
"Mas, pulang cepat. Enggak usah lembur." Pinta Britney dengan manja.
"Iya, aku akan pulang cepat." Balas Pras yang sudah duduk di atas jok motor.
Pras lebih suka naik motor bila tidak bersama sang istri. Bisa lebih cepat, apalagi kalau jalanan macet. Pras sudah berangkat dan Britney masih melambaikan tangannya.
Bella dari atas balkon rumah Bagas melihat ke uwuan suami istri itu. Pagi- pagi sudah membuat tetangga meriang, merindukan kasih sayang.
"Pasti sangat bahagia, bila aku nanti memiliki suami seperti Mas Pras." Batin Bella dan masuk ke dalam rumah.
Britney menutup pintu pagar rumahnya, tapi di kejutkan oleh klakson motor Bu Betty.
"Bu Britney untung masih di rumah." Ujar Bu Betty dan mengentikan motornya.
"Iya Bu Betty, hari ini saya tidak bekerja." Balas Britney.
Britney mengajak Bu Betty masuk ke dalam rumah, Britney sudah mandi dan sudah memakai concealer cair untuk menutupi jejak manis dari suaminya semalam. Tapi masih ada juga yang terlihat bahkan Bu Betty bisa melihatnya dengan jelas.
"Ini pesanan kemeja Bu Britney." Ucap Bu Betty.
"Ini bagus, Bu Betty pagi-pagi sudah mengambil ke tokonya. Saya jadi tidak enak." Balas Britney, yang sudah membuka dan mengeluarkan kemeja dari plastik bening. Ada tiga kemeja putih yang dibeli Britney dan satu biru muda, juga ada warna pink.
"Tadi sekalian antar anak ke sekolah. Jadi ambil sekalian pesanan custumer. Ini ada juga yang lain, bukan cuma kemeja. Ada kaos- kaos juga, apa Bu Britney mau lihat?" Bu Betty, lalu mengambil dagangannya dalam tas besar yang ada di motor.
Britney sangat senang berbincang dengan Bu Betty dan milihat- lihat dagangan Bu Betty.
"Rumah Bu Britney sangat rapi, perabotnya bagus- bagus. Saya jadi betah disini." Ujar Bu Betty yang beranjak mengikuti Britney ke dapur.
"Ini buat Nay." Ucap Britney saat memberikan puding sama anaknya Bu Betty yang tadi di susulkan ayahnya.
Anak Bu Betty masih kecil, baru umur 1 tahun.
"Jadi ngrepotin." Balas Bu Betty.
"Nay mau di gendong tante sayang. Di rumah tante enggak ada jajanan ya." Ucap Britney dan mulai mengajak anaknya Bu Betty duduk di sofa.
"Bu Britney, ini totalnya." Ucap Bu Betty memberikan nota belanjaan Britney.
Britney ke kamar untuk mengambil ponselnya. Bu Betty mengawasi anaknya yang sudah berjalan dan ingin mengacak -acak puding dari Britney. Anak umur satu tahun baru masa aktifnya, apapun yang ada di dekatnya pasti menjadi sasaran untuk dia bermain.
"Nay, ini di makan. Nanti kamu mengotori rumah tante Britney." Ucap Bu Betty kepada anaknya masih meronta dan ingin mengambil puding itu.
Britney berjalan dan mendengar ucapan Bu Betty. "Nay, kamu kenapa sayang? Kamu mau ini?" Britney membuka biskuit susu untuk Nay.
Bu Betty menjawab "Sudah Bu Britney malah dibuat mainan sama Nay. Nanti lantainya malah kotor semua."
"Tidak apa-apa Bu Betty namanya juga anak- anak, sama malah suka kalau ada yang main ke rumah, jadi ada teman." Balas Britney yang senyum, dan mulai mentransfer pembayaran untuk Bu Betty.
"Wah, cepet Bu Britney ini sudah langsung masuk. Terima kasih, pagi- pagi sudah dilarasi sama Bu Britney." Ucap Bu Betty melihat ponselnya saat ada info dari bank.
"Saya juga terima kasih Bu Betty, bisa belanja tanpa saya harus keluar rumah." Balas Britney.
Tidak lama Bu Betty pamit pulang, menggendong anaknya dan mengendarai motor. Walaupun dekat, tapi Britney khawatir saat melihatnya. Bu Betty sudah biasa seperti itu, tapi Britney saja yang baru melihat hal seperi itu.
"Ternyata Bu Betty, ibu yang kuat." Batin Britney dan menatap ke arah depan rumah. Bella tampak mengelap motor, Britney juga cukup kagum ketika melihat Bella.
"Semua wanita punya sisi hebatnya masing- masing." Gumam Britney, karena Bella juga sosok yang rajin.
Britney hendak masuk ke dalam rumah, dan Bella meneriaki Britney.
"Kak Britney." Suara yang begitu nyaring dan langkahnya perlahan mendekat.
"Eh.. Bella, iya ada apa Bell?" Tanya Britney dan tidak jadi menutup pintu pagarnya.
"Aku mau ke depan, ke minimarket. Kak Britney mau nitip sesuatu enggak?" Tanya Bella.
"Emm.. Boleh, aku nitip es krim vanila." Jawab Britney, pagi- pagi enak juga kalau makan es krim.
"Oke aku beliin beli es krim." Balas Bella.
Britney mengambilkan uang, tapi Bella sudah pergi dulu.
"Bella, Bella, kamu mirip sama Pandu." Gumamnya dan menunggu di teras rumah.
Pras mengirim pesan kepada istrinya dan mengatakan kalau sudah ada di ruangan.
"Mas, maafin aku. Kamu pasti akan sibuk karena aku." Ucapnya dan mencium foto yang tampil di ponselnya.
Tidak lama Bella datang dan memberikan titipan Britney.
__ADS_1
"Ini es krim kak Britney." Ucap Bella, saat memberikan pesanan Britney.
"Ini uangnya." Ucap Britney dan Bella menerima uang itu.
"Ayo main ke rumah? Aku sendirian." Ajak Britney saat mereka hanya di depan pagar.
"Bentar kak, aku mau kasih susunya Bilqis dulu." Balasnya.
Britney asyik menonton drama korea, yang baru tayang di televisi bersama Bella. Britney bahkan memesan makanan dan minuman dari aplikasi, entah kenapa pagi ini sangat akrab sama Bella.
Heemms!!
Pras menatap tumpukan dokumen yang dibawa Tania dan meletakan di meja kerja Britney. Pras menggeleng saja, dan tidak mengerti apa sang istri besok sanggup mengerjakan tumpukan dokumen itu. Walaupun hanya mengecek ulang, tapi hal itu malah menjenuhkan.
"Bu Tania, semua itu pekerjaan Bu Britney??" Tanya Pras dengan profesional.
Pras sudah mulai profesional ketika dia mulai satu ruangan kerja dengan istrinya. Bahkan Pras suka cuek bila istrinya terkadang masih bersikap manja di kantor.
"Benar, tapi aku sudah mengerjakannya. Bu Britney boleh mengecek ulang. Atau tinggal tanda tangan saja." Jawab Tania dengan senyuman.
"Iya, bos memang enak ya, tinggal duduk manis semua sudah dikerjakan karyawannya." Balas Pras dengan mengerutkan dahi.
"Kamu juga bisa. Apa kamu mau menduduki kursi bos? Menggantikan posisi Bu Britney?" Tanya Tania.
"Tidak lah, mana mungkin aku bisa begitu. Lagi pula pekerjaan itu sangat menjenuhkan. Aku lebih baik mengisi dan mengolah data dari pada harus menatap layar tanpa berbuat apa-apa." Jawab Pras.
Tania semakin tertawa "Benar, aku juga lebih suka menulis dari pada harus menatap layar dan tidak menyentuh apapun."
"Britney kamu lagi apa sayang? Aku jadi kangen sama kamu." Banti Pras menronta saat ngobrol dengan Tania dan membicarakan pekerjaan bos alias sang istri.
Tania keluar dan menutup pintu ruangan itu, Pras kembali ke pekerjaannya. Tapi sebelum itu, Pras ingin telfon istrinya, dan ternyata tidak di angkat sama istrinya.
"Sayang, kamu lagi apa? Kenapa telfon aku enggak diangkat." Batin Pras yang cemas dan tidak tahu kenapa sang istri tidak mengangkat telfonnya.
Huuweeek.... Hooowweeek....
"Kak Britney baik- baik saja? Kakak..." Panggil Bella sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Tidak lama Britney keluar dengan wajah yang sudah pucat, tampak lemas dan cemberut.
"Aku tidak apa- apa, sudah sering begini." Balas Britney.
"Mau aku buatin teh hangat?" Tanya Bella.
"Tidak perlu, nanti juga sudah tidak mual lagi." Jawab Britney dan mengelap wajahnya dengan tisue yang ada di depannya.
"Kenapa kamu buat aku cemas sayang." Batin Pras yang merasa tidak enak. Lalu mengirim pesan kepada istrinya.
[Sayang, kamu lagi apa? Kamu baik-baik saja?? Aku cemas kamu tidak angkat telfonku. Nanti telfon aku ya, aku kangen sayang. 😞😢😘]
Satu jam kemudian.
Pras sampai saat ini belum mendapat panggilan dari sang istri, lalu mulai menelfonnya.
"Hallo, Mas Pras." Suara Bella terdengar lembut saat mengangkat menjawab panggilan Pras.
"Iya, ini siapa?" Tanya Pras yang semakin cemas, kenapa bukan istrinya yang angkat telfonnya tapi kenapa orang lain. Ada apa dengan istrinya. Batin Pras sudah tidak karuan, dan memikirkan hal buruk terjadi pada istrinya.
"Saya Bella Mas Pras, adiknya Mas Bagas." Jawab Bella.
"Istri saya dimana? Kenapa bukan Britney yang angkat telfonnya." Ujar Pras dengan nada suara tidak nyaman.
"Kak Britney tidur Mas Pras, tadi muntah, sampai lemas, sekarang tidur." Ucap Bella, sambil melihat ke arah wajah Britney yang sudah tidak pucat lagi.
"Britney muntah? Lemas? Apa dia pingsan??" Tanya Pras.
"Iya Mas Pras, tadi cukup lama di kamar mandi. Tidak pingsan Mas Pras, tapi tadi wajah kak Britney sangat pucat." Jawab Bella.
"Kalau begitu, saya akan segera pulang." Ucapnya, dan Bella menoleh ke arah Britney yang mulai bangun dari tidurnya.
"Bella, siapa yang telfon?" Tanya Britney dan mulai bersandar di tempat tidur.
"Mas Pras Kak, sepertinya dia cemas." Jawab Bella, lalu memberikan ponsel kepada Britney.
Panggilan belum terputus.
"Mas, Mas... Ini aku." Ucap Britney.
Pras mendengar suara istrinya sudah mulai tenang.
__ADS_1
"Sayang, aku cemas. Kamu baik- baik saja?" Tanya Pras.
"Iya, Mas. Aku baik- baik saja. Tadi cuma lemas aja. Tadi makan terus muntah-muntah. Udah biasa aku begini." Jawab Britney.
"Tapi aku cemas sayang. Aku akan pulang." Ucap Pras dengan rasa tidak nyaman. Walaupun sudah mulai tenang saat mendengar suara istrinya, tapi Pras masih kepikiran kalau belum bertemu sang istri.
"Mas, tidak usah pulang. Aku sudah mendingan, tadi memang lemas, tapi sekarang aku baik- baik aja. Mas kerja aja, nanti aku akan sering kasih kabar sama kamu Mas. Maaf tadi aku nonton drakor sama Bella, terus muntah- muntah, habis itu aku bobok. Tapi Mas enggak perlu cemas lagi ya, Mas kerja aja. Okey." Ucap Britney dengan suara lebih ceria agar suaminya tidak pulang.
"Aku kangen kamu. Ya udah, aku tidak akan pulang. Tapi nanti kamu sering chat aku, biar aku tenang, aku sangat cemas. Kamu di rumah sendirian, terus tadi tiba-tiba yang angkat telfonnya suara orang lain, aku tadi jadi deg-degan. Aku pikir kamu pingsan." Perasaan Pras memang syok, ketika mendengar suara orang lain saat dirinya telfon sang istri.
"Iya, iya, aku akan chat kamu terus, biar kamu enggak fokus kerja." Ucap Britney dengan senyum.
"Iya, lebih baik begitu. Kamu chat aku sayang, aku biar betah di kantor. Ya udah, aku mau kerja lagi. Kamu bener ya, sehat. Aku enggak mau kamu pura- pura ceria buat nyenengin perasaan aku." Ucap Pras dengan senyum.
"Iya Bojoku sayang, aku sehat. Udah ya, kamu kerja lagi. Nanti Bos kamu marah loeh. Kalau kamu telfon terus begini. Ini jam kerja, hayo matikan telfonnya." Ucap Britney dengan tegas.
"Siap Bu Britney, saya akan kembali kerja. Bu Briteny sehat-sehat ya. Semoga segera kembali ke kantor lagi, biar saya tidak santai- santai disini. Kalau ada Bu Britney disini, saya pasti lebih bersemangat." Ujar Pras.
"Ok, besok saya akan ke kantor. Terima kasih atas perhatiannya. Selamat berkerja Prasetya Wardana." Ucap Britney.
"Heeeh.. Bos tetap Bos, sayang kamu berani sekali memanggil suamimu seperti itu." Batin Pras.
"Iya, Bu Britney." Balas Pras dan setelah salam, mereka mengakhiri telfonnya.
Bella menunggu di sofa, setelah Britney menerima ponselnya. Bella melanjutkan nonton film yang lain, dan tampak mengemil dan memegang bungkus kacang atom yang gurih dan sangat asyik menonton film.
"Bella, terima kasih udah jagain aku." Ucap Britney.
"Sama- sama Kak Britney, lagian aku tidak ada teman di rumah. Bilqis juga ke playgroup sama suster, aku di rumah sendirian." Balas Bella.
"Kamu kapan pulang ke kost?" Tanya Britney, dan mulai duduk di sebelahnya sambil memegang bantal sofa yang dia letakan di atas pangkuannya.
"Nanti hari sabtu, aku dianter Mas Bagas balik ke Bogor." Jawab Bella dengan santai.
Bella sangat manis, rambutnya panjang. Matanya bulat dan bulu matanya sangat lentik. Bella juga cukup mandiri, ternyata tidak hanya berkuliah, Bella juga kerja di sebuah restoran cepat saji. Tapi saat ini dia libur kuliah dan mengambil cuti dari tempat ia bekerja. Britney cukup salut kepada Bella, walaupun masih muda tapi mau bekerja, dan cukup mandiri, padahal baru seusia Pandu.
Jam siang
"Pras, ono opo?? Ketokke ora selera ngono?" Tanya Pak Miko.
(Pras, ada apa?? Kelihatannya tidak berselera begitu?)
"Britney neng omah, aku neng kene. Piye aku iso selera ma'em, Pak." Jawab Pras.
(Britney di rumah, aku di sini. Gimana aku bisa selera makan, Pak.)
"Wis di telfon?" Tanya Pak Miko yang cukup tahu bagaimana perasaan suami yang gelisah, saat memikirkan istrinya, apalagi istri Pak Miko juga sedang hamil.
(Sudah di telfon?)
"Uwis Pak, mau telfon. Kie lagi tak WA. Tetep wae, atiku ora tenang." Jawab Pras, yang memegang ponsel.
(Sudah Pak, tadi telfon. Ini baru aku WA. Tetap saja, hatiku tidak tenang)
[Mas, maaf baru aku balas. Aku tadi sholat dzuhur. Sekarang baru mau makan, tadi aku buat sambal sama ikan cuek. Ternyata enak Mas. Mas nanti mau dimasakin apa? Jangan cemaskan aku. Aku baik- baik. Aku akan kirim fotoku. 😘😘😘]
Pras merasa lega melihat balasan istrinya, sudah berapa banyak chat yang Pras kirim untuk istrinya.
[Iya, aku juga mau sambal bawang sama ikan cueknya. Foto masakan kamu bikin aku lapar sayang. Nanti malam suapin aku, aku disini tidak selera makan. 😕😕]
[Siap, tapi jangan begitu kenapa emonya, cium dulu. 😘😘😘]
[😘😘😘 sayang. I love you.]
[ I love you too 😘😘]
Haii Hai,, maaf terlambat update, he.. he..✌😂
Semoga kalian semua suka dalam cerita bab ini.
Mas Pras sedakep wae, adem opo piye kuwi?? 🙄
Jangan lupa, Like, Vote dan Komentar.🤗🥰
Tolong kepoin novel baru di bawah ini.
Terima kasih pembaca hebat 🤗🥰😘
__ADS_1