PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Seperti Rasa Indomie


__ADS_3

Dag Dig Dug


"Sayang, kenapa kamu belum pulang juga." Ucap Pras, dengan rasa khawatir dan menatap pintu rumah yang dari tadi terbuka.


Saat ini sudah jam 10 malam, Pras yang masih dengan pekerjaannya, dirinya sangat risau ketika sang istri belum kembali.


"Sayang, kenapa hp kamu juga mati??" Keluh Pras, yang tadinya tidak ingin mengganggu sang istri, tapi sekarang jadi risau.


Pras sendiri juga sibuk dengan pekerjaannya, setelah sadar ternyata sudah larut malam.


Bahkan dari jam 9 tadi, hujan turun sangat deras, ponsel istrinya juga tidak aktif. Tadi setelah dari Mushola, Pras hanya menerima chat kalau Britney kembali ke kantor dulu, masih ada pekerjaan penting yang harus Britney selesaikan.


Pras mencoba menghubungi ponsel Evan malah tidak diangkat.


Seeetttt!!


Tidak lama mobil Evan sudah tiba di depan rumah No. 18 itu, Pras mendengar suara mobil yang dia kenal, dia langsung keluar rumah dan bergegas menghampiri istrinya.


Pras memayungi istrinya yang turun dari mobil jeep warna putih. Evan juga tidak mampir, sudah malam apalagi hujan deras. Dirinya juga harus segera pulang.


Sepuluh menit kemudian, Britney sudah selesai mandi, karena dingin Britney mandinya cepat. Tadinya suaminya mau merebuskan air untuk istrinya mandi. Tapi menolak, tidak masalah air dingin, karena dari pagi belum ganti baju, sudah sangat risih rasanya.


Britney ganti baju di dalam kamar dan Pras yang di dapur menuang mie instan ke dalam mangkok.


Yuuhhhuuu!!


Sebelum masuk ke kamar mandi, Britney bilang sama suaminya. Ingin makan indomie rebus yang seperti di warkop. Pras memasak indomie rasa soto. Tidak ada sawi, tapi pakai satu cabai dan telur. Untung saja dua hari lalu, Pras membeli mie instan. Walaupun hanya lima biji dan di simpan dalam lemari dapur. Musim hujan harus ada mie instan pikirnya, waktu Pras membeli kopi dan gula pasir di toko kelontong yang dekat dari rumah mereka.


Pras tidak lupa membuat teh manis hangat di cangkir keramik bewarna putih.


"Mas..." Panggil Britney yang di kamar, saat Pras mendatanginya.


"Ayo makan mienya, keburu dingin." Ajak Pras dan menggandeng istrinya ke meja makan.


Britney tersenyum, saat menatap mie instan yang tersaji di atas meja.


"Mas tidak makan?" Tanya Britney, lalu dia mulai memegang sendok dan garpu.


"Tidak, aku lagi tidak ingin makan mie." Jawab Pras tersenyum dan menatap istrinya.


Mereka duduk berhadapan, Pras tidak henti menatap sang istri yang mulai menyendok dan menikmati mie instan buatannya itu.


"Mmmmss... Suamiku jago membuat indomie. Nanti aku bisa ketagihan." Ucap Britney.


Pras tersenyum dan berkata "Iya, aku akan jadi koki warkop buat istriku."


Britney tersenyum manis saat mendengar hal itu.


"Mas, kenapa menatap aku terus?" Tanya Britney, yang merasa dari tadi suaminya tidak berkedip, dan serius menatap dirinya yang sedang makan.


"Aku kangen sama kamu. Aku tadi cemas." Ucap Pras.


"Maaf, tadi ponselku baterainya habis." Ucap Britney dengan manja.


Pras tersenyum dan berkata "Aku juga salah, tadi terlalu sibuk. Setelah sadar ternyata sudah jam 10 malam."


"Aku tahu mas, makanya tadi aku juga tidak telfon kamu. Aku tidak ingin mengganggu kamu." Ucap Britney dan dia masih lanjut makan mie.


"Makanlah, biarkan aku terus menatapmu." Ucap Pras, matanya semakin berseri. Dadanya masih berdebar, ternyata dirinya tadi memang sangat khawatir.


Pras mulai merasakan seperti Britney yang takut kehilangan.

__ADS_1


"Seperti ini kah rasanya takut kehilangan??" Pikir Pras dalam hati, dan tidak henti menatap sang istri yang ada di depannya.


Selesai makan mie, Pras mengambil mangkok itu dan juga cangkirnya. Pras melarang istrinya, saat ingin menaruh mangkok bekas mie itu, ke tempat cucian piring.


Britney yang masih duduk dan tersenyum, Pras juga ingin mencuci mangkok itu. Perlahan Britney mendekati suaminya yang berdiri, saat mencuci mangkok itu.


Kedua tangan Britney melingkari badan Pras, telapak tangan Britney memegang dada Pras. Posisi Britney di belakang Pras, memeluk erat.


"Mas...." Panggil Britney.


"Iya Sayang... Kenapa??" Tanya Pras, yang masih mencuci mangkok.


"Tadi di kantor ada Bram." Jawab Britney dan Pras mematung sejenak.


Pras menghela nafas dan berfikir jernih "Untuk apa Bram menemui kamu??"


"Iya, tadi juga ada bang Evan dan Tania. Masalah mamanya, mamanya sakit. Bram meminta aku untuk menjenguknya." Jawab Britney.


"Iya, kita harus menjenguknya." Ucap Pras.


"Aku sudah menjenguknya, tadi diantar bang Evan." Balas Britney.


Pras tidak ingin berfikir buruk terhadap istrinya dan berkata "Baguslah... Walaupun sudah tidak ada hubungan, tapi kamu harus tetap silaturahmi dengan orang tuanya."


"Mas tidak marah sama aku?" Tanya Britney.


"Tidak, aku tidak bisa marah sama istriku yang sudah berusaha untuk jujur." Jawab Pras.


Sebenaranya Pras juga risau, kenapa tidak waktu chat mengatakan kepada suaminya. Tapi Pras mencoba berfikir positif, mungkin istrinya ingin menjelaskan langsung kepadanya.


Sedangkan Britney tadi setelah dari kantor Real, ingin lembur di kantor karena pekerjaannya juga penting, tapi karena Bram datang. Dirinya harus pergi ke rumah Bram, dan Evan menemaninya.


Awalnya ingin mengatakan kepada suaminya, tapi tadi suaminya bilang, kalau dirinya juga akan sibuk dengan pekerjaannya. Jadi Britney tidak ingin mengganggu suaminya dan akan menjelaskan nanti setelah tiba di rumah.


Pras menatap istrinya yang cemberut dan menunduk, lalu tangan kanannya menyentuh lembut rambut istrinya dan berkata "Aku paham, aku tidak marah. Mana bisa aku marah, aku tadi sangat cemas. Aku juga salah, sudah sibuk dan tidak tahu istriku ada dimana."


"Mmm... Maafin aku mas." Ucap Britney.


Britney yang dalam pulukan suaminya, perlahan mulai menangis. Karena Britney merasakan hati suaminya tidak nyaman. Hati Britney merasa kalau suaminya kecewa atas sikapnya ini.


"Kenapa kamu menangis?? Kamu takut aku marah sama kamu?" Tanya Pras dan masih memeluk istrinya.


"Iya, aku takut kalau mas akan marah dan kecewa sama aku." Jawab Britney.


"Aku tidak akan memarahi kamu, tapi kamu sekarang semakin sensitif." Ucap Pras.


Britney menatap Pras dan berkata "Iya, aku lebih sensitif dari kamu. Lebih baik marah sama aku, dari pada aku hanya melihat sorot kamu yang kecewa, hatiku jadi risau."


"Hemmss.. Kamu mau aku marahin?? Ok.. Kamu sudah salah. Aku mau menghukummu." Ucap Pras, lalu kedua tangannya mengangkat istrinya.


Pras menggendong istrinya dan mendudukkan istrinya di sofa ruang tamu.


"Kamu lihat itu, pekerjaanku!! Itu sampai membuat aku lupa, kalau aku sudah punya istri." Ucap Pras.


"Mas lupain aku? Gara-gara ini?" Tanya Britney dengan kesal tapi tersenyum.


Pras tersenyum "Iya, karena pekerjaan ini. Aku jadi lupa sama istriku yang cantik."


Mendengar hal itu Britney semakin tersenyum manis.


Nyyyeeesss!!!

__ADS_1


Pras bahagia melihat istrinya yang mulai senang. Hati Pras lebih risau ketika melihat istrinya menangis. Ternyata usahanya berhasil untuk menyenangkan perasaan istrinya.


"Jadi mas besok ke Elle'S Beuaty lagi??" Tanya Britney.


Pras mulai duduk di sebelah istrinya dan berkata "Iya, besok aku kesana. Kamu tidak masalah??"


"Iya, aku tidak masalah. Suami aku hanya bekerja. Tapi nanti jangan lupa, kalau dapat duit ajak aku jalan-jalan." Ketus Britney, sambil melihat apa saja yang suaminya kerjakan.


Pras memeluk istrinya yang ada disampingnya itu dan bertanya "Mamangnya kamu ingin jalan-jalan kemana??"


"Kemana saja, asalkan kita berdua. Apalagi kita belum bulan madu." Jawab Britney.


"Aku akan memikirkannya. Tapi cium aku dulu, dari tadi aku belum dicium." Pinta Pras.


Britney mencium pipi suaminya dengan gemas dan menggigit kecil telinga suaminya. Pras juga sangat gemas saat memeluk istrinya tercinta.


Suami istri kalau sudah berdua bertabur asmara. Rasanya seperti rasa indomie kuah rasa soto.


Nagiiiih!!


Tidak bisa dipungkiri, suasana perasaan Pras semakin nyaman, saat ada sang istri di dekatnya.


Pras masih dengan pekerjaannya, Britney yang tadinya hanya duduk bersandar di samping suaminya, perlahan meletakan kepalanya diatas paha suaminya.


Tangan Pras sesekali mengelus rambut istrinya, Britney mulai memejamkan mata.


"Sayang, kamu bobo??" Tanya Pras.


"Setelah makan mie aku mengantuk mas." Jawab Britney dengan pelan.


"Bobo dikamar saja." Ucap Pras.


"Aku nyaman begini." Balas Britney.


Pras menciumnya, lalu mengangkat istrinya, membawanya ke kamar dan menidurkannya. "Kamu bobo, aku akan disini."


Saat ini sudah jam 11 malam, Pras berusaha untuk membuat istrinya tidur. Padahal masih harus menyelesaikan pekerjaannya.


Britney sudah tertidur pulas, Pras akan kembali menyelesaikan pekerjaannya dan tidak lupa mencium kening istrinya, lalu dia berkata "Aku sayang kamu."



🌼🌼🌼🌼🌼


Hallo semua para pembaca hebat dimanapun anda berada. Terima kasih atas kesetiaan kalian kepada Mas Pras dan Britney.


Mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan, atau kata-kata yang kurang tepat.


Semoga kalian suka, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian. πŸ˜πŸ€—


🌼🌼🌼🌼🌼


Buat kalian yang suka novel dengan genre fantasi, action dan misteri. Kalian bisa mampir di novel karya sahabat author.


Di bawah ini, ada beberapa novel karya sahabat author yang bisa kalian baca dan sangat menarik.πŸ€—πŸ…πŸ‘‡




__ADS_1




__ADS_2