
Pagi tiba, tersirat senyum manis diwajahnya.
Pras yang sudah gagah dan sangat tampan seperti sang arjuna, dalam tokoh pewayangan.
Degh Seerrr!!
Putri berjalan didampingi kedua buleknya berjalan keatas pelaminan lebih dulu. Didepannya ada dua gadis kecil yang cantik dengan membawa kipas bulu warna putih.
Putri yang cantik dengan paes ageng, alis gaya menjangan dan sanggul bokor mengkurep, di tambah untaian gajah ngoling (untaian pandan dan hanya dibungkus melati sepanjang 40cm), menjuntai ke arah kanan sampai ke bawah dada.
Putri mengenakan kebaya beludru modern, yang mengekor ke belakang dengan bordiran warna emas. Putri sangat cantik dan tidak henti dirinya menebar senyum.
Di tempat lain, Britney masih di rias. Ibu perias baru memakainya kemben dalam, dan di ikat stagen manten. Britney merasa gugup, tapi ada Vanesa yang mengipasi Britney, sesekali Vanesa bercanda agar Britney tidak tegang.
Ratu sehari dengan paes Solo putri, memakai sanggul bangun tulak dengan 9 cundhuk mentul. Serta untaian tibo dodo (roncean melati yang menjuntai dari kepala hingga pinggang dan di ujungnya terdapat bunga cempaka).
Britney tampak manis dan sangat cantik. Britney yang merupakan campuran Jawa Timur, Betawi dan Timur Tengah, menjadi sosok bak puteri keraton Solo.
"Britney sayang, kamu sangat cantik." Ucap Vanesa, setelah Britney selesai berpakaian. Duduk kembali di tempat tadi waktu dia di rias.
Pras berada di tempat lain, bersama Rendy. Pandu dengan beskap hitam berjalan membawa kembar mayang bersama sepupunya, mereka berdua juga sangat tampan.
Claudia dan Pamela juga sudah cantik. Berdiri di antara para pagar ayu. Ternyata, Vava juga mau di make up dan jadi salah satu dari pagar ayu itu.
Ghea tampak mengenakan kebaya warna toska dan Evan tampak mengenakan beskap warna hitam. Karena dirinya akan mengawal sang adik ke pelaminan. Sarah dan Ferdi juga sudah siap, mereka malah bisa menatap Pras yang dari tadi tidak henti tersenyum.
Pembawa acara sudah membuka acara. Saat ini Candra lebih dulu berjalan untuk bertemu istrinya tercinta. Tadi mereka akad nikah jam 7 pagi, Putri dengan kebaya putih kutu baru dan Candra mengenakan jas warna hitam.
Temu Manten
Setelah tadi Putri dan Candra menjalani ritual panggih (temu manten), sekarang tiba saatnya Pras dan Britney menjalani prosesi temu manten.
Pras berjalan dengan gagahnya dan senyuman manis menghiasi wajah tampannya. Pras yang mengenakan beskap pengantin beludru warna hitam, dan memakai kuluk dikepalanya, serta roncean bunga melati kucup yang mengalungi lehernya sampai ke dada. Tidak lupa keris di belakang pinggangnya yang terselip di dalam stagen manten.
Degh Seeer!!!
Debaran jantung diantara mereka berdua tak dapat di hindari. Walaupun sudah sebulan mengarungi rumah tangga dan hidup bersama, tetap saja ini membawa aura tersendiri untuk mereka berdua.
Tatapan mata dan senyuman diantara kedua insan, yang di pertemuan dengan bacaan mantra oleh dukun manten itu sangat penuh cinta, dan rona bahagia terpancar dari keduanya.
Plukk....
Lemparan/ balangan gantalan (sirih yang diikat benang putih) mengenai bagian dada Britney menandakan Pras sangat mencintai istrinya, dan Pras menginginkan hanya ada nama dirinya dalam hati istrinya itu.
Setelah saling melempar gantalan, Pras menjalani prosesi ijak telur, kemudian kakinya dibasuh oleh tangan Britney yang berlutut di hadapannya.
Dengan lembut tangan Britney membasuh kaki suaminya itu, menggunakan air kembang staman yang ada didalam bokor kecil.
Britney juga mencium tangan suaminya, setelah itu kedua tangan Pras menarik istrinya untuk berdiri. Kedua tangan sepasang pengantin itu persatukan Ibu perias.
Britney berdiri di sisi kiri suaminya, tangan kanannya memegang lengan kiri suaminya itu. Ferdi sebagai wali dari Britney melakukan ritual sinduran, melangkupkan kain merah ke pundak sepasang pengantin itu.
__ADS_1
Lalu memegang kedua sisi kain itu dan berjalan di depan, membimbing sepasang pengantin menuju ke atas pelaminan.
Sarah yang berjalan dibelakang Pras dan Britney, kedua tangannya memeggang pundak sepasang pengantin itu. Sarah sangat berdebar, karena rasa haru untuk sepasang pengantin ini.
Setelah sampai di pelaminan, Ferdi memangku sepasang pengantin itu, Britney duduk di sisi kiri dan Pras duduk di sisi kanan. Ferdi menimbang sepasang pengantin ini, sesuai arahan dari Ibu perias manten.
"Abah lebih berat yang mana?" Tanya Sarah, yang berlutut di depan Ferdi dan menatap sepasang pengantin itu.
Ferdi dengan tersenyum menjawab "Sama-sama berat. Keduanya sama saja. Cinta abah untuk mereka berdua sama besarnya."
Ibu perias dan besannya tersenyum mendengar ucapan Ferdi itu. Sarah sangat terharu lalu berdiri sesuai arahan Ibu perias manten.
Pras dan Britney duduk dipelaminan bagikan raja dan ratu yang duduk di singgasana.
Setelah itu mereka berdua masih menjalani ritual kacar kucur. Dengan makna Pras bertanggung jawab memberi nafkaf kepada istrinya, Britney menerima nafkaf dari suami dan menyimpannya dengan bijaksana.
Lalu mereka berdua masih menjalani prosesi yang ada, seperti dhahar klimah saling suap-suapan, ngunjuk rujak degan dan masih banyak ritual lain yang harus dijalani baik pengantin, maupun kedua orang tua pengantin.
"Mas...." Ucap Britney dengan pelan, senyum manisnya masih terus tersirat di wajah cantiknya.
"Apa sayang?" Tanya Pras dengan pelan, dan menoleh ke istrinya.
"Aku masih berdebar." Jawab Britney.
Tangan Pras lalu memegang tangan istrinya, telapak tangan Britney sangat dingin. Pras tersenyum dan berkata "Sayang, semalam aku merindukanmu."
Do'a dan restu kedua orang, untuk mereka berdua sangat tulus dari dalam hati. Pras juga tidak kuat menahan dirinya, saat sungkem dengan Ibunya.
Suara dari penyondro temanten (pembawa acara) itu juga terdengar sangat syahdu dan membuat para tamu undangan ikut terbawa suasana.
Selesai acara sungkeman dengan kedua pihak orang tua, Pras dan Britney kembali duduk. Mulai sesi berfoto dengan saudara dan kerabat secara bergantian.
Ucapan serta do'a dari para saudara dan kerabat membuat mereka bahagia dan tersenyum. Britney tidak henti mengucap terima kasih dengan rasa bersyukur.
Kerabat dan saudara suaminya juga sangat menyayanginya. Apalagi Budhe Woko, yang tidak henti memuji dirinya. Sebelum Sarah datang kemarin, Budhe Woko yang menemani Britney. Karena Budhe Woko merasakan bagaimana saat menikah tidak ada orang tua disisinya.
Saat sungkeman dengan Ferdi. Britney seperti melihat almarhum ayahnya. Karena wajah almarhum ayah Britney, sangat mirip dengan Ferdi.
"Sayang, kamu capek?" Tanya Pras, setelah satu jam duduk dan berfoto dengan keluarga besar.
Saat ini mereka berdua sedang di ruang ganti, untuk berganti pakaian. Yang tadinya memakai jawi jangkep. Sekarang Pras mengenakan beskap merah marun dan Britney kebaya ekor panjang warna merah marun.
"Tidak mas, mas tidak perlu cemas." Jawab Britney, setelah diberi minum air putih oleh asisten perias.
Pras menatapnya berkata "Sayang, terima kasih."
Britney hanya tersenyum dan memegang tangan suaminya.
Mereka berdua berjalan di belakang Putri dan Candra, kembali ke atas pelaminan. Diiringi pager ayu dan pager bagus.
__ADS_1
Serta kedua orang tua mereka. Juga Bulek dan Om, ikut mengiring kedua pasang pengantin itu.
Melewati tamu undangan yang begitu banyak, sekitar seribu tamu undangan duduk dan melihat pengantin itu.
Para tamu juga menikmati prosesi acara dan juga hidangan yang disajikan oleh para pemuda, dari catering ternama di kota Semarang.
Yuuuhhhuuu!!!
Hidangan piring terbang yang sangat nikmat, Ghea dan Evan baru menikmati makanan itu. Mereka sangat senang, bahkan Ghea bertanya pada orang disebelahnya, tentang aneka jenis lauk yang ada dipiring putih itu.
Author jagong, mau maem sop matahari, mengko gari es buah. π Makan guysss π
Ternyata Pak Miko juga hadir, kemarin sore setelah mendapat balasan chat dari Pras. Pak Miko langsung tancap gas, ditemani saudaranya untuk menyetir mobilnya. Pak Miko saat ini mengantri, untuk berfoto dengan Pras dan Britney.
Siang ini masih terdengar suara sinden yang merdu dengan gamelan yang begitu laras. Tapi setelah siang nanti, akan ada campursari.
Hajatan yang mewah dan sangat istimewa, karena ada dua pasang pengantin. Dekorasi pelaminan itu saja sangat berbeda dengan pelaminan lain. Gebyok kayu yang berdiri memanjang, berwarna coklat tua dan berhiaskan bunga segar.
Setengah jam kemudian, acara resepsi selesai. Dua pengantin itu berdiri, dan para tamu undangan bersalaman dengan dua pasang pengantin itu dan kedua orang tua, juga para besan.
"Terima kasih." Ucap Britney, dengan senyum setiap ada yang memberikan ucapan selamat menempuh hidup baru, serta menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warohmah.
Begitu juga dengan Pras, apalagi senyumannya itu bikin orang tidak bisa move on. Bahkan ada teman kerja Putri yang masih gadis, tidak bisa menahan dirinya. Bersalaman dengan Pras sangat lama, dan meminta selfie dengan Pras juga Britney.
Bukan hanya teman Putri, tapi ada teman Pras yang satu desa, teman SD dan SMP ada yang hadir, karena undangan dari Candra.
Setelah resepsi selesai, menjelang sore ternyata masih banyak tamu yang hadir. Kedua pasang pengantin itu, duduk di antara para kerabatnya. Menikmati sungguhan campursari, yang saat ini semakin seru.
Vanesa sedang bernyanyi lagu Rembulan cipt. Ipa Hadi Sasono. Rendy juga tampak berjoget dengan Pandu, dan saudara Pandu lainnya.
Vava sibuk memvideo Mamanya. Maeva dan lainnya juga ikut berdiri dan bercanda dengan Pandu yang tidak henti berjoget. Padahal ada sang pacar, tapi Pandu tidak peduli.
"Mas, kamu tidak ikut berjoget dengan adikmu?" Tanya Britney.
"Aku ingin bersama istriku." Jawab Pras, yang dari tadi tidak ingin pisah dengan istrinya.
Evan dan Ghea juga sempat berduet, hanya satu lagu, tapi mereka berdua cukup senang.
πΌπΌπΌπΌπΌ
Semoga kalian semua suka bab ini.
Mohon maaf bila ada salah kata atau typo.
Bisa kalian sampaikan di kolom komentar.
Terima kasihπππ€
__ADS_1
Salam Mas Pras πβ