PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Welcome Back Mas Pras


__ADS_3

Yuuhu!! Mas Pras, hadir kembali untuk kalian semua, para pembaca setia Mas Pras. 🥰😘



Suasana dalam pagi yang menggemaskan, sang Papa muda sedang menyiapkan sarapan pagi, dan meletakannya di atas meja makan.


"Papa, Alishba maunya makan mie goreng, terus ada telur ceploknya di atas mienya." Ujar Alishba. Tangan mungil itu, telah mendorong piring yang berisi spaghetti bolognese, buatan sang Papa.


Pras dengan gemas berkata "Sayang, nggak ada mie instan. Cepat makan spaghettinya."


Bibir mungil itu membulat manyun, dan sang Papa semakin gemas. Ternyata repot juga, ketika sang istri pergi dan harus mengurus Alishba sendirian. Sudah satu minggu, sang istri pergi ke luar negeri untuk menjenguk sang adik tersayang.


"Alishba maunya mie goreng, pakai telur ceplok. Alishba nggak mau spaghetti." Suara Alishba yang menggemaskan, dan melipat kedua tangannya di atas meja makan.


Pras mengelus rambutnya, lalu berkata "Ya udah, Papa beli mie instan dulu ke Bang Ucok."


Pras bergegas pergi, matanya masih menatap putri kecilnya yang hanya diam di ruang makan, perlahan ia mendekati Alishba, lalu bertanya, "Alishba, mau ikut Papa?"


"Alishba nggak mau ikut Papa." Jawabnya, dan beranjak dari kursi.


Pras mengelus rambut putri kecilnya, dan berjongkok di depannya, lalu berkata "Kalau mau ikut Papa, Alishba boleh jajan."


"Boleh jajan?" Tanya Alishba yang tidak percaya, kalau Papanya memperbolehkan Alishba jajan. Soalnya selama ada sang Mama di rumah, semua snack untuk Alishba sudah tersedia di lemari dapur, karena Britney melarang anaknya jajan. Selama Mamanya tidak di rumah, tidak masalah mengajak anaknya jajan.


"Boleh sayang. Tapi nanti jangan bilang sama Mama." Jawab Pras dengan tersenyum tengil.


"Siap Papa, Alihsba akan kunci mulut." Ucap Alishba, seraya tangannya kecilnya seolah mengunci bibir imutnya itu, menarik wajah Papanya dan mencium pipi sang Papa.


"Mmuuach!"


Pras tersenyum saja, saat melihat sikap gemas anak umur 6 tahun itu.


Ngeng!!


Sampai di toko kelontong Maju Lancar. Alishba yang tadinya berdiri di atas dak motor sang Papa, turun duluan saat motor matic putih itu berhenti.


Motor matic Pras sudah berganti putih, setelah 5 tahun dengan 2 motor yang warna hitam. Sang istri komplen, minta motor putih dan yang cocok untuk istri cantiknya itu.


Gadis kecil itu sudah berlari masuk ke toko itu, cukup lengkap dan banyak jajanan anak di tempat itu. Bukan hanya menjual mie instan, di toko itu semua bahan pokok harian juga ada dan sangat lengkap. Bahkan bisa bayar listrik dan lainnya.


"Papa, Alishba mau ini." Ucap Alishba.


Alishba sudah mengambil aneka snack, dan susu kotak. Pras sudah memesan mie instan goreng, dan juga mie rebus aneka rasa, Bang Ucok cukup bercanda dengan Pras, apalagi Bang Ucok juga memiliki anak usia dini, dan sama-sama anak perempuan.


"Sudah Pras?" Tanya Bang Ucok.

__ADS_1


"Sudah Bang, ini aja udah banyak." Jawab Pras.


"Telur, gula, kopi nggak sekalian?" Tanya Bang Ucok.


"Mamanya Alishba minggu lalu udah belanja, tapi nggak beli mie instan." Jawab Pras.


Alihsba yang mendongak ke atas, dan berkata, "Papa, Alishba mau itu." Sambil jari mungil tangan kanan Alishba, menunjuk ke arah toples, yang bertulisan permen kopi.


"Alihsba, nggak boleh makan permen kopi." Ujar Pras.


"Alishba mau, Alishba mau permen itu." Rengeknya, dan sangat menggemaskan.


Pras berkata "Mama, udah beliin permen coklat. Di rumah ada banyak."


"Alihsba mau permen kopi, Papa.... Papa... Alisbha mau itu. Mau itu." Rengek Alishba yang semakin gemas, dan seolah wajah sudah ingin menangis. Wajahnya semakin sendu, benar-benar membuat sang Papa tidak bisa menolaknya.


"Bang Ucok ambilin itu, permen kopi, 2 aja." Ucap Pras, dan Alihsba mulai melihat tutup toples itu, di buka oleh sang penjual. Tapi Alishba masih sendu dan merasa kecewa, ketika Papanya bilang hanya 2 permen.


10 menit kemudian.


"Mama, Papa nakal. Mama pulang. Mama pulang." Rengek Alishba, yang menangis saat telfon sang Mama.


Britney hanya bisa mendengar suara tangisnya, dan rengekan anaknya itu, dari dalam ponselnya.


"Iya sayang, Mama mau pulang. Besok pagi, Alishba sama Papa jemput Mama di Bandara. Sayang, sudah nangisnya, Mama jadi sedih." Ucap Britney dengan suara lembutnya, dan cukup sabar.


"Mama, Papa bilang, Alishba tidak boleh makan permen." Ucap Alishba dengan sesenggukan.


Britney bertanya "Sayang, permen apa yang kamu mau? Mama sudah beliin permen coklat. Di lemari dapur, ada banyak permen. Alishba minta sama Papa."


Pras mendengar itu, mengambil ponsel dari tangan anaknya, dan bertanya "Sayang, kapan kamu pulang?".


"Ini aku siap-siap Mas, besok pagi jam 6 aku udah sampai di Jakarta. Makanya aku telfon kamu Mas." Jawab Britney.


"Aku baru masak mie, Alishba rewel minta mie goreng." Ucap Pras dan menatap wajah anaknya, yang sudah banjir air mata dan menggemaskan.


"Tumben Mas? Biasanya Alishba tidak suka." Balas Britney.


"Makanya aku juga heran, entah dimakan apa nggak, sekarang rewel gara-gara permen kopi." Ucap Pras dengan menatap putri kecilnya, dan Alihsba cukup mengerti, pasti sang Papa baru membicarakan dirinya.


"Papa, Papa, Alishba mau ngomong sama Mama, Papa, mana HPnya, Papa." Rengeknya dan kedua tangan kecil itu, menarik-narik kaos Papanya.


Saat Pras memasak mie goreng di dapur, Britney telfon dan yang mengangkat panggilan itu adalah, putri kecil yang menggemaskan itu.


"Mas, Alishba kenapa masih menangis?" Tanya Britney yang mendengar suara anaknya menjerit dan memanggil Mama.

__ADS_1


Pras dengan santai berkata, "Alishba, cuma mau kamu pulang. Buruan pulang, aku juga kangen."


"Iya, Mas. Aku juga kangen sama kamu. Mas, tapi kamu jangan biarin Alishba nangis begitu. Aku jadi tidak tenang." Ucap Britney.


"Nanti juga diam. Makanya udah, nggak usah kamu telfon dulu, kemarin kamu telfon juga nangis begitu." Ucap Pras dengan tegas.


"Maafin aku Mas, kemarin dengar suara Alishba nangis, aku jadi buru-buru beli tiket, aku juga cemas." Ucap Britney dan menjadi gelisah.


"Ya udah, nanti aku telfon kamu. Sayang, jaga diri kamu baik-baik. Love you." Ucap Pras dan Britney mengerti, tidak lama panggilan itu terputus.


Pras meletakan ponsel di meja, dan menatap lekat wajah anaknya. Mengusap wajah mungil itu dengan lembut, wajah yang sudah basah penuh air mata dan keringat, serta ingus.


"Sayang, maafin Papa." Ucap Pras, saat anaknya memeluk erat Papanya. Pras yang berjongkok, perlahan berdiri dan menggendong buah hatinya.


Pras mengambil piring mie goreng yang ada di meja makan dan membawanya ke ruang tengah. sambil menyalakan televisi dan menonton kartun. Pras berkata, "Alishba, emms... Mie gorengnya enak, Papa juga mau. Wah, telor ceploknya enak banget ini. Alishba mau disupin Papa? Atau mau makan sendiri?"


Bibirnya masih cemberut dan hanya menggeleng. Sudah tidak menangis, tapi masih masih sedih dan matanya masih berkaca-kaca. Nafasnya juga masih sesenggukan.


"Alihsba, beneran nggak mau makan? Tadi katanya mau mie goreng yang ada telur ceploknya." Ucap Pras dengan tengil dan menggoda anaknya.


Alishba menoleh ke wajah sang Papa, "Alishba mau makan sendiri. Tapi Alishba, mau es krim."


"Iya, es krimnya nanti. Habis selesai makan mie goreng, pasti Papa ambilin es krim. Tapi kalau nggak mau makan, nggak jadi makan es krim." Ucap Pras dan Alishba mulai mengambil garpu yang ada di piring itu.


Pras yang masih memangkunya, dan menciumi rambut halus Alishba dengan gemas.


Tiiin... Tiinn....


Tidak lama setelah gadis kecil itu makan, ada suara klakson mobil di depan rumahnya. Alishba masih duduk di ruang tengah, masih makan mie dan menonton kartun Doraemon.


"Alishba!" Teriaknya dan berlari mendekati Alishba.



Hallo semuanya. 🤗


Mohon maaf, baru bisa update sedikit.🤭


Semoga suka, nanti othor akan usahakan, untuk update bab selanjutnya dan lebih menarik lagi.


Semoga menjadi obat rindu untuk kalian semua.


Terima kasih telah setia sama Mas Pras. 🤗😘


Semoga kalian suka cerita dalam bab ini.🤗🤭

__ADS_1


Salam manis untuk pembaca, 🤗


Mas Pras. 😎✌


__ADS_2