PANGGIL AKU MAS!

PANGGIL AKU MAS!
Ini Hanya Cerita Yang Di Grup FB


__ADS_3

Gays mau cerita. Soal Mas Pras dan para Bos besar. Judulnya "PARA PRIA TAMPAN."


Suatu ketika, karena othor ambyar beberapa hari lalu sedang gesrek. Akhirnya Mas Pras menolak menikah lagi, kemudian Mas Pras pulang kampung. Sang istri, Britney Rhiannon, juga pulang ke rumah neneknya yang ada di Turky. Britney bertemu sang Kakak sepupu yang bernama Amran Al Farrez.


Setelah satu bulan, Mas Pras kembali ke rumah, tapi sang istri belum pulang juga.


Pertemuan penting dimulai, di sebuah perusahaan. Yang bernama Jagat Raya. Tempat kalangan elite dan para Bos besar.


"Xavier kenalin. Dia temanku, yang pernah meledak aku. Tapi sekarang, nasibnya tidak jelas. Istrinya pergi dan belum kembali." Ucap Bos Leon.


Xavier menatap Mas Pras dengan pandangan dingin, ada hal aneh dalam tatapan matanya.


"Mas Pras, apa kamu butuh uang?" Tanya Tuan Vie.


"Tidak." Jawab Mas Pras dengan sorot mata yang sendu.


Tuan Vie masih bertanya lagi "Lalu apa yang kamu butuhkan?"


"Saya butuh Britney. Istri saya satu-satunya." Jawab Mas Pras dengan jelas, dan tidak ingin mengulang.


Di sebuah mobil hitam Bos Arka menelfon Raka.


"Raka, kamu sudah OTW belum?"


"Aku tidak bisa datang." Jawab Raka dengan suara aneh.


"Jadi kamu tidak ikut rapat penting?" Tanya Bos Arka.


"Aku baru mengurus istriku." Jawab Raka.


"Siang-siang masih mengurus istri. Jangan banyak alasan." Ledek Bos Arka dengan gayanya yang begitulah.


"Suer, udah dulu ya, nanti telfon lagi. Ini Jelita, cemberut." Ucap Raka dengan rasa menahan.


"Lanjutkan, lanjutkan. Gaspoll." Ujar Bos Arka dan tertawa, lalu mematikan ponselnya.


Raka dengan kesal bergumam "Heh, baru begini telfon bunyi terus. Hp lucnut kau." Lalu mematikan ponselnya.


10 menit kemudian.


Bos Arka dan asistennya yang bernama Tama, baru tiba di perusahaan Jagat Raya. Dengan senyuman khas yang selalu menggoda.

__ADS_1


"Apa masalah pentingnya? Sampai aku harus datang kesini." Tanya Bos Arka yang masih berdiri, dan belum melihat Mas Pras.


Bos Leon mendekat, dan menepuk pundak Bos Arka, lalu ia berkata "Kamu harus membatunya, lihat saja sendiri. Dia sangat menderita."


Bos Arka dengan tertawa berkata "Wah, tamu penting! Mas Pras, Kemana saja? Aku sudah sebulan mencarimu." Perlahan duduk di sebelahnya, dan masih dengan senyumannya.


"Aku pulang kampung. Aku balik kesini, tapi istriku pergi dan belum kembali." Ucap Mas Pras.


Mendengar hal itu, Bos Arka menyernyitkan dahi dan berdiri mendekati Bos Leon.


"Bukannya istrinya bucin? Waktu beli cilok. Dia yang meledek kita." Bisik Bos Arka.


"Iya benar, tapi aku kasian melihat tampangnya. Dia masih muda, bahkan pengalaman diranjangnya belum lama." Ujar Bos Leon.


Arka mengeratkan giginya dan merasa gemas. Lalu dia bertanya "Istri dia pergi kemana?? Apa karena kurang dalam ranjangnya, akhirnya pergi."


Xavier masih menatap Mas Pras dengan santai, bagi Bos Mafia ini masalah kecil, tinggal naik jet pribadinya bisa segera meluncur ke Turky.


"Masalahnya bukan itu. Tapi othornya Mas Pras yang gesrek itu, minta Mas Pras nurut sama dia, kalau istrinya menurut saja." Ucap Bos Leon.


Bos Arka gemas dan mengepalkan tangan kanannya, lalu ia berkata "Kalau gitu, kita serang saja othor Mas Pras. Apa susahnya."


Tama yang bingung, menggaruk keningnya, dan mendekati Bos Arka. "Jangan Bos, othornya Mas Pras ada team gibah."


Tuan Xavier merasa senang dan memeluk Mas Pras, lalu ia berkata "Mas Pras, aku akan mengantarmu, dan sampai menemukan istrimu."


Bos Arka berdiri, lalu dia juga memeluk Mas Pras, dan berkata "Mas Pras, aku bantu do'a saja. Karena aku masih mengurus Nayla. Kamu tahu sendiri, gimana aku, kalau Tuan Xavier dia sudah punya anak kembar. Aku juga ingin anak kembar, jadi aku harus proses berulang kali."


Mas Pras tersenyum tengil dan berkata "Iya, Bos Arka. Saya akan mendukungmu. Lakukan tugasmu dengan maksimal, tapi jangan suka memakai kolor merah."


Bos Leon yang mendengar itu ,mendekati Mas Pras dan bertanya "Apa hubungannya dengan kolor merah?"


"Tidak ada hubungannya. Tapi othornya Bos Arka, suka sosis dan saosnya. Apalagi kolor merah." Jawab Mas Pras.


"Aku pulang dulu, mau ganti kolor dulu. Ternyata, kolorku sudah tercemar." Ujar Bos Arka.


Tama berbisik "Bahkan my Ranty tercinta, dia juga sudah melihat kolormu. Lenyapkan saja Bos. Aku dengan senang hati akan membantumu membuang kolor merahmu."


"Paman Tama, aku bisa sendiri." Balasnya dan pergi begitu saja. Rasanya seperti tertelan tulang. "Hems, kenapa harus merah, kenapa bukan pink!."


Tuan Xavier menahan tawanya, dan Tama juga ikut pergi dengan menahan tawa.

__ADS_1


"Bos Leon, terima kasih." Ucap Mas Pras, dan cukup berjabat tangan.


Tuan Xavier yang sudah berbicara dengan Bos Leon, akhirnya mengajak pergi Mas Pras.


"Mas Pras, mari ikut saya." Ucap Tuan Xavier, yang sudah dikelilingi para bodyguard tampan.


Mas Pras akhirnya OTW ke Turky, dengan Tuan Xavier dan dikawal beberapa bodyguard unggulannya.


Di tempat lain, ada pria tampan dan menarik. Dia sedang mengerikan rambut.


"Sayang, sudah selesai." Ucap Raka, setelah tadi dia mengeringkan rambut Jelita, sang istri yang sedang mengidam. Perlahan, berganti dia mengeringkan rambutnya.


Yayaya.. Enaknya dimanjain. 😍


Sekian dari othor ambyar.


Terima kasih 🤫🤭🙄




Itu hanya karangan bebas, bukan season 2.


Jangan baper, itu kegesrekan dari beberapa kalangan Elite.


Mereka semua perhatian sama Mas Pras, agar segera come back 😅.


Maaf, hanya itu saja. Sambil menunggu season 2. Jadi suka-suka membuat karangan bebasnya.


Sudah dulu ya, stay aja disini. Pasti Mas Pras akan segera kembali. 🥰😘


Terima kasih buat kalian yang kemarin sudah vote.


Love Love buat kalian semua 🤗🥰


INI BUKAN SEASON 2.


Jadi jangan baper, anggap aja ini iklan 🤗🥰😘


Atau CERPEN, gitu aja sih 😅✌.

__ADS_1


Bye bye 🤗🥰😘


"PANGGIL AKU MAS!" 😎✌


__ADS_2