yang serius.


Mereka sudah berjalan lagi, dan kali ini Pras yang menyetir mobil. Britney duduk di sampingnya, dan Rendy bergantian duduk di belakang karena ingin tidur.


Pras selalu bersikap manis ketika Britney ada disampinganya. Meskipun Rendy tidur, tetap saja mendengar obrolan mereka berdua. Memasang headset di telinganya dan akhirnya Rendy bisa tidur dengan nyenyak tanpa mendengar obrolan sepasang suami istri yang saling menyiram bunga.


Wkwkwkwk


Tiga jam sudah Pras mengendari mobil, dan berhenti dulu untuk mengisi bensin.


"Sayang, aku mau ke toilet dulu." Ucap Pras, setelah isi bensin dan memarkirkan mobil di Rest Area.


"Ok, nanti gantian." Balas Britney karena Rendy masih tidur nyenyak, tidak ingin mengganggunya.


Britney mengganti musiknya dan Rendy bangun dari tidurny. Tadi separuh wajah Rendy tertutup jaket. Menatap sekitar, ternyata mobil itu berhenti. Rendy memanggil dan Britney menoleh ke arah Rendy. Britney mengatakan suaminya lagi di toilet, dan Rendy langsung turun dari mobil.


Britney tersenyum, saat Rendy turun dengan wajah kucel dan rambutnya masih acak-acakan, berbeda dengan suaminya yang selalu ingin tampil rapi.


"Rendy.. Rendy... Semoga aja nanti kalian memang berjodoh." Gumam Britney, yang masih menatap Rendy.


Saat ini Britney sedang chat dengan Almeera, tadi waktu chat belum dibaca karena Almeera sedang bantuin ibunya masak di dapur dan tidak tahu kalau Britney mengirim chat.


Almeera juga cukup senang saat Britney bilang, kalau saat ini dalam perjalan ke Semarang, dan ada Rendy juga. Bahkan Britney memotret Rendy yang sedang tidur, dan mengirim ke Almeera.


"Eemms... Almeera ternyata merespon juga." Ucap Britney dengan gemas, setelah melihat emoticon yang Almeera sematkan untuk foto Rendy itu.


Pras kembali ke dalam mobil, dan melihat istrinya yang senyum-senyum saat menatap ponselnya. Britney masih mengetik, membalas chat Almeera.

__ADS_1


"Sayang... Kamu senyum-senyum terus." Ucap Pras


"Iya, ini chat sama Almeera." Balas Britney.


Pras lalu menyuruh istrinya untuk segera ke toilet, Britney langsung keluar mobil. Pras menganti musik yang di putar istrinya.


"Sayang, kamu keracunan Rendy juga." Ucap Pras, dan masih memilih lagu.


Tadi Britney memutar lagunya Nella Kharisma lagi, saat suaminya turun dari mobil.


Pras menatap Rendy yang berjalan dan bergumam sendiri. Perlahan Rendy mendekati mobil itu, dan membuka pintu yang belakang. Ternyata Pras sudah duduk di kursi depan sebelah kiri.


"Bro kowe sing nyetir, aku arep turu meneh." Ucap Pras.


(Saudaraku kamu yang menyertir, aku mau tidur lagi.)


"Siiiaaap!!" Balas Rendy dan bergegas ke kursi pengemudi.


Tinggal menunggu Britney, dan Pras sudah pesan agar Rendy tidak mengganti lagu pilihannya.


"Marai ngantuk. Mengko kowe turu, lagune malih suoro biduanku." Ucap Rendy.


(Bikin mengantuk. Nanti kamu tidur, lagunya ganti suara biduanku.)


"Ojo banter-banter. Aku ora iso turu." Balas Pras.


(Jangan kencang-kencang. Aku tidak bisa tidur.)


"Siipp... Volume 8." Ucap Rendy.


"Kowe arep joget opo?? 4 wae..." Balas Pras.


(Kamu mau joget apa?? 4 saja..."


"Jancok..." Batin Rendy, lalu berkata "Bojomu seneng, ora masalah. Iki mobile bojomu."


(Jancok...) (Istrimu suka, tidak masalah. Ini mobilnya istrimu)


Rendy tersenyum, Pras menatapnya dan berkata "Sakarepmu cok meh ngomong opo soal aku. Penting aku arep turu."


(Teserah kamu cok mau bilang apa soal aku. Penting aku mau tidur.)


Rendy menatap Pras yang bersandar dan memakai kacamata hitam "Mas... Mas Pras...." Ledek Rendy.


Jeddduuuggh!!


Pras mengambil botol aqua, yang masih setengah isi dan dipukulkan ke bahu Rendy.


Britney kembali dan membuka pintu kiri, sudah ada sang suami yang bersandar. Britney ingin menutup pintu itu lagi, tapi di tarik Pras lebih dulu. Sengaja tidak mengunci pintu biar istrinya masuk.


"Mmmuuuacchh..." Kecup Pras ke pipi istrinya, kembali bersandar, tersenyum merasa senang.


Rendy kembali pura-pura tidak melihat sahabatnya yang tebar asmara kepada istrinya.


Setelah duduk di dalam mobil, Britney menghela nafas, dan meletakan botol minuman yang tadi dia beli di mini market.


Brrreemmm!!!


Rendy mulai melajukan lagi mobil putih itu.



🌼🌼🌼🌼


Terima kasih para pembaca hebat, dimanapun anda berada.πŸ™πŸ€—


Salam manis dari Mas Rendy 😎🀩


Mohon do'a untuk Mas Rendy agar segera bertemu jodohnya. πŸ€—πŸ€—


🌼🌼🌼🌼


Buat kalian yang suka dengan novel baper, bisa mampir ke novel karya sahabat author. Dibawah ini ada beberapa novel yang bikin baper. πŸ˜πŸ…πŸ‘‡




__ADS_1



__ADS_2