PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Karena Suami Tampan


__ADS_3

Tiik Tiik Tiik


Air menetes dari atas berjatuhan terpecah di atas payung.


Berpayung merah berjalan dengan tersenyum manis, matanya berkilau dan sangat cantik. Mengenakan gamis serut pinggang bermotif bunga, serta hijab pashmina berwarna ungu.


Britney berjalan bersama beberapa ibu-ibu perumahan, setelah pulang dari pengajian.


"Mbak Britney mari mampir ke rumah saya" pinta ibu disebelah Britney.


"Iya Bu Rani terima kasih, lain waktu saya akan berkunjung ke rumah Bu Rani" balas Britney menolak, tersenyum kepada tetangganya yang usianya juga hampir seusia Sarah.


Bu Rani tersenyum, lalu beranjak membuka pintu pagar dan Britney lanjut berjalan lagi.


Hampir satu minggu sudah, setelah acara akad nikah Evan dan Ghea di senin lalu.


Hari Minggu Britney di rumah saja, tidak ada jadwal apapun. Menikmati waktu sebagai ibu rumah tangga dan bermanja dengan suami tercinta.


Tadi sekitar jam satu siang. Bu RT datang ke rumah untuk mengundang Britney. Mendapat undangan pengajian, acara tasyakuran khitan putra Bu RT yang nomor dua.


Jam 3 sore sebelum hujan


Ibu-ibu perumahan puri anggrek menatap bingung, saat melihat Britney datang. Banyak ibu-ibu yang belum mengenal sosok Britney dan banyak juga yang penasaran, lalu ada yang saling berbisik.


Bu RT meminta Britney memperkenalkan dirinya dan mereka akhirnya mengenal Britney.


Ada ibu-ibu yang berbincang, mengatakan kalau suami Britney sangat tampan dan terlihat muda. Britney yang mendengar hal itu, hanya bisa tersenyum manis.


Bu RT dan juga beberapa tetangga sudah melihat sosok yang tampan itu, waktu mereka bertemu di Mushola. Beberapa ibu-ibu penasaran, setelah mendengar tentang suami Britney.


Kemudian ada yang langsung bertanya kepada Britney, meminta tips agar mendapatkan suami tampan.


Britney hanya menjawab sudah takdir dari Tuhan. Mereka semua jadi tersenyum dan ibu yang bertanya tidak puas dengan jawaban Britney.


Maklum saja setelah pengajian selesai, pasti ada beberapa ibu-ibu yang mengobrol sebentar dan membicarakan keluarga sendiri, bahkan ada juga yang membahas masalah tetangganya.


Britney terbiasa hidup di kawasan elit, istilahnya tidak mengenal tetangga.


Yupss


Britney dari kecil di lingkungan tertutup, mungkin tetangga sebelah rumah juga tidak mengenal Britney.


Britney belum pernah merumpi seperti itu. Sangat kaget dengan perkataan beberapa ibu-ibu. Tapi dia paham kalau ibu-ibu itu hanya membuat candaan.


Greeettt


Britney mendorong pintu pagar dan suaminya duduk di teras sambil bermain game.


Pras melihat istrinya sudah pulang, lalu berjalan mendekat, menatap istrinya dengan tersenyum.


"Sayang, kamu kehujanan" ucap Pras sembari tangannya memegang pipi istrinya.


Walaupun sudah tidak deras, tetap saja gamis bawah Britney basah, karena terciprat air hujan.


"Ini dipinjami payung sama Bu RT" balas Britney.


Pras mengambil payung merah itu dan meletakan di pojok teras. Memeluk istrinya dengan sayang.

__ADS_1


"Mas, masuk dulu. Enggak enak dilihat ibu-ibu" ucap Britney.


Walaupun sudah berpagar rapi, tapi celah-celah pagar itu terbuka. Mereka bisa dilihat beberapa ibu-ibu yang lewat. Karena tadi, beberapa ibu-ibu masih berjalan jauh dibelakang Britney.


"Aku tidak peduli. Lagian kita suami istri, apa masalahnya" ucap Pras.


"Emss... Aku mau ganti baju dulu" ucap Britney, akhirnya Pras melepas pelukannya.


Sore hari jam 5an, peluk-pelukan, mana hujan. Hadeeeh... Buat tetangga pengen Mas Pras๐Ÿ˜… *AuthorBawel


Britney melekatan tas kesrek merah diatas meja makan, kemudian bergegas ke kamar mandi.


Pras mengambilkan baju untuk istrinya. Britney hanya mengulurkan tangannya ketika sang suami mengetuk pintu kamar mandi. Hanya ada sedikit celah pintu, Britney gemas dengan suaminya yang sering menggoda.


Pras tersenyum dengan gemas melihat tingkah istrinya. "Sayang, aku masuk lah. Aku suami kamu" ucapnya yang tidak henti menggoda istrinya.


Pras pergi dengan tersenyum tengil "Sayang, aku semakin gemas sama kamu" gumamnya sambil menatap ponselnya dan melanjutkan gamenya.


Britney selesai berganti baju, pergi ke dapur membuat kopi dan mengambil piring.


Memindahkan isian besek ke atas piring putih, ada lemper, kue lapis manis, wajik, brownies dan juga risol. Lalu ada satu dus nasi kotak dengan ayam kremes serta pelengkapnya.


"Mas, kamu cobain" ucap Britney


Pras yang masih memegang ponsel, meminta istrinya untuk menyuapi dirinya.


Mereka duduk di sofa dan Pras makan kue lapis dari tangan istrinya. Britney juga memberikan minuman kepada suaminya, tadi Britney sudah membuatkan kopi cappuccino.


"Mas, tadi ibu-ibu membicarakan kamu" ucap Britney sembari memegang tangan Pras.


"Membicarakan aku? Apa yang mereka katakan?" tanya Pras yang masih menatap ponselnya dan merasakan jari istrinya mengusap-ngusap tangannya.


Pras mendengar hal itu menoleh ke wajah istrinya yang cemberut, lalu bertanya "Apa yang dikatakan mereka benar, kenapa kamu cemberut?"


"Aku tidak suka" ucap Britney dengan ketus.


"Kamu tidak suka? Karena aku tampan?" tanya Pras lalu meletakan ponselnya dan tidak peduli. Away from Keyboard dan bakal dimaki teamnya.


"Emms.... Ternyata susah juga punya suami tampan" keluh Britney.


*Pras menyerang bibir manis istrinya.


"Mmmmmssshhh"


Pras kembali mengambil ponselnya, masalahnya bukan ditetangga yang membicarakan tentang ketampanan dirinya.


Masalahnya ada dalam perasaan istrinya. Pras tersenyum dan merasa kegelisahan hati Britney.


"Kamu cemburu??" tanya Pras.


Britney menghela nafas dan berkata "Benar, aku semakin cemburu. Rasanya aku takut kehilangan kamu mas."


"Apanya yang ditakutkan?? Aku selalu sama kamu. Bahkan setiap hari ke kantor juga sama kamu." ucap Pras.


Britney hanya risau dengan perkataan ibu-ibu tadi, dirinya baru sebulan menikah. Masih manis dan baru menebar benih cinta, belum ada godaan dan cobaan menerjang. Bahkan banyak perkataan lainnya.


"Kamu harus percaya sama aku" tegas Pras.

__ADS_1


"Iya mas, aku percaya sama kamu. Tapi tetap saja aku khawatir" ucap Britney.


Pras akhirnya selesai bermain game dan menatap istrinya.


"Kamu percaya Tuhan kamu?" tanya Pras


"Iya, aku percaya" jawab Britney dengan jelas dan tatapan suaminya sangat tegas.


"Sayang, kehidupan memang tidak mudah, bukan hanya tentang kita. Tapi ada kehidupan lain di luar disana, kamu tidak perlu mendengar apapun yang orang katakan" tegas Pras.


Britney hanya diam dengan cemberut.


"Kamu harus percaya sama aku. Kalau hati kamu ragu, bagaimana kamu bisa mencintai aku" ujar Pras.


Britney lalu memeluk suaminya, berkata "Aku cinta sama kamu mas. Aku percaya sama kamu."


Pras memeluk istrinya dan mengerti, ini pertama kalinya istrinya bertetangga. Jadi apapun yang orang katakan Britney memikirkannya dan menjadi gelisah.


Walaupun usia Pras lebih muda, dia tahu tentang kehidupan bermasyarakat. Pras lebih pengalaman dalam lingkungan kesehariannya. Dengan sabar memberikan nasehat kepada istrinya.


Setelah obrolan panjang, tanpa sadar suara adzan maghrib sudah berkumandang.


Pras mengajak istrinya untuk sholat berjamaah dan di luar hujan semakin deras.


Pras bisa dibilang masih muda, tapi dalam hatinya dia berjanji, akan berusaha menjadi sosok imam dan kepala keluarga yang baik untuk istri dan anak-anaknya nanti.


Britney mencium tangan suaminya dan Pras memeluknya dengan rasa cinta yang dalam.


"Sayang, aku mohon cintai aku" pinta Pras.


"Iya mas.. Aku mencintaimu" jawab Britney


"Kalau mencintaiku. Kamu harus percaya aku" ucap Pras.


"Mas... Aku akan berusaha" balas Britney.


"Aku akan selalu terbuka sama kamu. Aku senang, istri aku ternyata sangat takut kehilangan aku." Pras dengan menggodanya istrinya


"Eeemmm.. Mulai lagi deh" ketus Britney


"Aku suka, sekarang kamu semakin manja" ucap Pras yang memeluknya dengan gemas.


Britney merasakan kasih sayang dari suaminya, ternyata suaminya sangat bijaksana walaupun usianya lebih muda darinya.


Pernikahan memang tidak mudah, tapi kalau saling memahami satu sama lain pasti akan bertemu inti masalahnya dan memecahnya besama-sama.


Pras masih belajar dan ini baru awal, bahkan dirinya masih perlu memahami sifat istrinya. Begitu juga dengan Britney, terkadang melihat suaminya seperti masih anak kuliahan, yang bersikap layaknya anak muda yang santai.


Bahkan gaya penampilan suaminya itu juga keren, semakin tampan dan terlihat muda, membuat dia menjadi gelisah ketika seseorang menatap suami tampannya.



Yuuppss... begitulah Pras, sosoknya tengil, tapi rajin ibadah dan paling menurut sama ibunya.


Pras yang masih muda dan banyak bergaul, tidak pilih-pilih teman. Tapi Pras juga sangat pandai menjaga dirinya dari godaan.


Pernah sekali ke club malam dengan Rendy dan teman lainnya, tapi dirinya bisa menahan godaan malam itu.

__ADS_1


Rendy juga cukup baik menjaga sahabatnya. Begitu pula dengan Pras yang mengingatkan Rendy, agar berhati-hati saat memilih minuman.


*Apakah aku harus menceritakan kejadian malam penuh godaan itu?? *AuthorSesat*


__ADS_2