
Setelah sore seperti menindas suami tercinta. Malam harinya mereka berdua pergi ke bioskop. Film action tapi ujung-ujungan ada adegan uwu, Pras cukup menggerutu dan Britney menyuapinya dengan pop corn yang ada ditangannya.
"Mas, sudahlah nikmati saja." Bisik Britney.
"Huuft! Sama saja isinya romance juga." Balas Pras, dengan suara pelan dan mendekatkan wajahnya ke samping wajah istrinya.
Britney menoleh ke arah suaminya, dan tidak membalas lagi perkataan suaminya itu.
Berangkat dari rumah sehabis maghrib, dan tiba di Mall hampir isya', sebelum masuk bioskop mereka berdua sholat isya' dulu. Setelah itu lanjut nonton, Britney awalnya ingin nonton film korea, tapi Pras tidak suka. Inginnya menonton horor, tapi Britney tidak mau. Susah juga, kalau mempunyai selera yang berbeda. Akhirnya malah nonton film action, tapi tetap saja, namanya film pasti ada hal uwu dan itu sah sah saja, bercumbu dan bercinta.
Pras menoleh kesebelah kiri, tampak dua remaja yang bermanja "Heemms!! Apa yang sedang mereka lakukan?! Apa tidak tahu tempat?!" Batin Pras yang menggerutu.
Dari dulu Pras paling tidak suka ke bioskop, tapi demi menuruti sang istri yang ingin sekali nonton di bioskop, akhirnya Pras duduk di kursi penonton, dan menyaksikan film pilihannya itu.
"Sayang, ayo keluar." Ajak Pras, setelah sekitar dua jam dia duduk dan menyaksikan film action itu.
"Emmsh!! Kakiku kesemutan." Balas Britney yang masih duduk.
Beberapa orang sudah berjalan keluar, dan masih ada juga yang duduk. Pras kembali menoleh ke arah sepasang remaja itu. Mereka berdua lalu berdiri dan tertawa, bahkan sang cewek tampak masih bermanja.
Britney mulai berdiri dan suaminya masih melihat ke arah sepasang remaja itu, lalu bertanya "Mas, apa yang kamu lihat? Serius amat!"
"Kamu dulu suka nonton berdua? Seperti mereka enggak?!" Tanya Pras.
Tidak menjawab pertanyaan suaminya, malah menyelempangkan tas, lalu menarik tangan suaminya itu "Apaan sih Mas! ayo jalan."
Pras berdiri dan berfikir, apakah dulu Britney sama sang mantan juga seperti itu. Pikiran macam apa ini, bisa membuat Pras gelisah. Pras juga sedang membayangkan hal lain, tapi membuat dirinya jadi senang.
Berjalan ke pintu keluar bioskop. Dengan mesra Pras merangkul istrinya, dan bergaya ala anak muda yang tengil. Britney menoleh ke wajah suaminya, yang seperti brondong manis.
"Mas, kamu sudah mau jadi Papa. Apa yang kamu pikirkan??!" Tegur Britney, seraya berjalan berdua dengan mesra.
Pras masih menatap remaja itu dan berkata "Aku masih muda sayang, Papa muda juga ingin pacaran."
Britney memcubit pipi suaminya dengan gemas.
Pras berfikir dan bertanya "Aku membayangkan, misalnya kita dulu pacaran, apa akan seperti pasangan remaja itu?!"
"Mas Pras, saat ini kita juga pacaran." Jawab Britney dengan tersenyum.
"He'eem kita memang pacaran. Mmsssh, istriku aku eemeeshh." Balas Pras sambil tangangnya mengusap rambut istrinya, dari atas sampai ke bawah. Entah kenapa Pras malam ini merasa dimabuk cinta, seperti abg yang sedang masa puber.
Uwuh!!
Britney merasa suaminya memang menginginkan masa muda bersama. Britney jadi tertawa, suami ternyata memang tengil.
"Bojoku, apa kamu nanti juga akan begini?" Tanya Britney, yang dari tadi suaminya gemas bermain rambut istrinya.
"Menang kenapa? Papa muda juga manusia biasa. Aku juga butuh kesenangan." Jawab Pras.
"Tapi enggak gini juga Mas, nanti kalau anak kita sudah lahir. Apa kamu masih bisa begini? Pasti Papa muda ini, akan sibuk menggendong bayinya." Balas Britney.
Pras beralih menatap seseorang yang lewat, ada Papa muda yang mendorong stroller dan masih memegang pinggang istrinya.
"Sayang, kamu lihat mereka." Ucap Pras yang memperlihatkan pasangan itu kepada Britney.
"Iya Mas, mereka romantis. Berjalan berduaan dan memegang stroller. Tapi kenapa aku merasa lebih baik menggendong anaknya. Entahlah, kita belum ada di posisi mereka." Balas Britney.
Pras mengerti apa yang dikatakan istrinya itu, dan mereka berjalan lagi. Menghabiskan waktu berdua di tempat itu, Britney juga mengajak suaminya pergi ke restauran Jepang. Setelah itu mereka pulang ke rumah.
on the way
"Mas.. Mas..." Panggil Britney.
"Apa sayang?" Balas Pras.
"Berhenti dulu Mas." Ucap Britney.
Pras perlahan mengambil sisi kiri dan berhenti.
"Sayang, kenapa?" Tanya Pras.
"Mas... Boneka." Jawab Britney.
Pras tersenyum melihat ekspresi Britney ketika menyebutkan boneka.
"Mmmshh, kenapa kamu jadi cute begini sayang." Ucap Pras lalu mencubit bibir istrinya dan bertanya "Boneka apa? Dimana?"
"Mas, disana di toko boneka. Gemes aku, aku mau itu Mas." Ucap Britney dan masih sangat menggemaskan.
__ADS_1
"Hemms!! Tapi cun aku dulu." Pinta Pras.
"Mmsshh.. Cunnya nanti Mas, kalau sudah dapat bonekanya. Ayo buruan Mas, keburu dibeli orang." Rengek Britney.
"Cun bentar juga. Hadeeeh... Rewelnya istriku ini." Ucap Pras dan segera memutar mobilnya. Jalan cukup ramai, dan harus putar balik demi istri yang merengek manja.
Pras masih gemas dan istrinya mencium pipi suaminya.
"Emmuuach!! Sudah." Ucap Britney.
"Tapi nanti lagi, ini belum berasa." Balas Pras, yang sudah melajukan mobilnya.
"Pelan Mas, nanti kelewatan." Ujar Britney.
"Iya, putar balik masih di depan sayang." Balas Pras.
"Nah, toko itu Mas." Ucap Britney dan Pras menoleh ke kanan jalan.
"Iya sayang. Tapi kita harus putar balik di depan sana." Balas Pras.
Britney mulai tersenyum, dan menatap suaminya. Pras hanya menggeleng dengan sikap anak kecil istrinya itu.
Yuuhhuu!!
Britney tidak sabar, mobil baru berhenti langsung melepas seatbelt dan membuka pintu mobil. Pras tersenyum melihat istrinya yang begitu bahagia.
Berjalan tanpa menoleh kanan dan kiri dengan senyuman manis tersirat di wajah cantiknya.
Grreeett!
"Selamat datang." Sapa gadis pelayan toko.
"Iya." Balas Britney dengan tersenyum.
Pras perlahan turun dari mobil, berjalan mengikuti sang istri. Britney langsung ke etalase yang paling depan. Boneka itu ada di dalam sebuah etalase kaca, dan menghadap ke arah jalan.
"Mbak, saya mau yang itu." Ucap Briney, sambil menunjuk boneka kecil itu.
"Iya, saya akan ambilkan." Balas pelayan toko itu.
Pras mendekati istrinya dan bertanya "Boneka yang mana sayang?!"
"Itu Mas, imut banget. Aku gemas." Jawab Britney dengan suara yang begitu gemas.
Pelayan toko itu sudah mengambilkan boneka putih yang imut, dan memberikan kepada Britney.
"Imut banget ini Mas, aku mau Mas." Ucap Britney yang tampak menggendong seperti bayi.
"Iya sayang, imut mirip kamu." Balas Pras.
Britney tidak peduli ucapan suaminya, dan berjalan ke kasir untuk segera membayarnya.
"Mbak. Saya mau ini." Ucap Britney, dan memberikan boneka itu ke pelayan kasir toko.
"Sayang, kamu tidak ingin beli yang lain juga?" Tanya Pras yang merasa senang melihat istrinya yang bahagia.
"Mas, aku cuma butuh ini. Mas sendiri yang bilang, aku harus bisa membedakan suka atau butuh." Jawab Britney.
Britney sudah membayar boneka itu. Sekarang nyonya Pras sudah pandai mengatur isi dompet suaminya.
Di tempat lain ada yang berbincang dengan nyaman.
"Sayang, bagaimana kalau kita besok jalan-jalan." Ucap Evan.
"Kemana?" Tanya Ghea.
"Besok tanggal merah. Jadi aku masih libur, kita jalan aja kemana gitu." Ucap Evan.
"Mmssh. Kita kemana? Mas bantuin aku aja, cari tempat buat bisnis aku sama Pras." Ucap Ghea yang bingung mau kemana.
"Memang kamu belum dapat tempatnya? Terus Pras kemarin bilang apa sama kamu?" Tanya Evan, yang tidak tahu sampai mana rencana bisnis istrinya, dan juga saudara iparnya itu.
Yuupsss!!
Ghea jadi sumber modal dan yang menjalankan nanti adalah Pras. Ghea dari dulu ingin membuka sebuah cafe, dan ingin kerja sesuai keinginannya, walaupun sudah bergelar master. Ghea ingin memiliki bisnis sendiri dan lepas dari bisnis keluarganya.
Papanya Ghea juga memiliki usaha bahkan perusahaannya cukup besar. Tidak heran bila Britney pernah berkata kalau yang anak sultan adalah Ghea. Walaupun di apartemen mereka tidak ada pembantu, tapi Ghea tidak pernah bersih -bersih rumah. Ada layanan apartemen, jadi Ghea hanya duduk manis dan mengerjakan apa yang dirinya suka.
"Okey, besok kita jalan sambil cari tempat itu. Kamu sudah cari di aplikasi?" Tanya Evan.
__ADS_1
"Sudah ada beberapa sayang. Tapi ya gitu, kata Pras kurang stategis. Ada satu yang belum aku datangi, tapi aku sudah telfon orangnya." Jawab Ghea.
"Ya sudah besok kita kesana. Kalau perlu ajak Pras sama Britney sekalian." Ucap Evan, kepalanya berpangku di paha istrinya.
Ghea membaca sebuah buku tentang wanita sholeha. Ghea ingin merubah penampilan yang masih sering terbuka. Setidaknya sedikit tertutup, dan tidak lagi memperlihatkan dibagian tertentu. Evan pernah sekali menegurnya, ketika mereka masih berpacaran. Apalagi lama tinggal di barat, sungguh sexy dan Evan tidak tahan melihatnya.
"Sayang, apa kemarin aku masih terlihat sexy?" Tanya Ghea, yang masih memakai gaun terbuka.
"Bagiku kamu sexy sayang. Tapi aku senang, kemarin kamu sudah tidak seperti dulu." Jawab Evan.
Ghea meletakan kacamata dan bukunya. Menatap Evan yang perlahan memejamkan mata diatas pangkuannya.
"Sayang, kamu tidur?!" Tanya Ghea, lalu mengecup bibir suaminya dan perlahan jarinya bermain di wajah suaminya.
"Aku mengantuk. Aku nyaman begini." Lirih Evan dan mulai tertidur.
Ghea tersenyum dan kembali membaca buku. Tapi sebelum itu, Ghea mengambil ponsel yang ada di meja sebelahnya, dan mengirim pesan kepada Britney.
Britney tidur di dalam mobil, sambil memeluk boneka yang tadi diinginkannya. Mereka baru tiba di rumah. Pras membuka pintu pagar dan kembali ke dalam mobil.
"Sayang, kita sudah sampai rumah." Ucap Pras dengan pelan.
Setelah membuka pintu rumah, Pras mengangkat istrinya dan membaringkan Britney di tempat tidur. Wajah Britney semakin menggemaskan. Pras tidak henti menciumi wajah itu dengan manis.
"Aku tutup pintu pagar dulu. Kamu bobo sama si imut dulu ya." Ucap Pras, lalu bergegas ke depan rumah.
Sudah lebih dari jam 10 malam.
Britney menyamping dan masih memeluk boneka kecil yang dipanggilnya si imut. Pras di luar sudah menutup pintu pagar, suasana perumahan juga tampak sepi. Apalagi dari hari sabtu kemarin Pras sudah ada di hotel, dan sepertinya para tetangga juga liburan. Walaupun besok hari senin, tapi tanggal merah. Jadi banyak yang memanfaatkan waktu libur mereka, untuk bertamasya bersama keluarga.
"Sepi, Mas Bagas pasti juga belum pulang dari puncak." Gumam Pras, dan kembali masuk ke dalam rumah.
Memandangi istrinya yang tidur pulas. Melepas sepatu sporty yang dipakai Britney, lalu meletakan di rak sepatu.
"Sayang, aku belum mengantuk. Tapi kamu sudah tidur pulas." Ucap Pras dengan pelan.
Pras meletakkan tas istrinya dan mengambil ponsel Britney. Ternyata ada beberapa pesan, terutama dari keluarga Semarang, yang sudah sampai di Semarang.
Pras keasyikan berpacaran dengan Britney, jadi lupa kalau keluarganya tadi dalam perjalanan.
Pras membalas pesan Pamela, dan berganti membalas pesan dari Ghea. Pras jadi melupakan tugasnya, padahal harus membuat desain untuk bisnisnya dengan Ghea.
"Sayang, kamu bobo ya! Aku mau kerja dulu. Mmmuuaccch." Ucap Pras.
Pras tersenyum, saat mengingat tadi di dalam mobil, istrinya merajai semua wajahnya.
"Padahal aku cuma minta cun, dikasih lebih." Gumam Pras dan mulai membuka laptopnya.
Secangkir kopi hitam pekat sudah menemaninya bermalam.
Beberapa hari Pras disibukkan dengan acara pernikahan Maeva dan Rehan. Sekarang harus kembali fokus pada pekerjaannya, untuk mengais rezeki dan untuk masa depan keluarga kecilnya.
GANBATTE!!
Hai Haii semua penggemar Mas Pras. 🥰
Apa kalian masih tertarik dengan cerita Mas Pras?
Kalau iya, author akan terus menulisnya dengan semangat 🤗
Jangan lupa Like, Komentar dan Vote 🤩
Walaupun tidak bisa membalas komentar kalian semua, author selalu baca komentar kalian yang rasanya nano nano, setiap hari komentar kalian seperti surat cinta ✌😂
Terima kasih atas dukungan kalian semua🙏😘
Perkenalkan, ini ada novel karya sahabat author dibawah ini, ada beberapa pilihan 👇👇👇
Untuk novel new paling atas wajib mampir.
Soalnya yang paling atas adalah konco mesra author 🤩✌😅😎😚**
__ADS_1