PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Tentang Godaan Malam


__ADS_3

Duh...


Hujan masih turun dan belum reda juga,


Selesai sholat isya', makan sepiring berdua, Beranjak ke kamar dan saling menggoda,


Akhirnya mulai bercumbu dengan jutaan rasa.


Wkwkwkwk *Eling... Thor... Eling


Pras menatap sang istri dan berkata "Kamu juga semakin pintar menggoda aku."


Britney dengan salah tingkah menarik kimononya, membungkus rapat dirinya dan turun dari tempat tidurnya.


"Sayang, sayang" panggil Pras dengan menggoda dan Britney pura-pura tidak mendengarnya.


Britney membuka pintu kamar dan dia menuju ke kamar mandi. Sesampai di dalam kamar mandi "Hugftt.. Tenang Britney. Pras suami kamu. Kamu berhak melakukan itu." desusnya.


Melepas kimononya dan menyalakan keran air.


Pras yang masih bersandar di kasur mengingat hal lalu dan dia tersenyum sendiri.


Setelah istrinya selesai mandi, Pras juga bergegas mandi.


Britney masih berdebar lalu menatap ke cermin yang ada hadapannya.


"Benar juga apa yang dikatakan suamiku. Aku harus percaya diri." ucapnya, lalu mulai melakukan ritual malam wanita masa kini, tidak lupa serum dan cream malam.


Sudah jam 10 malam, Pras mendekati istrinya yang sedang mencoba bermain game.


"Kamu suka?" tanya Pras.


"Menarik, pantas saja kamu tidak beranjak ketika game belum selesai." jawab Britney.


"Hemss... Tapi kamu nanti keseringan." ujar Pras.


"Sepertinya Mas. Jadi kita bisa bermain berdua" balasnya dengan tersenyum.


Britney memberikan ponsel suaminya, meminta melanjutkan permainannya.


"Mas, apakah dulu kamu sempat tegang juga?" tanya Britney dengan sensitif.


Pras menatap istrinya, lalu kembali bermain game. "Apa maksud kamu sayang?"


"Maksud aku, kamu pernah di godain wanita tidak?" tanya Britney lebih jelas.


Pras mengingat itu lagi dan tersenyum. Britney mulai melihat senyuman aneh suaminya.


"Mas,... Jangan-jangan kamu pernah tergoda." ketus Britney.


"Tidak lah.. Mana berani aku. Kalau tergoda pasti, aku cowok normal sayang. Tapi kalau berbuat jauh, tidak. Aku masih sadar akan dosa." jelas Pras.


Pras kemudian bercerita


Lima bulan yang lalu


Flashback guysss


"Pras ayo cepat masuk" pinta Rendy yang sudah di dalam mobil.


Pras sudah mulai menebak, merasakan gelagat aneh sahabatnya.


Pras masih mematung saat hendak masuk dalam mobil, ada tiga cowok dan satu perempuan teman Rendy.


"Iya..." Pras akhirnya masuk ke mobil plat B itu, dan masih merasa tidak enak. Pras bertanya kepada Rendy "Ren...??"


"Santai, cuma ke Club" jawab Rendy.


"Edaaan.. Rendy ngapusi aku." batin Pras.


(Gilaaa... Rendy bohongi aku)


Perempuan itu dengan gaya tomboy, duduk di kursi depan dan yang menyetir pacarnya.


Pras mulai mengenal mereka dan Rendy bilang, mereka itu teman fotografer.


Satu jam kemudian


Mereka tiba di Sunday Club's


Pras yang berjalan masuk cukup merasa bising dengan musik yang sangat memacu jantungnya.


Rendy memperhatikan Pras.

__ADS_1


"Pras, rileks..." ucap Rendy dengan gaya medoknya tapi tampangnya keren.


"Cok.. Ati-ati yo. Kowe mendem, aku wegah ngurusi kowe" ujar Pras.


(Cok.. hati-hati ya. Kamu mabuk, aku tidak mau mengurus kamu)


"Rasah kuatir Pras. Aku ora lali." Rendy lalu menuju ke bartender.


(Tidak perlu khawatir Pras. Aku tidak lupa)


Pras juga memilih minuman dan dia mencari tahu dulu, mana yang hanya bersoda dan tidak ada alkoholnya.


"Biar norak tapi selamat" gumam Pras.


Rendy mendekati temannya dan merasa enjoy. Pras menggeleng, ternyata sahabatnya sangat menikmati gemerlap yang ada di tempat ini.


Pras yang masih duduk di bartender, melihat satu persatu minuman.


Deeggh!


Tanpa sadar ada wanita cantik dan menawan, menyentuh pundaknya dan mulai duduk di sampingnya.


"Haii... Kamu sendirian??" tanya wanita usia 40an.


"Tidak. Ada beberapa teman." jawab Pras.


Wanita itu membuka kacamata hitamnya dan menatap Pras lalu berkata "Kamu salah tempat anak muda."


Pras hanya tersenyum dan tidak berani menatap wanita yang ada di sebelahnya. Wanita itu sangat tahu tentang pria malam, walaupun Pras sudah berpenampilan menarik, tetap saja wanita itu memandang Pras sosok yang lugu.


"Siapa nama kamu?"


Pras masih diam, dan meminta soda lagi kepada bartender "Dana" ucap Pras, lalu kembali minum.


"Dana.. Seperti uang" ucap wanita itu dan dia berkata "Aku Madam Yuanzra" (ini madam di ceritaku yang sebalah guyss)


"Iya Madam...."


"Kamu seumuran Putriku. Apakah kamu sudah memiliki pacar??" tanya Madam.


"Sudah Madam." ucap Pras yang saat itu sedang LDR dengan Citra (sang mantan yang menikah)


"Sayang sekali. Aku punya Putri yang sangat cantik." ucap Madam Yuanzra.


Pras malah mendengarkan kisah Madam dan cukup menarik, mereka menjadi akrab, Rendy melihat kedua orang itu berbincang.


"Sopo wedokan sing jejer Pras?" gumam Rendy


(Siapa wanita yang sebelah Pras?)


Maaakkk Nyuuss!!


Ada gadis cantik yang mendekati Pras, langsung memegang paha Pras, hampir menekan dedek ganasnya Pras. Tapi tangan Pras lebih dulu, dengan gesit mencengkram tangan gadis itu.


Whhoooaaamm


"Woww sangat lihai" ucap gadis usia 25tahun.


"Weenzyy... Hentikan!!! Dia orang biasa." seru Yuanzra.


Pras melepas tangan gadis itu dan gadis itu tidak melanjutkannya.


"Cukup menarik. Gue Weenzyy. Senang bertemu pria polos" sapanya.


"Iya" balas Pras dan tidak ingin menjabat tangan Weenzyy.


"Madam... kalian??" tanya Weenzyy.


"Tidak sayang.. Ayo kita pergi. Jangan ganggu dia" ajak Yuanzra kepada Weenzyy.


Yuanzra sudah memesan bodyguard Sunday Club's untuk menjaga sosok Dana itu.


Yuanzra pergi dan memberikan kartu nama kepada Dana.


"Pras... mau sopo??" tanya Rendy


(Pras... tadi siapa??)


"Madam Yuanzra, Bos JM." jawab Pras.


(Madam Yuanzra, Bos JM)


"Wah.. malah ketemu Bos." ujar Rendy

__ADS_1


"Nyoh.. kartu namane. Simpen kono." ucap Pras.


(Nih.. Kartu namanya. Simpan sana)


"Wegah, kowe wae. Biso dinggo pengeling kowe sokben" ujar Rendy


(Tidak mau, kamu saja. Bisa buat pengingat kamu nanti.)


"Yowis... Ayo rono" ajak Pras, lalu mengantongi kartu nama itu dan duduk bergabung dengan teman-teman Rendy.


(Ya sudah... Ayo kesana.)


Mereka cukup lama disana, hampir tiga jam ditempat itu.


Yaaaaa... Cukup sekali dan itu pengalaman pria polos.


Itulah yang diceritakan suaminya. Sebenarnya masih ada hal lain. Tapi Pras menjaga perasaan istrinya. Tidak semua hal lalu harus diceritakan, bukan. Yang penting, suaminya aman dan tidak tercemari, walaupun godaan malam itu sangat mengerikan.


Britney mendengar itu tersenyum, tapi istrinya cukup kesal juga, lalu berkata "Mana kartu nama Madam Yuanzra?? Aku jadi penasaran."


"Kamu mau menghubungi dia??" tanya Pras.


"Iya, bukan begitu. Aku jadi penasaran. Sosoknya seperti apa. Siapa tahu aku bisa lihat di IG." ucap Britney.


Pras berjalan keluar kamar dan mengambil tas ranselnya. Dalam ranselnya selalu ada dokumen salinan dan memo, dalam memo itu terselip satu kartu nama.


Pras memberikan golden card "Ini kartu nama Madam Yuanzra."


"Owh... Sangat jauh dari sini." ucap Britney.


"Iya... Sunday Club's juga jauh dari sini." ujar Pras.


Bukan sosok Madam yang buat Britney penasaran, tapi gadis yang bernama Weenzyy dan anak gadis Madam yang membuat Britney sangat penasaran.


"Sayang, kamu cemburu???" tanya Pras.


"Tidak, aku hanya penasaran seperti apa wajahnya." ucap Britney.


Britney mengacak nama Yuanzra dan Weenzyy tidak ada dalam Instagram.


"Kamu telfon saja Madam Yuanzra. Terus tanya apa nama IG Madam." ujar Pras


"Iiiih.. Mas gitu." ketus Britney.


"Lagian, buat apa mencari tahu." ujar Pras.


"Iya sih... Tapi aku kepo mas. Nanti susah tidur." balas Britney.


"Ada aku.. Kamu pasti bisa tidur." ucap Pras lalu pergi mematikan lampu.


Sudah berganti lampu tidur yang redup. Britney yang masih penasaran, lalu meletakan ponselnya. Pras dengan lembut mengusap rambut istrinya sampai istrinya tertidur.


"Sayang, aku mencintaimu. Bobo yang nyenyak. Aku akan menjagamu." ucap Pras lalu mengecup bibir manis istrinya.



*Bidikan foto dari Sunday Club's.


Sebagian orang akan datang ke dalam hidup kita sebagai anugerah, dan sebagian orang yang lain akan memberi pelajaran tentang kehidupan ini.


Tidak perlu menyesali apa yang telah terjadi, semuanya hanya pelajaran hidup, pasti ada nilai baik yang bisa kita petik dari setiap kejadian.


Jadikan hal lalu sebagai pengalaman hidup.


Setiap orang, pasti punya pengalamannya sendiri.


Aku hanya pria biasa dan tidak tahu banyak tentang dunia luar.


Prasetya Wardana


Bukan Wardana, kalau tidak bisa menjaga dirinya. Prasetya Wardana artinya bukan hanya setia, tapi mengambil dari kata Wardana yang artinya kesucian tubuh dengan bentuk kata lain Wardani. Jadi nama Prasetya Wardana bisa diartikan Janji setia menjaga kesucian diri.


Yaaaapps.. Begitulah.


🌼🌼🌼🌼


Buat yang penasaran sama sosok Madam Yuanzra bisa cek di ceritaku yang sebelah


"Aku Tetap Milikku"


Pasti beberapa diantara kalian sudah tahu tentang sosok Madam Yuanzra πŸ˜…


Terima kasih, ternyata kalian masih setia sama Mas Pras πŸ™πŸ€—

__ADS_1



__ADS_2