PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Resepsi Pernikahan Mantan


__ADS_3

Tiba saatnya dihari yang sangat istimewa, disebuah gedung mewah tampak pelaminan dengan nuansa adat jawa berhiaskan bunga-bunga cantik dan dua pasang kembar mayang.



Sepasang suami istri tiba di depan halaman gedung dan saling menggenggam tangan. Mereka berdua tampak serasi, Britney yang mengenakan dress tile berpayet dengan warna nude dan Pras mengenakan jas coklat yang hampir senada gaun Britney. Pras tampak berseri dengan senyuman khas yang selalu terpancar dari wajahnya.


"Mas, penampilan aku gimana?" Tanya Britney yang ragu dengan penampilannya.


"Cantik, kamu sangat manis." Ucap Pras.


Britney masih ragu dan menatap ke spion mobil, Ibu mertua dan lainnya juga sudah berjalan, tapi Britney tampak gelisah.


"Britney ayo jalan." Pras merasakan sang istri yang mulai gelisah. Bukan hanya akan bertemu dengan mantan Pras, tapi akan bertemu banyak kenalan Pras. Apalagi teman alumni SMA Pras, yang selalu membuat lelucon terhadap Pras.


Dari pagi Britney bercermin, dia selalu menatap dirinya dan menyatakan kalau dia lebih tua dari Pras. Bagaimana nanti teman Pras, pasti akan lebih mengolok Pras dengan candaan mereka.


"Sayang, apa yang kamu pikirkan?" Tanya Pras dan untuk pertama kalinya Pras memanggilnya dengan kata sayang.


"Mas, aku terlihat tua dari kamu. Bagaimana nanti taman-teman kamu." Ucapnya dengan rasa aneh.


Pras menatapnya "Sayang.... Aku tidak peduli dengan ucapan mereka. Kita sudah menikah, kita bukan lagi bersandiwara. Padahal waktu itu kamu yang bilang sendiri, akan menenami aku dan memintaku memanfaatkan kamu."


Britney teringat ucapannya beberapa hari lalu, tapi kenapa pagi ini perasaannya menjadi aneh.


Mereka berdua melangkahkan kaki dengan santai dan hendak masuk ke gedung itu.


Dari luar sudah tampak janur kuning melengkung dipintu gedung dan hiasan tarub serta dibagian kanan dan kiri pintu masuk juga terdapat dua tandan pisang raja yang sudah menguning dengan cantik.



Pras dan Britney yang baru masuk sudah disambut beberapa gadis penerima tamu, Pras yang mengisi daftar tamu dan Britney menerima souvernir sepasang cangkir. Britney tampak tersenyum, karena beberapa gadis itu selalu tersenyum manis saat menyapa para tamu undangan.


Pras dengan santai dan Britney memegang lengan kiri Pras. Pras sudah disambut oleh kenalannya yang juga bertugas menerima tamu. Ternyata ada teman SMAnya yang memakai beskap warna hitam dan tampak gagah.


"Pras, apa kabar?" Tanya teman Pras.


"Kabarku baik." Jawab Pras dan Britney hanya tersenyum. Pras kemudian bertanya "Kamu sendiri bagaimana? Kapan undangannya?"


"Iya, kabarku baik. Tunggu saja." Jawabnya lalu mengantarkan Pras untuk duduk diantara teman-temannya.

__ADS_1


Tapi Pras menginginkan duduk didepan, karena ingin melihat mantannya yang sudah berbahagia.


Temannya kembali menjalankan tugasnya, dan memberi tahu temannya yang lain kalau Pras sudah datang, bahkan membawa seorang wanita yang sangat cantik.


Britney duduk disebelah kanan Pras, dideretan paling depan kursi barisan kiri. Untung saja masih ada beberapa yang kosong dikursi paling depan.


Sang Ibu dan Bapak, juga Putri bersama calon suaminya berada bersama tamu lain duduk dikursi bagian tengah.


Gluuung....


Gamelan sudah mulai berbunyi, penambuh yang memainkan gamelan berseragam beskap warna kuning dan mereka memainkan alat musik tradisional itu dengan selaras. Beberapa sinden cantik mulai menyanyikan lagu pembuka dengan suara yang khas dan sangat nyaman ditelinga.


Britney yang kagum melihat dari layar sisi kiri, dia tidak henti menatap sosok sinden yang usianya sudah sama seperti Ibu mertuanya.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Pras melihat istrinya yang tiba-tiba tersenyum.


"Mas, aku suka melihat sindennya. Sangat cantik dan suara begitu merdu." Jawabnya yang masih tersenyum.


"Kamu suka pernikahan seperti ini?" Tanya Pras.


"Iya aku suka nuansa tradisional seperti ini. Aku juga suka budaya kita yang beragam." Jawab Britney.


Britney yang tidak mengerti bertanya kepada Pras. Pras juga tidak begitu banyak mengerti, apalagi bahasa Krama Inggil. Bahasa yang paling halus, dan hanya beberapa kata yang Pras tahu.


Tidak lama berselang sang pengantin perempuan duduk diatas kursi pelaminan dan didampingi dua gadis kecil. Pengantin perempuan itu begitu cantik dengan riasan paes ageng dan alis menjangan, berpadukan busana bahasan dengan dodot warna hijau keemasan yang begitu cantik.


"Mas, mantan kamu sangat cantik." Ucap Britney.


"Istriku juga sangat cantik." Ucap Pras menggoda, dia tidak ingin melihat istrinya merasa kecil hati.


Britney salah tingkah dan hendak mengambil minuman yang ada disamping kirinya. Pras yang melihat hal itu jadi tersenyum manis.


Acara temu manten akan dimulai, Roro Ayu Citra Pamesthi dan Raden Bagus Ardi Hartanto akan dipertemukan dengan ritual adat pengantin jawa.


Pras tampak bahagia melihat Citra, sepertinya Citra juga tadi menatap Pras yang duduk diantara para tamu. Tapi Citra belum tahu kalau Pras sudah menikah.


Citra Pramesthi adalah mantan kekasih Pras, dia juga seorang dokter muda. Dia lulusan Universitas Negeri di Yogyakarta yang sangat terkenal. Di usianya 24 tahun dia sudah bergelar dokter dan bekerja di sebuah rumah sakit swasta milik keluarganya.


Ardi Hartanto adalah suami Citra, dia juga bergelar dokter bahkan dia sudah mengambil spesialis, usianya lima tahun diatas Citra.

__ADS_1


Jreeng.... Jreeng... Jreeng...


Dari sini kalian tahu. Kenapa Prasetya Wardana ditolak oleh keluarga Citra, karena mereka dari keluarga dokter. Hampir semua keluarganya bergelar dokter dan bekerja di rumah sakit milik keluarga.


Pras menatap syahdu ketika acara sungkeman dimulai, bagaimanapun mereka pernah merasakan cinta yang sama. Dulu waktu SMA hanya bercuri pandang, tapi setelah kuliah dan pertemuan Reuni SMA, Pras berani mengutarakan perasaannya. Tapi Tuhan yang sudah mengatur jodoh mereka berdua.


Akad nikah Citra digelar hari Sabtu siang sehari sebelum acara resepsi. Sedangkan Prasetya satu hari sebelumnya. Pras sendiri tidak menyangka akan membawa seorang istri untuk menghadiri pernikahan sang mantan.


*Author ~Harusnya aku yang disana, dampingmu dan bukan dia... "Ah.. sudahlah.. sudah mantan."


Eh... itulah yang dibuat lelucon temannya, mereka menyuruh Pras hadir dan meminta menyanyikan lagu itu. Rendy yang menjawabnya... "Konco wedus, reti konco susah malah guyon."


(Teman kambing, tahu teman susah malah bercanda.)


Mereka sebenarnya juga peduli dengan Pras, mereka hanya menyemangati, agar tidak terlalu galau suasananya.


Tapi Pras sudah membawa belahan jiwanya. Saat ini istrinya yang paling penting, dan dia sudah berjanji dengan dirinya sendiri, akan mencintai istrinya sepenuh hati.


"Citra selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan Warahmah." Ucap Pras menyalami Citra dan Britney disebelahnya.


"Terima kasih Pras, kamu berkenan hadir. Kamu juga harus bahagia." Ucap Citra.


Britney hanya mengikuti Pras dan Pras juga sudah mengenalkan istrinya. Kedua orang tua Citra juga memberikan ucapan selamat kepada Pras.


Pras bertemu dengan temannya, mereka sangat senang dan bahkan ada yang iri dengan Pras yang sudah memiliki istri, bahkan istrinya sangat cantik dan begitu memikat.


Rendy yang tadi bergabung dengan mereka hanya bercerita kalau Pras sudah menikah, dan istrinya adalah orang berkelas. Tapi mereka juga bisa melihat sendiri, bagaimana penampilan Britney, dari gayanya berjalan dan riasan wajahnya sangat natural. Walaupun Britney tidak banyak memakai aksesoris tapi dia sangat menarik.




Untuk Mantan Kekasihku


*Cinta hanya sebuah rasa, aku tidak menyesal pernah mengungkapkan sebuah rasa, tapi aku juga tidak menyesal kalau kita sudah menjadi mantan.


Kenangan yang pernah ada diantara kita berdua, kelak akan menjadi sebuah cerita dimasa depan. Selamat untuk kehidupan barumu, berbahagialah bersamanya*.


__ADS_1


__ADS_2